PENGANTAR
Gak konsisten ini pemakaian RCL yg digunakan GKJ. Repot .... dah, nggak ngerti atau apa? khotbah jangkep GKJ tgl 27 September 2026, Bacaan 1, Minggu XVII, sesudah Pentakosta, Tahun A di bulan kategese liturgi, menggunakan Yehezkiel 18: 1-4, 25-32, itu menggunakan RCL track 2, yg disebut RCL komplementer/tematik (complementary/typological), padahal bacaan 1, Minggu XIX, sesudah Pentakosta, Tahun A, pada 04 Oktober 2026, di Minggu Perjamuan Kudus Sedunia dan Pembukaan Bulan Keluarga 2026, menggunakan track yang berbeda, yaitu RCL track 1, Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20, yang disebut semi sinambung atau semi continuous. Ini penggunaan track 1 dan 2 secara bersilangan, padahal seharusnya konsisten track 1 ya track 1 kalau track 2 ya track 2. Jadi, ini tidak konsisten, bersilangan antara track 1 dan track 2, pdhl penggunaan RCL harusnya sesuai dan konsisten satu track bukan persilangan, karena itu sudah ditata sistem bacaan sabdanya. Dalam praktik liturgi gerejawi, leksionari berfungsi sebagai pedoman pembacaan Sabda Allah yang disusun secara sistematis sepanjang tahun liturgi. Revised Common Lectionary (RCL) merupakan salah satu leksionari ekumenis yang paling luas dipakai, terutama oleh gereja‑gereja Protestan mainline atau arus utama dan beberapa gereja Katolik dalam bentuk adaptasi. RCL dirancang dengan dua tujuan pastoral yang sekaligus menjelaskan mengapa pada hari tertentu seperti Minggu 04 Oktober 2026 (Tahun A), besok, terdapat dua opsi untuk Bacaan 1 (Yesaya 5:1–7 atau Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20). RCL menyediakan dua “track” atau alur bacaan Perjanjian Lama selama Musim Sesudah Pentakosta (Ordinary Time): (1) track semi‑sinambung (semi‑continuous), yang membaca narasi besar PL secara berurutan (mis. dari Keluaran, Bilangan, Ulangan, dan seterusnya), dan (2) track komplementer/tematik, yang memilih bacaan PL agar selaras secara tematik atau tipologis dengan Injil hari itu. Pada 4 Oktober 2026 (Tahun A), Injilnya adalah Matius 21:33–46 (perumpamaan penggarap kebun anggur); karena itu track komplementer memilih Yesaya 5:1–7 (nyanyian kebun anggur), sedangkan track semi‑sinambung tetap melanjutkan alur Keluaran sehingga menampilkan Keluaran 20 (Sepuluh Perintah). Dengan demikian, adanya “dua bacaan 1” bukanlah kekeliruan, melainkan dua jalur resmi yang sengaja disediakan agar gereja dapat memilih pola yang paling sesuai dengan tujuan pastoral dan liturgisnya, pertanyaan “mengapa RCL ada beberapa macam?” menyentuh realitas bahwa dalam praktik gerejawi terdapat berbagai edisi dan adaptasi RCL (mis. RCL standar, RCL dengan versi Injili tertentu, atau adaptasi sinodal seperti yang dipakai GKJ/GPIB/Katolik, dlsb). Hal ini terjadi karena RCL disusun oleh Consultation on Common Texts yang mewakili banyak denominasi; untuk menampung beragam tradisi, penekanan teologis, dan kebutuhan liturgis, panitia kadang menambahkan opsi/alternatif pada hari tertentu atau menerbitkan versi yang sedikit berbeda. Selain itu, pada musim liturgi khusus (mis. Paskah), bacaan I biasa dari Perjanjian Lama diganti dengan Kisah Para Rasul, sehingga pola “dua track” tidak selalu berlaku dan menambah variasi tampilan bacaan. Dengan memahami latar belakang ini, kita dapat melihat bahwa variasi dalam RCL justru mencerminkan kekayaan tujuan pastoralnya: di satu sisi memberi jemaat paparan sistematis atas narasi Perjanjian Lama, di sisi lain menjaga kesatuan tema antara Perjanjian Lama, Mazmur, dan Injil agar khotbah dan ibadah lebih koheren. Karena itu, dalam penggunaan RCL, yang paling penting adalah memilih satu track secara konsisten selama musim sesudah Pentakosta, sehingga jemaat mendapat manfaat penuh dari pola yang dipilih.
