23 Juli 2023
đŠđžđźđ»đ±đźđč
Di pertanian padi sawah gangguan terjadi bukan saja dari hama serangga, tikus, dan burung, tetapi juga dari tumbuhan pengganggu yang disebut gulma (đžđŠđŠđ„). Gulma umum pada padi sawah adalah (dengan nama Latin) đđ€đ©đȘđŻđ°đ€đ©đđ°đą đ€đłđ¶đŽ-đšđąđđđȘ. Nama lokalnya ada cukup banyak: gagajahan, jajagoan, padi burung, jawan, parikejawan, suket ngawan. Penampakan rumput liar đ. đ€đłđ¶đŽ-đšđąđđđȘ sangat mirip dengan tanaman padi (lih. gambar lampiran). Gulma ini berkemampuan lebih kuat menyerap hara tanah ketimbang padi sehingga dapat menurunkan produktivitas padi sampai 25%. Gulma tidak pernah secara sengaja ditanam di sawah. Ia tumbuh dari akar-akar yang tertinggal di tanah atau dari benih yang terbang dibawa angin dan burung.
Hari ini adalah Minggu kedelapan sesudah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Matius 13:24-30, 36-43 yang didahului dengan Yesaya 44:6-8, Mazmur 86:11-17, dan Roma 8:12-25.
Bacaan Injil Minggu ini, Matius 13:24-30, 36-43, kembali mengenai perumpamaan. Kali ini perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Konteks terdekatnya adalah seluruh pasal 13 yang berisi perumpamaan-perumpamaan yang berujung penolakan terhadap Yesus oleh bangsa sendiri (ay. 53-58).
Bacaan terdiri atas dua perikop:
▶️ Perumpamaan tentang lalang di antara gandum (Mat. 13:24-30). Perumpamaan disampaikan kepada khalayak dengan merujuk đ°đłđąđŻđš đŁđąđŻđșđąđŹ di ayat 36a.
▶️ Penjelasan perumpamaan tentang lalang di antara gandum (Mat. 13:36-43). Penjelasan disampaikan oleh Yesus kepada para murid dengan merujuk đźđ¶đłđȘđ„-đźđ¶đłđȘđ„-đđșđą di ayat 36b.
đ đźđđ¶đđ đđŻ:đźđ°-đŻđŹ
Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka. Kata-Nya, “đđŠđłđąđ«đąđąđŻ đđ¶đłđšđą đȘđ”đ¶ đŽđŠđ¶đźđ±đąđźđą đ°đłđąđŻđš đșđąđŻđš đźđŠđŻđąđŁđ¶đłđŹđąđŻ đŁđŠđŻđȘđ© đșđąđŻđš đŁđąđȘđŹ đ„đȘ đđąđ„đąđŻđšđŻđșđą. đđąđźđ¶đŻ, đ±đąđ„đą đžđąđŹđ”đ¶ đŽđŠđźđ¶đą đ°đłđąđŻđš đ”đȘđ„đ¶đł, đ„đąđ”đąđŻđšđđąđ© đźđ¶đŽđ¶đ©đŻđșđą đźđŠđŻđąđŁđ¶đłđŹđąđŻ đŁđŠđŻđȘđ© đđąđđąđŻđš đ„đȘ đąđŻđ”đąđłđą đšđąđŻđ„đ¶đź đȘđ”đ¶, đđąđđ¶ đ±đŠđłđšđȘ. đđŠđ”đȘđŹđą đšđąđŻđ„đ¶đź đȘđ”đ¶ đ”đ¶đźđŁđ¶đ© đ„đąđŻ đźđ¶đđą đŁđŠđłđŁđ¶đđȘđł, đ”đąđźđ±đąđŹ đ«đ¶đšđąđđąđ© đđąđđąđŻđš đȘđ”đ¶. đđąđđ¶ đ„đąđ”đąđŻđšđđąđ© đ©đąđźđŁđą-đ©đąđźđŁđą đ±đŠđźđȘđđȘđŹ đđąđ„đąđŻđš đȘđ”đ¶ đŹđŠđ±đąđ„đąđŻđșđą đ„đąđŻ đŁđŠđłđŹđąđ”đą: ‘đđ¶đąđŻ, đŁđ¶đŹđąđŻđŹđąđ© đŁđŠđŻđȘđ© đșđąđŻđš đŁđąđȘđŹ đșđąđŻđš đđ¶đąđŻ đ”đąđŁđ¶đłđŹđąđŻ đ„đȘ đđąđ„đąđŻđš đđ¶đąđŻ? đđąđ„đȘ, đ„đąđłđȘ đźđąđŻđąđŹđąđ© đđąđđąđŻđš đȘđ”đ¶?’ đđąđžđąđŁ đ”đ¶đąđŻ đȘđ”đ¶: ‘đđŠđ°đłđąđŻđš đźđ¶đŽđ¶đ© đșđąđŻđš đźđŠđđąđŹđ¶đŹđąđŻđŻđșđą.’ đđąđđ¶ đŁđŠđłđŹđąđ”đąđđąđ© đ©đąđźđŁđą-đ©đąđźđŁđą đȘđ”đ¶ đŹđŠđ±đąđ„đąđŻđșđą: ‘đđąđ„đȘ, đźđąđ¶đŹđąđ© đđ¶đąđŻ đŽđ¶đ±đąđșđą đŹđąđźđȘ đ±đŠđłđšđȘ đźđŠđŻđ€đąđŁđ¶đ” đđąđđąđŻđš đȘđ”đ¶?’ đđąđźđ¶đŻ, đȘđą đŁđŠđłđŹđąđ”đą: ‘đđąđŻđšđąđŻ, đŽđŠđŁđąđŁ đźđ¶đŻđšđŹđȘđŻ đšđąđŻđ„đ¶đź đȘđ”đ¶ đȘđŹđ¶đ” đ”đŠđłđ€đąđŁđ¶đ” đ±đąđ„đą đžđąđŹđ”đ¶ đŹđąđźđ¶ đźđŠđŻđ€đąđŁđ¶đ” đđąđđąđŻđš đȘđ”đ¶. đđȘđąđłđŹđąđŻđđąđ© đŹđŠđ„đ¶đąđŻđșđą đ”đ¶đźđŁđ¶đ© đŁđŠđłđŽđąđźđą đŽđąđźđ±đąđȘ đžđąđŹđ”đ¶ đźđŠđŻđ¶đąđȘ. đđąđ„đą đžđąđŹđ”đ¶ đȘđ”đ¶ đąđŹđ¶ đąđŹđąđŻ đŁđŠđłđŹđąđ”đą đŹđŠđ±đąđ„đą đ±đąđłđą đ±đŠđŻđ¶đąđȘ: đđ¶đźđ±đ¶đđŹđąđŻđđąđ© đ„đąđ©đ¶đđ¶ đđąđđąđđŻđš đȘđ”đ¶ đ„đąđŻ đȘđŹđąđ”đđąđ© đŁđŠđłđŹđąđŽ-đŁđŠđłđŹđąđŽ đ¶đŻđ”đ¶đŹ đ„đȘđŁđąđŹđąđł, đŹđŠđźđ¶đ„đȘđąđŻ đŹđ¶đźđ±đ¶đđŹđąđŻđđąđ© đšđąđŻđ„đ¶đź đȘđ”đ¶ đŹđŠ đ„đąđđąđź đđ¶đźđŁđ¶đŻđšđŹđ¶.’” (ay. 24-30)
Seperti yang sudah saya sampaikan pekan lalu membaca perumpamaan hendaklah membacanya sebagai perumpamaan. Tidak perlu mencari-cari alasan atau pembenaran bahwa di Palestina pada zaman dulu orang sering menabur benih lalang ke ladang musuhnya.
Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah memang sulit ditakrifkan. Untuk itulah Yesus mencoba memerikannya lewat perumpamaan-perumpamaan. Itu pun masih menimbulkan teka-teki karena Yesus-historis tidak pernah menjelaskan arti perumpamaan. Penjelasan perumpamaan di teks Alkitab merupakan hasil penafsiran penulis Injil dalam rangka pastoral bagi pembacanya atau jemaat Kristen sebagai sasaran penulisan Injil.
Perumpamaan disampaikan kepada khalayak dengan merujuk đ°đłđąđŻđš đŁđąđŻđșđąđŹ di ayat 36a dalam perikop penjelasan. Mengapa Yesus menyampaikan perumpamaan ini?
Mari kita melongok lagi kiprah Yohanes Pembaptis di Matius 3. Yohanes berkampanye bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah siap memegang kapak untuk memotong setiap pohon dan batang yang tidak berbuah. Yohanes juga mengatakan bahwa Mesias sudah memegang alat penampi untuk menyingkirkan sekam dari gandum dan membakar sekam dalam api yang tak terpadamkan. Yohanes berpikir bahwa Yesus akan langsung menghancurkan orang-orang Farisi dan Saduki (lih. Mat. 3:7-12).
