Minggu, 23 Agustus 2026

Sudut Pandang Injil Matius 16:21-28 yang didahului dengan Yeremia 15:15-21 dan Roma 12:9-21, BUKAN UNTUK AKU LAGI


Sudut Pandang Injil Matius 16:21-28 yang didahului dengan Yeremia 15:15-21 dan Roma 12:9-21, BUKAN UNTUK AKU LAGI

PENGANTAR
Alkisah seekor burung gagak sedang membawa sekerat daging dengan paruhnya, lalu hinggap di dahan pohon tinggi dan besar. Seekor serigala mengintainya dan menginginkan daging itu. Kata serigala kepada gagak, “๐˜ž๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Ž๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜š๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ.” Mendengar pujian itu burung gagak membuka mulutnya untuk bersuara guna memamerkan kepada serigala. Daging di mulutnya lepas dan jatuh di depan serigala dan ia langsung melahapnya. Hari ini adalah Minggu keempatbelas sesudah Pentakosta. Bacaan secara ekumenis diambil dari Injil Matius 16:21-28 yang didahului dengan Yeremia 15:15-21, Mazmur 26:1-8, dan Roma 12:9-21.
PEMAHAMAN
TAFSIR YEREMIA 15:15-21 - "NABI YANG DITOLAK TAPI DIPERTAHANKAN ALLAH"*

“Ya TUHAN, Engkau mengetahui; ingatlah aku dan perhatikanlah aku...” (Yer 15:15)

Yeremia ada di era Yehuda menjelang pembuangan Babel 587 SM. Dia dipanggil jadi "nabi ratapan". Pasal 15 ini adalah "Pengaduan Nabi" ke-4 dari 5 pengaduan Yeremia.  Ciri khas: Campuran keluh kesah + peneguhan Allah. Ini bentuk sastra lament + oracle of salvation. Ay. 15-16: Pengaduan , Yeremia merasa dihakimi karena membela Allah. “Aku menjadi tertawaan sepanjang hari” ay.10. Ini paralel dengan Yesus di Mat 16:21 yang akan "ditolak tua-tua". Kata dabar "firman-Mu" ay.16 = dalam Ibrani artinya bukan sekadar kata, tapi peristiwa Allah yang menghidupkan. Yeremia "menelan" Firman. Ay. 17-18: Krisis Panggilan, “Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan?” Ini teologi Deus absconditus, Allah yang tersembunyi. Banyak penafsir lihat ini sebagai gugatan terhadap teologi retribusi: orang benar harusnya diberkati. Ay. 19-21: Jawaban Allah. Strukturnya kiasan logam: “Jika engkau kembali... engkau akan menjadi seperti mulut-Ku”. Allah tidak janji hilangkan penderitaan, tapi janji kehadiran dan perlindungan. “Aku akan meluputkan engkau dari tangan orang jahat”. Ini bukan janji bebas masalah, tapi janji penyertaan.Tafsir Historis: Yeremia model nabi yang menderita demi umat. Tafsir Kanonik: Yeremia adalah tipe Kristus. Ditolak bangsanya sendiri demi Firman. Tafsir Pembebasan: Allah berpihak pada nabi yang bicara kebenaran kepada kuasa.

TAFSIR ROMA 12:9-21 - "ETIKA KOMUNITAS YANG DISALIBKAN"

*Teks:* _“Janganlah kamu serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah...”_ (Rm 12:2, konteks)

#### *1. Konteks Historis-Kritis*
Paulus menulis ke jemaat Roma 57 M. Jemaat campuran Yahudi + goyim, sedang ditekan. Pasal 12-16 = bagian "paranesis" / etika praktis setelah doktrin pasal 1-11. 
Gaya bahasa: Deretan imperatif tanpa kata sambung. Ini gaya "kode etik" komunitas.

#### *2. Analisis Ayat per Ayat*
*Ay. 9-13: Etika Internal Jemaat*  
_Kasih tanpa kemunafikan, bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan_. Kata _proskarterountes_ "bertekun" ay.12 dipakai untuk doa. Ini etika orang yang sedang menunggu kedatangan Kristus.

