SUDUT PANDANG YOHANES 3 AYAT 1 SAMPAI 17, ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ฒ๐น๐ฒ๐๐ฒ๐ ๐น๐ฎ๐ต๐ถ๐ฟ-๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐
Zakheus adalah tokoh cerita khas Injil Lukas. Tidak ada tokoh Zakheus di Injil Matius, Markus, dan Yohanes. Dalam pada itu ada tokoh cerita khas Injil Yohanes bernama Nikodemus. Tidak ada tokoh Nikodemus di Injil sinoptik.
Ciri khas Injil Yohanes penulisnya kerap bermain kata. Tokoh Yesus memainkan kata sehingga lawan bicara-Nya bingung dan mengajukan pertanyaan untuk kemudian dijawab oleh Yesus dengan panjang-lebar. Permainan kata dapat kita jumpai pada awal Injil Yohanes. Jawab Yesus kepada mereka, “๐๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ช๐ต ๐๐ถ๐ค๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ช๐จ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.” (Yoh. 2:19).
Permainan kata penulis Injil Yohanes juga dengan gaya ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ untuk suatu kata atau istilah yang homonim. Apa itu? Homonim ditakrifkan sebagai kata yang sama pelafalan atau pengucapan dan ejaannya, tetapi berbeda makna karena berasal dari sumber yang berbeda. Sebagai contoh dalam bahasa Indonesia adalah kata ๐ฃ๐ช๐ด๐ข yang bermakna ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต dan ๐ณ๐ข๐ค๐ถ๐ฏ.
Hari ini adalah Minggu pertama sesudah Pentakosta. Hari ini juga dikenal sebagai Minggu Trinitas. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 3:1-17 yang didahului dengan Yesaya 6:1-8, Mazmur 29, dan Roma 8:12-17.
Bacaan Injil Minggu ini merupakan bagian perikop yang diberi judul oleh LAI ๐๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ด. Pengulasan bacaan dibagi ke dalam dua bagian:
๐ Dialog Yesus dengan Nikodemus (ay. 1-13)
๐ Kabar Baik (ay. 14-17)
๐๐ถ๐ฎ๐น๐ผ๐ด ๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ก๐ถ๐ธ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐บ๐๐ (ay. 1-13)
Latar waktu percakapan antara Nikodemus dan Yesus pada malam hari dan terjadi dalam masa perayaan Paska di Yerusalem (lih. Yoh. 2:23), tetapi latar tempat tidak jelas. Dengan menelisik bagian lain Injil Yohanes sangat bolehjadi latar tempat percakapan tersebut di Yerusalem. Sebagai pemimpin Yahudi sangat cocok Nikodemus berada di Yerusalem (Yoh. 4:13, 23-25) yang kelak akan ditampilkan kembali di Yohanes 7:50-51 dan 19:39. Di Yohanes 7:50-51 Nikodemus ditampilkan untuk membela Yesus yang akan ditangkap imam-imam kepala dan orang Farisi. Di Yohanes 19:39 Nikodemus dimunculkan lagi untuk menguburkan jenazah Yesus.
Pemilihan latar waktu malam hari itu tampaknya bukan sekadar keterangan waktu, melainkan lebih bermakna simbolik. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ dikontraskan dengan ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ atau ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎ pada umumnya berkonotasi negatif di Injil Yohanes (9:4; 11:10; 13:30). Nikodemus sebagai pemimpin Yahudi, meskipun cakap dalam ilmu agama, ia hidup dalam kegelapan. Bandingkan dengan percakapan Yesus dengan perempuan Samaria pada waktu siang ๐ฌ๐ช๐ณ๐ข-๐ฌ๐ช๐ณ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด (Yoh. 4:6) yang jarak bacaannya tidak jauh dari adegan percakapan Yesus dan Nikodemus. Dapat juga ditafsir Nikodemus keluar dari kegelapan menjumpai Sang Terang (Yesus). Hal ini berkebalikan dengan Yudas meninggalkan Sang Terang pergi ke dalam kegelapan (Yoh. 13:30).
Percakapan Nikodemus dan Yesus diawali dengan keterangan waktu ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ (ay. 2). Pada ayat 2 Nikodemus berkata kepada Yesus, "๐๐ข๐ฃ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข-๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข.” Mengapa Nikodemus mengajukan pertanyaan itu?
