PENGANTAR
Bapa-Bapa Gereja telah menata pemaknaan liturgi untuk menjadi cara kita mengenang Kristus dalam peribadatan, pengenangan akan Kristus kemudian harus menjadi perwujudan dalam hidup keseharian, oleh karena itu ibadah diakhiri dengan pengutusan dan berkat, konsep "pergilah ......". Minggu-minggu Prapaskah sampai Pentakosta memiliki beberapa nama untuk kita dapat lebih menghormati kenangan akan Kristus (ini juga dapat membantu saat berkhotbah)
PEMAHAMAN
Minggu Prapaskah memiliki beberapa nama khusus, berikut urutannya:
- Minggu Prapaskah I: Invocavit
- Minggu Prapaskah II: Reminiscere
- Minggu Prapaskah III: Oculi
- Minggu Prapaskah IV: Laetare
- Minggu Prapaskah V: Judica
- Minggu Prapaskah VI: Minggu Palma (Palm Sunday)
1. Invocavit adalah kata Latin yang berarti "Ia memanggil". Kata ini diambil dari Mazmur 91:15, yang berbunyi "Invocavit me, et ego exaudiam eum" (Ia memanggil Aku, dan Aku akan menjawabnya).
Dalam konteks Minggu Prapaskah I, nama "Invocavit" merujuk pada panggilan Allah kepada umat-Nya untuk kembali kepada-Nya dan mengalami keselamatan. Ini adalah tema utama dari Minggu Prapaskah I, yaitu panggilan untuk kembali kepada Allah dan mengalami kasih-Nya yang besar.
2. Reminiscere adalah kata Latin yang berarti "Ingatlah". Kata ini diambil dari Mazmur 25:6, yang berbunyi "Reminiscere miserationum tuarum, Domine" (Ingatlah kasih setia-Mu, Tuhan).
Dalam konteks Minggu Prapaskah II, nama "Reminiscere" merujuk pada panggilan untuk mengingat kasih setia Allah dan kebaikan-Nya kepada umat-Nya. Ini adalah tema utama dari Minggu Prapaskah II, yaitu mengingat kasih Allah dan kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
3. Oculi adalah kata Latin yang berarti "Mata". Kata ini diambil dari Mazmur 25:15, yang berbunyi "Oculi mei semper ad Dominum" (Mata saya selalu tertuju pada Tuhan).
Dalam konteks Minggu Prapaskah III, nama "Oculi" merujuk pada tema memandang kepada Tuhan dan mengarahkan mata hati kita kepada-Nya. Ini adalah panggilan untuk memfokuskan perhatian kita pada Tuhan dan mengandalkan-Nya dalam segala hal.
4. Laetare adalah kata Latin yang berarti "Bersukacitalah". Kata ini diambil dari Yesaya 66:10, yang berbunyi "Laetare, Jerusalem, et conventum facite omnes qui diligitis eam" (Bersukacitalah, hai Yerusalem, dan berkumpullah, hai kamu semua yang mencintainya).
Dalam konteks Minggu Prapaskah IV, nama "Laetare" merujuk pada tema sukacita dan kegembiraan di tengah-tengah masa Prapaskah yang serius. Ini adalah panggilan untuk bersukacita dalam Tuhan dan mengalami kegembiraan yang datang dari-Nya, meskipun kita sedang berada dalam masa puasa dan pertobatan.
5. Judica adalah kata Latin yang berarti "Hakimilah" atau "Putuskanlah". Kata ini diambil dari Yesaya 43:26, yang berbunyi "Judica me, Domine, et discerne causam meam" (Hakimilah/adililah aku, ya Tuhan, dan putuskanlah perkara aku).
Dalam konteks Minggu Prapaskah V, nama "Judica" merujuk pada tema penghakiman dan pertobatan, pengadilan/pengadilan Allah. Ini adalah panggilan untuk memeriksa diri sendiri, mengakui dosa, dan bertobat, sehingga kita dapat mengalami pengampunan dan pembersihan dari Tuhan. Apa itu keadilan Allah menjadi point' of view (sudut pandang). Sekedar contoh, untuk membantu dalam khotbah, saya di Minggu 22 Maret, saya menggunakan pemahaman minggu Judika untuk mengkaitkan pada kata pembuka liturgi Minggu prapaskah V, bahwa keadilan Allah yg nampak dalam kehidupan adalah perubahan dari kematian menjadi kehidupan (judul dalam khotbah jangkep), pesimis menjadi optimis, terluka menjadi pulih, sedih menjadi bahagia, dlsb, juga mengkaitkatkan sudut pandang keadilan Allah versi PL dan versi PB.
6. Palma adalah kata Latin yang berarti "Daun Palem". Dalam konteks Minggu Palma, nama "Palma" merujuk pada daun palem yang digunakan untuk menyambut Yesus ketika Ia memasuki Yerusalem (Yohanes 12:13, Markus 11:8-10).
