Kamis, 27 Agustus 2026

Sudut Pandang apa benar Yohanes iri pada Yesus?

Sudut Pandang apa benar Yohanes  iri pada Yesus?

Tempo hari saya membedah khotbah ๐—ฃรจ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ฝ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ณ๐—ฎ tentang kisah transfigurasi versi Injil Lukas. Tentu saja para penggemarnya menuduh saya iri dan sengaja menyerang pribadi Mantofa. Padahal sangat terang saya mengulas apa yang diucapkan dalam rangka khotbahnya oleh Mantofa di YouTube. Menggosip kehidupan pribadinya justru menjatuhkan martabat saya.

Sekarang saya membedah khotbah ๐—ฃรจ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐——๐—ฒ๐—ฏ๐—ฏ๐˜† ๐—•๐—ฎ๐˜€๐—ท๐—ถ๐—ฟ. Sumber :

 https://www.youtube.com/watch?v=bM0d0rBvBq8 

Khotbah Debby diambil dari Matius 11:2-11 dan diberi tema: ๐—–๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐—ฒ๐—ฐ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ฎ๐—ป.

๐Ÿญ. ๐—ง๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ "๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ" ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ "๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ"

Saya membaca teks Matius mencerap kekecewaan Yohanes terhadap Mesias yang tidak sesuai dengan harapannya.

Debby memberi tema: "Cara menang dari iri dan kekecewaan" Lalu ia segera membangun psikologi Yohanes: "ada rasa iri hati melihat pekerjaan Tuhan bagi orang lain tapi kenapa saya tidak"

Di sini sudah ada masalah hermeneutis yang cukup besar. ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜‚๐˜€ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ. Tidak ada kata "iri", "cemburu", atau bahkan keterangan bahwa Yohanes merasa orang lain ditolong sementara dirinya tidak. Itu semua adalah pengisian psikologi tokoh oleh Debby.

Memang sangat mungkin Yohanes kecewa atau bingung. Kita dapat menduga dari ketegangan antara pemberitaan Yohanes dalam Matius 3:10-12 dengan karya Yesus dalam Matius 8-9.

Debby justru memasukkan pengalaman psikologis modern: "orang lain bisa ditolong ... tetapi kenapa saya tidak?"

Jadi, Debby melihat Yohanes akhirnya menjadi semacam contoh kasus orang yang iri melihat orang lain diberkati. Padahal justru pertanyaan Yohanes sangat spesifik: "๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ?"

Itu bukan kalimat, "Mengapa mereka ditolong tetapi saya tidak?"

๐Ÿฎ. ๐——๐—ฒ๐—ฏ๐—ฏ๐˜† ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป

Mari kita merekonstruksi teks Matius. Yohanes sebelumnya memberitakan Mesias sebagai orang yang akan: menebang pohon yang tidak berbuah, membersihkan tempat pengirikan, mengumpulkan gandum, membakar sekam dengan api yang tidak terpadamkan. Kemudian Yohanes masuk penjara.

Dalam pada itu Yesus malah: menyembuhkan, memulihkan, membangkitkan, memberitakan kabar baik kepada orang miskin.

Jadi, kita dapat menali hasil rekonstruksi teks di atas: Apa yang dilakukan Yesus tampaknya tidak memenuhi pengharapan Yohanes. Ini argumentasi tekstual. Ada ekspektasi Yohanes dan kemudian ada realitas karya Yesus yang tampaknya berbeda.

Debby tidak mengembangkan ketegangan itu. Debby justru mengatakan: "Dia sudah melihat bahwa memang itu Yesus sang Mesias..." Lalu: "karena kekecewaan ya dan dia iri melihat bagaimana pekerjaan Yesus di luar sana sementara dia tidak mengalami pertolongan itu..."

Nah, ini lebih problematis, sebab  pertanyaan Yohanes justru adalah: "๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ?"

Dengan kata lain Matius sengaja membiarkan pertanyaan itu berada di dalam cerita. Debby malah menyelesaikan persoalannya terlebih dahulu: Yohanes sudah tahu Yesus Mesias → Yohanes kecewa + iri → Yohanes meragukan Tuhan.

Padahal teks tidak memberikan rangkaian psikologis sesederhana itu.

๐Ÿฏ. ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐˜‚๐—ฟ ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฒ๐—ฏ๐—ฏ๐˜†

Dalam khotbah Debby di sini Yohanes praktis dijadikan contoh orang yang: kecewa → ragu → berpotensi menolak Tuhan.