Latar belakang pertanyaan Nikodemus adalah Yohanes 2:23-25. Bagian itu berbicara mengenai Yesus yang membuat tanda-tanda (๐ดe๐ฎ๐ฆ๐ช๐ข) di Yerusalem selama perayaan Paska Yahudi. Banyak orang percaya kepada Yesus karena melihat tanda-tanda itu. Namun, Yesus menolak iman mereka, karena iman mereka terjadi dengan melihat tanda-tanda atau mukjizat. Di Injil Yohanes iman karena melihat mukjizat atau iman karena mengalami mukjizat dianggap bukan iman sejati atau bukan iman otentik (bdk. Yoh. 6:26).
Pada ayat 3 Yesus menjawab, “๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐๐ฃ๐ฃe๐ฉ๐e ๐๐ฃo๐ฉ๐๐๐ฃ, ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ." Di sini Nikodemus terpeleset dalam mencerap (๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ช๐ท๐ฆ) jawaban Yesus.
Sebelum membahas Nikodemus terpeleset, saya hendak menjernihkan penggunaan istilah Kerajaan Allah pada ayat 3. Kerajaan Allah di sini berbeda dari Kerajaan Allah dalam Injil sinoptik. Kerajaan Allah dalam Injil Yohanes harus dipahami sebagai hidup kekal.
Dalam mendengar frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ tersebut Nikodemus terpeleset. Ia mencerap ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ sebagai dilahirkan lagi. Kata ๐ข๐ฏe๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ memang dapat berarti ๐ญ๐ข๐จ๐ช dan ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด. Penulis Injil Yohanes, selain sedang mengontraskan ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ dengan ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ, hendak mengontraskan kelahiran ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด dengan ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ. Kelahiran dari lingkungan ilahi vs. kelahiran dari manusia yang tak percaya (dari bawah). Kelahiran dari atas berasal dari Allah. Jadi, yang dimaksud oleh Yesus adalah dilahirkan dari atas, bukan dilahirkan lagi (atau dilahirkan kembali). LAI menerjemah ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ menjadi dilahirkan kembali dan NIV ๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ sehingga pembaca masa kini ikut terpeleset. Dalam pada itu NRSV menerjemah ayat 3 menjadi ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ข๐ฏ๐ด๐ธ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฉ๐ช๐ฎ, “๐๐ฆ๐ณ๐บ ๐ต๐ณ๐ถ๐ญ๐บ, ๐ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ญ ๐บ๐ฐ๐ถ, ๐ฏ๐ฐ ๐ฐ๐ฏ๐ฆ ๐ค๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฆ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฐ๐ฎ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฅ ๐ธ๐ช๐ต๐ฉ๐ฐ๐ถ๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ค๐ง๐ฃ ๐๐ง๐ค๐ข ๐๐๐ค๐ซ๐.”
Kesalahan cerapan Nikodemus terhadap frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ bukanlah teologis, melainkan memang terpeleset dalam berbahasa. Hal ini dapat kita lihat dari ucapan Nikodemus dalam menanggapi frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ dari Yesus. Kata Nikodemus kepada-Nya, "๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ข? ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฎ ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช?" (ay. 4). Gaya ๐ฑ๐ญe๐ดe๐ต๐ข๐ฏ ini khas Injil Yohanes. Bandingkan dengan cerapan perempuan Samaria tentang air hidup di Yohanes 4:11.
Yesus kemudian menjelaskan maksud frase ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ. Jawab Yesus, " ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ, ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ซ๐ข๐ด๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ง๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐ด๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฐ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ง๐ข๐ต ๐ณ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏe๐ต๐ฉe ๐ข๐ฏo๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ (dilahirkan dari atas).” (ay. 5-7) Ayat 7 diterjemahkan oleh NRSV menjadi ๐๐ฐ ๐ฏ๐ฐ๐ต ๐ฃ๐ฆ ๐ข๐ด๐ต๐ฐ๐ฏ๐ช๐ด๐ฉ๐ฆ๐ฅ ๐ต๐ฉ๐ข๐ต ๐ ๐ด๐ข๐ช๐ฅ ๐ต๐ฐ ๐บ๐ฐ๐ถ, “๐ ๐ฐ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ด๐ต ๐ฃ๐ฆ ๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ ๐ง๐ณ๐ฐ๐ฎ ๐ข๐ฃ๐ฐ๐ท๐ฆ.” Dari jawaban Yesus ini sangat jelas bahwa Yesus tidak mengatakan ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช, melainkan ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด atau ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ. Tidak ada sebutan lahir-kembali atau lahir-baru. Yang menyebut ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช adalah Nikodemus karena terpeleset.
