PENGANTAR
Dalam dunia tafsir Alkitab, saya memiliki pegangan tidak ada tafsir yang salah, apalagi benar, yang ada hanya tafsir yang dapat dipertanggung jawabkan, dipertanggung jawabkan dengan argumentasi, tentunya argumentasi ini harus memiliki jembatan nalar atau rantai logika. Matius 16:19 : Matius 16:19 (TB) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Nah, sudah lama ada tafsir populer walaupun argumentasinya lemah. Seperti gereja Katolik, beranggapan harus lewat Petrus, karena Petrus yang pegang kunci, gereja Vatikan Roma dipercayai dibangun di atas makam Petrus, Sang Batu Karang, Paus 1, itu adalah Petrus, Nah .... noh, kalau pemberian kunci ke Petrus dianggap sama saja atau dimetaforakan bahwa Petrus adalah penjaga gerbang sorga atau bahkan disamakan dengan penjaga kunci makam, atau penjaga gereja yg pegang kunci gereja .....
Parah nih, bearti kalau tidak lewat Petrus tidak bisa, karena yg pegang kunci itu Petrus ...... Yah ..... harus jadi katolik dong nalarnya, piye jal? Ayoooo ..... Logout dari Protestan semua atau pro setan ..... Wk ...... Wk ...... Wk. Lucunya, Alkitab menyatakan bahwa Sang Pintu adalah Yesus, mumet orah ...... Kono..... wk ...... Wk ...... Yohanes 10:9 (TB) Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Rantai Logika atau jembatan nalarnya masih bisa diterima adalah tafsir dari gereja ortodoks, gereja ortodoks itu menafsir bahwa kunci tsb adalah baptisan, karena pintunya adalah Yesus yg bearti pengakuan akan Yesus sebagai juru selamat itu adalah jalan masuk sorga atau keselamatan itu sendiri maka kunci adalah baptisan komitment pengakuan bahwa Yesus adalah juru selamat dalam hidupnya, ini dikaitkan dg peristiwa Pentakosta dimana Petrus setelah berkhotbah 3000 orang dibaptis. Murid Yesus ada 12 ada juga 70 di Alkitab, kenapa cuman Petrus yg dikasih kunci? Pilih kasih nih ..... Yesus. Kalau melihat Matius 18:18, maka kunci itu sebetulnya sudah diberikan tidak hanya Petrus tetapi semua murid Yesus. Kalau melihat konteks teks zaman jemaat Matius, maka ....
Bagaimana mungkin kita bisa jadi penjaga pintu sorga? seperti Petrus?. Hal yg aneh menurut saya, sekalipun itu dikatakan sebagai metafora atau perumpamaan. Penggunaan sosok Petrus itu ... kan konsep jemaat Matius yg latar belakang yahudi, dan Petrus orang Yahudi, mereka terima Kristus tapi Yudaisme masih mempengaruhi jemaat Matius. Kalau teks nya iman Petrus, kenapa harus dibawa ke penjaga pintu sorga? Apa mau ke sorga harus lewat Petrus, harus lewat katolik, enggak juga kan. Metafora itu sesuai tradisi budaya yg ada, di masyarakat Jawa, penjaga gerbang/makam ngerti sendiri maknanya, bias ini. Kunci dalam tradisi Yahudi beda maknanya, ingat Injil Matius ditulis bagi umat berlatar belakang Yudaisme. Itu rantai logika atau jembatan nalarnya lemah buanget, kalau fokus pada Petrus. Krn umat bisa terperosok, jalan ke surga harus lewat Petrus, wong Petrus yg pegang kuncinya. Pdhl, sikap iman Petrus yg harus jadi teladan untuk masuk surga, bukan sosok Petrus ya. Pemahaman bahwa harus lewat Petrus itu yg gagal nalar. Kunci diberikan ke Petrus itu simbol bahwa Petrus lah kunci teladan iman, itu konteks teks jemaat Matius. Teladan iman, bahwa jatuh bangun nya Petrus itu kerapuhan yg manusiawi, seperti keadaan jemaat Matius, nama nya jemaat Matius hidup dalam tekanan, maka jatuh bangun pasti, nyaman di Yudaisme, boleh ibadah di sinagoge, setelah itu diusir dari sinagoge, dianggap sekte sesat Yudaisme, dianggap sempalan Yudaisme, dikejar dan dibiru Yudaisme, ketemu hukumannya rajam, dilempari batu, dalam kondisi seperti itu wajar ke iman an jemaat Matius jatuh bangun seperti Petrus, tetapi final ke iman an Petrus di akhir hidupnya "aku tak layak disalib seperti Kristus" maka kemudian Petrus disalib