Minggu Palma adalah hari Minggu sebelum Paskah, yang memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem dan awal dari peristiwa Pasion-Nya. Daun palem adalah simbol kemenangan dan kemuliaan, dan digunakan untuk menyambut Yesus sebagai Raja Damai.
Demikian halnya, Minggu-minggu Paskah memiliki nama-nama khusus, berikut urutannya:
- Minggu Paskah (Paskah I): Minggu Kebangkitan (atau Pascha). Minggu Pascha adalah istilah lain untuk Minggu Paskah, yaitu hari Minggu pertama setelah Sabtu Paskah, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Pascha adalah kata Yunani yang berarti "Paskah" atau "Kebangkitan". Minggu Paskah/Resurrectionis (Hari Raya Paskah): Minggu Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian.
- Minggu Paskah II: Minggu Divina (atau Minggu Thomas). Dalam tradisi, Minggu Thomas, karena pada hari ini, Yesus menampakkan diri kepada Thomas yang tidak percaya, dan Thomas mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allah (Yohanes 20:26-29). Divina* artinya "Tuhan" atau "Ilahi". Dalam konteks Minggu Paskah II, Minggu Divina artinya "Minggu Tuhan" atau "Minggu Ilahi", merujuk pada penampakan Yesus kepada Thomas dan pengakuan Thomas bahwa Yesus adalah "Tuhanku dan Allahku" (Yohanes 20:28). Ada juga yg menyebut sebagai Minggu Quasimodogeniti (Minggu Paskah II/Oktaf Paskah): Berasal dari 1 Petrus 2:2, artinya "Seperti bayi yang baru lahir", menekankan kehidupan baru dalam Kristus.
Minggu Misericordias (Minggu Paskah II): Berasal dari Mazmur 23, sering disebut Minggu Gembala yang Baik, yang menuntun umat.
- Minggu Paskah III: Minggu Misericordias Domini (atau Minggu Belas Kasih). Minggu Misericordias Domini adalah istilah Latin yang berarti Minggu Belas Kasih Tuhan. Ini adalah hari Minggu ketiga setelah Paskah, yang memperingati kasih dan belas kasih Tuhan. Dalam bahasa Inggris, hari ini juga disebut Minggu Kasih Tuhan (Sunday of Divine Mercy). Misericordias Domini artinya "Belas Kasih Tuhan" atau "Kasih Tuhan". Ini adalah nama untuk Minggu Paskah III, yang memperingati kasih dan belas kasih Tuhan. Ada juga yang menyebutnya sebagai Minggu Jubilate (Minggu Paskah III): Berasal dari Mazmur 66:1, artinya "Bersorak-soraklah bagi Allah", mengajak umat bersukacita atas perbuatan Tuhan.
- Minggu Paskah IV: Minggu Cantate (atau Minggu Gembala). Minggu Cantate adalah nama untuk Minggu Paskah IV, yang diambil dari kata Latin "Cantate", yang berarti "Nyanyikanlah". Ini merujuk pada bacaan Injil yang biasa dibacakan pada hari itu, yaitu Yohanes 10:1-10, yang diawali dengan kata-kata "Nyanyikanlah nyanyian baru" (Cantate Domino canticum novum). Dalam konteks ini, "Cantate" mengajak kita untuk menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Gembala Baik (Yesus) yang memanggil dan menjaga domba-dombanya (Yohanes 10:1-10). Minggu Kantate (Minggu Paskah IV): Berasal dari Mazmur 98:1, artinya "Bernyanyilah bagi Tuhan", ungkapan sukacita kebangkitan melalui pujian.
- Minggu Paskah V: Minggu Vocatio (atau Minggu Pemanggil). Minggu Vocatio adalah nama untuk Minggu Paskah V, yang diambil dari kata Latin "Vocatio", yang berarti "Panggilan". Ini merujuk pada tema panggilan dan misi, yaitu panggilan kita untuk mengikuti Yesus dan menjadi saksi-Nya di dunia (Yohanes 15:1-8). Ada juga yang menyebut Minggu Rogate (Minggu Paskah V): Berasal dari tema doa, artinya "Berdoalah/Mintalah", mendorong umat untuk berdoa dalam nama Yesus.
- Minggu Paskah VI: Minggu Exaudi (atau Minggu Doa). Minggu Exaudi adalah nama untuk Minggu Paskah VI, yang diambil dari kata Latin "Exaudi", yang berarti "Dengarkanlah". Ini merujuk pada doa "Exaudi, Domine, preces nostra" (Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami), yang biasa dibacakan pada hari itu, dan tema panggilan untuk mendengarkan suara Tuhan. Minggu Exaudi (Minggu Paskah VI): Berasal dari Mazmur 27:7, artinya "Dengarlah seruanku", minggu penantian Roh Kudus.
