Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Markus 6 : 30-44 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐ซ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐] ๐๐๐๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ป๐ด, ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ป๐ด
PENGANTAR
Markus 6:31 (TB) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Dalam Markus 6:31 (TB), frasa "beristirahatlah seketika" diterjemahkan dari teks Yunani Koine, bukan Ibrani, karena Injil Markus ditulis dalam bahasa Yunani. Frasa tersebut berasal dari ฮบฮฑแฝถ แผฮฝฮฑฯฮฑฯฮตฯฮธฮต แฝฮปฮฏฮณฮฟฮฝ (kai anapaรบsthe รณlgon), di mana bentuk imperatif anapaรบsthe dari kata anapaรบล (แผฮฝฮฑฯฮฑฯฯ) berarti "beristirahatlah" atau "pulihkan diri", dan รณlgon (แฝฮปฮฏฮณฮฟฮฝ) berarti "sedikit", "sebentar", atau "seketika". Anapaรบล menyiratkan penghentian sementara dari pekerjaan atau pergerakan untuk memulihkan kekuatan fisik dan mental, sering digunakan secara refleksif untuk "istirahat diri sendiri" setelah kelelahan, seperti setelah perjalanan panjang atau tugas berat. รligon menekankan durasi singkat, menciptakan nuansa praktis dan mendesak untuk pemulihan cepat, bukan istirahat permanen. Secara sastra, imperatif anapaรบsthe menunjukkan perintah langsung dari Yesus yang penuh kasih, kontras dengan kerumunan yang tak henti (hoi erchรณmenoi kaรฌ hoi hypรกgointes polloรญ, banyak datang-pergi), membangun ketegangan naratif antara pelayanan intens dan kebutuhan manusiawi. Ayat ini juga menghubungkan ke mukjizat memberi makan 5000, di mana istirahat terganggu tapi Yesus tetap peduli, menekankan tema keseimbangan. Konteks Budaya dan Teologi. Dalam budaya Yahudi-Helenistik, istirahat menggemakan Sabat (Keluaran 20:8-11), di mana Tuhan memerintahkan pemulihan dari tenaga kerja melelahkan, mengakui kelelahan sebagai bagian manusiawi pasca-kutuk dosa (Kejadian 3:17-19). Yesus mendukung hal ini dengan menginisiasi istirahat bagi murid-murid yang lelah setelah misi (Markus 6:30), menunjukkan Ia menghargai batas manusiawi dan memerintahkan istirahat sebagai bagian dari kehidupan pelayanan. Apa makna rohani dari ajakan Yesus beristirahat. Ajakan Yesus untuk beristirahat dalam Markus 6:31 memiliki makna rohani mendalam sebagai undangan untuk pemulihan fisik dan spiritual di tengah pelayanan atau karya para murid yang melelahkan. Dalam makna itu, memang dapat dipahami ajakan Yesus untuk beristirahat para muridnya, sebagai jeda spiritual dan fisik. Pemulihan Kekuatan Rohani, Istirahat ini mengajarkan keseimbangan antara pelayanan atau karya dan persekutuan pribadi dengan Tuhan, menggemakan prinsip Sabat di mana manusia memulihkan diri untuk melayani atau berkarya lebih efektif. Yesus menunjukkan bahwa mengakui kelelahan bukan kelemahan, melainkan bagian dari ketergantungan pada kuasa Allah. Dengan mengajak murid ke tempat sunyi, Yesus mengundang waktu doa dan refleksi, di mana istirahat fisik menjadi pintu masuk untuk istirahat rohani sejati seperti dalam Matius 11:28-29. Ini menekankan bahwa pelayanan tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan rohani, sehingga istirahat memperbarui panggilan ilahi. Secara rohani, ajakan ini menjadi disiplin kerohanian: berhenti sejenak untuk mendengar Tuhan, menghindari kelelahan berlebih, dan mempersiapkan diri bagi mukjizat berikutnya, seperti pemulihan 5000 orang. Tahun B disebut juga Tahun Markus, meskipun pada Minggu-Minggu tertentu bacaan diisi dari Injil Yohanes. Injil Markus adalah narasi panjang pertama dan tertua mengenai Yesus. Petulis Injil Markus tidak mengandalkan misteri Natal, melainkan misteri Paska. Penujuannya kepada Mesias, Hamba Tuhan yang harus menderita, dibunuh, dan dibangkitkan Allah.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu kesembilan setelah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Markus 6:30-34, 53-56 yang didahului dengan 2Samuel 7:1-14a, Mazmur 89:20-37, dan Efesus 2:11-22.
