Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Matius 18:21-35 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ซ๐ฉ๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ธ๐ผ๐๐๐ฎ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐
๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ข๐๐ฃ๐ฉ๐๐ก ๐ฅ๐๐๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ๐!
PENGANTAR
Dalam kehidupan sehari-hari cukup banyak masyarakat yang diperas oleh perangkat negara rendahan dalam urusan administrasi masyarakat. Mereka benar-benar menggunakan celah bahwa masyarakat membutuhkan mereka. Mereka bermental pecundang. Dalam pada itu cukup banyak masyarakat dibantu oleh perangkat negara lebih tinggi. Urusan terasa simpel dengan mereka.
PEMAHAMAN
Hari ini adalah Minggu keenambelas sesudah Pentakosta. Bacaan secara ekumenis diambil dari Injil Matius 18:21-35 yang didahului dengan Kejadian 50:15-21, Mazmur 103:(1-7), 8-13, dan Roma 14:1-12.
LAI memberi judul ๐๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ untuk bacaan Injil Minggu ini, Matius 18:21-35. Wejangan tentang proses rekonsiliasi di dalam jemaat (lih. Sudut ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ edisi lalu) dilanjutkan dengan ajaran Yesus tentang pengampunan.
Pengulasan bacaan dapat dibagi ke dalam lima bagian:
▶️ Matius 18:21-22 Pengampunan tanpa batas
▶️ Matius 18:23-27 Tuan dan hamba yang berutang sangat besar
▶️ Matius 18:28-30 Hamba yang berutang sangat besar dan temannya
▶️ Matius 18:31-34 Hukuman terhadap hamba yang tidak berbelaskasihan
▶️ Matius 18:35 Penutup
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐บ๐ฝ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ฝ๐ฎ ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐ (Mat. 18:21-22)
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus, “๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฐ๐ด๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ข๐ฌ๐ถ? ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช?” (ay. 21) Yesus berkata kepadanya, “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ.” (ay. 22) (TB II 2023)
Pertanyaan yang diajukan Petrus pada ayat 21 harus dipahami sebagai reaksi terhadap wejangan Yesus tentang cara menangani seorang saudara yang pendosa (lih. Mat. 18:15-20). Seperti yang saya tulis pekan lalu dalam Yudaisme yang disebut dengan saudara adalah orang-orang yang seiman.
Mengapa ada angka 7 dalam pertanyaan Petrus (ay. 21) dan jawaban Yesus (ay. 22)? Apakah Petrus berpikir batas angka tertinggi adalah 7? Tampaknya penulis Matius merujuk Kitab Kejadian 4:24 “๐๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ช๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ด ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ช๐ฑ๐ข๐ต, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ฎ๐ฆ๐ฌ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ช๐ฑ๐ข๐ต.” Mengontraskan yang kecil atau sedikit dengan yang besar atau banyak merupakan ciri peribahasa Ibrani atau Yahudi. Angka 7 dikontraskan dengan 77. Jadi, ucapan Petrus ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช hendak dikontraskan dengan angka jawaban Yesus.
Pertanyaan selanjutnya, mengapa Yesus menyebut 70 x 7, bukan 77 x seperti di Kejadian 4:24? Matius dalam merujuk Perjanjian Lama (PL) mengambil versi Septuaginta, yaitu Kitab Suci Yahudi yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Grika. Dalam Septuaginta Kejadian 4:24 disebut แฝ
ฯฮน แผฯฯแฝฑฮบฮนฯ แผฮบฮดฮตฮดแฝทฮบฮทฯฮฑฮน แผฮบ ฮฮฑฮนฮฝ แผฮบ ฮดแฝฒ ฮฮฑฮผฮตฯ แผฮฒฮดฮฟฮผฮทฮบฮฟฮฝฯแฝฑฮบฮนฯ แผฯฯแฝฑ (dibaca: ๐ฉ๐ฐ๐ต๐ช ๐ฉ๐ฆ๐ฑ๐ต๐ข๐ฌ๐ช๐ด ๐ฆ๐ฌ๐ฅ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌe๐ต๐ข๐ช ๐ฆ๐ฌ ๐๐ข๐ช๐ฏ, ๐ฆ๐ฌ ๐ฅ๐ฆ ๐๐ข๐ฎ๐ฆ๐ค๐ฉ ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ฅ๐ฐ๐ฎe๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ๐ช๐ด ๐ฉ๐ฆ๐ฑ๐ต๐ข), yang dua kata terakhir berarti tujuh puluh kali tujuh. Entah terjadi kesalahan penerjemahan, entah kesalahan penyalinan. Saya tidak tahu.
