Selasa, 23 Juni 2026

Sudut Pandang Ketika Bola tidak Dioper

Ketika Bola Tidak Dioper: Pelajaran Sepak Bola untuk Pelayanan Gereja

Saat menonton pertandingan sepak bola, terkadang kita melihat seorang pemain memaksakan diri menembak ke gawang dari posisi yang sulit. Padahal ada rekan setim yang berdiri bebas dan terus meminta bola. Sebagai penonton, kita mungkin berpikir, "Mengapa tidak dioper saja? Peluang golnya lebih besar."

Lebih menarik lagi, kita sering membayangkan bagaimana perasaan pemain yang tidak mendapat operan itu. Mungkin ia kecewa. Mungkin ia merasa diabaikan. Bahkan mungkin muncul dugaan bahwa pada kesempatan berikutnya ia akan membalas dengan melakukan hal yang sama. Namun, dalam tim yang sehat, hal itu biasanya tidak terjadi. Ketika bola datang kepadanya, ia tetap bermain untuk kepentingan tim, bukan untuk melampiaskan kekecewaan pribadi.

Di sinilah sepak bola memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi pelayanan gereja.

Dalam pelayanan gereja, tidak jarang seseorang merasa seperti pemain yang tidak mendapat operan. Ada yang memiliki ide, tetapi tidak digunakan. Ada yang sudah siap melayani, tetapi kesempatan diberikan kepada orang lain. Ada yang bekerja keras di balik layar, tetapi yang mendapat perhatian justru mereka yang tampil di depan. Ada pula yang merasa kontribusinya kurang dihargai atau pendapatnya tidak didengarkan.

Secara manusiawi, perasaan kecewa itu wajar. Namun pertanyaan pentingnya adalah apakah pelayanan dilakukan untuk mendapatkan pengakuan, atau untuk kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan jemaat?

Jika pelayanan gereja dijalankan dengan semangat membalas perlakuan orang lain, maka yang terjadi adalah perpecahan yang halus. Orang mulai memilih-milih kapan harus membantu, kepada siapa harus bekerja sama, dan kapan harus menunjukkan kemampuan dirinya. Akibatnya, pelayanan yang seharusnya menjadi sarana membangun tubuh Kristus justru berubah menjadi arena persaingan yang tidak sehat.

Rasul Paulus menggambarkan gereja sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Mata tidak dapat berkata kepada tangan bahwa ia tidak membutuhkan tangan. Demikian pula tangan tidak dapat meremehkan kaki. Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya bekerja untuk tujuan yang sama. Dalam bahasa sepak bola, tidak semua orang menjadi pencetak gol. Ada yang memberi umpan, ada yang bertahan, ada yang mengatur permainan, bahkan ada yang melakukan pekerjaan yang jarang mendapat sorotan. Namun tanpa semua peran itu, tim tidak akan menang.

Pelayanan administrasi gereja juga demikian. Mereka yang mengatur surat-menyurat, keuangan, data jemaat, jadwal pelayanan, dokumentasi, atau perlengkapan mungkin jarang terlihat di mimbar. Namun keberhasilan banyak kegiatan gereja sering kali bergantung pada ketelitian dan kesetiaan mereka. Sama seperti pemberi umpan yang tidak tercatat sebagai pencetak gol, tetapi menjadi bagian penting dari terciptanya gol tersebut.

Kedewasaan pelayanan terlihat ketika seseorang tetap bekerja dengan setia meskipun tidak selalu mendapatkan "operan". Ia tidak melayani karena ingin dipuji. Ia tidak berhenti bekerja hanya karena pernah diabaikan. Ia tidak menjadikan kekecewaan sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pelayanannya. Sebaliknya, ia tetap memberikan yang terbaik karena sadar bahwa yang dilayani bukan pertama-tama manusia, melainkan Tuhan.

Sepak bola mengajarkan bahwa tim yang besar adalah tim yang mampu menempatkan kemenangan bersama di atas kepentingan pribadi. Gereja yang sehat pun dibangun oleh pelayan-pelayan yang mampu menempatkan misi Kristus di atas ego pribadi.

Mungkin ada saat-saat ketika "bola tidak dioper" kepada kita. Ide kita tidak dipilih. Kesempatan pelayanan diberikan kepada orang lain. Kerja keras kita tidak banyak diketahui orang. Namun pelayanan yang sejati bukanlah tentang seberapa sering kita memegang bola, melainkan tentang seberapa setia kita berkontribusi agar tujuan bersama tercapai.

Karena pada akhirnya, dalam pelayanan gereja, yang terpenting bukan siapa yang mendapat sorotan, melainkan apakah melalui seluruh kerja sama itu nama Tuhan dimuliakan dan jemaat dibangun. Itulah kemenangan yang sesungguhnya.

Sudut Pandang Ketika Bola tidak Dioper

Ketika Bola Tidak Dioper: Pelajaran Sepak Bola untuk Pelayanan Gereja Saat menonton pertandingan sepak bola, terkadang kita melihat seorang ...