Mengapa Surat Roma Ditempatkan Pertama dalam Kumpulan Surat-Surat Paulus?
Ketika membuka Perjanjian Baru, kita akan menemukan bahwa Surat Roma menempati posisi pertama dalam kumpulan surat-surat Paulus. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin tampak biasa saja. Namun bagi yang memperhatikan susunan kitab-kitab Alkitab, muncul sebuah pertanyaan menarik: mengapa Surat Roma ditempatkan paling awal?
Apakah karena jemaat di Roma memiliki kedudukan khusus? Apakah ada alasan teologis tertentu di balik penempatannya? Ataukah ada pertimbangan lain yang digunakan oleh gereja mula-mula ketika menyusun kumpulan kitab Perjanjian Baru?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu bahwa susunan kitab-kitab dalam Alkitab tidak disusun secara sembarangan. Urutan yang kita miliki saat ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan mencerminkan sebuah logika yang membantu pembaca melihat kesatuan pesan Alkitab secara utuh.
Perjanjian Lama, misalnya, dapat dipahami sebagai kisah panjang tentang persiapan Allah bagi kedatangan Sang Mesias. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Alkitab mulai memperkenalkan janji demi janji mengenai Penebus yang akan datang. Melalui para nabi, sistem korban, berbagai peristiwa sejarah, dan beragam gambaran simbolis, Perjanjian Lama terus mengarahkan perhatian kepada pribadi yang akan menjadi pusat rencana keselamatan Allah.
Namun Perjanjian Lama berakhir tanpa memberikan jawaban yang lengkap. Janji itu masih menunggu penggenapannya.
Karena itulah Perjanjian Baru dimulai dengan kitab-kitab Injil. Di dalamnya kita menemukan jawaban atas seluruh pengharapan yang telah dibangun sepanjang Perjanjian Lama. Yesus Kristus hadir sebagai penggenapan dari janji-janji Allah. Apa yang dahulu dinubuatkan, kini digenapi.
Setelah kitab-kitab Injil, kita menemukan Kisah Para Rasul. Jika Injil berbicara tentang karya Kristus selama pelayanan-Nya di bumi, maka Kisah Para Rasul menunjukkan bagaimana berita tentang Kristus mulai menyebar ke berbagai daerah melalui pelayanan para rasul dan gereja mula-mula.
Lalu muncullah gereja-gereja di berbagai kota. Jemaat-jemaat baru itu membutuhkan pengajaran, pengarahan, teguran, dan penguatan. Karena itulah setelah Kisah Para Rasul kita menemukan surat-surat para rasul, khususnya surat-surat Paulus.
Dari sudut pandang ini, susunan Perjanjian Baru sebenarnya membentuk sebuah alur yang sangat indah. Injil memperkenalkan Kristus. Kisah Para Rasul memberitakan Kristus. Surat-surat para rasul menjelaskan karya Kristus bagi gereja. Dan Kitab Wahyu menutup semuanya dengan gambaran kemenangan Kristus yang sempurna pada akhir zaman.
Di tengah alur besar itulah Surat Roma menempati tempat yang penting.
Menariknya, posisi Surat Roma sebagai surat pertama dalam kumpulan surat-surat Paulus bukan terutama karena kota Roma dianggap paling penting. Para ahli Perjanjian Baru umumnya melihat bahwa surat-surat Paulus disusun berdasarkan beberapa pertimbangan praktis.
Pertama, surat-surat yang ditujukan kepada jemaat ditempatkan lebih dahulu daripada surat-surat yang ditujukan kepada individu seperti Timotius, Titus, dan Filemon.
Kedua, dalam kelompok surat kepada jemaat tersebut, urutannya secara umum mengikuti panjang surat. Surat yang lebih panjang ditempatkan terlebih dahulu, sedangkan yang lebih pendek ditempatkan kemudian.
Dalam hal ini, Surat Roma adalah surat Paulus yang paling panjang. Karena itulah surat tersebut berada di posisi pertama, kemudian diikuti oleh 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, dan seterusnya.
Penjelasan ini juga membantu kita memahami bahwa urutan kitab-kitab Perjanjian Baru tidak selalu mengikuti kronologi penulisan. Bahkan banyak ahli meyakini bahwa beberapa surat Paulus ditulis sebelum kitab-kitab Injil diselesaikan. Namun gereja tidak menyusun Perjanjian Baru berdasarkan urutan waktu penulisan, melainkan berdasarkan fungsi dan hubungan teologis antar kitab.
Meski demikian, bukan berarti Surat Roma hanya kebetulan berada di urutan pertama. Di antara seluruh surat Paulus, Roma memang memiliki kedalaman teologis yang luar biasa.
Dalam surat ini Paulus menjelaskan kondisi manusia yang berdosa, karya keselamatan Allah di dalam Kristus, pembenaran oleh iman, kehidupan baru orang percaya, kedaulatan Allah dalam sejarah penebusan, hingga bagaimana orang Kristen seharusnya hidup di tengah dunia.
Tidak berlebihan jika banyak tokoh gereja sepanjang sejarah menganggap Surat Roma sebagai salah satu penjelasan Injil yang paling lengkap di dalam seluruh Alkitab.
Ketika membaca Surat Roma, kita seperti diajak melihat gambaran besar karya keselamatan Allah. Paulus menunjukkan bahwa semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Namun Allah, melalui kasih karunia-Nya, menyediakan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Keselamatan itu diterima bukan karena jasa manusia, melainkan karena anugerah Allah yang diterima melalui iman.
Karena itulah Surat Roma telah memainkan peranan yang sangat penting dalam sejarah gereja. Melalui surat inilah banyak orang percaya dari berbagai zaman kembali menemukan keindahan Injil dan kedalaman kasih karunia Allah.
Pada akhirnya, alasan utama mengapa Surat Roma ditempatkan pertama dalam kumpulan surat-surat Paulus bukanlah karena kedudukan khusus kota Roma, melainkan karena pertimbangan penyusunan yang digunakan dalam pengumpulan surat-surat tersebut, terutama panjang surat dan pengelompokan berdasarkan jenis penerimanya.
Jadi surat Roma ditempatkan pada urutan pertama dalam surat-surat Paulus bukan karena primasi gereja Roma Katolik.
#bukanteolog