Tidak perlu membuat apologia atau pembelaan terhadap perbedaan itu, karena itulah teks yang tersaji. Dalam beberapa kasus Matius sengaja mengubah teks PL untuk disesuaikan dengan teologinya. Misal, mengubah nubuatan Nabi Mikha (Mat. 2:6) dan Nabi Zakharia (Mat. 21:5). Yang penting kita tahu alasan terjadi perbedaan itu. Lagi pula pada prinsipnya permainan angka itu untuk perbandingan secara kontras. Dalam konteks Kejadian 4:24 tidak ada batas untuk balas dendam Lamekh, tetapi di Perjanjian Baru dialihrupa (๐ต๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ฆ๐ฅ) menjadi tidak ada batas untuk pengampunan murid Yesus. Petrus mengira pengampunan yang diberikan sudah banyak, tetapi pendapat Yesus berbeda: pengampunan itu tanpa batas.
Untuk memberikan gambaran jernih bagi murid-murid-Nya Yesus kemudian menyampaikan perumpamaan. Dalam perumpamaan itu dikisahkan ada tiga salingtindak (๐ช๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ), yakni dua kali salingtindak antara raja dan hambanya dan sekali antara hamba dan sesama hamba yang menyelinginya.
๐ง๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐บ๐ฏ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ (Mat. 18:23-27)
“๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ช๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข-๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. (ay. 23) ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ช๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ณ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ต๐ข๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข. (ay. 24) ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ช ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ข ๐ฅ๐ช๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. (ay. 25) ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ถ๐ซ๐ถ๐ฅ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข: ๐๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ช. (ay. 26) ๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฑ๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. (ay. 27)” (TB II 2023)
Seperti yang pernah saya sampaikan juga bahwa Kerajaan Surga sangat sulit ditakrifkan. Kerajaan Surga hanya dapat dicirikan, yang satu di antaranya lewat perumpamaan. Kata ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ yang mengawali perumpamaan bermaksud menjelaskan alasan murid Yesus harus mengampuni saudaranya tanpa batas.
Mengadakan perhitungan diterjemahkan dari synarai logon, yang berarti memeriksa rekening. Berapa besar 10.000 talenta untuk uang masa kini? 1 talenta setara dengan 6.000 dinar. 1 dinar adalah upah buruh satu hari pada masa Perjanjian Baru. Upah buruh kisaran saat ini adalah Rp190.000 per hari, tergantung daerahnya juga, saya ambil antara Jakarta dan Jawa barat. Apabila 10.000 talenta dirupiahkan, maka 10.000 x 6.000 x 190.000 = Rp11,4 triliun. Jumlah yang fantastis. Jumlah yang khayal atau tak masuk akal untuk masa itu. Bahkan seorang Herodes Agung tidak mampu menghasilkan 900 talenta setahun. Namun, harus diingat, bacalah perumpamaan sebagai perumpamaan. Peribahasa Yahudi memang kerap digunakan untuk mengontraskan yang kecil terhadap yang besar atau sebaliknya. Perumpamaan hendak menyampaikan bahwa utang hamba itu amat sangat besar sampai ia tidak mampu lagi melunasinya.
Menurut kitab Keluaran 22:3b jika seorang pencuri tidak mampu mengembalikan barang yang dicurinya, maka ia harus dijual sebagai ganti rugi. Berapakah harga hamba berutang itu beserta anak istrinya jika dijual? Harga mereka tidak lebih daripada 2.000 dinar. Jika mereka dijual, maka motif tuannya semata-mata balas dendam. Namun, tuan itu berbelaskasihan dengan menghapus seluruh utang hambanya itu sesudah hambanya bersujud kepadanya.