Pada Minggu 04 Oktober 2026 (Minggu XIX/Minggu Biasa ke-27 sesudah Pentakosta, Tahun A), RCL memang menampilkan dua opsi untuk Bacaan 1 (Yesaya 5:1–7 atau Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20) karena pada Musim Sesudah Pentakosta (Ordinary Time) RCL menyediakan dua “track”/alur bacaan Perjanjian Lama yang boleh dipilih gereja. Mengapa ada dua bacaan 1 (Yesaya vs. Keluaran)? Karena RCL merancang dua strategi berbeda untuk bacaan Perjanjian Lama selama Minggu Biasa sesudah Pentakosta:
1. Track semi‑sinambung (semi-continuous)
- Bacaan PL dipilih secara berurutan dari satu kitab selama beberapa minggu, sehingga jemaat “membaca” narasi besar PL (mis. dari Keluaran, lalu ke Bilangan, dsb.).
- Pada 4 Oktober 2026 (Tahun A), track ini menghasilkan Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20 (Sepuluh Perintah) sebagai Bacaan 1.
2. Track komplementer / tematik (complementary/typological)
- Bacaan PL dipilih agar berelasi tematik/tipologis dengan Injil hari itu, sehingga PL “mengantarkan” atau “berbicara kepada” tema Injil.
- Pada hari yang sama, Injil Tahun A adalah Matius 21:33–46 (perumpamaan penggarap kebun anggur). Karena itu track komplementer memilih Yesaya 5:1–7 (nyanyian kebun anggur) yang secara tematik sangat cocok.
Jadi, bukan kesalahan, melainkan dua jalur resmi yang disediakan RCL; gereja biasanya memilih salah satu jalur dan KONSISTEN mengikutinya sepanjang musim sesudah Pentakosta.
Mengapa RCL memiliki “beberapa macam” bacaan/opsi?
Ada beberapa alasan teologis-ekumenis dan liturgis:
- Kebutuhan ekumenis: RCL disusun oleh Consultation on Common Texts yang mewakili banyak denominasi. Untuk menampung berbagai tradisi dan penekanan teologis, panitia kadang menambahkan opsi/alternatif pada hari tertentu.
- Dua tujuan pastoral berbeda:
- Track semi‑sinambung memberi paparan luas atas narasi PL (pendidikan Alkitab sistematis).
- Track komplementer memberi kesatuan tema antara PL–Mazmur–Injil (koherensi khotbah/ibadah).
- Musim liturgi khusus: Pada Paskah, misalnya, bacaan I biasa dari PL diganti dengan Kisah Para Rasul; pada masa raya (Advent, Natal, Prapaskah, dll.) bacaan dipilih khusus sesuai tema musim, sehingga pola “dua track” tidak selalu berlaku.
Mana yang sebaiknya dipakai?
- Jika gereja Anda mengikuti track semi‑sinambung, gunakan Keluaran 20 (dan minggu-minggu berikutnya lanjutkan alur PL yang sama).
- Jika mengikuti track komplementer, gunakan Yesaya 5 agar selaras dengan Injil Matius 21 tentang kebun anggur.
- Yang penting: PILIH SALAH SATU TRACK DAN KONSISTEN selama musim sesudah Pentakosta, supaya jemaat mendapat manfaat dari pola yang dipilih.
Baik, ini contoh dua track/track bacaan Perjanjian Lama (Bacaan 1) RCL untuk Tahun A pada Musim Sesudah Pentakosta (Ordinary Time), disajikan per minggu dalam bentuk daftar. Saya ambil dari sumber resmi RCL (Vanderbilt) dan sumber leksionari yang menjelaskan dua jalur ini.
