Sudut Pandang ๐๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐๐. ๐๐ฒ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐
PENGANTAR
Lucu, dalam sebuah kemajelisan ada seorang majelis muda bertanya dan mungkin sedikit mengkritisi, tetapi jawaban dalam rapat "Begini, saya ini majelis senior, jadi menurut pengalaman saya ......", kalau tidak ada yg menjawab "saya ini sudah sejak remaja pemuda (mungkin dari SM .... kale) aktif di gereja ini, jadi menurut pengalaman saya ......" Saya pingin ketawa kalau denger yang kaya beginian. Nalarnya begini, Guru A sudah mengajar selama sepuluh tahun. Dari tahun kesatu sampai tahun kesepuluh cara mengajarnya sama. Guru B baru mengajar selama empat tahun. Setiap akhir tahun ajaran ia mengevaluasi cara mengajarnya. Kekuatan mengajarnya dipertahankan, kelemahan mengajar ia perbaiki. Kerap ia mendatangi pensiunan guru untuk berkonsultasi.
Manakah dari kedua guru di atas dapat disebut guru berpengalaman? Guru B, meski ia baru mengajar selama empat tahun. Berpengalaman berarti ia menghayati, mengalami cara mengajarnya sendiri. Oleh karena ia mengalami, maka ia tahu yang sudah dilakukan itu sudah jitu atau kurang mempan. Guru A, meski ia sudah mengajar selama sepuluh tahun, ia ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ menghayati apa yang dialaminya.
PEMAHAMAN
Dalam pekerjaan apa pun orang disebut berpengalaman bukan ditunjukkan dengan rentang waktu pekerjaan yang dilakukannya, termasuk pemimpin gereja.
Seorang warga senior Gereja pernah bercerita, “๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ถ๐ด๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ซ๐ฆ๐ญ๐ช๐ด, ๐ฑimpinan gereja ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ซ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ: ๐๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช pimpinan gereja, ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช."
Pertanyaannya: “๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ข๐ด. ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ-๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆmimpin gereja ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข๐ช๐ฏ ๐ข๐ซ๐ข?”
Sudah sangat terang dari jawaban pemimpin gereja itu ia bukanlah orang yang berpengalaman. Apabila disebut jemaat tidak dibuat cerdas, mungkin berlebihan. Namun, pengalaman pemimpin gereja itu dapat diukur secara objektif lewat caranya menalar sesuatu.
Sebagai contoh, Misal dalam berkhotbah, ada Khotbah kosong, hanya parafrase bacaan lalu melompat ke aplikasi yang ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ gayut. Bikin renungan makin kelihatan aras pengetahuannya, keliatan caranya menalar. Dari tulisannya sama sekali ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ada jejak ia pernah bersekolah dan berpengalaman bahkan tidak ada jembatan nalarnya. ๐๐จ๐จ๐ข๐ฌ ada bekas bergumul dengan teks. ๐๐จ๐จ๐ข๐ฌ pernah belajar, ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ mau mendengar, enggak mau menalar. Ini bukan berpengalaman, tapi berkarat. ๐๐ฐ๐ฌ ya pemimpin gereja tidak ada komitmen moral untuk memberikan pengajaran bermutu? Pemimpin gereja kok ya gak ngerti Tager Talak gerejanya sendiri.
Lukas 12:48 “๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ต๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข.”
Pemimpin gereja diberi banyak. Yang dibalasnya: khotbah kaleng-kaleng, dibalas dg pendek nalar dalam memimpin.
Seperti yang pernah saya katakan bahwa sejujurnya saya sudah ๐ฉ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ด bakal ada perbaikan pada diri pemimpin gereja yang sok berpengalaman itu. Namun, saya masih punya sedikit harapan pada warga Gereja yang mau hidup bergereja lebih menggereja, dan menjadi pimpinan gereja masa mendatang.
Untuk itu:
▶️ ๐ช๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ ๐๐ท๐ถ๐น๐ฎ๐ต ๐ฝemimpin gereja
Khotbahnya bikin kamu makin kenal Kristus atau makin kenal dia? Tulisannya bikin kamu tambah cerdas dalam beriman atau tetap ๐ค๐ฉ๐ช๐ญ๐ฅ๐ช๐ด๐ฉ? Cara memimpinnya buat kamu nambah pengetahuan dan kemampuan bernalar. Kalau 10 tahun terakhir ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ada progres, ia bukan berpengalaman Itu fosil. (Ibr. 6:1)
▶️ ๐ช๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ ๐๐๐ผ๐ฝ ๐ฏ๐ถ๐น๐ฎ๐ป๐ด: “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ช”
Kalau khotbahnya kosong, hatimu bukan diberkati. Hatimu dibius. Mabuk rohani itu bahaya. Pas sadar, sudah jauh dari Kebenaran. (Why. 18:4). Kalau caranya memimpin hanya membuai umat dan mengusahakan umat diam, anti kritik, menulikan diri dan memvutakan mata
▶️ ๐ฃ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฝ๐ฒmimpin gereja, ๐ธ๐ฎ๐บ๐ ๐ฝ๐๐ป๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐๐ป๐ด ๐ท๐ฎ๐๐ฎ๐ฏ
1Timotius 5:20 “๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฐ๐ด๐ข ๐ต๐ฆ๐จ๐ฐ๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ”. Dosa kemalasan mimbar itu dosa kepada publik, cara memimpin antikritik, menulikan dan membutakan diri itu berlawanan dg teladan Kristus, antiKristus. Kolekte itu uang publik. Kalau kalian diam saja, kalian ikut tanggung dosanya. (Yeh. 3:18)
Berpengalaman itu diukur dari bekas luka belajar, bukan dari tahun SK. Kalau ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ pernah belajar dan mengembangkan diri, kamu bukan berpengalaman. Kamu berkarat.
(09052026)(TUS)