Sudut Pandang Matius 5:1-12 [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐๐ฉ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐๐ฝ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐ถ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐], ๐ฆ๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ, ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ
PENGANTAR
Minggu 01 Februari 2026, Penulis Injil Matius lebih suka menggambarkan Yesus sebagai Musa baru, selalu Yesus dipadankan bahkan dilebihkan dari Musa, apabila Musa menerima perintah (10) dari Allah di gunung Sinai, maka Yesus digambarkan memberikan perintah baru di gunung juga sehingga rasanya kurang tepat memberikan judul khotbah di bukit. Nanti, kita lihat dan telaah hal ini. Dalam Sudut ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ beberapa waktu yang lalu, kita dapat melihat bahwa pengarang Injil Matius mengusung teologi Keluaran atau ๐๐น๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ด; Yesus adalah Musa baru. Kelahiran Yesus disejajarkan dengan kelahiran Musa, yang Firaun membunuhi anak-anak Ibrani. Dalam Kitab Keluaran Musa menerima Taurat di gunung. Dalam Injil Matius Yesus bukan menerima, tetapi lebih berkuasa daripada Musa dengan memberikan “Taurat” baru lewat pengajaran-Nya di gunung dalam apa yang disebut dengan ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด (Mat. 5-7).
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) membuat judul Matius pasal 5 -7 dengan ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต. Judul ini kurang tepat.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ฮฟ̓́ฯฮฟฯ
Di sini LAI tidak panggah menerjemah แฝฯฮฟฯ (baca: oros). Dalam Matius 5:1 LAI menerjemah แฝฯฮฟฯ dengan ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ช๐ต, sedang dalam Matius 5:14 dengan ๐จ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ. Judul pasal 5 – 7 diberi nama ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต oleh LAI.
Matius 5:1 ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐๐ช๐ ๐๐ฉ … ” Penerjemahan แฝฯฮฟฯ menjadi ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ช๐ต ini menimbulkan persoalan besar karena mengaburkan teologi ๐๐น๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ด Matius karena Matius hendak menyejajarkan Musa menerima Taurat di gunung dengan Yesus memberi “Taurat” di gunung.
Mari kita bandingkan dengan beberapa Alkitab bahasa Inggris yang menerjemah แฝฯฮฟฯ dengan ๐ข๐ค๐ช๐ฃ๐ฉ๐๐๐ฃ, bukan ๐ฉ๐ช๐ญ๐ญ.
NRSV: ๐๐ฉ๐ฆ๐ฏ ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ด๐ข๐ธ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ค๐ณ๐ฐ๐ธ๐ฅ๐ด, ๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ถ๐ฑ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ข๐ค๐ช๐ฃ๐ฉ๐๐๐ฃ …
NIV: ๐๐ฐ๐ธ ๐ธ๐ฉ๐ฆ๐ฏ ๐๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ด๐ข๐ธ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ค๐ณ๐ฐ๐ธ๐ฅ๐ด, ๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ถ๐ฑ ๐ฐ๐ฏ ๐ข ๐ข๐ค๐ช๐ฃ๐ฉ๐๐๐ฃ๐จ๐๐๐ …
KJV: ๐๐ฏ๐ฅ ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ต๐ช๐ต๐ถ๐ฅ๐ฆ๐ด, ๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ถ๐ฑ ๐ช๐ฏ๐ต๐ฐ ๐ข ๐ข๐ค๐ช๐ฃ๐ฉ๐๐๐ฃ …
Jadi, ๐ท๐๐ฑ๐๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ untuk Matius pasal 5 -7 adalah ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด atau ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ฐ๐ฏ ๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ฐ๐ถ๐ฏ๐ต.
๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฟ ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด?
Persis sebelum masuk ke Matius 5:1, teks yang mendahuluinya adalah Matius 4:24-25 (TB II LAI, 1997).
4:24 Lalu tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
4:25 Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.
Pendengar pengajaran Yesus dalam Khotbah di Gunung adalah orang-orang seperti disebut dalam Matius 4:24-25 dengan kalimat kunci ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ-๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ช ๐๐ช๐ข. Teks ini kemudian disambung dengan Matius 5:1 ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ ๐๐ฉ๐ช … Hal ini dipertegas dalam penutup ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด dalam Matius 7:28-29:
7:28 Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐ถ๐๐ mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.
PEMAHAMAN
Belum lama berselang ๐๐ถ๐ด๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐ข๐ฃ๐ญ๐ฆ ๐๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฑ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐๐ฐ๐ญ๐ถ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด ๐๐ฆ๐ต๐ธ๐ฐ๐ณ๐ฌ (SDSN) mengumumkan 10 besar negara paling berbahagia (Ref: ๐๐ฐ๐ณ๐ญ๐ฅ ๐๐ข๐ฑ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ฆ๐ด๐ด ๐๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ณ๐ต 2022). Negara-negara dari Skandinavia merajai kelompok ini ditambah Israel dan Selandia Baru. Indonesia? Jauh api dari panggang. Ukuran bahagia yang diterapkan oleh SDSN:
• GDP per kapita,
• Angka harapan hidup sehat,
• Dukungan sosial,
• Kebebasan mengambil keputusan dalam hidup,
• Kemurah hatian, dan
• Cerapan terhadap korupsi.