Bacaan Injil hari ini mencakup satu setengah perikop. Perikop kesatu diberi judul oleh LAI ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฎ๐ข ๐ณ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, tetapi bacaan tidak sampai ke peristiwa pemberian makan. Bacaan kemudian melompati perikop ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ข๐ช๐ณ, menuju perikop kedua ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ช ๐๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ๐ฆ๐ต. Markus menarasikan kegiatan dalam ketiga perikop itu seolah-olah satu hari.
Bacaan penuh gerak sekaligus ketegangan. Para rasul tampak lelah selepas menjalankan misi dari Yesus (lih. Mrk. 6:7-13), sedang orang banyak mencari mereka. Pengulasan bacaan dibagi ke dalam tiga tembereng:
๐ Rencana istirahat (ay. 30-33)
๐ Istirahat batal (ay. 34)
๐ Mengenali Yesus (ay. 53-56)
๐ฅ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ถ๐๐๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ (ay. 30-33)
Dalam Markus 6:6b-13 Yesus mengutus ke-12 murid (yang disebut rasul-rasul) pergi berdua-dua untuk mewartakan Injil sama seperti yang Yesus lakukan pada pembukaan Injil (Mrk. 1:15.). Sekarang rasul-rasul kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan (ay. 30). Kata ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ dan ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ merupakan ujud (๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ต๐บ) pewartaan Injil. Jadi, mewartakan Injil bukan berteriak-teriak kepada orang-orang, melainkan mengajar dan mengerjakan berita Injil. Apa yang dikerjakan? Seperti yang Yesus sudah lakukan sebelumnya: menyembuhkan banyak orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dlsb. Berbelarasa dan memanusiakan manusia.
Misi mereka tampaknya sukses besar. Hal ini ditunjukkan dengan orang banyak datang silih berganti sehingga untuk makan pun mereka tidak sempat. Yesus berkata kepada mereka, “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ!” (ay. 31). Perkataan Yesus “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ … “ diterjemahkan dari ๐๐ฆ๐ถ๐ต๐ฆ ๐ฉ๐บ๐ฎ๐ฆ๐ช๐ด ๐ข๐ถ๐ต๐ฐ๐ช ๐ฌ๐ข๐ต’ ๐ช๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ช๐ด ๐ฆ๐ณe๐ฎ๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข๐ถ๐ด๐ข๐ด๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฐ๐ญ๐ช๐จ๐ฐ๐ฏ (anapausasthe oligon, bisa diartikan juga TIDURLAH SEGERA). Sila bandingkan tiga versi penerjemahan LAI:
▶ TB 1974 “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฏ๐บ๐ช, ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ ๐๐ฉ๐ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข!”
▶ TB II 1997 “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ ๐๐ฉ๐ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ!”
▶ TB II 2023 “๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ!”
Dalam bahasa aslinya tidak ada pronomina ๐ฌ๐ช๐ต๐ข melainkan ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช (๐ฉ๐บ๐ฎ๐ฆ๐ช๐ด ๐ข๐ถ๐ต๐ฐ๐ช). TB II 2023 mencoba memerbaiki dengan menghilangkan pronomina ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, tetapi tidak menyurat subjeknya sehingga kalimat menjadi kabur. Sekarang bandingkanlah dengan versi bahasa Inggris:
▶ NRSV “๐๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐ข๐ธ๐ข๐บ ๐ต๐ฐ ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฅ ๐ฑ๐ญ๐ข๐ค๐ฆ ๐ข๐ญ๐ญ ๐ฃ๐บ ๐ฎ๐ค๐ช๐ง๐จ๐๐ก๐ซ๐๐จ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ต ๐ข ๐ธ๐ฉ๐ช๐ญ๐ฆ.”
▶ KJV “๐๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐บ๐ฆ ๐ฎ๐ค๐ช๐ง๐จ๐๐ก๐ซ๐๐จ ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ๐ต ๐ช๐ฏ๐ต๐ฐ ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต ๐ฑ๐ญ๐ข๐ค๐ฆ, ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ต ๐ข ๐ธ๐ฉ๐ช๐ญ๐ฆ.”
▶ ASV “๐๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐ข๐ธ๐ข๐บ ๐ฃ๐บ ๐ฎ๐ค๐ช๐ง๐จ๐๐ก๐ซ๐๐จ ๐ต๐ฐ ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ญ๐ข๐ต๐ฆ ๐ฑ๐ญ๐ข๐ค๐ฆ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ต ๐ข ๐ธ๐ฉ๐ช๐ญ๐ฆ.”