Ternyata Yesus tidak seperti yang dipikirkan dan dibayangkan oleh Yohanes Pembaptis. Yesus tidak menciptakan komunitas orang-orang bersih dan suci. Yesus bahkan tidak bersetuju dengan gagasan menyingkirkan “lalang” dari dalam. Meskipun demikian selalu ada orang atau pihak yang sangat bersemangat untuk melakukannya dan sebaliknya ada pihak yang hendak menjauhkan diri dari lingkungan masyarakat jahat. Yesus melihat itu sebagai tindakan yang salah. Yesus meminta kesabaran dengan hidup berdampingan sampai pada waktu menuai tiba, suatu kiasan tentang hari pengadilan Tuhan (bdk. Yoel 3:13).
đ đźđđ¶đđ đđŻ:đŻđČ-đ°đŻ
Sesudah itu Yesus meninggalkan orang banyak itu, lalu masuk ke rumah. Murid-murid-Nya datang dan bertanya kepada-Nya, “đđŠđđąđŽđŹđąđŻđđąđ© đŹđŠđ±đąđ„đą đŹđąđźđȘ đ±đŠđłđ¶đźđ±đąđźđąđąđŻ đ”đŠđŻđ”đąđŻđš đđąđđąđŻđš đ„đȘ đđąđ„đąđŻđš đȘđ”đ¶.” Ia menjawab, “đđłđąđŻđš đșđąđŻđš đźđŠđŻđąđŁđ¶đłđŹđąđŻ đŁđŠđŻđȘđ© đŁđąđȘđŹ đąđ„đąđđąđ© đđŻđąđŹ đđąđŻđ¶đŽđȘđą, đđąđ„đąđŻđš đąđ„đąđđąđ© đ„đ¶đŻđȘđą. đđŠđŻđȘđ© đșđąđŻđš đŁđąđȘđŹ đȘđ”đ¶ đąđŻđąđŹ-đąđŻđąđŹ đđŠđłđąđ«đąđąđŻ, đŽđŠđ„đąđŻđš đđąđđąđŻđš đąđŻđąđŹ-đąđŻđąđŹ đŽđȘ đ«đąđ©đąđ”. đđ¶đŽđ¶đ© đșđąđŻđš đźđŠđŻđąđŁđ¶đłđŹđąđŻ đŁđŠđŻđȘđ© đđąđđąđŻđš đąđ„đąđđąđ© đđŁđđȘđŽ. đđąđŹđ”đ¶ đźđŠđŻđ¶đąđȘ đąđ„đąđđąđ© đąđŹđ©đȘđł đ»đąđźđąđŻ đ„đąđŻ đ±đąđłđą đ±đŠđŻđ¶đąđȘ đȘđ”đ¶ đźđąđđąđȘđŹđąđ”. đđąđ„đȘ, đŽđŠđ±đŠđłđ”đȘ đđąđđąđŻđš đȘđ”đ¶ đ„đȘđŹđ¶đźđ±đ¶đđŹđąđŻ đ„đąđŻ đ„đȘđŁđąđŹđąđł đ„đąđđąđź đąđ±đȘ, đ„đŠđźđȘđŹđȘđąđŻ đ«đ¶đšđą đ±đąđ„đą đąđŹđ©đȘđł đ»đąđźđąđŻ. đđŻđąđŹ đđąđŻđ¶đŽđȘđą đąđŹđąđŻ đźđŠđŻđșđ¶đłđ¶đ© đźđąđđąđȘđŹđąđ”-đźđąđđąđȘđŹđąđ”-đđșđą đ„đąđŻ đźđŠđłđŠđŹđą đąđŹđąđŻ đźđŠđŻđšđ¶đźđ±đ¶đđŹđąđŻ đ„đąđłđȘ đ„đąđđąđź đŹđŠđłđąđ«đąđąđŻ-đđșđą đŽđŠđšđąđđą đŽđŠđŽđ¶đąđ”đ¶ đșđąđŻđš đźđŠđŻđșđŠđŁđąđŁđŹđąđŻ đ°đłđąđŻđš đŁđŠđłđŁđ¶đąđ” đ„đ°đŽđą đ„đąđŻ đŽđŠđźđ¶đą đ°đłđąđŻđš đșđąđŻđš đźđŠđđąđŹđ¶đŹđąđŻ đŹđŠđ«đąđ©đąđ”đąđŻ. đđąđđ¶ đźđŠđŻđ€đąđźđ±đąđŹđŹđąđŻ đźđŠđłđŠđŹđą đŹđŠ đ„đąđđąđź đ”đ¶đŻđšđŹđ¶ đŁđŠđłđąđ±đȘ. đđȘ đŽđąđŻđąđđąđ© đąđŹđąđŻ đ”đŠđłđ„đąđ±đąđ” đłđąđ”đąđ±đąđŻ đ„đąđŻ đŹđŠđłđ”đąđŹ đšđȘđšđȘ. đđąđ„đą đžđąđŹđ”đ¶ đȘđ”đ¶đđąđ© đ°đłđąđŻđš-đ°đłđąđŻđš đŁđŠđŻđąđł đąđŹđąđŻ đŁđŠđłđ€đąđ©đąđșđą đŽđŠđ±đŠđłđ”đȘ đźđąđ”đąđ©đąđłđȘ đ„đąđđąđź đđŠđłđąđ«đąđąđŻ đđąđ±đą đźđŠđłđŠđŹđą. đđȘđąđ±đą đŁđŠđłđ”đŠđđȘđŻđšđą, đ©đŠđŻđ„đąđŹđđąđ© đȘđą đźđŠđŻđ„đŠđŻđšđąđł!” (ay. 36-43)