Bagaimana ukuran bahagia menurut Injil?
Hari ini adalah Minggu keempat sesudah Epifani. Bacaan secara ekumenis diambil dari Injil Matius 5:1-12 yang didahului dengan Mika 6:1-8, Mazmur 15, dan 1Korintus 1:18-31.
Perikop bacaan Injil Minggu ini diberi judul ๐๐ค๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข oleh LAI, yang merupakan bagian pertama dari ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด dalam Matius pasal 5 -7. LAI yang memberi judul cakupan tiga pasal itu dengan ๐๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ถ๐ฌ๐ช๐ต sebenarnya kurang tepat. Judul yang tepat adalah ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด. Para pendengar ๐๐ต๐ผ๐๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐๐ป๐ด adalah orang banyak (ribuan?) dengan merujuk Matius 4:24-25 dan 7:28-29.
Ucapan bahagia didahului dengan kata “Berbahagialah …” bukanlah syarat untuk berbahagia, melainkan orang itu sudah dalam keadaan dan situasi berbahagia. Kata awal berbahagialah adalah ucapan berkat. Lawannya adalah kutukan dengan kata awal celakalah (lih. Mat. 23:15-36).
๐ญ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ฏ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ถ๐๐ธ๐ถ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐น๐น๐ฎ๐ต, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฟ๐ด๐ฎ. (TB II)
Menurut para ahli ucapan bahagia versi Injil Lukas mendekati aslinya: ๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฉ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ช๐ด๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ (Luk. 6:20, TB II). Yang dimaksud oleh Lukas tampaknya orang yang benar-benar miskin secara sosio-ekonomi. Tidak punya apa-apa.
Penulis Injil Matius meluaskan dan merohanikan miskin sebagai keadaan tidak berdaya sehingga bergantung pada Allah saja. Meskipun yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak berdaya, dalam kenyataan orang-orang seperti itu adalah orang-orang miskin secara sosio-ekonomi. Mengapa mereka berbahagia? Kata Yesus, mereka yang punya Kerajaan Surga.
๐ฎ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ฐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐๐ธ๐ฎ๐ฐ๐ถ๐๐ฎ, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ต๐ถ๐ฏ๐๐ฟ. (TB II)
Kata dukacita diterjemahkan dari ฯฮตฮฝฮธฮฟแฟฆฮฝฯฮตฯ (baca: penthountes) sehingga lebih berpautan dengan kematian seseorang yang dikasihi atau kehilangan sesuatu yang disayangi. NRSV menerjemahkan ฯฮตฮฝฮธฮฟแฟฆฮฝฯฮตฯ dengan ๐ฎ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ฏ.
Mengapa orang berdukacita itu berbahagia? Mereka akan dihibur. Dihibur oleh siapa? Oleh Allah. Ciri khas kata kerja pasif di Alkitab tanpa objek pelaku adalah Allah pelakunya. Latar belakang penghiburan ini tampaknya dari Yesaya 61:2.
๐ฏ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ฑ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต ๐น๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ธ๐ถ ๐ฏ๐๐บ๐ถ. (TB II)
Lemah lembut diterjemahkan dari ฯฯฮฑฮตแฟฯ (baca: praeis), yang juga berarti rendah hati. NRSV menerjemahkan dengan ๐ฎ๐ฆ๐ฆ๐ฌ. Mengapa berbahagia? Mereka akan memiliki bumi.
Ucapan bahagia ketiga ini tampaknya dari Mazmur 37:10-11:
37:10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
37:11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
Di sini rendah hati dikontrakan dengan fasik. Orang fasik seperti pejabat kristiani tidak layak memiliki lahan, negeri, bumi, apalagi kesejahteraan yang berlimpah-limpah, tapi merusak alam dg tambang tanpa tata kelola. Negara memang harus dikelola oleh orang lemah lembut, rendah hati.
๐ฐ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ฒ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ต๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป. (TB II)
Dalam TB 1974 LAI menerjermahkan ฮดฮนฮบฮฑฮนฮฟฯฯฮฝฮทฮฝ (baca: dikaiosynen) menjadi ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ yang secara lengkap ayatnya berbunyi: ๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ถ๐ด ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ. LAI merevisinya penerjemahan ฮดฮนฮบฮฑฮนฮฟฯฯฮฝฮทฮฝ dalam TB II 1997 menjadi ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ.
Dalam Lukas 6:21a ๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฉ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ถ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ. Penulis Injil Matius menambah dan merohanikan menjadi ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ถ๐ด ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ. Tampaknya metafora itu bernasabah dengan Matius 6:33: ๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ค๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ-๐๐บ๐ข, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ.
