Senin, 31 Agustus 2026

JEMAAT BUKAN SUMBER DANA, MEREKA ADALAH JIWA-JIWA YANG DIPERCAYAKAN TUHAN

Setiap jemaat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada persembahan yang mereka berikan.

Mereka bukan angka dalam laporan keuangan. Mereka bukan sumber pemasukan gereja. Mereka adalah jiwa-jiwa yang dikasihi Kristus dan dipercayakan kepada gereja untuk digembalakan.

Karena itu, sangat berbahaya jika tanpa sadar seorang pelayan mulai melihat jemaat berdasarkan kemampuan memberi. Jemaat yang memberi banyak lebih diperhatikan, sedangkan yang sederhana mulai terabaikan.

Pelayanan yang seperti itu telah bergeser dari hati Kristus.

Tentu, gereja membutuhkan dana untuk menjalankan pelayanannya. Alkitab juga mengajarkan tentang memberi dengan sukacita. Namun, tujuan menggembalakan jemaat bukanlah agar mereka memberi lebih banyak, melainkan agar mereka semakin bertumbuh menjadi murid Kristus.

Ketika seorang gembala mengasihi jemaat karena persembahannya, ia sedang kehilangan hati Sang Gembala Agung. Tetapi ketika ia mengasihi setiap jemaat tanpa memandang status ekonomi, di situlah kasih Kristus dinyatakan.

Jangan pernah melihat jemaat dari isi dompetnya. Lihatlah mereka sebagai pribadi yang telah ditebus dengan darah Kristus. 
Sebab nilai seorang jemaat tidak ditentukan oleh besar kecilnya persembahan, melainkan oleh harga yang telah dibayar Yesus di kayu salib untuk menyelamatkannya.

"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu... jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri." (1 Petrus 5:2)


Sudut Pandang Bacaan 1 : Yehezkiel 33:7-11 dan Bacaan 2 : Roma 13:8-14, Bacaan Injil Matius 18:15-20.

Sudut Pandang Bacaan 1 : Yehezkiel 33:7-11 dan Bacaan 2 : Roma 13:8-14, Bacaan Injil Matius 18:15-20.  PENGANTAR Minggu 06 Septe...