Ayat pembuka perikop di atas menguatkan bahwa Yesus-historis tidak menjelaskan arti perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan-Nya. Penulis Injil menafsir perumpamaan itu dengan membuat đŽđŠđ”đ”đȘđŻđš Yesus menjelaskan hanya kepada murid-murid-Nya. Penafsiran penulis Injil bersifat alegoris. Hal ini tampak dalam penjelasan bukan menjelaskan cerita perumpamaan sebagai satu-kesatuan, melainkan tentang masing-masing anasir. Perhatian utama ditujukan pada lalang yang akan dikumpulkan terlebih dahulu dan dibakar, yakni orang yang menyebabkan orang lain menjadi murtad dan orang yang hidup tanpa hukum. Tampaknya di dalam Jemaat Matius ada pihak kuat yang sedang merongrong umat.
Dalam Injil Matius akhir zaman bukan berarti akhir dunia. Akhir zaman di sini adalah masa si jahat berakhir (bdk. Mat. 24:3 dan 28:20). Dunia tetap maju ke arah yang sejak mulanya ditetapkan oleh Allah.
Ada yang menarik pada ayat 41 “…đźđŠđłđŠđŹđą đąđŹđąđŻ đźđŠđŻđšđ¶đźđ±đ¶đđŹđąđŻ đ„đąđłđȘ đ„đąđđąđź đŹđŠđłđąđ«đąđąđŻ-đđșđą đŽđŠđšđąđđą đŽđŠđŽđ¶đąđ”đ¶ đșđąđŻđš đźđŠđŻđșđŠđŁđąđŁđŹđąđŻ đ°đłđąđŻđš đŁđŠđłđŁđ¶đąđ” đ„đ°đŽđą ...” Frase đźđŠđŻđșđŠđŁđąđŁđŹđąđŻ đ°đłđąđŻđš đŁđŠđłđŁđ¶đąđ” đ„đ°đŽđą diterjemahkan dari kata ÏÎșÎŹÎœÎŽÎ±Î»Î± (baca: đŽđŹđąđŻđ„đąđđą), yang kemudian kita kenal dengan kata skandal. Jadi, kalau kita mendengar kata skandal yang diikuti keterangannya, sudah pasti cerapan orang bukan pada hal yang baik. Misal, skandal Hambalang.
Kalimat “đđȘđąđ±đą đŁđŠđłđ”đŠđđȘđŻđšđą, đ©đŠđŻđ„đąđŹđđąđ© đȘđą đźđŠđŻđ„đŠđŻđšđąđł!” muncul kembali. Kali ini sebagai penutup penjelasan perumpamaan. Ini sebuah ajakan bagi pendengar untuk memerhatikan hal yang dikatakan oleh Yesus, merenungkannya, kemudian menghidupinya agar perumpamaan itu menjadi đŻđČđżđ»đ¶đčđźđ¶. Pendengar di sini termasuk pendeta-pendeta, yang banyak dari mereka lebih suka berbicara daripada mendengar.
(23072023)