PENGANTAR
Ini Sabsing, Sabda Singkat, buruan save, Minggu 13 September 2026, Radius persepsi manusia ke orang lain tuh gak jauh-jauh amat, Ini yang sering bikin kita tega sama orang lain, tegel kata orang jawa. Oke ini kanal Sudut Pandang, buruan safe supaya gak hilang. Di otak kita tuh ada garis loh, tak kasat mata, batas imajiner buat menentukan siapa yang pantas dipelakukan adil dan manusiawi, terus mereka yang di luar batas itu, ya kelar hidupnya, habis kita hakimi, kita balas dendamin and kita benzi , terlebih kita singkirin dimana sebelumnya kita jelekz-jelekzin dulu.
Ini kata psikolog Susan Opotow, yang menyebutnya scope of justice, Radius keadilan. Ada tiga tahapan sampai kita tega cancel orang lain. Pertama, fase cari perbedaan, ya .... beda nasib, beda kasta, beda keyakinan. Kedua, fase sok suci, cari pembenaran, sok paling benar, dlsb. Kenapa ya orang ini harus dibedakan? Dan harus dibedakan dari kita. Ketiga, fase singkirkan total, eksklusif Karena mereka bukan lagi sesama manusia, dia tak sependapat dg kita, dia sukanya bikin ribut dan sudah kita, dlsb ..... mungsuhi saja, gosipin and jelekzin aza, kalau perlu bunuh, dlsb. Ini relate buanget dengan bacaan kita minggu ini Matius 18 : 21-35 Dalam kisah ini Petrus nanya ke Yesus Berapa kali aku harus memaafkan orang lain 7 kali cukup? Kita pahami dulu konteks masa itu ya, konteks Yudaisme, Angka 7 simbol kesempurnaan Atau kepenuhan Standar Yudaisme masa itu. Memaafkan ya 3 kali aja, kasih salam 3 kali saja gak dibalas, boleh gantian gak kasih salam bahkan boleh dirajam, dilempari batu sampai mati, beda balas, beda bunuh. Petrus ini kayak gagah berani ya merasa sempurna 7 dong. Tapi jawaban Yesus bikin ngilu di batin 70 x 7. Tak terbatas alias radius keadilannya ya sejauh-jauhnya, tanpa batas. Terus Yesus kasih perumpamaan untuk menjelaskan.
Yesus menelanjangi scope of justice kita, umumnya manusia ya. Ada seorang budak korporat yang utang triliunan ke seorang raja, ya karena megaproyeknya mangkrak. Eh diputihkan karena belas kasihan. Pas keluar istana, ketemu temannya yang utangnya cuma ratusan ribu, langsung dicekik, dijebloskan ke penjara. Ini contoh eksklusi, ekstrim. Ini orang radius keadilannya pendek banget, padahal baru aja dapet radius keadilan yg tanpa batas. Kurang piknik yang jauh, kurang ngopi, tidurnya kurang malam,vatau malah kebanyakan piknik sampai jadi eksklusif, padahal sudah menerima kasih karunia luar biasa. Nah raja dalam kisah ini adalah Tuhan. Hutang dalam cerita ini, ya hutang materi tapi juga dosa. HOF dalam bahasa aram diterjemahkan tidak hanya hutang tapi juga dosa.
Ini membuat kita memikirkan lagi bahwa dosa juga berarti sempitnya radius keadilan kita ke orang lain, lalu saat kita dihapuskan dosa, sudah jadi circle ordal (orang dalam), eh ...... kita justru tega dan sadis kepada orang lain yang berbeda, malah orang lain yg kita anggap beda dg kita, ngejudge mereka cancel culture nir empathy jadi perikop ini ngajak kita mengukur sejauh mana radius keadilan kita kepada sesama.
(12092026)(TUS)