Debby mengatakan: "iri hati kekecewaan bisa membuat orang akhirnya menolak dan meragukan Tuhan" kemudian "orang yang kecewa sudah pasti nanti akan menolak"

Padahal apabila kita lanjut membaca Matius 11:7-11, terjadi sesuatu yang agak mengganggu konstruksi Debby tersebut. Yesus justru membela Yohanes di depan orang banyak. Setelah murid-murid Yohanes pergi, Yesus berkata: "๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ? ๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ?" Kemudian Yesus memuji Yohanes sebagai nabi, bahkan mengatakan: "๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ: ๐˜‹๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ด."

Ini penting sekali.

Kalau maksud utama teks adalah (seperti yang dibangun oleh Debby): "Jangan seperti Yohanes. Kalau kecewa kepada Tuhan, jangan sampai menjadi tidak percaya." maka aneh bahwa segera setelah itu Yesus malah memberikan pembelaan dan pujian yang sangat tinggi kepada Yohanes.

Padahal kalau kita membaca Matius dengan cermat dapat kita cerap bahwa Yesus tidak mau menjatuhkan Yohanes. Kata orang Jawa, Yesus menang tanpa ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌรฉ. Ini justru bagian yang hilang dari khotbah Debby.

๐Ÿฐ. ๐—”๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐Ÿฒ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐˜‚๐˜€ "๐—ธ๐—ฒ๐—ฐ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ → ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป"

Debby sangat bergantung pada Matius 11:6: "๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ."

Lalu dibuat formula oleh Debby: "Kalau engkau kecewa pada akhirnya engkau akan menolak Tuhan." 
sehingga akhirnya: "kekecewaan itu akan membuat kita pada akhirnya menolak Tuhan"

Ini contoh yang jitu tentang bagaimana sebuah ayat digeser fungsi naratifnya menjadi prinsip umum.

Padahal dalam konteks Matius 11 perkataan Yesus itu sangat mungkin berpautan dengan tanggapan terhadap diri dan karya Yesus yang tidak sesuai dengan harapan orang.

Jadi bukan sekadar:
kecewa = dosa
kecewa = pasti menolak Tuhan.

Justru ada paradoks: Yesus tidak memenuhi gambaran Mesias seperti yang diharapkan Yohanes, tetapi Yohanes harus belajar mengenali karya Mesias dalam bentuk yang berbeda. Apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan.

๐Ÿฑ. "๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜" ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฑ๐—ถ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐˜

Bacaan adalah Injil Matius pasal 11. Genre Injil Matius adalah cerita sehingga ada 10 pasal yang mendahului cerita pasal 11. Jadi, ucapan Yesus merujuk cerita pada pasal-pasal sebelumnya.

Mari kita simak teks Injilnya.
๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ  → pengajaran Yesus, khususnya Matius 5-7
๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต  → karya Yesus dalam Matius 8-9.

Secara rinci ini senarainya:
• Orang buta melihat. Di mana? Matius 9:29 (bdk. Yes. 29:18; 35:5).
• Orang lumpuh berjalan. Di mana? Matius 8:13; 9:6 (bdk. Yes. 35:6).
• Orang kusta menjadi tahir atau sembuh. Di mana? Matius 8:1-4 (bdk. Yes. 53:4).
• Orang tuli mendengar. Di mana? Tidak ada di Injil Matius. (bdk. Yes. 29:18; 35:5).
• Orang mati dibangkitkan. Di mana? Matius 9:25 (bdk. Yes. 26:19).
• Kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Di mana? Matius 5:3 (bdk. Yes. 61:1)

๐˜–๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ-๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ mengapa cerita orang tuli mendengar di atas tidak ada di dalam Injil Matius seperti cerita-cerita yang lain? Apakah pengarang Injil Matius lupa menulis? Tampaknya Matius tidak lupa, bahkan ia “menghapus” cerita yang ada di Markus 7:31-37 dan ucapan di Markus 9:25. Mengapa? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜บ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฏ’๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต.

Tapiiii Debby hanya mengatakan: "cerita aja apa yang kamu dengar yang kamu lihat" Lalu daftar mukjizat tersebut digunakan sebagai bukti bahwa Yesus adalah Mesias.

Itu tentu tidak salah secara umum, tetapi kedalaman nasabah Matius dengan Yesaya tidak disentuh sama sekali. Padahal justru di situlah kekuatan teks.

