PENGANTAR
Ini Sabsing, Sabda Singkat tolong buruan save, ini tentang dari alone together menjadi growth to gather
Dua tiga kura-kura, janganlah kita berpura-pura. Udah kayak jarjit ya. Sering gak? kita janjian ngumpul sama circle, tapi terus ghosting. Gak dateng, pura-pura lupa. Cancel culture tipis-tipis, budaya ghosting, budaya gak jadi an atau, .... ya jadi ngumpul, eh .... tapi .... Eh ..... Ternyata, pada asik sendiri sama gawainya atau gadgetnya sendiri-sendiri, alone together, keliatan nya barengan, keluatannya ngumpul, keliatannya bersama tetapi sebetulnya sendiri an, gak ada rasa bersama. Gimana nih Yesus merespon kecenderungan kita ini? Bacaan minggu ini, Matius 18 :15-20 tentang konflik di tengah jemaat, tentang menasihati saudara. Saya bahas ayat epiknya, 18 ayat 20. Kata Yesus, sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaku, disitu aku ada di tengah -tengah mereka. Jujur aja nih, ayat ini kan sering dipakai ngehibur panitia acara kalau yang datang ibadah cuma sedikit kan? Ya gak?
Nah, itu aja. Padahal teks aslinya nih, ini ... nih ... SOP (standar operasional pekerjaan) penyelesaian konflik. Nglawan cancel culture dan alone together. Jadi, Dalam Yudaisme ada konsep epik SEKHINAH, Kehadiran Allah di tengah manusia. Para rabi Yahudi bilang 2 atau 3 orang bahkan ada versi yang mengatakan 10 orang Ngumpul buat belajar Taurat dan keadilan, SEKHINAH hadir. Tapi di ayat matius di sini Yesus sendiri hadir sebagai SEKHINAH. Aku ada di tengah-tengah mereka, bahasa Yunani di tengah-tengah itu MESOS, Ini ruang relasional kehadiran Tuhan itu gak cuma ada di gedung ibadah tapi justru di ruang awkward, antara kita dan teman kita yang berusaha baikan, rekonsiliasi setelah konflik, berusaha sama - sama peduli saudara lain yg lemah atau tersingkirkan, jadi gak cuman piknik. Ini nyambung banget dengan konsep Immanuel, Allah berserta kita maupun Allah yang bersemayam di tengah manusia menurut Injil Yohanes, lebih mind blowing SEKHINAH berelasi dengan konsep RAHAMIM yang diterjemahkan sebagai RAHMAT, jadi ngumpul yang saling menguatkan dan rekonsiliasi dengan saudara itu rahmat, trus bersikap etis untuk peduli pada saudara terlemah dan tersingkir kan, tapi ngumpul yang cuman dolan piknik, bentuk circle, club' atau komunitas tanpa peduli teladan Kristus itu LAKNAT. Kata RAHAMIM berakar dari kata RECHEM, rahim ibu. Kehadiran Yesus di tengah kita itu seperti RECHEM, rahim ibu. Merangkul yang hancur, memberi kesempatan kedua, memulihkan relasi yang rusak, dan memberi nutrisi circle, club' atau komunitas yang sehat, yaitu yang peduli pada yg tersingkirkan dan terlemah, jadi daripada sering piknik, uang bisa dipakai untuk bantu dan peduli sesama, itu rahmat. Dari cancel culture dan alone together, kita menjadi grown to gather. Ngumpul untuk bertumbuh, bertumbuh dalam sikap etis kehidupan meneladan Kristus.
(05092926)(TUS)