terbalik, teladan iman Petrus inilah jadi figur bagi jemaat Matius, yg juga jatuh bangun. Jemaat Matius masih dibayangi Yudaisme, Yahudi adalah number one, maka tokoh yg digunakan oleh penulis untuk audiens Yahudi .... Ya ..... Harus Yahudi tulen, Petrus. Itu kenapa Paulus teriak di suratnya, BUKAN YAHUDI APA AKU, karena umat Yerusalem atau umat pengikut Kristus yg Yahudi, termasuk jemaat Matius, mereka meremehkan Paulus dan merasa lebih baik Petrus, itulah kenapa di kisah rasul diceritakan Petrus ngumpulnya sama petinggi Yahudi, sedangkan Paulus ada di non Yahudi, ketika muncul perkara sunat bersiteganglah Petrus dan Paulus. Harus diwaspadai, tapi penerima kunci zaman alkitab bukan penjaga pintu. Kunci itu bahasa asli Alkitab nya KLEIS, yg artinya otoritas memberikan pengajaran dan tafsir. Kata otoritas tanpa makna pengajaran dan tafsir itu yg kemudian sering disalah artikan bahwa Petrus memegang otoritas bahkan akses dalam hal pintu sorga. Padahal, yg dimaksud adalah otoritas mengajar dan menafsirkan tentang kerajaan sorga. Pintu nya siapa? Pintu nya tetap Yesus, Petrus pegang kunci, otoritas mengajar dan menafsir kerajaan sorga, pintu sorga ya tetap Kristus. Kunci itu otoritas untuk memahami kerajaan surga. Penjaga pintu itu THYROROS bukan KLEIS beda lagi maknanya, beda jauh bingit, jauh api dari panggangannya, tetapi yg di maksud di Matius 16:19 itu pegang kunci, bukan penjaga, artinya Petrus itu punya otoritas mengajar tentang kerajaan surga, makanya saat Pentakosta Petrus digambarkan mengajar shg 3000 orang dibaptis. Bahkan orthodoks menafsir kunci itu sebagai baptisan. Karena kata KLEIS itu juga bearti akses mengajar. Bagaimana akses mengajar atau otoritas mengajar kerajaan surga itu? Utamanya lewat keteladanan hidup, lihat teladan hidup Petrus yg jatuh bangun imannya..Kata otoritas atau akses di KLEIS itu yg sering disalah artikan, fokus ke inti: "kunci" = otoritas mengajar + akses ke Kerajaan Sorga. MAKNA DASAR BAHASA
Yunani: κλεῖς kleis = kunci
Ibrani/Aram: מַפְתֵּחַ mafteiakh / מַפְתְּחָא maftkha. Di abad 1, "kunci" bukan alat. Itu istilah jabatan. Sama seperti "kunci rumah Daud" di Yesaya 22:22 = jabatan Kepala Istana/Bendahara. Tugasnya: menentukan siapa boleh menghadap raja + menafsirkan kebijakan raja. Jadi sejak awal, "kunci" = simbol otoritas, tetapi otoritas tentang apa? Tentang mengajarkan dan menafsir kebijakan atau perkataan (firman) Raja. Para ahli seperti Davies-Allison, Keener, Jeremias, Carson sepakat "kunci" di Mat 16:19 punya 2 sisi: Ini dari bahasa rabi: mengikat = asar dan melepaskan = hatir.
Di Talmud b. Nedarim 77b, b. Shabbat 133b, istilah ini dipakai untuk rabi yang berwenang memutuskan: apa yang sesuai Taurat dan apa yang tidak.
Jadi "kunci" = wewenang, Wewenang Petrus untuk mengajar Injil dengan benar, mengikat atau melepaskan pemahaman akan kebijakan raja/perkataan raja, maka disejajarkan dengan kerajaan sorga atau bahkan sabda itu sendiri, maka kemudian disambung dengan apa yang engkau ampuni akan diampuni yang tidak ya tidak. Apa yang dia ajarkan "diikat" di bumi = "diikat" juga di sorga karena sesuai kehendak Allah. Petrus yang pertama pakai "kunci" ini:
1. Kis 2: Khotbah Pentakosta → "membuka" pintu untuk orang Yahudi masuk Kerajaan.
2. Kis 10: Ke Kornelius → "membuka" pintu untuk bangsa-bangsa masuk Kerajaan.
Jadi "kunci" = kuasa untuk membuka jalan masuk ke Kerajaan Sorga lewat pemberitaan Injil, baptisan, dan pengampunan dosa. Kunci ini, di batasi:
1. Bukan milik pribadi: Yesus yang punya "kunci Daud" Wahyu 3:7. Petrus hanya bendahara.
2. Bukan hanya Petrus: Mat 18:18 Yesus kasih kuasa "mengikat-melepaskan" yang sama ke semua murid. Jadi semua gereja/pengikut Kristus yg terus bergumul meneladan Kristus dapat "kunci" yang sama.
