Selasa, 07 Juli 2026

Sudut Pandang Cara Berpikir yang Keliru


Sudut Pandang Cara Berpikir yang Keliru 

PENGANTAR
Saya perhatikan ada beberapa alasan yang digunakan oleh sebagian kelompok masyarakat, termasuk tokoh agama, di Indonesia untuk melarang LGBT.  Pertama, LGBT dianggap sebagai perilaku yang menyimpang dari "kodrat Tuhan." Faktanya, fenomena LGBT itu sangat kompleks. Tidak semua LBGT itu karena faktor sosial tetapi juga "natural-biological". Dan itu dibuktikan dari aspek medis & sains juga. Memang faktanya, dari aspek biologis, banyak dari mereka yang sejak lahir memang sudah begitu jenis kelaminnya. Mau diapakan lagi?  Kalau LGBT dianggap menyimpang dari kodrat Tuhan, emang kodrat Tuhan itu seperti apa sih? Emangnya manusia tau "kodrat" Tuhan itu? Wong Tuhannya saja kita gak tau, apalagi kodrat-Nya? Sok-sokan kali manusia itu😁 Lagian, kata umat beragama, semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi "takdir" Tuhan atau "suratan" Ilahi? Kalau begitu, menjadi LGBT juga "takdir" Tuhan dan "suratan" Ilahi, kan? 
Alasan kedua, karena LGBT dianggap menjadi penyebab mudarat dan kejahatan di masyarakat, misalnya penularan penyakit (seperti HIV) akibat seks bebas. Kalau soal penyakit HIV, kan penyebabnya banyak. Lagian, memang sudah ada bukti empiris hasil riset ilmiah kalau penyakit seperti HIV itu penyebabnya hanya LGBT? Terus, memangnya semua LGBT melakukan tindakan kejahatan itu? Memangnya seks bebas hanya dilakukan oleh LBGT? Kalau HIV karena akibat seks bebas, kenapa hanya LGBT yang dilarang? LGBT, sebagaimana non-LGBT, ada yang baik, ada pula yang jahat. Kebaikan dan kejahatan tidak ditentukan oleh jenis kelamin dan orientasi gender. 
Kalaupun ada LGBT yang melakukan kejahatan, ya tinggal ditindak dan dihukum saja yang melakukan kejahatan itu, bukan malah melarang semua LGBT di bumi Indonesia. Emang kalian itu siapa kok sok-sokan melarang-larang warga negara?😁. Coba pikirkan dan renungkan, seandainya prinsip ini diterapkan bisa kacau negeri ini. Misalnya, karena ada beberapa ustad, kiai, atau tokoh agama manapun yang bejat, kemudian semua ustad, kiai, atau tokoh agama dilarang di Indonesia. Kan kacau model pemikiran begini? Atau lantaran ada beberapa pejabat yang korup terus semua pejabat dilarang di Indonesia? Alamak bisa kosong kantor-kantor nanti?😁 Sekian celotehan pagi ini, kita sambung lain kali. Salam dari "Negeri Fir'aun"😁 karena wallku, bloggers ku, diserang gak cuman pembela MUI, sahabat Islam, tetapi juga sahabat kristenpun ikut menyerang ku dg berbagai argumentasi. Yah ..... Risiko ya begini, yakin dg yg kita yakini, yakin berproses juang berusaha sejalan dg teladan Kristus, walau dalam ketidak sempurnaan manusia, umpatan-umpatan ada di wallku dan blogger ku, kata anjing pun berseliweran di depan mataku .... Wk ..... Wk.
Ya ......Gusti, maafkan aku, kalau ternyata aku salah ....xi ... Xi, Ya Allah, wallku, bloggers ku, digeruduk banyak orang gara² mengkritik MUI terkait usulan pemidanaan LGBT. Aku tuh menyayangi MUI. Itu sebabnya aku mengkritik mereka, meminta agar berhati-hati memvonis individu/kelompok tanpa pemahaman mendalam......wk ..... Wk ..... Wk. Gusti, maafkan aku, bukan maksudku ...xi ...xi.
PEMAHAMAN

Sudut Pandang Cara Berpikir yang Keliru

Sudut Pandang Cara Berpikir yang Keliru   PENGANTAR Saya perhatikan ada beberapa alasan yang digunakan oleh sebagian kelompok masyarakat, te...