*Ay. 14-16: Etika terhadap Penindas*  
_“Berkatilah siapa yang menganiaya kamu”_. Ini kutipan langsung dari ajaran Yesus di Khotbah di Bukit Mat 5:44. Paulus sedang menerapkan Mat 16:24.

*Ay. 17-21: Etika Publik*  
Puncaknya ay.21: _“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.”_  
Ini kutipan Ams 25:21-22. Konsep _nikao_ "mengalahkan" bukan dengan kekerasan, tapi dengan _kenosis_ - pengosongan diri seperti Kristus Flp 2:7.

#### *3. Sudut Pandang Tafsir*
1.  *Tafsir Sosial*: Ini "kontra-budaya" Kekaisaran Roma. Kaisar dituntut balas dendam. Jemaat dituntut mengampuni.
2.  *Tafsir Teologis*: Dasar etika ini adalah pasal 6: _“Kita telah mati dan bangkit bersama Kristus”_. Etika muncul dari identitas baru.
3.  *Tafsir Feminist*: Ay.15 _“menangis dengan orang menangis”_ memulihkan emosi sebagai bagian iman, bukan kelemahan.

### *III. BENANG MERAH: KAITAN KETIGA BACAAN MENUJU MAT. 16:21-28*

Ketiga bacaan ini membentuk 1 poros teologis:
**Yeremia 15** **Roma 12** **Matius 16**
**Nabi Ditolak** karena Firman **Jemaat Dianiaya** tapi memberkati **Guru Disalib** tapi bangkit
*“Aku menjadi bahan ejekan”* *“Diberkatilah penganiaya”* *“Anak Manusia harus menderita”*
Allah janji: *“Aku menyertai”* Paulus ajar: *“Kalahkan dengan baik”* Yesus syarat: *“Pikul salib”*
#### *Analisis Sintesis:*

1.  *Teologi Salib*  
    Yeremia mengeluh karena jalannya berat. Paulus jawab: kalahkan dengan kebaikan. Yesus selesaikan: Aku sendiri yang menempuh jalan salib dulu. Jadi 3 bacaan ini progresi: _Keluhan → Perintah → Teladan_. Tanpa Mat 16, Yeremia & Roma hanya jadi moralisme.

2.  *Konsep "Menyangkal Diri"*  
    Yeremia harus "kembali" ay.19 = menyangkal egonya yang mau berhenti jadi nabi.  
    Roma 12:1 _“persembahkan tubuhmu sebagai persembahan hidup”_ = menyangkal hak atas diri sendiri.  
    Mat 16:24 _“menyangkal diri, pikul salib”_ = puncaknya. Ini bukan penyangkalan diri psikologis, tapi _kristologis_. "Hidupku bukan aku lagi" Gal 2:20.

3.  *Motivasi Apokaliptik*  
    Yeremia dikuatkan karena Allah hakim. Roma 12:19 _“Pembalasan itu hak-Ku”_. Mat 16:27 _“Anak Manusia akan datang membalas”_. Semua menolak balas dendam sekarang karena percaya pengadilan Allah nanti.

#### *4. Kritik Akademis*
1.  *Kritik Redaksi*: Matius sengaja menaruh Mat 16:21 setelah Pengakuan Petrus 16:16 untuk menunjukkan: kemuliaan dan salib tidak bisa dipisah.
2.  *Kritik Pembaca*: Pembaca modern sering salah paham "pikul salib" = sakit penyakit. Padahal konteksnya kemartiran dan penolakan sosial karena iman, seperti Yeremia dan jemaat Roma.
3.  *Kritik Postkolonial*: Roma 12:21 adalah perlawanan non-kekerasan terhadap kekuasaan. Sama seperti Yeremia melawan Babel, Yesus melawan sistem Agama + Politik.

