Jumat, 12 Juni 2026

PENGANTAR
Menarik membaca berita gereja tentang scandal Hillsong di Australia, memang kita harus jeli, cerdik mengamati tapi hati harus tulus ikhlas, bener katakan bener lah, salah katakan salah siapapun itu
PEMAHAMAN
Sebelum skandal Hillsong mendominasi pemberitaan, pemimpin gereja ref Mackenzie Morgan sudah lebih dulu membunyikan peringatan. Pada tahun 2021, ia menjadi viral setelah memperingatkan gereja-gereja tentang apa yang ia sebut sebagai “ajaran palsu” dan “lirik yang sesat” dalam lagu-lagu dari Hillsong, Elevation, dan Bethel. “Saya tidak bisa lagi berdiam diri,” tulisnya, sambil mendorong orang-orang Kristen untuk berhenti memilih lagu penyembahan hanya karena lagu itu populer, menyentuh emosi, atau sudah akrab di telinga.
Kekhawatiran Morgan lebih besar daripada sekadar satu lagu atau satu kelompok musik. Ia berpendapat bahwa penyembahan bersifat teologis, bukan netral. Karena itu, gereja perlu bertanya: dari mana lirik-lirik tersebut berasal, apa yang diajarkannya tentang Allah, dan apakah royalti lisensi yang dibayarkan turut mendukung secara finansial pelayanan-pelayanan yang menurutnya menyebarkan injil palsu. Tantangannya sangat jelas: “Mungkin sudah waktunya kita kembali melihat Kitab Suci (apakah Alkitab masih relevan) untuk memahami apa yang benar-benar Allah kehendaki dalam penyembahan.”
Beberapa tahun kemudian, Hillsong menghadapi berbagai skandal kepemimpinan, penutupan gereja, film dokumenter, serta tuduhan penyalahgunaan rohani dan keuangan, korupsi dan scandal lainnya dan dijerat hukum. Sementara itu, Morgan terus mengajak orang-orang Kristen untuk memiliki kepekaan dan kemampuan membedakan ajaran melalui podcast-nya yang berjudul “Godly Whistleblower”. Pesannya tetap sederhana, tetapi tidak nyaman untuk didengar: penyembahan seharusnya tidak diukur berdasarkan popularitas, emosi, atau kemegahan panggung, melainkan berdasarkan Kitab Suci.
Hillsong adalah gereja mega (mega-church) dan denominasi Kristen beraliran Pentakosta Karismatik yang didirikan di Sydney, Australia, pada tahun 1983 oleh Brian dan Bobbie Houston. Gereja ini berkembang menjadi pelayanan global berskala internasional, namun juga menghadapi beberapa kontroversi kepemimpinan dalam beberapa tahun terakhir. Gereja ini lebih dikenal luas melalui divisi musiknya, Hillsong Music, yang memelopori lahirnya lagu-lagu pujian dan penyembahan kontemporer populer di seluruh dunia.

PENGANTAR Menarik membaca berita gereja tentang scandal Hillsong di Australia, memang kita harus jeli, cerdik mengamati tapi hati harus tulu...