Banyak warga Gereja tidak tahu, bahkan mungkin sebagian pendeta juga kadang lupa atau tidak tahu, bahwa Gereja mempunyai satu “ilmu” yang cukup unik. GKI tidak gampang dijelaskan dengan kalimat: Gereja itu begini. Mengapa?
Kerap jawabannya justru: “๐ ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ.” atau “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ.” atau bahkan “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ.”
Apabila mau dibuat rada iseng, identitas Gereja dapat diringkas ke dalam empat rumus.
๐๐ฒ๐๐ฎ๐๐: ๐๐จ๐๐๐ก ๐๐ก๐, ๐๐จ๐๐๐ก ๐๐ง๐จ
♦️ Gereja bukan gereja kharismatik, Gereja juga bukan gereja yang alergi terhadap Roh Kudus.
♦️ Gereja bukan gereja liberal, Gereja juga bukan Gereja yang menganggap pertanyaan dan penalaran sebagai dosa.
♦️ Gereja bukan gereja fundamentalis, Gereja juga bukan Gereja yang menganggap Alkitab hanya sebagai satu buku kuno yang boleh diperlakukan seenak perut.
Jadi, kalau ada yang bertanya: “๐ereja ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ณ๐ท๐ข๐ต๐ช๐ง?” Jawabannya bisa membuat orang bingung: “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข-๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.”
๐๐ฒ๐ฑ๐๐ฎ: ๐ฌ๐ ๐๐ก๐, ๐ฌ๐ ๐๐ง๐จ
♦️ Gereja adalah gereja Reformed (YA), Gereja juga gereja yang membuka diri kepada gerakan ekumenis (YA).
♦️ Gereja berpegang pada Alkitab (YA), Gereja juga menggunakan penalaran sebagai usaha memahami iman (YA).
♦️ Gereja bercorak Calvinis (YA), Gereja juga Gereja yang kontekstual (YA).
๐๐ฒ๐๐ถ๐ด๐ฎ: ๐๐จ๐๐๐ก ๐๐ก๐, ๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐ง๐จ
Nah, di sinilah identitas Gereja mula terasa sangat khas.
♦️ Gereja bukan kharismatik, tetapi Gereja mengakui dan menghayati karya Roh Kudus.
♦️ Gereja bukan liberal, tetapi Gereja menggunakan penalaran sebagai usaha memahami iman.
♦️ Gereja bukan literalis-fundamentalis, tetapi Gereja yang membaca dan menafsir Alkitab secara akademis, kritis, dan kontekstual.
Perhatikan perbedaannya:
▶️ Yang ditolak bukan Roh Kudusnya. Yang ditolak adalah bentuk kekristenan tertentu yang mendaku dirinya sebagai satu-satunya cara menghayati Roh Kudus.
▶️ Yang ditolak bukan penalarannya. Yang ditolak adalah liberalisme sebagai identitas teologis.
▶️ Yang ditolak bukan Alkitabnya. Yang ditolak adalah literalisme-fundamentalisme sebagai cara membaca Alkitab.
Dengan kata lain: Gereja tidak membuang bayi bersama air mandinya. Yang dibuang adalah air mandinya. Bayinya tetap dipelihara dan dirawat. ๐
๐๐ฒ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐: ๐๐ก๐, ๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐จ๐๐๐ก ๐๐ง๐จ
Ini barangkali rumus yang sangat sering membuat orang luar Gereja garuk-garuk kepala.
♦️ Gereja adalah Gereja Calvinis (Ini), tetapi Gereja tidak ingin sekadar memertahankan ajaran Calvin tanpa membaharui demi kegayutan zaman (Bukan itu).
♦️ Gereja adalah Gereja kontekstual (Ini), tetapi keterbukaan kontekstual itu tidak berarti semua yang sedang populer otomatis dianggap benar (Bukan itu).
♦️ Gereja adalah Gereja partisipatif (Ini), tetapi partisipasi bukan berarti setiap keputusan teologis ditentukan dengan ๐ท๐ฐ๐ต๐ช๐ฏ๐จ: ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ ๐ฅ๐ฐ๐ฌ๐ต๐ณ๐ช๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ? (Bukan itu).