Frase ๐๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ diterjemahkan dari hanya satu kata ๐ด๐ฑ๐ญ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ฉ๐ฆ๐ช๐ด, yang berarti literal perut diaduk-aduk. Dalam tradisi Yahudi perut adalah pusat emosi. Ungkapan itu beberapa kali dikenakan kepada Yesus seperti di Matius 14:14.
๐๐ฎ๐บ๐ฏ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐บ๐ฎ๐ป๐ป๐๐ฎ (Mat. 18:28-30)
“๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ, ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ต๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ๐ฌ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข: ๐๐ข๐บ๐ข๐ณ ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ! (ay. 28) ๐๐ถ๐ซ๐ถ๐ฅ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข: ๐๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ช. (ay. 29) ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ, ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ณ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ช ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. (ay. 30)” (TB II 2023)
Sekarang kita lihat adegan berikutnya. Baru saja hamba yang berutang sebesar Rp11,4 T dihapus utangnya oleh tuannya bertemu dengan temannya, sesama hamba, yang berutang 100 dinar (atau setara dengan Rp19 juta). Jelas utang temannya itu tidak ada apa-apanya ketimbang utangnya sendiri kepada tuannya. Hanya 0,0002%-nya! Namun, hamba itu melupakan penghapusan utangnya yang amat sangat besar dari tuannya. Ia tetap “menelan” temannya tanpa berbelaskasihan.
๐๐๐ธ๐๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ต๐ฎ๐บ๐ฏ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต๐ฎ๐ป (Mat. 18:31-34)
“๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข-๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. (ay. 31) ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ญ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข: ๐๐ข๐ช ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฑ๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. (ay. 32) ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ? (ay. 33) ๐๐ถ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ญ๐จ๐ฐ๐ซ๐ฐ-๐ข๐ญ๐จ๐ฐ๐ซ๐ฐ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. (ay. 34)” (TB II 2023)
Ayat 33 adalah kunci seluruh isi perumpamaan ini. Dari sisi hukum tidak ada yang keliru perbuatan hamba yang jahat itu memenjarakan kawannya yang berutang kepadanya. Akan tetapi secara moral ia tidak patut melakukannya, karena ia baru saja mendapat pemutihan utangnya yang amat sangat besar dari tuannya. Belas kasihan melampaui hukum. Kata Yesus, “๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ.” (Mat. 5:7).
Kata ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช yang diterjemahkan dari kata e๐ญ๐ฆe๐ด๐ข berperan penting dalam Injil Matius. Orang-orang buta (Mat. 20:30), perempuan Kanaan (Mat. 20:30), ayah dari anak yang sakit ayan (Mat. 17:15) sama-sama berseru, “๐๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ...” Juga, kata belas kasihan (๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฐ๐ด) beberapa kali menjadi polemik antara Yesus dan kaum Farisi mengenai orang berdosa. Belas kasihan melampaui kewajiban beragama. Kata Yesus, “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ช ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.” (Mat. 9:13; 12:7). Dari sini kita mendapat satu lagi ciri Kerajaan Surga adalah belas kasihan.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐๐๐ฝ (Mat. 18:35)
“๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ข๐ฑ๐ข-๐๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐จ-๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ.” (TB II 2023)
Dalam satu kesempatan Yesus berbicara tentang ibadah. Dengan mengutip Yesaya 28:13 Ia berkata, “๐๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ฃ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฌ๐ถ.” (Mat. 15:8). Hati di sini terjemahan dari ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฅ๐ช๐ข (jantung). Jantung dicerap sebagai pusat kecerdasan dan kehendak. Ibadah sejati haruslah dengan segenap hati, penuh. Demikian juga halnya pengampunan harus dengan segenap hati. Pengampunan haruslah penuh.
Yesus tidak menghendaki para murid-Nya bermental pecundang yang menelan sesamanya. Ia menghendaki para murid seperti Bapa-Nya yang berbelas kasihan.
(17092023)(TUS)