### *IV. APLIKASI KHOTBAH*

Judul: *"DARI GAGAK YANG JATUH KE MURID YANG BANGKIT"*

Cerita gagak di awal: dia jatuh karena cari pujian.  
Petrus juga hampir jatuh karena mau "menyelamatkan" Yesus dari salib.  
Yeremia mau jatuh karena capek. Jemaat Roma mau jatuh karena mau balas dendam.

Jawabannya sama: *Hidupku bukan aku lagi.* 
1.  *Seperti Yeremia*: Setia meski ditertawakan
2.  *Seperti Roma 12*: Mengasihi meski disakiti  
3.  *Seperti Kristus*: Pikul salib karena ada kebangkitan hari tersalib




Bacaan Injil hari ini, Matius 16:21-28, merupakan kelanjutan bacaan Injil Minggu lalu Matius 16:13-20 ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด. LAI memberi judul perikop Matius 16:21-28 ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด (๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต-๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜‹๐˜ช๐˜ข). Tanda dalam kurung sengaja saya berikan untuk irama, karena ada ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด (Mat. 17:22) dan ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด (Mat. 20:17-20).

Pengulasan bacaan Injil Minggu ini dapat dibagi ke dalam empat bagian:
▶️ Matius 16:21 Pemberitahuan pertama Yesus
▶️ Matius 16:22-23 Reaksi Petrus dan teguran Yesus
▶️ Matius 16:24 Syarat menjadi pengikut Yesus
▶️ Matius 16:25-27 Motivasi dari Yesus

๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ (Mat. 16:21)

Sejak itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Mat. 16:21, TB II 2023)

Dari sisi naratif frase ๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช (๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฆ̄๐˜ณ๐˜น๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜๐˜ฆ̄๐˜ด๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด) dalam Injil Matius merupakan pembukaan tahap baru untuk kisah besar. Dalam perikop bacaan Minggu ini frase itu merujuk tahap kedua yang lebih menegangkan. Tahap pertama ada di Matius 4:17. Penderitaan dan kematian Yesus bukanlah nasib, melainkan keharusan yang diterima Yesus dari Allah untuk menuju kemuliaan.

Tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat merupakan tiga kelompok yang terwakilkan dalam Mahkamah Agama Yahudi. Tua-tua di sini adalah tokoh-tokoh masyarakat. Injil Matius tidak menyebut orang-orang Farisi, karena tampaknya penulis Injil Matius begitu dendam kepada ketiga kelompok itu sebagai yang paling bertanggungjawab atas kematian Yesus terutama tua-tua dan imam-imam kepala (lih. Mat. 27:20-26).

Pengarang Injil Matius menulis ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข mengoreksi ketidaktelitian pengarang Injil Markus yang menulis ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช yang tak selaras dengan pengakuan iman jemaat perdana (bdk. 1Kor. 15:4). Kesalahan Markus ini juga disumpalkan ke mulut imam-imam kepala (lih. Mat. 27:62-63). Tak usah kaget bahwa Matius mengoreksi. Di awal Injil Matius malah mengoreksi nubuat Nabi Mikha: “๐˜›๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜Œ๐˜ง๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, ๐™๐™–๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ ๐™š๐™˜๐™ž๐™ก ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎ-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข” (Mik. 5:1) dikoreksi menjadi “๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข, ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ช ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ก๐™ž-๐™ ๐™–๐™ก๐™ž ๐™—๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ๐™ก๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ ๐™š๐™˜๐™ž๐™ก ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข” (Mat. 2:6).

Apabila kita membaca pemberitahuan pertama, kedua, dan ketiga tentang penderitaan Yesus selalu ada berita kebangkitan. Bukan penderitaan saja, melainkan salib dan kebangkitan, kematian dan kehidupan.