- Minggu Paskah VII: Minggu Ascensionis (atau Minggu Kenaikan Tuhan). Minggu Ascensionis adalah nama untuk Minggu Paskah VII, yang memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke surga (Ascension Day). Ini adalah hari ke-40 setelah Paskah, dan merupakan peringatan akan kenaikan Yesus ke surga, 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Minggu Pentakosta (Hari Raya Pencurahan Roh Kudus) hari ke 50 setelah kebangkitan : Puncak masa Paskah, memperingati turunnya Roh Kudus. Nantinya diakhiri pada Minggu trinitas atau Minggu Tritunggal maha Kudus, seminggu setelah Minggu Pentakosta.
Namun, beberapa tradisi Kristen memiliki nama-nama yang sedikit berbeda untuk minggu-minggu Paskah. Tapi secara umum, urutan di atas adalah yang paling umum digunakan.
Untuk doa sepuluh hari jelang turunnya Roh Kudus. Hari-hari tersebut disebut Novena Roh Kudus atau Hari-Hari Paskah (antara Paskah dan Pentakosta). Namun, secara spesifik, sepuluh hari antara Kenaikan Tuhan (Ascension) dan Pentakosta disebut Hari-Hari Menunggu Roh Kudus.
Dalam tradisi, sepuluh hari ini juga disebut Novena Pentakosta, yaitu masa doa dan persiapan untuk perayaan Pentakosta. Masalah 10 hari tak genap dalam doa sepuluh hari menunggu turunnya Roh Kudus karena terpotong ibadah hari Minggu gimana? Ketentuannya, Doa Novena Roh Kudus biasanya dilakukan selama 9 hari, bukan 10 hari, dan dimulai dari hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga hingga hari Sabtu menjelang Pentakosta. Jika ada hari Minggu di antaranya, itu tidak dianggap sebagai pengurangan hari, karena hari Minggu adalah hari ibadah yang sah dan tidak mengganggu hitungan hari novena.
Ketentuannya adalah:
- Novena Roh Kudus dilakukan selama 9 hari
- Dimulai dari hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga
- Berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentakosta
- Hari Minggu di antaranya tidak dianggap sebagai pengurangan hari. Jadi, tidak perlu khawatir jika ada hari Minggu di antaranya. Yang penting adalah niat dan kesungguhan dalam berdoa.
- Minggu Pentakosta: Hari raya ke-50 setelah Paskah, memperingati turunnya Roh Kudus atas para rasul. Ini menandai lahirnya Gereja dan berakhirnya masa Paskah.
Doa 10 hari menjelang turunnya Roh Kudus (Pentakosta) adalah tradisi gerejawi yang didasarkan pada jeda waktu antara kenaikan Yesus ke surga (hari ke-40 setelah Paskah) dan hari Pentakosta (hari ke-50 setelah Paskah). Selama 10 hari ini, umat Kristen diajak untuk menantikan, berdoa, dan berpuasa memohon pencurahan Roh Kudus, meneladani para murid yang berdoa di kamar atas sebelum Pentakosta.
Penghitungan 10 Hari Doa
- Awal: Dimulai tepat setelah Hari Kenaikan Yesus (Kamis), yang dihitung sebagai Hari Pertama.
- Durasi: Berlangsung selama 10 hari berturut-turut.
- Akhir: Berakhir pada hari kesepuluh, yaitu hari Sabtu malam atau Minggu pagi (hari Pentakosta).
- Contoh: Jika Kenaikan pada Kamis, 14 Mei, maka 10 hari doa berlangsung dari Kamis, 14 Mei hingga Sabtu, 23 Mei (10 hari), dengan Minggu, 24 Mei sebagai perayaan Pentakosta.
- Nama Hari dan Arti (Tema Doa). Secara umum, fokus 10 hari ini adalah kebangunan rohani, pertobatan, dan kesatuan hati. Hari-hari Awal (1-3): Fokus pada pertobatan, kesucian hidup, dan kerinduan akan kehadiran Allah. Hari Tengah (4-7): Fokus pada kesatuan tubuh Kristus (doa bersama/komunal) dan melepaskan pengampunan. Hari Akhir (8-10): Fokus pada pengurapan Roh Kudus, kuasa untuk menjadi saksi, dan kesiapan menerima janji Bapa (Roh Kudus).
- Bagaimana Jika Terpotong Hari Minggu? Tetap Dilanjutkan: Hari Minggu adalah hari Tuhan, yang sangat baik untuk ibadah dan doa. 10 hari doa tidak harus berhenti atau terpotong jikaFleksibilitas: Fokusnya adalah kesinambungan dalam doa selama 10 hari. Jika ada kendala, penekanan utamanya adalah kesungguhan hati dalam menantikan Roh Kudus (10 days of prayer), bukan pada legalisme harinya.
- Inti dari masa ini adalah meneladani para rasul yang "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kisah Para Rasul 1:14) setelah kenaikan Yesus hingga turunnya Roh Kudus. melewati hari Minggu.
- Integrasi Ibadah: Ibadah minggu pada masa 10 hari ini sering kali disesuaikan temanya untuk mendukung doa penantian Roh Kudus.
Nama-nama ini menandai perjalanan iman dari kebangkitan, kehidupan baru, hingga pengutusan.
(24032026)(TUS)