Jumat, 06 Maret 2026

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด Markus 6 : 30-44 [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—ซ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐˜๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—•] ๐—œ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด, ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€ ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐˜‚๐—ต ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด

Sudut ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด  Markus 6 : 30-44 [๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—œ๐—ซ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐˜๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—•] ๐—œ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด, ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€ ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐˜‚๐—ต ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด

PENGANTAR 
Markus 6:31 (TB)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Dalam Markus 6:31 (TB), frasa "beristirahatlah seketika" diterjemahkan dari teks Yunani Koine, bukan Ibrani, karena Injil Markus ditulis dalam bahasa Yunani. Frasa tersebut berasal dari ฮบฮฑแฝถ แผ€ฮฝฮฑฯ€ฮฑฯฮตฯƒฮธฮต แฝ€ฮปฮฏฮณฮฟฮฝ (kai anapaรบsthe รณlgon), di mana bentuk imperatif anapaรบsthe dari kata anapaรบล (แผ€ฮฝฮฑฯ€ฮฑฯฯ‰) berarti "beristirahatlah" atau "pulihkan diri", dan รณlgon (แฝ€ฮปฮฏฮณฮฟฮฝ) berarti "sedikit", "sebentar", atau "seketika". Anapaรบล  menyiratkan penghentian sementara dari pekerjaan atau pergerakan untuk memulihkan kekuatan fisik dan mental, sering digunakan secara refleksif untuk "istirahat diri sendiri" setelah kelelahan, seperti setelah perjalanan panjang atau tugas berat. ร“ligon menekankan durasi singkat, menciptakan nuansa praktis dan mendesak untuk pemulihan cepat, bukan istirahat permanen. Secara sastra, imperatif anapaรบsthe menunjukkan perintah langsung dari Yesus yang penuh kasih, kontras dengan kerumunan yang tak henti (hoi erchรณmenoi kaรฌ hoi hypรกgointes polloรญ, banyak datang-pergi), membangun ketegangan naratif antara pelayanan intens dan kebutuhan manusiawi. Ayat ini juga menghubungkan ke mukjizat memberi makan 5000, di mana istirahat terganggu tapi Yesus tetap peduli, menekankan tema keseimbangan. Konteks Budaya dan Teologi. Dalam budaya Yahudi-Helenistik, istirahat menggemakan Sabat (Keluaran 20:8-11), di mana Tuhan memerintahkan pemulihan dari tenaga kerja melelahkan, mengakui kelelahan sebagai bagian manusiawi pasca-kutuk dosa (Kejadian 3:17-19). Yesus mendukung hal ini dengan menginisiasi istirahat bagi murid-murid yang lelah setelah misi (Markus 6:30), menunjukkan Ia menghargai batas manusiawi dan memerintahkan istirahat sebagai bagian dari kehidupan pelayanan. Apa makna rohani dari ajakan Yesus beristirahat. Ajakan Yesus untuk beristirahat dalam Markus 6:31 memiliki makna rohani mendalam sebagai undangan untuk pemulihan fisik dan spiritual di tengah pelayanan atau karya para murid  yang melelahkan. Dalam makna itu, memang dapat dipahami ajakan Yesus untuk beristirahat para muridnya, sebagai jeda spiritual dan fisik. Pemulihan Kekuatan Rohani, Istirahat ini mengajarkan keseimbangan antara pelayanan atau karya dan persekutuan pribadi dengan Tuhan, menggemakan prinsip Sabat di mana manusia memulihkan diri untuk melayani atau berkarya lebih efektif.  Yesus menunjukkan bahwa mengakui kelelahan bukan kelemahan, melainkan bagian dari ketergantungan pada kuasa Allah. Dengan mengajak murid ke tempat sunyi, Yesus mengundang waktu doa dan refleksi, di mana istirahat fisik menjadi pintu masuk untuk istirahat rohani sejati seperti dalam Matius 11:28-29. Ini menekankan bahwa pelayanan tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan rohani, sehingga istirahat memperbarui panggilan ilahi. Secara rohani, ajakan ini menjadi disiplin kerohanian: berhenti sejenak untuk mendengar Tuhan, menghindari kelelahan berlebih, dan mempersiapkan diri bagi mukjizat berikutnya, seperti pemulihan 5000 orang. Tahun B disebut juga Tahun Markus, meskipun pada Minggu-Minggu tertentu bacaan diisi dari Injil Yohanes. Injil Markus adalah narasi panjang pertama dan tertua mengenai Yesus. Petulis Injil Markus tidak mengandalkan misteri Natal, melainkan misteri Paska. Penujuannya kepada Mesias, Hamba Tuhan yang harus menderita, dibunuh, dan dibangkitkan Allah.