Track 1: Semi‑sinambung (Semi‑continuous) — “Membaca narasi besar PL”
Pada track ini, Bacaan 1 berjalan berurutan dalam satu kitab selama beberapa minggu, sehingga jemaat mengikuti alur cerita/ajaran PL secara sistematis. Untuk Tahun A sesudah Pentakosta, alurnya terutama dari Keluaran → Bilangan → Ulangan → Yosua → Hakim‑hakim → 1 Samuel, dst. Berikut urutannya (tanggal 2026 disesuaikan dengan Proper/ minggu biasa yang bersesuaian):
- Minggu sesudah Pentakosta 1 (Proper 3, 14 Juni 2026) – Keluaran 19:2–8
- Proper 4 (21 Juni 2026) – Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20
- Proper 5 (28 Juni 2026) – Keluaran 22:21–27
- Proper 6 (5 Juli 2026) – Keluaran 23:1–9
- Proper 7 (12 Juli 2026) – Keluaran 24:12–18
- Proper 8 (19 Juli 2026) – Keluaran 25:1–9
- Proper 9 (26 Juli 2026) – Keluaran 32:1–14
- Proper 10 (2 Agustus 2026) – Keluaran 33:12–23
- Proper 11 (9 Agustus 2026) – Keluaran 34:29–35
- Proper 12 (16 Agustus 2026) – Imamat 19:1–2, 15–18
- Proper 13 (23 Agustus 2026) – Bilangan 11:4–6, 10–16, 24–29
- Proper 14 (30 Agustus 2026) – Bilangan 12:1–16
- Proper 15 (6 September 2026) – Bilangan 13:1–2, 25–14:1, 26–29, 34–35
- Proper 16 (13 September 2026) – Bilangan 16:1–35
- Proper 17 (20 September 2026) – Bilangan 20:1–13
- Proper 18 (27 September 2026) – Bilangan 21:4–9
- Proper 19 / Proper 20 (4 Oktober 2026) – Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20 (pada beberapa penyajian RCL, minggu ini tetap dibaca Keluaran 20 sebagai bagian dari alur semi‑sinambung; inilah sebabnya Anda melihat Keluaran muncul lagi di sini dalam track ini).
- Proper 21 (11 Oktober 2026) – Keluaran 17:1–7
- Proper 22 (18 Oktober 2026) – Keluaran 20:1–4, 7–9, 12–20 (ulang, tergantung edisi; beberapa leksionari menggantinya dengan bacaan dari Ulangan atau kitab berikutnya agar tetap sinambung)
- Proper 23 (25 Oktober 2026) – Ulangan 6:1–9
- Proper 24 (1 November 2026) – Ulangan 10:12–22
- Proper 25 (8 November 2026) – Ulangan 34:1–12
- Proper 26 (15 November 2026) – Yosua 1:1–9
- Proper 27 (22 November 2026) – Yosua 3:7–17
- Proper 28 (29 November 2026) – Yosua 4:1–7
- Proper 29 (6 Desember 2026) – Hakim‑hakim 2:6–19
- Proper 30 (13 Desember 2026) – 1 Samuel 1:1–20
- Proper 31 (20 Desember 2026) – 1 Samuel 2:1–10
Catatan: Tanggal Proper dapat bergeser sedikit tergantung tahun liturgi dan penentuan “Minggu sesudah Pentakosta” di gereja tertentu; prinsipnya adalah urutan kitab yang menjadi ciri track ini.
