PENGANTAR
Ini gimana sih konsepnya? Kerja capek-capek 1 jam, gajinya sama kayak kerja 12 jam. Ini bos udah gila kali ya. Oke, ini kanal Sudut Pandang, Sabda Singkat -Sabsing, buruan save supaya nggak hilang.
Bacaan kita Matius 20, ayat 1-16. Bayangin ya, kamu nguli kerja dari jam 6 pagi, eh temen kamu yang baru datang jam 4 sore, jam 5 udah tenggo. Pas gajian, nominal kalian... sama. Emosi gak tuh ya? Rasanya pengen resign sambil banting meja. Jadi gini, kita bedah dulu konteks ekonomi zaman Yesus. UMR pekerja kebun anggur 1 dinar per hari, dirupiahkan sekitar 150 ribu. Uang segini di zaman itu cukup kasih makan anak istri selama 2 hari. Aman ya? Tapi gimana nasib pekerja yang baru direkrut jam 5 sore? Di rekrut jam 5 sore itu berarti dia mungkin bukan pekerja pilihan, mungkin sudah umur, mungkin gak punya pengalaman, mungkin udah ngelamar sana sini tapi gak ada yang terima. In this ekonomi gitu loh, zamannya tapi senada dg zaman sekarang. Kalau bosnya pake matematika kaku, upah 1 dinar itu harusnya dibagi proporsional. Karena dia cuma kerja sebentar, dia cuma bisa bawa pulang ya sekitar 15 ribu. Dengan duit segitu pekerja ini dan keluarganya bakalan berat melewati 1 malam, jangankan 2 hari.
Nah disinilah letak jeniusnya teks ini, penulis Injil Matius, Ingat gak di pasal sebelumnya Matius 19 Yesus ngerosting orang kaya, Katanya lebih gampang unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah Susah banget Nah perikob Matius 20 ini semacam cheat code, resep rahasia buat mereka yang kaya Bagaimana bisa masuk kerajaan Allah? Ya bersikaplah adil fair bagi mereka yang punya gak punya privilege (hak istimewa/hak waris) dan kemampuan dan berbelas kasih bagi mereka yang posisinya lemah, menyetarakan diri dengan mereka, berbela rasa, berbagi rasa, dan turut merasa dengan mereka, jangan eh ....... malah buat club', circle, komunitas, gang, dlsb yg membuat malah ada kesenjangan kaya dan miskin, temenku dan no temanku, gangku dan no gangku, circleku dan no circleku, dlsb. Bagi pekerja awal, ini adalah keadilan retributif, bahasa asli yg digunakan MISPHAT dalam bahasa Ibrani, algoritma kontraktual. Bagi pekerja belakangan, sang Tuhan menegakkan keadilan distributif, bahasa asli yang digunakan, SHEDAKAH, algoritma kasih karunia. Bekerja ya tergantung perjanjian kerjanya tokh? Begitulah sang Tuhan yang adalah Tuhan sendiri, ia fair kepada yang privilege (punya hak istimewa, punya hak waris) tapi penuh belas kasihan, Bagi mereka yang membutuhkan bahkan tanpa privilege. Lalu bagaimana dengan kita? Masihkah kita tak berbelas kasih, membatasi bahkan membuat sekat antar sesama?
(21092026)(TUS)