PEMAHAMAN 
Hari ini adalah Minggu kesembilan setelah Pentakosta. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Markus 6:30-34, 53-56 yang didahului dengan 2Samuel 7:1-14a, Mazmur 89:20-37, dan Efesus 2:11-22.

Bacaan Injil hari ini mencakup satu setengah perikop. Perikop kesatu diberi judul oleh LAI ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, tetapi bacaan tidak sampai ke peristiwa pemberian makan. Bacaan kemudian melompati perikop ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ, menuju perikop kedua ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต. Markus menarasikan kegiatan dalam ketiga perikop itu seolah-olah satu hari.

Bacaan penuh gerak sekaligus ketegangan. Para rasul tampak lelah selepas menjalankan misi dari Yesus (lih. Mrk. 6:7-13), sedang orang banyak mencari mereka. Pengulasan bacaan dibagi ke dalam tiga tembereng:

๐Ÿ›‘ Rencana istirahat (ay. 30-33)
๐Ÿ›‘ Istirahat batal (ay. 34)
๐Ÿ›‘ Mengenali Yesus (ay. 53-56)

๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ (ay. 30-33)

Dalam Markus 6:6b-13 Yesus mengutus ke-12 murid (yang disebut rasul-rasul) pergi berdua-dua untuk mewartakan Injil sama seperti yang Yesus lakukan pada pembukaan Injil (Mrk. 1:15.). Sekarang rasul-rasul kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan (ay. 30). Kata ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ dan ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ merupakan ujud (๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜บ) pewartaan Injil. Jadi, mewartakan Injil bukan berteriak-teriak kepada orang-orang, melainkan mengajar dan mengerjakan berita Injil. Apa yang dikerjakan? Seperti yang Yesus sudah lakukan sebelumnya: menyembuhkan banyak orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dlsb. Berbelarasa dan memanusiakan manusia.

Misi mereka tampaknya sukses besar. Hal ini ditunjukkan dengan orang banyak datang silih berganti sehingga untuk makan pun mereka tidak sempat. Yesus berkata kepada mereka, “๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ!” (ay. 31). Perkataan Yesus “๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ … “ diterjemahkan dari ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜บ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ด ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต’ ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฆ๐˜ณe๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฏ (anapausasthe oligon, bisa diartikan juga TIDURLAH SEGERA). Sila bandingkan tiga versi penerjemahan LAI:

▶ TB 1974 “๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข!”
▶ TB II 1997 “๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ!”
▶ TB II 2023 “๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ!”

Dalam bahasa aslinya tidak ada pronomina ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข melainkan ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช (๐˜ฉ๐˜บ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ด ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ช). TB II 2023 mencoba memerbaiki dengan menghilangkan pronomina ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข, tetapi tidak menyurat subjeknya sehingga kalimat menjadi kabur. Sekarang bandingkanlah dengan versi bahasa Inggris:

▶ NRSV “๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜บ ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜บ ๐™ฎ๐™ค๐™ช๐™ง๐™จ๐™š๐™ก๐™ซ๐™š๐™จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ.”
▶ KJV “๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜บ๐˜ฆ ๐™ฎ๐™ค๐™ช๐™ง๐™จ๐™š๐™ก๐™ซ๐™š๐™จ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ค๐˜ฆ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ.”
▶ ASV “๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜บ ๐˜ฃ๐˜บ ๐™ฎ๐™ค๐™ช๐™ง๐™จ๐™š๐™ก๐™ซ๐™š๐™จ ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ.”