Track 2: Komplementer/Tipologis — “Bacaan PL yang selaras dengan Injil”
Pada track ini, Bacaan 1 dipilih agar tema / tipologinya cocok dengan Injil hari itu. Karena Injil Tahun A sesudah Pentakosta terutama dari Matius, maka PL sering diambil dari kitab‑kitab yang secara tematik “berbicara” kepada perumpamaan atau peristiwa dalam Matius. Berikut urutannya (dengan fokus pada minggu‑minggu sekitar 4 Oktober 2026 dan sekitarnya):
- Proper 3 (14 Juni 2026) – Hosea 6:1–6 (tema pertobatan, selaras dengan Matius 9)
- Proper 4 (21 Juni 2026) – Yesaya 66:18–24 (penghimpunan segala bangsa, selaras dengan Matius 8)
- Proper 5 (28 Juni 2026) – Yeremia 28:5–9 (nabi palsu vs benar, selaras dengan Matius 10)
- Proper 6 (5 Juli 2026) – Yeremia 23:1–6 (gembala yang baik, selaras dengan Matius 11)
- Proper 7 (12 Juli 2026) – Yehezkiel 34:1–10 (gembala yang jahat, selaras dengan Matius 11–12)
- Proper 8 (19 Juli 2026) – Zakharia 9:9–12 (raja rendah hati, selaras dengan Matius 11)
- Proper 9 (26 Juli 2026) – Yoel 2:28–32 (Roh dicurahkan, selaras dengan Matius 13)
- Proper 10 (2 Agustus 2026) – Yesaya 55:1–5 (undangan rahmat, selaras dengan Matius 14)
- Proper 11 (9 Agustus 2026) – Yesaya 56:1, 6–8 (rumah doa bagi segala bangsa, selaras dengan Matius 15)
- Proper 12 (16 Agustus 2026) – Yesaya 56:1, 6–8 (lanjutan tema inklusivitas, selaras dengan Matius 15)
- Proper 13 (23 Agustus 2026) – Yeremia 1:4–10 (panggilan nabi, selaras dengan Matius 16)
- Proper 14 (30 Agustus 2026) – Yeremia 15:15–21 (penderitaan nabi, selaras dengan Matius 16)
- Proper 15 (6 September 2026) – Yeremia 18:1–11 (tukang periuk, selaras dengan Matius 18)
- Proper 16 (13 September 2026) – Yeremia 20:7–13 (pengaduan nabi, selaras dengan Matius 18)
- Proper 17 (20 September 2026) – Yeremia 31:31–34 (perjanjian baru, selaras dengan Matius 21)
- Proper 18 (27 September 2026) – Yehezkiel 18:1–4, 25–32 (tanggung jawab pribadi, selaras dengan Matius 21)
- Proper 19 / Proper 20 (4 Oktober 2026) – Yesaya 5:1–7 (nyanyian kebun anggur; sangat selaras dengan Matius 21:33–46 tentang penggarap kebun anggur).
- Proper 21 (11 Oktober 2026) – Yehezkiel 33:1–9 (tugas penjaga, selaras dengan Matius 22)
- Proper 22 (18 Oktober 2026) – Maleakhi 1:1–5 (kasih Allah kepada Israel, selaras dengan Matius 22)
- Proper 23 (25 Oktober 2026) – Maleakhi 2:1–9 (tugas imam, selaras dengan Matius 23)
- Proper 24 (1 November 2026) – Mikha 3:5–12 (nabi upahan, selaras dengan Matius 23)
- Proper 25 (8 November 2026) – Zefanya 3:14–20 (sukacita Yerusalem, selaras dengan Matius 24)
- Proper 26 (15 November 2026) – Hagai 1:1–11 (membangun rumah Tuhan, selaras dengan Matius 24)
- Proper 27 (22 November 2026) – Zakharia 9:9–12 (raja masuk Yerusalem, selaras dengan Matius 21/25)
- Proper 28 (29 November 2026) – Daniel 7:1–8, 13–14 (Anak Manusia, selaras dengan Matius 25)
- Proper 29 (6 Desember 2026) – Daniel 12:1–3 (kebangkitan, selaras dengan Matius 25)
- Proper 30 (13 Desember 2026) – Yesaya 40:1–11 (penghiburan, selaras dengan Matius 26)
- Proper 31 (20 Desember 2026) – Yesaya 52:7–10 (kabar baik, selaras dengan Matius 26)
Urutan di atas adalah pola tematik; pada beberapa minggu bisa ada variasi kecil tergantung edisi RCL yang dipakai gereja Anda.
Cara memakai kedua track ini dalam praktik
- Pilih satu track (semi‑sinambung atau komplementer) untuk seluruh musim sesudah Pentakosta, agar jemaat tidak bingung dan mendapat manfaat dari pola yang konsisten.
- Jika tujuan Anda adalah pengajaran narasi PL secara sistematis, pilih track 1 (semi‑sinambung).
- Jika tujuan Anda adalah menyatukan tema khotbah PL–Injil (terutama penting untuk khotbah ekspositori yang kuat secara tipologis), pilih track 2 (komplementer).
(02102026)(TUS)