Jadi, Yesus menyuruh para murid beristirahat. Bukan ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, melainkan ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ. Yesus memandang mereka butuh istirahat, Yesus memahami kemanusiaan para murid, kerapuhan para murid, kelelahan itu wajar, lumrah dan manusiawi, kalau manusia bisa tidak lelah maka itu bukan manusia tapi robot, lelah adalah keniscayaan manusia, maka istirahat adalah hal yang lumrah, manusiawi. Ini sisi pastoral Yesus yang harus diteladani gereja, masak ada orang datang dg problem atik, lelah akan kehidupan pernikahannya, mosok mau bilang "tak lelah atau tak boleh lelah" itu tidak manusiawi, ya .... boleh lelah, ya ..... boleh istirahat tetapi janganlah menyerah, itu baru pastoral. Dalam terjemahan bebas, “๐๐บ๐ฐ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ญ!” Nah ...... Yesus saja begitu, mosok kita tidak meneladan Dia, Kristus. Hanya di Injil Markus Yesus menyuruh para murid beristirahat. Di Injil Matius dan Lukas tidak ada. Markus melihat istirahat sebagai hal yang serius, karena itu keniscayaan, konteks sesuai zaman nya, bagaimana Kristus dan para rasul berdiri berpihak pada orang-orang yang sudah lelah tertindas kekuasaan dan kesewenangan, mengakui kelelahan itu tetapi memompa harapan untuk tidak menyerah, latar belakang jemaat Markus yg tertindas penjajahan Romawi dan kesewenang-wenangan para pejabat agama zaman itu. Dalam versi Markus ini Yesus pergi ke tempat terpencil agar para murid-Nya dapat beristirahat sejenak, sebuah pengakuan akan kelelahan itu bagian manusiawi yg rapuh tapi harus dirangkul, bukan menolak keniscayaan akan kelelahan. Bandingkan dengan Injil Matius. Yesus menyingkir ke tempat terpencil karena mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis (lih. Mat. 14:13), beda lagi konteksnya.
Mereka berangkat dengan perahu menyendiri ke tempat terpencil (ay. 32). Pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat dan mengenali mereka. Dengan mengambil jalan darat bergegas-gegaslah orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka (ay. 33).
Di sini kita sudah dapat membayangkan bahwa rombongan Yesus naik perahu di danau, bukan sungai. Namun, kita tidak perlu merasionalisasi alasan rombongan orang banyak itu dapat mendahului perahu. Yang perlu diperhatikan adalah frase ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ข yang hendak menyimbolkan kehadiran seluruh orang Israel. Hal ini berpautan dengan adegan selanjutnya dalam peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang (lih. ay. 35-44). Markus sedang menyiapkan panggungnya.
๐๐๐๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐น (ay. 34)
Ketika mendarat, Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka (ay. 34).
Rencana istirahat tampaknya batal. Bukan kali itu saja Yesus dan para murid didatangi oleh orang banyak ke tempat terpencil. Pada awal Injil Markus (1:35-39) sudah terjadi hal yang mirip, Yesus batal berdoa dan langsung bergerak bekerja.
Ungkapan ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช-๐๐บ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ menerjemahkan bahasa aslinya yang hanya satu kata ๐ฆ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ฉe. Akar katanya adalah ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ข yang berarti literal usus atau isi perut, yang oleh orang Yahudi diyakini sebagai pusat emosi. Di luar perumpamaan-perumpamaan para petulis Injil selalu menyuratkan bahwa Yesuslah yang berbelas kasihan sehingga mendorong-Nya melakukan penyembuhan, pembangkitan orang mati, penahiran orang kusta, dlsb. untuk menunjukkan semua itu adalah kerahiman Allah sendiri.
Frase ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ข (ay. 33) yang hendak menyimbolkan kehadiran seluruh orang Israel dipertegas dengan ungkapan ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข๐ช ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข (ay. 34). Dalam kitab Bilangan 27:17 diperikan suasana rawan dan mengenaskan umat Israel yang tidak memiliki gembala atau pemimpin (lih. juga 1Raj. 22:17, 2Taw. 18:16, Za. 10:2, dan terutama Yeh. 34:5). Bangsa Israel menjadi mangsa musuh, karena ditelantarkan oleh para pemimpinnya, pejabat agama.
Dari beberapa teks Perjanjian Lama (PL) di atas teks dari Kitab Bilangan dan Yehezkiel sangat menonjol.
