Rabu, 14 Oktober 2026

Sudut Pandang Ekklesia Domestica, Roh-Roh Jahat di Udara

Sudut Pandang Ekklesia Domestica, Roh-Roh Jahat di Udara

PENGANTAR 
Efesus 6:12 (TB) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Ayat ini diletakan setelah Paulus bicara tentang keluarga, Ekklesia Domestica, Gereja Keluarga, Ayat 12 mempertegas Rasul Paulus mengakui akan terjadinya perang batin tsb, perang rohani, perang antara sisi sekehendak Allah dan melawan kehendak Allah, maka ayat 11, 13-20 adalah cara yang harus jemaat Efesus lakukan dalam peperangan rohani tsb, perlengkapan senjata rohani. Perang batin itu, perang rohani itu, juga terjadi dalam kehidupan berkeluarga, dalam menegakan ekklesia domestica, diperlukan persenjataan dan perlengkapan rohani dalam hidup keluarga. Pada bagian akhir bab 6 surat efesus. Menurut Paulus atas suratnya pada jemaat di efesus, akan selalu ada perang batin, perang rohani ketika akan bersekehendak dengan Allah dalam kehidupan berkeluarga, akan ada perlawanan dari keinginan melawan Allah dalam menerapkan identitas Kristus dalam ekklesia domestica, gereja keluarga. Sebetulnya, Paulus ini sedang menafsir ulang YUDAISME HELENISTIK, filosofi yang marak pada zaman itu, perpaduan filosofi Yahudi dan filosofi Yunani, Paulus menafsirkan ulang hal tsb dengan memberi YUDAISME HELENISTIK dengan identitas Kristus, jemaat efesus yg terhimpit ajaran lain, bukannya Paulus menyuruh jemaat efesus menentang atau melawan ajaran lain tsb, tetapi malah Paulus menafsir ulang YUDAISME HELENISTIK dg identitas Kristus, ini semacam INKULTURISASI dalam pemahaman teologi masa kini. Paling tidak, ada tiga bagian Yudaisme Helenistik, filosofi hubungan suami dan istri, hubungan orang tua dan anak, dan hubungan tuan dan hamba, adapula filosofi tentang pemuka agama dan filosofi tentang pemerintahan, pemahaman Yudaisme Helenistik, bahwa akan selalu ada kuasa jahat yg melawan atau berseberangan dg dewa atau Allah, itu ada di kegelapan, ada di manusia, ada di pemerintahan, dan kuasa itu ada di tempat tinggi atau di langit serta memiliki hierarki, susunan pemerintahan, ini semua ditafsir ulang oleh Rasul Paulus. Ibaratkan macan hitam simbol melawan kehendak Allah di dalam batin kita, dan macan putih menurut kehendak Allah di dalam batin kita, maka yang kuat adalah yg sering di beri makan, berilah makan macan putih dengan selalu hidup bergumul dengan firman Tuhan dan doa, mengikuti jalan terjal meneladan Kristus, menghidupkan selalu kenangan akan keteladanan Kristus.
PEMAHAMAN
Menengoklah ke kiri dan ke kanan. Apa yang tampak?
Rupa-rupa. Ada banyak yang kelihatan. Tetapi sebetulnya
ada pula yang tidak tampak. Itulah roh-roh halus. Demikian
keyakinan orang. Sulit dibuktikan bahwa keyakinan itu betul, namun juga sulit dibuktikan bahwa keyakinan itu salah. Rasul Paulus tidak menyangkal keyakinan itu. Ia mengakui keberadaan roh-roh halus di sekitar kita. la menyebut roh-roh itu dengan beberapa macam sebutan: "roh-roh jahat di udara" (Ef. 6:12), "penguasa kerajaan angkasa" (Ef. 2:2), "kuasa-kuasa" (Rm. 8:39), "penguasa dunia" (1 Kor. 2:8), "'segala permerintahan, kekuasaan dan kekuatan" (1 Kor. 15:24-26), "pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa" (Kol 2:15) dan beberapa sebutan umum lainnya. Apa atau siapa roh-roh itu? Jahatkah mereka? Apa sikap kita? Percayakah kita pada roh-roh itu? Apa yang harus kita perbuat? Baiklah kita lihat beberapa tulisan Paulus.
Pertama, pada ayat-ayat yang tadi dikutip jelaslah bahwa Paulus tidak meenyangkal keberadaan roh-roh itu. la ti-
dak meremehkan kekuatan roh-roh itu. Kedua, dalam sebuah tulisannya Paulus yakin bahwa
pada dasarnya roh-roh itu tidak bersifat jahat, melainkan
netral. Ia menulis, "... di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang
kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol. 1:16-17). Menurut ayat ini roh-roh itu juga merupakan ciptaan Tuhan. Roh-roh itu merupakan semacam bagian dari struktur antara keberadaan Tuhan dan keberadaan manusia. Struktur itu sendiri tidak jahat, meskipun dalam prakteknya nanti bisa jadi jahat. Ketiga, Paulus menulis bahwa "selama kita belum akil balig" (Gal. 4:3), kita takluk kepada roh-roh itu dan berada "di bawah perwalian dan pengawasan" (ay. 2) roh-roh itu
yang berperan sebagai "allah-allah" (ay. 8). Kristus datang
untuk membebaskan kita dari kuasa roh-roh itu (lih. ay. 6-7).
Keempat, Paulus mengingatkan bahwa roh-roh itu bisa
masuk ke dalam sosok manusia. Kuasa roh jahat menjelma menjadi kuasa manusia jahat, ya ..... manusia yang memilih tidak sekehendak dengan Allah, itu ya Roh Jahat itu sendiri, termasuk pemuka agama ataupun pejabat pemerintahan yang tidak seturut kehendak Allah ya itu Roh Jahat itu sendiri. Paulus menyebut penyaliban Yesus sebagai contoh. Tulisnya, "Tidak ada dari penguasa
dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka
mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mừlia" (1 Kor. 2:8). Paulus juga menulis bahwa di belakang kuasaan lembaga agama dan moral bahkan pemerintahan bisa terdapat kuasa jahat. Sebagai contoh Paulus menyebut kuasa yang mewajibkan orang untuk mengharamkan makanan atau minuman tertentu (baca Kol. 2, perhatikan ay. 8, 15, 16, 20). Kelima, Paulus yakin bahwa meskipun roh-roh itu mempunyai kuasa, namun kekuasaan tertinggi ada pada Kristus. Kebangkitan Kristus merupakan lambang perbuatan "melucuti" roh-roh itu (Gal. 2:15). Roh-roh itu tidak mampu "..memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus
Yesus ..." (Rm. 8:38-39). Menurut konsep Rasul Paulus, tentunya dalam menafsir ulang YUDAISME HELENISTIK zaman itu, roh-roh jahat itu memang
ada. Mereka tidak tampak namun mereka bisa juga tampak di dalam diri manusia atau di dalam lembaga, yang mengambil tindakan tidak seturut Kristus. Mereka mem-
punyai kuasa yang besar. Namun, kuasa Kristus ada di atas segala kuasa mereka.
Kristus sendiri menegaskan kuasa-Nya atas kuasa-kuasa
tersebut. la bersabda, "Kepada-Ku telah diberikan segala
kuasa di sorga dan di bumi ..." (Mat. 28:18). Jadi, persoalannya bukanlah apa kita percaya atau tidak tentang roh-roh itu, melainkan apa kita percaya atau tidak kepada Kristus. Bahkan kepada Kristus kita bukan hanya percaya melainkan mempercayakan diri. Apa artinya?
Mempercayakan diri kepada Kristus berarti bahwa kita tidak usah berurusan dengan roh-roh itu (ibadah adalah perlawanan atas kuasa Roh-Roh Jahat itu didalam batin kita). Kita tidak usah berbaikan dengan roh-roh jahat itu. Pokoknya kita tidak usah ada urusan apa-apa dengan mereka, dalam artian mengabaikan godaan untuk tidak sekehendak Kristus. Kita hanya berurusan dengan Kristus yang kuasa-Nya ada di tempat paling tinggi, jauh
lebih tinggi daripada kuasa-kuasa roh-roh jahat itu. Kepada
Kristuslah kita percaya dan mempercayakan diri. Dari
Kristuslah kita minta perlindungan.
Nah, sekarang menengoklah lagi ke kanan dan ke kiri.
Apakah roh-roh jahat itu tampak? Tentu saja tidak! Mana ada roh yang tampak. Tetapi di sekitar kita ada banyak roh, ya ..... di batin kita. Roh-roh itu masih halus. Mereka tidak kelihatan. Mungkin mereka sama sekali tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah justru roh-roh yang telah masuk ke dalam diri seseorang, bahkan barangkali juga telah masuk ke dalam diri kita sendiri. Roh itu menjadi jahat ketika dorongannya kita iya kan untuk tidak sekehendak dengan Kristus, roh-roh itu menjadi jahat karena kita. Itulah yang justru menakutkan.
(15102026)(TUS)











Sudut Pandang menulis novel untuk sebuah negeri

Sudut Pandang menulis novel untuk sebuah negeri PENGANTAR Pada dasarnya, awal menulis, saya menulis novel, cerita pendek, dan na...