3. Isi kuncinya adalah Injil: Bukan Petrus yang menentukan, tapi Firman yang dia beritakan.
Menurut penelitian akademik alkitab dalam bidang sastra, sejarah dan arkeologi Alkitab dan latar belakang Yahudi:
"Kunci Kerajaan Sorga" = Otoritas yang diberikan Kristus kepada Petrus dan Gereja/pengikut Kristus yg terus bergumul meneladan Kristus untuk mengajar Injil, sehingga melalui pengajaran itu pintu Kerajaan Sorga dibuka bagi orang yang percaya, keselamatan bersifat umum/universal. Singkatnya: Petrus bukan "tukang kunci surga". Dia "guru besar" yang pegang kunci pengajaran, sama dengan murid yang lain. Mari, kita dalami pemahamannya dengan konteks sastra, sejarah dan arkeologi Alkitab.
KLEIS = κλεῖς di Matius 16:19 itu terjemahan dari konsep Ibrani/Aram yang sudah dipakai ratusan tahun sebelum Yesus.
di konteks Yahudi artinya bukan "kunci rumah" literal, Itu adalah simbol otoritas mengajar + akses pengajaran/tafsir Taurat. Dulu, kata ini dipakai bagi yg menafsir atau mengajarkan kebijaksanaan atau perkataan raja.
PADAN IBRANI / ARAM UNTUK "KUNCI"
Kata Ibraninya: *מַפְתֵּחַ* dibaca: maf-tei-akh. Kata Aramnya: *מַפְתְּחָא* dibaca: maft-kha
Artinya sama: kunci. Tapi di dunia rabi, kata ini sudah jadi "istilah teknis".
KENAPA ARTINYA OTORITAS PENGAJARAN / TAFSIR TAURAT?
Ini dari 2 dasar:
A. Yesaya 22:22 - Dasar Perjanjian Lama
“Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya”
Ibrani: w'natati et maf-tei-akh beit Davd al shikmo
"Kunci rumah Daud" di sini bukan kunci gudang, kunci makam, atau kunci gerbang. Itu jabatan "Kepala Istana / Bendahara Kerajaan". Tugasnya: menentukan siapa boleh menghadap raja, dan menafsirkan atau mengajarkan kebijakan raja. Penulis Wahyu kepada Yohanes mengutip pola ini di Wahyu 3:7. Jadi waktu Yesus bilang "kunci Kerajaan Sorga", para murid Yahudi langsung ngeh: "Oh ini jabatan otoritas", untuk menafsir atau mengajar.
B. Tradisi Rabi: "Kunci Taurat"
Di literatur rabi abad 1, ada istilah "kunci pengetahuan" = maftei hada'at Dan "kunci penafsiran" = maftei hora'ah
Contoh: Seorang rabi yang "pintar" disebut "memegang kunci Taurat". Artinya dia punya otoritas untuk:
1. Mengikat = asar = menyatakan sesuatu terlarang / wajib
2. Melepaskan = hitir = menyatakan sesuatu boleh / tidak wajib
Nah persis kata "mengikat dan melepaskan" di Mat 16:19 itu.
Ibrani: לֶאְסֹר le'esor = mengikat
Ibrani: לְהַתִּיר le'hatir = melepaskan
Ini bahasa teknis pengadilan rabi. Bukan soal rantai gerbang apalagi juru kunci makam.
JADI APA MAKNA KLEIS DI MAT 16:19?
Waktu Yesus kasih kleis ke Petrus, artinya:
1. Otoritas Pengajaran: Petrus diberi wewenang untuk mengajar dan menafsirkan Injil dengan benar, bahkan menafsirkan dan mengajar tentang kerajaan sorga. Apa yang dia "ikat" sebagai ajaran = sesuai kehendak Allah di sorga.