▶ Dalam Bilangan 27:17-23 Musa memohon kepada Yahweh untuk mengangkat penggantinya sebagai pemimpin Israel. Yahweh lalu menunjuk Yosua. Dalam bahasa Ibrani penulisan nama Yosua (Yoshua) sama dengan Yesus (Yeshua).
▶ Dalam Yehezkiel 34 Allah mengecam para pemimpin Israel yang hanya menggembalakan mereka sendiri dan membiarkan umat telantar, tercerai-berai, menjadi mangsa musuh. Allah berjanji akan mengangkat gembala sejati.
Dengan teropong PL ini kita menjadi lebih mudah memahami ungkapan ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข๐ช ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข (ay. 34). Yesus diperkenalkan sebagai gembala sejati, yang berbelas kasihan, yang bertugas menuntun umat.
Belas kasih Yesus mendorong-Nya mengajar umat yang tanpa gembala itu. Dalam Injil Markus adalah kebiasaan Yesus mengajar apabila dikerumuni oleh banyak orang (lih. Mrk. 2:13; 4:1; 6:34). Bandingkan dengan Injil Matius untuk adegan sebelum peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang yang menekankan adegan menyembuhkan mereka yang sakit (lih. Mat. 14:14). Meskipun berbeda, kedua petulis Injil menyampaikan tanggapan yang sama dari Yesus. Yesus membatalkan rencana istirahat yang sudah disusun. Yesus lebih mementingkan belas kasih kepada orang-orang yang telantar.
Di sini Yesus juga mengajar para pemimpin gereja yang kerap mendaku diri hamba agar tampak seolah-olah rendah hati. Para hamba Tuhan hendaklah lebih mementingkan belas kasih kepada orang telantar atau orang-orang marginal daripada pelesir ke Israel dengan dalih berziarah ke Tanah Suci, seharusnya pemimpin gereja merangkul kelelahan bukan menyuruh tak lelah, dan memaklumi istirahat atau rehat sambil memompa semangat harapan untuk tak menyerah. Padahal Yohanes 4 secara radikal menegaskan bahwa kekristenan tidak mengenal Tanah Suci.
๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ป๐ฎ๐น๐ถ ๐ฌ๐ฒ๐๐๐ (ay. 53-56)
Bacaan melompat ke ayat 53. Dua peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang dan Yesus berjalan di atas air dilewati.
Mereka tiba di seberang dan mendarat di Genesaret. Ketika mereka keluar dari perahu, orang-orang segera mengenali Yesus, lalu berlarilah mereka ke seluruh daerah itu. Mereka membawa orang-orang sakit di atas tikar ke mana pun mereka mendengar Yesus berada; ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, mereka meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada Yesus agar diperkenankan menyentuh meskipun jumbai jubah-Nya saja. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (ay. 53-56)
Apa yang terjadi setelah mereka mendarat? Orang-orang segera mengenali Yesus (ay. 54). Bagaimana mereka mengenali-Nya? Apakah Yesus berjalan di atas air beberapa meter menuju pantai? Pernahkah mereka melihat foto diri Yesus dipasang di pasar? Tidak satu pun teks Injil yang memerikan fisik Yesus. Bagaimana orang-orang dapat mengenali Yesus? Mereka mengenali-Nya dari pelayanan nyata Yesus. Tentu saja yang dimaksudkan pelayanan ini bukan berkhotbah, bermain gitar, menjadi kolektan di gereja, dan lain sejenisnya. Pelayanan sesungguhnya ya seperti Yesus melayani, yakni memanusiakan manusia, mengakui kelelahan yg manusiawi bukan menyuruh tak lelah, memaklumi istirahat dan mendampingi sambil memompa harapan semangat tak menyerah. Ayat 56 memberi petunjuk itu.
Dalam ayat 56 dikatakan bahwa orang-orang sakit asal menyentuh jumbai jubah Yesus menjadi sembuh. Dalam Sudut Pandang edisi bbrp waktu yang lalu sudah dibahas tentang Yesus dan perempuan sakit pendarahan (Mrk. 5:25-34). Dengan penuh keyakinan perempuan itu sembuh hanya dengan menyentuh jubah Yesus di kerumuman orang banyak. Tampaknya peristiwa itu tersebar ke seluruh penjuru dan banyak orang termotivasi oleh iman perempuan itu.
Bagaimana dengan pemimpin gereja yang mendaku hamba Tuhan agar tampak seolah-olah rendah hati? Apakah orang-orang mengenali para hamba Tuhan dari pelayanan nyata mereka?
(21072024)(TUS)