Yesus melanjutkan penjelasan pada ayat 8 mengenai Roh. Di sini penulis Yohanes kembali bermain kata ๐ฑ๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ข yang dapat berarti angin dan Roh. Roh itu seperti angin, tidak dapat dilihat, tetapi dampaknya dapat terasa dan terlihat.
Ayat 1-8 dapat disarikan sebagai berikut: Manusia hanya dapat ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต dan ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ke dalam Kerajaan Allah (hidup kekal), jika ia dilahirkan dari atas. ๐๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด artinya dilahirkan dari atau oleh Allah. ๐๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด artinya diberi anugerah oleh Allah yang berada ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด.
Nikodemus kembali bertanya, “๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช?” (ay. 9). Jawaban Yesus kepada Nikodemus justru memertanyakan Nikodemus, “๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ ๐๐ด๐ณ๐ข๐ฆ๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ?” (ay. 10).
Jawaban Yesus pada ayat 11 terlihat aneh. “๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ: ๐๐๐ข๐ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ ๐๐ข๐ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช๐ข๐ฏ ๐ ๐๐ข๐.” Siapakah kami? Ayat 11 ini harus dibaca dalam perspektif penginjil. Latar waktu bergeser ke zaman penulis Injil. Penulis Injil lewat narator ๐ฏ๐ช๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ dalam percakapan ini sehingga sulit membedakan ucapan Yesus dan narator. Kata ganti kami merujuk Komunitas Yohanes. Nikodemus adalah perwakilan umat Israel (lih. ay. 2 "๐๐ข๐ฃ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข …”).
Jemaat Yohanes sudah ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข-๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช” dan sudah ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต, tetapi orang Yahudi tidak menerima kesaksian mereka. Ayat 12 hendak menjelaskan hal yang sudah disampaikan dan disaksikan oleh Jemaat Yohanes kepada orang-orang Yahudi. “๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ธ๐ช, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข๐ธ๐ช?” Namun, masih juga belum terjelaskan apa yang dimaksud dengan ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ธ๐ช dan ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข๐ธ๐ช. Barangkali ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ธ๐ช yang dimaksud adalah ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ dan ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐ด๐ถ๐ณ๐จ๐ข๐ธ๐ช adalah ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด atau ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. Komunitas Yohanes tampaknya menganggap bahwa umat Yahudi tidak dapat memercayai karya Allah dalam diri Yesus, Sang Anak Manusia yang telah turun dari surga dan telah naik ke surga (Yoh. 3:13).
Tidak ada lagi ucapan Nikodemus sesudah penjelasan Yesus tersebut. Tokoh Nikodemus menghilang sesudah pertanyaannya pada ayat 9 sehingga Yesus seolah-olah berbicara seorang diri. Dialog berubah menjadi monolog. Dapat diduga dialog Yesus dengan Nikodemus berakhir pada ayat 13. Namun, kita dapat menafsir Nikodemus memahami ucapan Yesus bukanlah dilahirkan kembali, melainkan dilahirkan dari atas. Nikodemus tampaknya kembali ke hidup terang. Hal ini ditunjukkan dengan adegan Nikodemus membela Yesus di hadapan para imam kepala dan orang-orang Farisi (Yoh. 7:45-52) dan Nikodemus merempah-rempahi jenazah Yesus lalu menguburkan-Nya (Yoh. 19:38-42).
Injil Yohanes ditulis oleh Komunitas Yohanes yang dikucilkan dan dianiaya oleh penguasa Yahudi. Selain itu mereka juga dirongrong dari dalam oleh Sekte Gnostik dan para pengikut Yohanes Pembaptis. Injil Yohanes berisi pertarungan teologi antara Komunitas Yohanes, penguasa agama Yahudi, murid-murid Yohanes Pembaptis, dan Sekte Gnostik.
Dari latar belakang penulisan Injil Yohanes tersebut sila simak sekali lagi frase jawaban Yesus “๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฉ” (ay. 5). Air merupakan materi pembersih/pemurni (๐ด๐ข๐ค๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฎ๐ข๐ต๐ต๐ฆ๐ณ) untuk memeroleh energi ilahi dan konsekrasi. Air di sini merujuk ritual pembaptisan. Makna pembaptisan adalah kemakbulan air sebagai pemurni dan inisiasi eksklusif ke dalam Komunitas Yohanes. Pembaptisan berarti dilahirkan dari atas.