2. Otoritas Akses: Petrus yang pertama "membuka pintu" lewat khotbah. Kis 2, baptisan ke Yahudi. Kis 10 baptisan ke non-Yahudi. Dia pegang "kunci" untuk masuk ke Kerajaan lewat pemberitaan.
3. Otoritas Disiplin Gereja: Mengikat-melepaskan = kuasa untuk menegakkan disiplin, mengampuni atau tidak mengampuni, berdasarkan Firman.
Kleis di Yunani = mafteiakh_di Ibrani = maftkha di Aram
Di mulut orang Yahudi abad 1, "kunci" = jabatan guru besar / kepala sekolah Taurat.
Bukan tukang kunci.
Makanya Petrus tidak dikasih kunci besi. Dia dikasih "kunci" berupa: pewahyuan siapa Yesus, dan mandat untuk memberitakannya, mengajar dan menafsirkan kerajaan surga, pintunya tetap Yesus.
Itulah kenapa Bapa Gereja dan rabi sepakat: "kunci kerajaan" = kuasa Firman.
Istilah "kunci" = otoritas pengajaran itu istilah rabi yang sudah umum di abad 1, dibeberapa catatan Laut mati bahkan penemuan di gua-gua qumran istilah itu ada.
Ini beberapa referensinya dari gulungan Laut mati dan penemuan di gua qumran.
1. DARI GULUNGAN LAUT MATI / QUMRAN
Gulungan Qumran tidak pakai kata "kunci" persis untuk Petrus, tapi pakai konsep yang sama: "yang punya kunci pengetahuan".
1. 1QS 3:12-13 - Peraturan Jemaat
“...dan mereka akan berjalan dalam kesempurnaan jalan di dalam segala pengetahuan yang telah Dia berikan”
Di Qumran, "Guru Kebenaran" Moreh ha-Tzedek digambarkan sebagai satu-satunya yang punya "pengetahuan rahasia" untuk menafsir Taurat dengan benar. Dia pemegang "akses".
2. Qumran 1:11, ini kalau di Alkitab identik dg kitab Yesaya. Bicara tentang "rumah Daud" dan "kunci". Qumran menafsir Yesaya 22:22 secara mesianik. "Kunci Daud" = otoritas dari Mesias untuk membuka makna Taurat yang tersembunyi.
Jadi di Qumran, "kunci" = akses ke penafsiran yang benar, Bukan kunci fisik.
2. DARI TALMUD & LITERATUR RABI
Ini lebih jelas. Abad 1-5 M.
A. Istilah "Mengikat & Melepaskan" = Asar ve-Hatir אֲסוֹר וְהַתֵּר
Ini istilah teknis pengadilan rabi.
Mengikat = menyatakan haram/wajib
Melepaskan = menyatakan halal/tidak wajib
Contoh:
1. Shabbat 133b: Para rabi "mengikat dan melepaskan" soal hukum.
2. Nedarim 77b: “Seorang guru yang ahli dalam mengikat dan melepaskan” = ahli hukum Taurat.
Nah Yesus pakai persis bahasa ini di Mat 16:19 dan Mat 18:18. Jadi Dia menunjuk Petrus sebagai "rabi" dengan otoritas tertinggi, dan membaginya ke semua murid/pengikut tanpa eksklusif hanya Petrus.
B. Istilah "Kunci Taurat" = Mafteah ha-Torah_ מַפְתֵּחַ הַתּוֹרָה
1. Sanhedrin 5a
“Seorang hakim harus seperti orang yang memegang kunci” . Artinya: hakim harus tahu kapan "membuka" hukum dan kapan "menutup".
2. Midrash Kohelet Rabbah 7:2. “Ada orang yang diberi kunci kebijaksanaan dari atas” = orang yang diberi kemampuan menafsir Alkitab.
3. Berakhot 58a
“Rabi yang membuka pertanyaan dan menjawabnya memegang kunci pengetahuan” Mafteah hokhmah = kunci hikmat.
Waktu Yesus bilang “Aku beri kepadamu KLEIS”, pendengar Yahudi (jemaat Matius) langsung paham 3 hal:
1. Rujukan Yesaya 22:22: Ini jabatan "Kepala Istana". Bendahara kerajaan. Yang punya akses ke raja.
2. Rujukan Rabi: Ini gelar "pemegang kunci Taurat". Yang berwenang mengikat-melepaskan hukum.
3. Bukan kunci fisik: Tapi otoritas pengajaran dan penafsiran. Makanya setelah itu Yesus langsung larang mereka ceritakan Dia adalah Mesias Mat 16:20. Dia sedang "mengatur" kapan "pintu" itu dibuka. Petrus lalu memakai "kunci" ini di Kis 2 dan Kis 10. Dia "membuka" pintu Kerajaan bagi Yahudi dan bagi bangsa-bangsa lain.