๐—ฅ๐—ฒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ด๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ (Mat. 16:22-23)

Petrus menarik Yesus ke samping dan mulai menegur Dia, “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ! ๐˜๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ.” Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, “๐˜Œ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด! ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข.” (TB II 2023)

Pemberitahuan tentang penderitaan Yesus itu rupanya tak mau diterima oleh Petrus bahkan ia hendak ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช Gurunya. Yang menarik adalah reaksi Yesus terhadap teguran Petrus. Bacaan Injil Minggu lalu kita melihat Yesus memuji Simon Petrus dan menjulukinya batu karang atau cadas, metafora perintis gereja yang kokoh, rasul nomor 1. Rupanya Petrus tak kuat menerima pujian seperti burung gagak di awal ๐˜›๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ini. Sekarang Petrus disamakan dengan iblis yang menggoda Yesus dalam episode ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ (Mat. 4:1-11). Nilai Petrus turun dahsyat, dari batu karang menjadi batu sandungan, dari pemegang kunci Kerajaan Surga menjadi iblis.

Ucapan Petrus “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ!” diterjemahkan dari ๐˜๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฐ̄๐˜ด ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ช ๐˜’๐˜บ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฆ yang berarti literal “๐˜ˆ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜จ๐˜ข, ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ!”. Selanjutnya ucapan Petrus, “๐˜๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ” sangat mirip dengan ucapan iblis yang menggoda Yesus untuk menjatuhkan diri dari atas atap Bait Allah dan malaikat-malaikat Allah akan menatang Yesus agar tidak terantuk batu (Mat. 4:5-6). Itulah sebabnya Yesus menghardik Petrus, “๐˜Œ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด!”

Istilah batu sandungan (๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฌ) diterjemahkan dari ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ (kata benda) yang berarti literal penyesatan. Kata kerjanya adalah ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ป๐˜ฆ๐˜ช yang berarti menyesatkan. Tidaklah keliru apabila kita mendengar kata Indonesia skandal selalu bermuatan negatif atau buruk. Ucapan Petrus itu menyesatkan, karena menghalangi perjalanan Yesus ke Yerusalem.

๐—ฆ๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜ ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ (Mat. 16:24)

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ.” (TB II 2023)

Ayat 24 menyebut syarat menjadi pengikut Yesus adalah menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut-Nya. Syarat ini fundamental atau dasariah.

Apa itu menyangkal diri? Cobalah lihat penjelasan dari khotbah atau tulisan renungan Kristen. Sangat bolehjadi anda menemukan penjelasan ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ต tak karuan. Padahal sederhana sekali penjelasannya. Menyangkal diri adalah tidak mengakui perbuatan yang dilakukannya. Dalam hal syarat menjadi pengikut Yesus menyangkal diri (๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฆ̄๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฐ̄) berarti tidak mengakui perbuatan yang dilakukannya, tetapi menyatakan itu adalah perbuatan Yesus. Saya berbuat baik itu bukan saya, melainkan karena Yesus yang melakukannya. Di Sekolah Minggu kita tentunya sudah hafal lirik nyanyian ๐˜๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ถ. Itu nyanyian penyangkalan diri.

Sesudah menyangkal diri, syarat lebih berat menyusul: memikul salib. Salib siapa? Salib kita sendiri. Sudah tak boleh mengakui perbuatan baik yang kita lakukan, ๐˜ฆ๐˜ฉ ditambah memikul salib. Berat? Memang! Menjadi pengikut Yesus memang berat. Kita dapat saja tidak mendapat promosi jabatan, tidak mendapat bangku sekolah negeri, karena menjadi pengikut Yesus. Bahkan secara ekstrem kita dapat kehilangan nyawa. Di Matius 10:38 sudah dijelaskan bahwa orang yang tidak mau memikul salibnya tidak layak menjadi pengikut Yesus.

Sesudah menyangkal diri dan memikul salib, syarat terberat harus dipenuhi: mengikut Dia. Mengapa terberat? Mengikut Dia berarti berjalan di belakang Yesus. Sudah menyangkal diri dan memikul salib, ๐˜ฆ๐˜ฉ tidak boleh berjalan di depan Yesus. Ibarat jatuh tertimpa tangga. Pernahkah anda mengangkat dua ember air atau dua beban bawaan di tangan kanan dan kiri? Saya sering. Saya akan berjalan lebih cepat agar lebih cepat sampai, karena saya ingin beban di tangan saya segera dilepaskan. Mengikut Yesus tidak begitu. Meskipun beban berat, tetap saja kita harus mengikuti kecepatan Yesus berjalan. Tidak boleh lebih cepat.