Jadi, Yesus menyuruh para murid beristirahat. Bukan ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข, melainkan ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. Yesus memandang mereka butuh istirahat, Yesus memahami kemanusiaan para murid, kerapuhan para murid, kelelahan itu wajar, lumrah dan manusiawi, kalau manusia bisa tidak lelah maka itu bukan manusia tapi robot, lelah adalah keniscayaan manusia, maka istirahat adalah hal yang lumrah, manusiawi. Ini sisi pastoral Yesus yang harus diteladani gereja, masak ada orang datang dg problem atik, lelah akan kehidupan pernikahannya, mosok mau bilang "tak lelah atau tak boleh lelah" itu tidak manusiawi, ya .... boleh lelah, ya ..... boleh istirahat  tetapi janganlah menyerah, itu baru pastoral. Dalam terjemahan bebas, “๐˜ˆ๐˜บ๐˜ฐ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ!” Nah ...... Yesus saja begitu, mosok kita tidak meneladan Dia, Kristus.  Hanya di Injil Markus Yesus menyuruh para murid beristirahat. Di Injil Matius dan Lukas tidak ada. Markus melihat istirahat sebagai hal yang serius, karena itu keniscayaan, konteks sesuai zaman nya, bagaimana Kristus dan para rasul berdiri berpihak pada orang-orang yang sudah lelah tertindas kekuasaan dan kesewenangan, mengakui kelelahan itu tetapi memompa harapan untuk tidak menyerah, latar belakang jemaat Markus yg tertindas penjajahan Romawi dan kesewenang-wenangan para pejabat agama zaman itu. Dalam versi Markus ini Yesus pergi ke tempat terpencil agar para murid-Nya dapat beristirahat sejenak, sebuah pengakuan akan kelelahan itu bagian manusiawi yg rapuh tapi harus dirangkul, bukan menolak keniscayaan akan kelelahan. Bandingkan dengan Injil Matius. Yesus menyingkir ke tempat terpencil karena mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis (lih. Mat. 14:13), beda lagi konteksnya. 

Mereka berangkat dengan perahu menyendiri ke tempat terpencil (ay. 32). Pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat dan mengenali mereka. Dengan mengambil jalan darat bergegas-gegaslah orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka (ay. 33). 

Di sini kita sudah dapat membayangkan bahwa rombongan Yesus naik perahu di danau, bukan sungai. Namun, kita tidak perlu merasionalisasi alasan rombongan orang banyak itu dapat mendahului perahu. Yang perlu diperhatikan adalah frase ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข yang hendak menyimbolkan kehadiran seluruh orang Israel. Hal ini berpautan dengan adegan selanjutnya dalam peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang (lih. ay. 35-44). Markus sedang menyiapkan panggungnya.

๐—œ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—น (ay. 34)

Ketika mendarat, Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka (ay. 34). 

Rencana istirahat tampaknya batal. Bukan kali itu saja Yesus dan para murid didatangi oleh orang banyak ke tempat terpencil. Pada awal Injil Markus (1:35-39) sudah terjadi hal yang mirip, Yesus batal berdoa dan langsung bergerak bekerja.

Ungkapan ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ menerjemahkan bahasa aslinya yang hanya satu kata ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฉe. Akar katanya adalah ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜ข yang berarti literal usus atau isi perut, yang oleh orang Yahudi diyakini sebagai pusat emosi. Di luar perumpamaan-perumpamaan para petulis Injil selalu menyuratkan bahwa Yesuslah yang berbelas kasihan sehingga mendorong-Nya melakukan penyembuhan, pembangkitan orang mati, penahiran orang kusta, dlsb. untuk menunjukkan semua itu adalah kerahiman Allah sendiri.

Frase ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข (ay. 33) yang hendak menyimbolkan kehadiran seluruh orang Israel dipertegas dengan ungkapan ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข (ay. 34). Dalam kitab Bilangan 27:17 diperikan suasana rawan dan mengenaskan umat Israel yang tidak memiliki gembala atau pemimpin (lih. juga 1Raj. 22:17, 2Taw. 18:16,  Za. 10:2, dan terutama Yeh. 34:5). Bangsa Israel menjadi mangsa musuh, karena ditelantarkan oleh para pemimpinnya, pejabat agama.

Dari beberapa teks Perjanjian Lama (PL) di atas teks dari Kitab Bilangan dan Yehezkiel sangat menonjol.

▶ Dalam Bilangan 27:17-23 Musa memohon kepada Yahweh untuk mengangkat penggantinya sebagai pemimpin Israel. Yahweh lalu menunjuk Yosua. Dalam bahasa Ibrani penulisan nama Yosua (Yoshua) sama dengan Yesus (Yeshua).
▶ Dalam Yehezkiel 34 Allah mengecam para pemimpin Israel yang hanya menggembalakan mereka sendiri dan membiarkan umat telantar, tercerai-berai, menjadi mangsa musuh. Allah berjanji akan mengangkat gembala sejati.