Yesus tidak menjawab: "Ya, Aku Mesias." Ia menjawab dengan menunjuk karya yang sedang terjadi, karya yang memiliki gema kuat dari nubuat Yesaya. Dengan demikian Yohanes diminta menafsirkan karya Yesus, bukan sekadar menerima jawaban verbal "Aku Mesias."

๐Ÿฒ. "๐—ข๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐˜‚๐—น๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ"

Mari kita telisik teks Matius bahwa "orang tuli mendengar" tidak mempunyai kisah paralel dalam Injil Matius. Matius tidak memasukkan kisah Markus 7:31-37. Mengapa? Saya sendiri tidak tahu. ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜บ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฏ’๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ.

Namun, Debby tidak masuk ke wilayah ini sama sekali. Akibatnya bagian yang seharusnya menjadi pusat kristologis teks: "Siapakah Yesus dan bagaimana karya-Nya memenuhi harapan mesianik?" 
berubah menjadi:  "Bagaimana supaya kita tidak kecewa kepada Tuhan?"

๐Ÿณ. ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ "๐—ป๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฃ๐—Ÿ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—•" ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต

Debby beberapa kali mengatakan Yohanes adalah: "nabi perantara antara Perjanjian Lama dan perjanjian baru"

Secara homiletis orang mungkin memahami maksudnya: Yohanes berada pada titik transisi sejarah keselamatan, tetapi secara kanonik, kalimat itu perlu hati-hati untuk berargumen. Yohanes Pembaptis adalah tokoh dalam Injil, bukan "orang PL" yang berdiri di luar PB. Lebih tepat melihat Yohanes sebagai tokoh yang berada pada ambang penggenapan: ia adalah nabi yang memersiapkan kedatangan Yesus, sekaligus tokoh yang tampil dalam narasi Perjanjian Baru.

Justru Matius 11:11:  ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข membuka persoalan teologis, tetapi tidak dibahas oleh Debby. Padahal ini ayat yang sangat menarik untuk dikhotbahkan.

๐Ÿด. ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐——๐—ฒ๐—ฏ๐—ฏ๐˜†

Setelah ayat 6 Yohanes perlahan berubah menjadi pintu masuk untuk khotbah Debby tentang pengalaman pribadi orang Kristen. Masuklah: orang yang dipenjara, orang yang kecewa, orang yang tidak disembuhkan, sakit gigi, sakit hati, suami yang pelit, dokter, operasi Rp5 juta, pengampunan, pejabat yang divonis mati, perselingkuhan, pertobatan, istrinya pulih, pendeta di Nigeria yang tidak sembuh. Cerita-cerita itu panjang sekali, menghabiskan sekitar lima menit. Lalu kisah pejabat dan perselingkuhan berlangsung sampai sekitar tujuh menit. [Simak saja khotbah-khotbah Debby Basjir, apa pun teks bacaannya, topik perselingkuhan tak ketinggalan dimasukkan wkwkwkwk]

Artinya secara proporsional Matius 11:2-11 akhirnya menjadi semacam pemicu untuk membicarakan kekecewaan. Ini bukan lagi eksposisi teks dalam pengertian ketat. Lebih tepat disebut khotbah tematis yang merudapaksa Matius 11 sebagai titik keberangkatan.

๐Ÿต. ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฟ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ๐˜€

Contoh paling jelas adalah kisah sakit gigi. Logikanya kira-kira: kekecewaan dan kepahitan → stres/masalah psikis → sakit fisik → mengampuni → sakit gigi sembuh.

Debby bahkan mengatakan: "waktu engkau membuang kekecewaan di hatimu Tuhan bisa mengubah segala-galanya"

Masalahnya bukan bahwa pengampunan tidak baik. Tentu saja pengampunan baik. Masalahnya adalah kesaksian individual dijadikan pola sebab-akibat yang seolah berlaku umum.

Padahal beberapa menit sebelumnya sendiri Debby sudah mengatakan sesuatu yang jauh lebih sehat: "tidak semua harus disembuhkan" dan: "Tuhan aku sembuh atau tidak sembuh ... aku percaya."

Nah, ini sebenarnya sangat dekat dengan persoalan Yohanes. Yesus tidak datang membebaskan Yohanes dari penjara. Bahkan Debby sendiri mengakui: "akhirnya Yohanes kepalanya dipenggal dan Tuhan enggak tolong." Tapiii kemudian kisah sakit gigi menghasilkan kesan: lepaskan kekecewaan → Tuhan menyembuhkan.

Ini membuat dua pesan dalam khotbahnya bertentangan satu sama lain.