๐— ๐—ผ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ (Mat. 16:25-27)

“๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข; ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. (ay. 25)
๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? (ay 26)
๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข; ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. (ay. 27)” (TB II 2023)

Sesudah mengajukan syarat dasariah, Yesus menjelaskan implikasi menjadi pengikut-Nya sekaligus memberi motivasi.

Ayat 25 berisi paradoks: menyelamatkan, kehilangan; kehilangan, mendapatkan. Yesus kerap mengajar dengan jalan terbalik dari anggapan umum. Kata nyawa di atas dari kata ๐˜ฑ๐˜ด๐˜บ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฆ̄๐˜ฏ yang berarti literal hidup. ๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข tampaknya merujuk orang yang memertahankan aspirasi hidup pribadinya dengan mencari harta, kenikmatan, kemasyhuran, kekuasaan akan mendapat kekecewaan. Sebaliknya, orang yang hidupnya melayani seperti Yesus melayani, bahkan secara ekstrem harus kehilangan segalanya termasuk nyawanya, akan menerima kepenuhan hidup. Di sini Yesus sama sekali tidak melarang kita menjadi kaya, memiliki jabatan tinggi, tetapi untuk menjadi besar kita harus melayani (lih. Mat. 20:26). Melayani berarti menjadi peka dan mengarahkan perhatian kepada mereka yang tak berdaya. Kaya boleh, tetapi jangan serakah.

Injil Matius juga bervisi apokaliptik, penyingkapan. Sebelumnya tidak tersingkap, sekarang disingkap. Injil Matius menyingkap Pengadilan Terakhir. Meskipun syarat menjadi pengikut Yesus amat berat, Ia memberi motivasi dengan menyingkap Pengadilan Terakhir. Yesus akan datang untuk mengadili orang menurut perbuatannya. Di sini Matius menulis perbuatan dalam bentuk tunggal (ฯ€ฯแพถฮพฮนฮฝ dibaca ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ข๐˜น๐˜ช๐˜ฏ). Perjanjian Lama versi Septuaginta menulis perbuatan-perbuatan (jamak). Misal, Mazmur 62:13 dan Amsal 24:12 ditulis แผ”ฯฮณฮฑ (dibaca ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข). Pengadilan Terakhir dalam Perjanjian Baru tidak menghitung jumlah perbuatan baik versus perbuatan jahat, melainkan satu kesatuan praksis hidup secara serbacakup sebagai pengikut Yesus. Sangat bolehjadi 60 - 90% hidup para pemungut cukai berbuat kejahatan, tetapi mereka diselamatkan oleh Yesus (lih. Mat. 9:9-13).


### *DAFTAR PUSTAKA AKADEMIS*

1.  Brueggemann, W. _A Commentary on Jeremiah: Exile and Homecoming_. Eerdmans, 1998. Bab 15 tentang "The Confessions of Jeremiah".
2.  Carroll, R.P. _Jeremiah_. OTL. Westminster, 1986. Hal 277-281 analisis form kritik Yer 15.
3.  Dunn, J.D.G. _Romans 9-16_. WBC Vol 38B. Word, 1988. Hal 711-735 eksposisi Roma 12.
4.  Luz, Ulrich. _Matthew 8-20_. Hermeneia. Fortress, 2001. Hal 439-460 tafsir Mat 16:21-28.
5.  Hays, R.B. _The Moral Vision of the New Testament_. Harper, 1996. Bab 6 tentang etika Paulus di Roma 12.
6.  Brown, R.E. _The Death of the Messiah_. Doubleday, 1994. Vol 1, hal 120-150 tentang 3x pemberitahuan penderitaan.


Banyak orang gandrung kepada ๐—ฃรจ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ฝ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ณ๐—ฎ. Kata mereka, Mantofa pengkhotbah yang bagus dan cerdas. Sa...