Dengan teropong PL ini kita menjadi lebih mudah memahami ungkapan ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข (ay. 34). Yesus diperkenalkan sebagai gembala sejati, yang berbelas kasihan, yang bertugas menuntun umat.

Belas kasih Yesus mendorong-Nya mengajar umat yang tanpa gembala itu. Dalam Injil Markus adalah kebiasaan Yesus mengajar apabila dikerumuni oleh banyak orang (lih. Mrk. 2:13; 4:1; 6:34). Bandingkan dengan Injil Matius untuk adegan sebelum peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang yang menekankan adegan menyembuhkan mereka yang sakit (lih. Mat. 14:14). Meskipun berbeda, kedua petulis Injil menyampaikan tanggapan yang sama dari Yesus. Yesus membatalkan rencana istirahat yang sudah disusun. Yesus lebih mementingkan belas kasih kepada orang-orang yang telantar.

Di sini Yesus juga mengajar para pemimpin gereja yang kerap mendaku diri hamba agar tampak seolah-olah rendah hati. Para hamba Tuhan hendaklah lebih mementingkan belas kasih kepada orang telantar atau orang-orang marginal daripada pelesir ke Israel dengan dalih berziarah ke Tanah Suci, seharusnya pemimpin gereja merangkul kelelahan bukan menyuruh tak lelah, dan memaklumi istirahat atau rehat sambil memompa semangat harapan untuk tak menyerah. Padahal Yohanes 4 secara radikal menegaskan bahwa kekristenan tidak mengenal Tanah Suci.

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ (ay. 53-56)

Bacaan melompat ke ayat 53. Dua peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang dan Yesus berjalan di atas air dilewati. 

Mereka tiba di seberang dan mendarat di Genesaret. Ketika mereka keluar dari perahu, orang-orang segera mengenali Yesus, lalu berlarilah mereka ke seluruh daerah itu. Mereka membawa orang-orang sakit di atas tikar ke mana pun mereka mendengar Yesus berada; ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, mereka meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada Yesus agar diperkenankan menyentuh meskipun jumbai jubah-Nya saja. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (ay. 53-56)

Apa yang terjadi setelah mereka mendarat? Orang-orang segera mengenali Yesus (ay. 54). Bagaimana mereka mengenali-Nya? Apakah Yesus berjalan di atas air beberapa meter menuju pantai? Pernahkah mereka melihat foto diri Yesus dipasang di pasar? Tidak satu pun teks Injil yang memerikan fisik Yesus. Bagaimana orang-orang dapat mengenali Yesus? Mereka mengenali-Nya dari pelayanan nyata Yesus. Tentu saja yang dimaksudkan pelayanan ini bukan berkhotbah, bermain gitar, menjadi kolektan di gereja, dan lain sejenisnya. Pelayanan sesungguhnya ya seperti Yesus melayani, yakni memanusiakan manusia, mengakui kelelahan yg manusiawi bukan menyuruh tak lelah, memaklumi istirahat dan mendampingi sambil memompa harapan semangat tak menyerah. Ayat 56 memberi petunjuk itu. 

Dalam ayat 56 dikatakan bahwa orang-orang sakit asal menyentuh jumbai jubah Yesus menjadi sembuh. Dalam Sudut Pandang edisi bbrp waktu yang lalu sudah dibahas tentang Yesus dan perempuan sakit pendarahan (Mrk. 5:25-34). Dengan penuh keyakinan perempuan itu sembuh hanya dengan menyentuh jubah Yesus di kerumuman orang banyak. Tampaknya peristiwa itu tersebar ke seluruh penjuru dan banyak orang termotivasi oleh iman perempuan itu.

Bagaimana dengan pemimpin gereja yang mendaku hamba Tuhan agar tampak seolah-olah rendah hati? Apakah orang-orang mengenali para hamba Tuhan dari pelayanan nyata mereka?

(21072024)(TUS)

SUDUT PANDANG OBROLAN (IMAJINER) YESUS DAN SEORANG HAKIM

SUDUT PANDANG OBROLAN (IMAJINER) YESUS DAN SEORANG HAKIM Suasana malam itu cukup tenang. Aroma sate usus yang dibakar, jahe gepu...