๐Ÿญ๐Ÿฌ. ๐—ž๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜๐—ฎ ๐—ก๐—ถ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ

Sebenarnya Debby sudah memberi ilustrasi cukup bagus tentang kisah pendeta di Nigeria: mendoakan orang sakit, orang lain sembuh, dirinya sakit, berdoa, berpuasa, tidak sembuh, kecewa kepada Tuhan, akhirnya meninggalkan Tuhan.

Kemudian Debby memberi kesimpulan: "Tuhan aku sembuh atau tidak sembuh ... aku percaya."

Nah, ini sebenarnya bisa menjadi inti khotbah yang sangat kuat, tetapi untuk sampai ke sana Debby tidak perlu menjadikan Yohanes orang yang "iri". Justru Yohanes sendiri adalah contoh yang sangat kuat: orang yang setia kepada Tuhan, melakukan tugasnya, dipenjara, tidak dibebaskan, lalu bertanya apakah Yesus benar-benar Mesias.

Tanggapan Yesus bukan: "Yohanes, jangan kecewa!" tetapi secara substansial: lihatlah karya-Ku; lihatlah apa yang sedang Allah kerjakan. Kemudian Yesus tetap menghormati Yohanes.

Ini jauh lebih kaya.

๐Ÿญ๐Ÿญ. ๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—น๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด “๐—ธ๐—ผ๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ” ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด: ๐——๐—ฒ๐—ฏ๐—ฏ๐˜† ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฌ๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€ "๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐˜‚ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ"

Debby mengatakan: "Ini pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu terucap dari seorang Yohanes..."

Nah, ini menarik sekali kalau dibandingkan dengan teks Matius. Secara naratif justru pertanyaan itulah yang membuat Matius 11:2-11 menarik. Kalau Yohanes sudah tahu persis Yesus Mesias dan tidak ada persoalan apa pun, maka pertanyaan "Engkaukah yang akan datang itu?" menjadi tidak terlalu penting. Akan tetapi Matius memasukkan pertanyaan itu.

Jadi, daripada menganggap pertanyaan Yohanes sebagai pertanyaan yang "seharusnya tidak perlu muncul", lebih menarik untuk bertanya: Mengapa Matius sengaja memertahankan pertanyaan seorang Yohanes yang pernah begitu yakin terhadap Yesus?

Di sinilah tema kekecewaan karena Mesias ternyata tidak bekerja seperti yang diharapkan menjadi sangat kuat.

Khotbah Debby bukan terutama eksposisi Matius 11:2-11. Ia adalah khotbah pastoral-tematis mengenai bahaya kekecewaan kepada Tuhan dengan Yohanes Pembaptis sebagai contoh pembuka. Masalah utamanya bukan bahwa aplikasinya jelek. Justru beberapa aplikasinya cukup kuat, terutama: iman kepada Tuhan tidak boleh bergantung pada apakah kita disembuhkan atau tidak.

Masalahnya adalah aplikasi tersebut dibangun dengan mereduksi Yohanes menjadi orang yang iri dan kecewa, padahal teks Matius menggambarkan Yohanes secara jauh lebih kompleks.

Yang paling ironis justru ini: Debby ingin mengajarkan agar kita tidak kecewa kepada Tuhan, tetapi Matius tampaknya justru berani memerlihatkan bahwa seorang Yohanes Pembaptis pun dapat bertanya kepada Yesus ketika realitas tidak sesuai dengan harapannya. Yesus juga tidak membuang Yohanes karena pertanyaan itu.

Yesus menjawab pertanyaannya, lalu membela Yohanes. Itu jauh lebih indah daripada sekadar: "Jangan kecewa, nanti kamu menolak Tuhan."

Nasihat orang bijak "Apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan" malah bisa menjadi pintu masuk khotbah yang lebih setia kepada teks. Yohanes menginginkan Mesias yang datang dengan kapak, penampi, dan api. Yang ia lihat justru Mesias yang menyembuhkan, memulihkan, memberitakan kabar baik, dan bahkan tidak datang membebaskannya dari penjara.

Di situlah problem teologis Matius 11 sesungguhnya. Bukan sekadar bagaimana supaya orang Kristen tidak kecewa, tetapi ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐˜†๐—ฎ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ด๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ tentang bagaimana seharusnya Ia bekerja.

Sudut Pandang apa benar Yohanes iri pada Yesus?

Sudut Pandang apa benar Yohanes  iri pada Yesus? Tempo hari saya membedah khotbah ๐—ฃรจ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ฝ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ณ๐—ฎ tentan...