Selasa, 22 September 2026

๐—ฃ๐—ฎ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ

Orang Kristen dituduh makan daging babi oleh Yahudi-Yahudi kawรฉ karena Rasul Paulus “merusak” hukum Taurat. Biasanya orang Kristen lalu sibuk membela Paulus: “Bukan Paulus! Jangan salahkan Paulus!”

Saya malah punya pertanyaan lain: Kalau memang Paulus berperan dalam perubahan sikap orang Kristen terhadap hukum makanan, ๐™š๐™ข๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ? ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—บ๐˜‚ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚?๐Ÿ˜‚

Sekarang mari kita mengandaikan waktu berjalan linear, dari masa Sebelum Zaman Bersama (SZB) atau Sebelum Masehi (SM) lalu masuk ke masa Zaman Bersama (ZB) atau Masehi (M). Kalau kita mengandaikan kitab-kitab PL adalah SZB dan kitab-kitab PB adalah ZB, apakah kitab-kitab PB merupakan kontinuitas atau diskontinuitas PL?

Perjanjian Baru adalah ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐˜‚๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ด๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐˜‚๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ dari Perjanjian Lama. ๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐˜‚๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ karena harus diakui bahwa kekristenan berakar dalam Yudaisme. Yesus, para rasul, dan jemaat mula-mula tidak muncul dari ruang kosong. PB juga merupakan ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐˜‚๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ PL, karena PB ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ณ๐˜€๐—ถ๐—ฟ ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—Ÿ dalam terang Kristus.

Nah, soal daging babi menjadi menarik kalau dilihat dari sini. Persoalannya bukan sesederhana: ๐˜—๐˜ข๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜’๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช,  karena ada satu persoalan yang sering luput: ๐—ฃ๐—ฎ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ.

Sebelum Paulus menjadi pengikut Kristus dan kemudian tampil sebagai penginjil, sudah ada komunitas pengikut Yesus. Paulus sendiri mengakui bahwa ia menerima dan meneruskan tradisi yang sudah ada sebelumnya (bdk. 1Kor. 15:3-5). Jadi, agak aneh kalau seluruh perubahan sikap terhadap Taurat kemudian dibebankan begitu saja kepada Paulus, seolah-olah ia datang dengan sebuah agama baru lalu membuang Taurat. 

Yang terjadi jauh lebih rumit. Tradisi yang diwarisi dari Israel tetap menjadi akar kekristenan, tetapi dalam komunitas pengikut Kristus tradisi itu mengalami ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ณ๐˜€๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด. Paulus memang memainkan peranan penting dalam proses tersebut, terutama ketika Injil berhadapan dengan orang-orang bukan-Yahudi. Namun, ia melakukannya di tengah komunitas dan tradisi yang sudah lebih dahulu ada. Jangan lupa pula sampai Paulus mati belum ada kitab-kitab Injil kanonik seperti Injil Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes.

Oleh karena itu pertanyaan yang lebih menarik bukan: “Siapa yang pertama mengizinkan orang Kristen makan babi?” melainkan: “Bagaimana dan mengapa komunitas Kristen mula-mula menafsir ulang Taurat?”

Kalau ternyata Paulus berperanan penting dalam proses itu, ๐™š๐™ข๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ? ๐ŸคฃBukankah sejak awal kita memang sedang berbicara tentang sebuah iman yang ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ด๐˜‚๐˜€ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ณ๐˜€๐—ถ๐—ฟ ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜?

Babi, ternyata, membawa kita kembali ke hermeneutika. ๐Ÿท

Sudut Pandang ๐—•๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ต๐—ผ๐˜๐—ฏ๐—ฎ๐—ต

Sudut Pandang ๐—•๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ต๐—ผ๐˜๐—ฏ๐—ฎ๐—ต  PENGANTAR saya ingin menunjukkan seperti apa khotbah yang dibangun dengan baik, saya akan mengambi...