Dengan demikian anda, para Kristen tradisional, yang begitu lahir ceprot sudah Kristen (karena sudah dibaptis), sesungguhnya sudah ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฏ๐ฆ̄๐ต๐ฉ๐ฆ̄ ๐ข๐ฏ๐ฐ̄๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด. Tidak perlu ikut-ikutan slogan keliru Kristen lahir-baru atau ๐ฃ๐ฐ๐ณ๐ฏ-๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ฉ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ช๐ข๐ฏ. Para Kristen lahir-baru itu justru adalah Nikodemus-Nikodemus yang terpeleset.
๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ฟ ๐๐ฎ๐ถ๐ธ (ay. 14-17)
๐๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐๐ถ๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ญ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ, ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, (ay. 14) ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ. (ay. 15)
Penulis Injil Yohanes membuat tipologi ular ditinggikan sama dengan Anak Manusia disalibkan (lih. Bil. 21:4-9). Peninggian (๐ฉ๐บ๐ฑ๐ด๐ฐ๐ฐ) merupakan ungkapan penulis Yohanes untuk menyebut penyaliban (bdk. Yoh. 8:28; 12:34). Ungkapan ini juga digunakan untuk pemuliaan seorang raja, pemahkotaan seorang penguasa. Yohanes mengisyaratkan salib sebagai pemahkotaan Yesus sebagai Raja. Kata ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด (๐ฅ๐ฆ๐ช) mengisyaratkan penentuan dari rencana ilahi bagi Yesus. Semuanya bertujuan untuk beroleh hidup kekal (๐ป๐ฐ̄๐ฆ̄๐ฏ ๐ข๐ช๐ฐ̄๐ฏ๐ช๐ฐ๐ฏ). Bagi Komunitas Yohanes salib adalah simbol kemuliaan. Perayaan Jumat Agung merujuk teologi Injil Yohanes: memuliakan atau mengagungkan salib.
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ข๐ด๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ. (ay. 16) ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฌ๐ช๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ช ๐๐ช๐ข. (ay. 17)
Ayat 16-17 di atas memerluas makna salib. Ayat itu dapat dipandang sebagai ringkasan Kabar Baik (Injil) dalam Injil Yohanes. Pertama-tama dan terutama adalah Allah sangat mengasihi dunia ini. Kasih Allah kepada dunia ini bahkan “mengalahkan” kasih Allah kepada Anak-Nya yang tunggal sehingga Allah “memberikan” Anak-Nya itu demi menyelamatkan dunia ini.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ di sini hendaknya jangan dipahami sebagai kuantitas. Pada ayat 14-15 kita dapat melihat penulis Injil Yohanes membangun tipologi peninggian ular tembaga Musa di pucuk tiang dengan pemuliaan Yesus di tiang salib. Pada ayat 16-17 penulis Injil membangun tipologi Ishak yang disebut sebagai anak tunggal Abraham (Kej. 22:2). Padahal pada waktu itu Abraham memiliki dua anak, Ismael dan Ishak. Dengan melihat bangunan tipologi ini kita dapat memaknai ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ di sini dalam arti kualitas, yaitu yang dikasihi, terkasih. Ayat 16 merupakan kunci memahami salib menurut teologi Injil Yohanes. Dalam salib terdapat ungkapan tertinggi kasih Allah yang memahkotai Yesus sebagai raja.
Tujuan Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ay. 16). Hidup kekal di sini berarti hidup sejati, hidup yang benar-benar hidup. Tujuan Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal bukan untuk menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia dan setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak dihukum (ay. 17-18a). Kata menghakimi di ayat 17 diterjemahkan dari ๐ฌ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฆ̄ yang lebih tepat menghukum. NRSV menerjemahkan menjadi ๐ต๐ฐ ๐ค๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ฏ. Bandingkan dengan kata menghakimi di Yohanes 9:39 yang menggunakan kata ๐ฌ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข yang diterjemahkan oleh NRSV ๐ง๐ฐ๐ณ ๐ซ๐ถ๐ฅ๐จ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต atau menghakimi.
Prakarsa keselamatan datang dari Allah. Keselamatan adalah anugerah Allah. Meskipun demikian untuk benar-benar diselamatkan manusia harus menanggapi anugerah keselamatan dari Allah itu.
(26052024)(T)