Senin, 25 Mei 2026

Sudut Pandang Yohanes 16:12-15, Sang Anak

Sudut Pandang  Yohanes 16:12-15, Sang Anak

PENGANTAR
Filioque

نعمة لكم وسلام من الله ابينا والرب يسوع المسيح

Minggu 31052026, Minggu ini adalah Minggu pertama setelah Pentakosta. Minggu ini juga dikenal sebagai Minggu Trinitas. Mari melihat Yohanes 16:12-15.
PEMAHAMAN 
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Akan tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari-Ku . Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari-Ku."

Sehubungan Minggu ini diperingati sebagai Minggu Trinitas saya hendak menyampaikan apa yang saya pahami mengenai “Trinitas”. Saya sendiri tidak mau menggunakan istilah “Trinitas” dalam menghayati tauhid Kristen. Yesus juga menyatakan bahwa Allah itu Esa. Jika demikian, bagaimana saya memahami Yesus Kristus dan Roh Kudus seperti dalam bacaan Injil Yohanes di atas.

Allah yang disapa oleh orang Kristen sebagai Bapa diimani memiliki wujud yang disebut dengan Zat Al-wujud yang qadim (kekal). Allah diimani memiliki kehidupan atau memiliki Roh (Ruh Al-Haqq atau Ruhil Qudusi atau Ruach atau Pneuma). Jika tidak maka itu bukan Allah melainkan berhala yang mati. Allah juga memiliki Firman (Al-Kalam atau Logos). Dengan Firman-Nya Allah menciptakan segala sesuatu.

Yesus Kristus diimani Firman yang keluar dari Zat dan nuzul menjadi Manusia (Yoh. 1:14). Kristus diimani sebagai Firman Allah atau dengan metafor Anak Allah. Demikian juga Roh Kebenaran atau Roh Kudus keluar dari Zat. Hanya ada satu sumber: Allah, yang disapa dengan Bapa, Zat Al-wujud.

Persoalan muncul ketika terjadi serangan Arianisme. Gereja kemudian panik dan mengajarkan bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak. Dimula dari Agustinus (354 – 430) sampai akhirnya masuk resmi dalam Syahadat Nicea Konstantinopel pada Konsili Lyon II (1274). Persoalan ini tanpa disadari membawa akibat mencederai tauhid Kristen.

Pada 1981 (dalam perayaan 1.600 tahun Konsili Konstantinopel) Paus Yohanes Paulus II memberi izin menghapus frase “dan Putra” (filioque) dari Syahadat Latin itu, karena dalam Syahadat Grika memang tidak ada “dan Putra” (lih. IMAN KATOLIK, KWI, 1997, h. 319). Meski demikian Syahadat Nicea Konstantinopel yang diucapkan pada hari khusus (misal Hari Paska) di Gereja-gereja Protestan masih menyebut “filioque” ini. 

Dalam hal dogma kalangan Protestan masih sebatas mengagumi terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Paus, namun enggan menerima dan melakukannya dalam rangka semangat ekumenis.

Quote of the day:
“A man who carries a cat by the tail learns something he can learn in no other way.” Mark Twain 

يباركك الرب ويحرسك. 
 يضيء الرب بوجهه عليك ويرحمك. 
 يرفع الرب وجهه عليك ويمنحك سلاما.
 (16 Juni 2019)(TUS)

Sudut Pandang Matius 28:16–20 (TB), Yohanes 17:20–23 (TB), Allah pemersatu adalah Allah yang tak terbatas

Sudut Pandang Matius 28:16–20 (TB), Yohanes 17:20–23 (TB), Allah pemersatu adalah Allah yang tak terbatas  PENGANTAR  Matius 28:...