♦️ Gereja adalah Gereja misioner (Ini), tetapi misi tidak otomatis berarti: “๐๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ.” (Bukan itu)
♦️ Gereka terbuka secara ekumenis (Ini), tetapi ekumenisme bukan berarti semua perbedaan teologis dianggap tidak penting (Bukan itu).
Kalau diringkas:
♦️ Bukan kharismatik, tetapi mengakui karya Roh Kudus.
♦️ Bukan liberal, tetapi menggunakan penalaran.
♦️ Bukan literalis-fundamentalis, tetapi membaca dan menafsir Alkitab secara akademis, kritis, dan kontekstual.
♦️ Calvinis, tetapi tidak menjadi museum Calvinisme.
♦️ Kontekstual, tetapi tetap ekumenis.
♦️ Partisipatif, tetapi bukan sekadar demokrasi gerejawi.
♦️ Misioner, tetapi bukan mesin perekrutan anggota baru.
Di sinilah menariknya identitas Gereja. Gereja tidak berdiri dengan mengatakan: “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐๐ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐๐๐๐.” Gereja justru belajar mengatakan: “๐๐๐ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ-๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ค๐ข๐ณ๐ข.”
Sangat bolehjadi itu sebabnya Gereja kadang tampak tidak tegas bagi orang yang terbiasa dengan Gereja yang identitasnya dibangun dari kata ๐ธ๐ฎ๐บ๐ถ ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ. Gereja malah sering berkata: “๐๐๐ข๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐, ๐ฉ๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ง๐ฉ๐ ๐ ๐๐ข๐ ๐ข๐๐ฃ๐ค๐ก๐๐ ๐จ๐๐ข๐ช๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ ๐ฅ๐๐๐ ๐ข๐๐ง๐๐ ๐.” Repot memang!
Ini yang acap membuat Gereja susah dijual dalam bentuk slogan. Contoh: slogan ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐!
“๐๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฑ. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ereja ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ซ๐ช๐ฏ๐ข๐ฌ?” tanya seorang warga
“๐ ๐ข!” jawab Sekum Gereja
“๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ereja ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช?”
“๐ ๐ข!”
“๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ereja ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ด?”
“๐ ๐ข!”
“๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ereja ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ?”
“๐ ๐ข!”
“๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ereja ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ช๐ข๐ญ๐ฐ๐จ, ๐บ๐ข?”
“๐ ๐ข.”
“๐๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐จ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ถ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ข๐ฏ, ๐บ๐ข?”
“๐ ๐ข.”
“๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ, ๐บ๐ข?”
“๐ ๐ข.”
“๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ, ๐บ๐ข?”
“๐ ๐ข.”
“๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ด๐ญ๐ฐ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?”
“๐ ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ซ๐ช๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ช๐ข๐ญ๐ฐ๐จ. ๐ ๐ข ๐ฌ๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ด, ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ. ๐ ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช, ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ.” jawab Sekum dengan sedikit gugup.
Nah, justru di situlah kedewasaan teologisnya, karena Gereja yang dewasa tidak selalu bertanya: “๐๐ข๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?” Gereja yang dewasa berani bertanya: “๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ณ๐ข?”
Oleh karena itu untuk ulang tahun Gereja saya punya satu ucapan sederhana: ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ, ๐ereja. ๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ: ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ; ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ; ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ช๐ต๐ถ; ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ.
Justru di tengah dunia yang gemar menyederhanakan segala sesuatu menjadi ๐ธ๐ฎ๐บ๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐๐ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ, Gereja dipanggil untuk menunjukkan bahwa ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐น๐ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ต ๐๐ฎ๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฑ๐๐ฎ ๐ธ๐ผ๐๐ฎ๐ธ. Kadang kala jawabannya memang: “๐ ๐ข... ๐ฅ๐ถ๐ข-๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.” Kadang: “๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ... ๐ฅ๐ถ๐ข-๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.” Lain kadang: “๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช.” Kadang yang sangat Gereja: “๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข: ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ.”
Itulah repotnya menjadi Gereja, tetapi itulah juga indahnya.
Sekali lagi, ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ต๐๐ป, ๐ereja. ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐น๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ถ๐ฑ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐๐ฎ๐ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐ถ๐ป๐ด๐ถ๐ป ๐ธ๐ฒ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ ๐น๐ฎ๐ถ๐ป. ๐ง๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ereja.
(26082026)(TUS)