Jadi "kunci" di Mat 16:19 = maf-tei-akh Ibrani = otoritas mengajar, menafsir, dan membuka akses ke Kerajaan Allah lewat Injil. RINGKASAN KESIMPULAN PARA PENELITI SASTRA, SEJARAH DAN ARKEOLOGI ALKITAB ADALAH Hampir semua sepakat: Kleis = maf-tei-akh Ibrani = simbol otoritas pengajaran dan penafsiran.
Isinya: 1. Pengajaran, 2. Disiplin Kristus, 3. Pembukaan akses lewat sabda.
Perdebatan utamanya: apakah hanya untuk Petrus atau untuk seluruh gereja, dan semua sepakat untuk seluruh pengikut Kristus yg bergumul juang meneladan Kristus, Matius18:18 : Matius 18:18 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Daftar Rujukan bacanya saya bagi 3 :
1. BUKU / KOMENTAR ALKITAB AKADEMIK
Ini yang paling sering dikutip peneliti Sastra, Sejarah dan Arkeologi Alkitab :
1. R.T. France, _The Gospel of Matthew_ - NICNT. Bab Mat 16:13-20. France bahas detail latar belakang Yesaya 22:22 dan istilah rabi _asar ve-hatir_ = mengikat-melepaskan. Dia bilang "kunci" = otoritas pengajaran.
2. D.A. Carson, _Matthew_ - EBC / PNTC. Bagian "Keys of the Kingdom". Carson menekankan "kunci" = kuasa pemberitaan Injil, bukan hanya otoritas Petrus pribadi.
3. W.D. Davies & Dale C. Allison, _Matthew 8-18_ - ICC. Ini komentar paling berat. Hal 624-650 khusus bahas Mat 16:19. Dibahas paralel Qumran, Talmud, dan Yesaya 22:22.
4. Ulrich Luz, _Matthew 8-20_ - Hermeneia. Bahas dari sisi sejarah tafsir Bapa Gereja sampai Reformasi. Bagus untuk lihat perkembangan makna "kunci".
5. Craig Keener, A Commentary on the Gospel of Matthew. Hal 425-430. Keener paling kuat di bagian latar belakang Yahudi abad 1. Dia kutip b. Nedarim 77b dan b. Shabbat 133b soal asar ve-hatir.
2. JURNAL / ARTIKEL ILMIAH
1. Joachim Jeremias, "The Keys of the Kingdom". Dalam buku: The Central Message of the New Testament. Jeremias ahli bahasa Aram. Dia argumen bahwa di balik "kunci" ada Aram maftkha dan itu jabatan "kepala istana".
2. Robert H. Gundry, "The Meaning of 'the Keys of the Kingdom' in Matthew 16:19" Novum Testamentum, Vol. 19, No. 3, 1977. Gundry menolak tafsir Katolik "suksesi Paus". Dia bilang "kunci" = Injil.
3. John Nolland, "The Keys of the Kingdom: The Authority of the Church" Journal of the Evangelical Theological Society_ JETS 38/3, 1995. Bahas Mat 16:19 vs Mat 18:18. "Kunci" diberikan ke semua rasul/gereja.
4. David Instone-Brewer, "Binding and Loosing in the New Testament" Bulletin for Biblical Research 12.2, 2002. Ini paling penting kalau mau bukti Talmud. Dia tunjukkan asar ve-hatir dipakai rabi Hillel dan Shammai.
5. Craig A. Evans, "The Keys of the Kingdom: Isaiah 22:22 in Matthew 16:19". Dalam: The Gospels and the Scriptures of Israel. 1994. Fokus ke paralel Yesaya 22:22 dan bagaimana Matius pakai itu.
3. BUKU LATAR BELAKANG YAHUDI / QUMRAN
Kalau mau dalami sisi Ibrani/Aram:
1. George Foot Moore, Judaism in the First Centuries of the Christian Era Vol 1-3. Bahas konsep otoritas rabi abad 1.
2. James VanderKam, The Dead Sea Scrolls Today, Untuk lihat bagaimana Qumran pakai bahasa "pengetahuan" dan "kunci" secara metafora.
3. Jacob Neusner, The Rabbinic Traditions about the Pharisees before 70. Ada pembahasan asar ve-hatir di masa Yesus.
(28082026)(TUS)