PENGANTAR
Kenapa penulis Injil Matius, menempatkan perkara hukum kasih berjejer dg perkara anak Daud? dan setelah itu, berhentilah mereka mengganggu Yesus. Karena setelah Yesus menghajar mereka dg hukum kasih yg lebih manusiawi dg menggabungan apa yg ada di ulangan dan Imamat, arti seharusnya lah memahami taurat seperti itu, maka pukulan straight terakhir ataupun itu hook, adalah menafsir ulang istilah anak Daud. Ini Sabsing, Sabda Singkat, bagian dari Sudut Pandang, segera save.
Bagi oknum penguasa, Umaroh apalagi pemuka agama, ulama, mengucap nama "Tuhan" itu gimmick dan branding biar kelihatan agamis. Bagi rakyat jelata, itu praying, doa, tangisan, teriakan putus asa. Coba kita bahas ya. Bacaan minggu ini, Matius 22:34-46. Ringkasnya, orang farisi ngetes Yesus, nanya, "Perintah Tuhan mana yang paling penting?" Secara dalam tradisi Yudaisme itu ada 613 perintah, disebut Taryag Mitzvot. Ini pertanyaan jebakan, mau sejauh apapun jawaban itu pasti ada yang bisa diprotes Tapi Yesus dengan cerdik menjawab Kasihi Tuhan sepenuh hati, kasih sesama seperti dirimu sendiri Sisanya penjabaran Yesus malah balik nanya Mesias itu anak siapa? Mereka pede, anak Daud Yesus jawab, oke ....Dia merujuk Masmur 110 ayat 1 Kenapa disitu disebut Daud sendiri memanggil anaknya Tuhanku? Sejak kapan Bapak manggil anaknya, Pak? Hening total dan sejak hari itu Gak ada yang berani nanya apa-apa lagi ke Yesus. Tapi saya fokus dari bacaan ini satu perasa yaitu Anak Daud ayat 42. Di zaman Yesus, ini bukan panggilan biasa Ini julukan Mesias. Di Injil Matius, versi Farisi, pemuka agama pada zaman itu, anak Daud adalah mesias yg mereka agungkan, sekedar sebutan, yg digaungkan sebagai penyelamat Israel, tapi "anak Daud" bagi Yesus lain. Siapa yang suka teriak-teriak anak Daud? Bukan pejabat, bukan pemimpin agama, bukan Umaroh bukan ulama. Bukan influencer, Yang suka teriak-teriak tapi kaum marginal, kaum lemah dan tetsingkirkan pada zamannya, teriakannya kayak gini : "kasihanilah kami, hai anak Daud" kita cek checklistnya Matius 9, ada 2 orang buta, Matius 12, orang banyak, Amha Arets, yang mengharapkan mukjizat karena gak ada BPJS, Matius 15, perempuan kanaan yang anaknya kerasukan mereka, itu double minoritas udah perempuan orang asing lagi, Matius 20, 2 orang buta di Jericho, Matius 21, orang banyak yang capek di Jajah Romawi teriak "anak daud" barengan dengan hosana, jadi hosana itu aslinya seruan minta tolong ya, bukan puji-pujian yang super pede ....... Wk ...... Wk ...... Nyanyi hosana kok senyam senyum ..... Wk ..... Wk nah teriakan anak daud di masa kini apa? hari ini apa? : itu seruan orang-orang yang sesak nafas, karhutlah, orang yang susah cari kerja, orang yang tanah adatnya diinjak-injak oligarki, korban bencana, orang yg bingung besok bisa makan tidak? dan semua yang menderita di bawah rezim. lni beda banget buat orang farisi (pemuka agama) dan oknum penguasa "Anak Daud" bagi mereka itu gimmick dan branding agama. Bagi rakyat jelata itu praying, doa, jeritan minta tolong, meminta Tuhan dan kita semua ya, untuk menegakkan keadilan. So, kita bantu mereka yang sedang menjerit "anak daud". Jadi, Yesus mo mengkritisi, itu kaum Umaroh atau pejabat pemerintah dan pemuka agama atau ulama, tentang ketidak adilan yg mereka buat, tebang pilih, tidak peduli pada yg lemah dan tersingkirkan, hukum kasihmu hanya berlaku dalam lingkup komunitasmu, circlemu, clubmu, dlsb ..... kamu tebang pilih, kamu menciptakan sekat perbedaan, hukum kasih seharusnya berlaku untuk semua orang, setara, kemudian Yesus, menutupnya seharusnya kalian peduli dan perhatian pada "anak Daud", orang-orang di sekelilingmu yg membutuhkan pertolongan, yg tersingkir, dan yang lemah. Sekarang, dari bejibun progam gereja, adakah progam rutin fokus pada orang miskin di gereja? Bagian yg terlemah dari gereja? atau kita cuman numpang tenar serta pencitraan dari semua karya yg kita lakukan di gereja, kita tutup telinga dan mata pada teriakan "anak Daud".
(25102027)(TUS)