Apa itu Kerajaan Allah? Sulit ditakrifkan, tetapi bisa dilihat ciri-cirinya: mendatangkan kesejahteraan dan keadilan di masyarakat. Jadi, orang yang rindu mendatangkan kesejahteraan dan keadilan di masyarakat adalah orang-orang yang berbahagia karena akan dipuaskan oleh Allah.
๐ฑ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ณ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต๐ฎ๐ป, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต๐ฎ๐ป. (TB II)
Belas kasihan diterjemahkan dari แผฮปฮตฮฎฮผฮฟฮฝฮตฯ (baca: eleฤmones) yang bermakna sikap suka mengampuni, berbelas kasih, berbelarasa atau ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ค๐ช๐ง๐ถ๐ญ, ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ต๐ฆ. Di Injil Matius sikap suka mengampuni, berbelas kasih, berbelarasa adalah ajaran penting (Mat. 9:13 dan 12:7). Bahkan dalam Matius 23:23 ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐ถ๐ด๐ฎ ๐ต๐ฎ๐น ๐๐ฒ๐ฟ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ป๐ด dalam Hukum Taurat.
๐ฒ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ด ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ฐ๐ถ ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต. (TB II)
Ucapan bahagia keenam ini tampaknya diinspirasi dari Mazmur 24:3-6.
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Kata suci hatinya di Matius 5:8 sama dengan murni hatinya di Mazmur 24:4 karena dalam Septuaginta ditulis ฮบฮฑฮธฮฑฯฮฟแฝถ ฯแฟ ฮบฮฑฯฮดฮฏแพณ (baca: katharoi te kardia) sama seperti di Injil Matius.
Orang yang suci hatinya adalah yang bersih tangannya, tidak menipu, dan tidak bersumpah palsu (Mzm 24:4), bukan seperti para pejabat kristiani busuk, yang merusak alam dengan tambang tanpa tata kelola. Seperti kata Matius 15:19 (TB II): ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ต๐ช๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ญ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต, ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ป๐ช๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ, ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ๐ด๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ด๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ถ๐ซ๐ข๐ต.
Orang yang suci hatinya akan ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, yang metafora ini dalam Alkitab BIMK diartikan ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ.
๐ณ. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐๐ฒ๐ฏ๐๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ธ-๐ฎ๐ป๐ฎ๐ธ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต. (TB II)
Pembawa damai (๐ฑ๐ฆ๐ข๐ค๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ด) atau ฮตแผฐฯฮทฮฝฮฟฯฮฟฮนฮฟฮฏakan (baca: eirenopoioi) disebut anak-anak Allah. Anak-anak Allah merupakan metafora yang memerikan (๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ) kedekatan atau keeratan hubungan seperti antara anak dan bapanya.
๐ด. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ญ๐ฌ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ๐๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐ธ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ต๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฟ๐ด๐ฎ. (TB II)
Tidak semua orang yang dianiaya berbahagia; hanya yang melakukan kehendak Allah yang berbahagia atau diberkati (๐ฃ๐ญ๐ฆ๐ด๐ด๐ฆ๐ฅ). Alasan mereka berbahagia sama dengan ucapan bahagia yang pertama. Orang yang dianiaya karena melakukan kehendak Allah dan orang yang miskin di hadapan Allah sama-sama pihak yang tak berdaya.
๐ต. ๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ญ๐ญ-๐ญ๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฎ๐บ๐, ๐ท๐ถ๐ธ๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐๐ธ๐ ๐ธ๐ฎ๐บ๐ ๐ฑ๐ถ๐ฐ๐ฒ๐น๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐บ๐ ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ถ๐๐ป๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ด๐ฎ๐น๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ท๐ฎ๐ต๐ฎ๐. ๐๐ฒ๐ฟ๐๐๐ธ๐ฎ๐ฐ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ด๐ฒ๐บ๐ฏ๐ถ๐ฟ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐๐ฝ๐ฎ๐ต๐บ๐ ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ฟ๐ด๐ฎ, ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ ๐ฑ๐ฒ๐บ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ท๐๐ด๐ฎ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ๐๐ฎ ๐ป๐ฎ๐ฏ๐ถ-๐ป๐ฎ๐ฏ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐น๐๐บ ๐ธ๐ฎ๐บ๐. (TB II)
Kekristenan kerap berat sebelah menekankan teologi anugerah bahwa keselamatan manusia semata-mata anugerah Allah, bukan karena perbuatan baik. Padahal Injil Matius secara terang benderang berbicara mengenai pahala (๐ณ๐ฆ๐ธ๐ข๐ณ๐ฅ). Perbuatan baik diganjar berkat atau pahala (Mat. 6:1-16; 10:41-42; 19:28-29). Berbuat kebajikan bagi orang-orang tak berdaya sama saja berbuat untuk Yesus (Mat. 25:45). Injil Lukas pun mengajarkan hal yang sama (lih. Luk. 6:22-23).
Sesudah menelaah sembilan ucapan bahagia di atas, apakah gatra-gatra (๐ข๐ด๐ฑ๐ฆ๐ค๐ต๐ด) itu sejalan dengan ukuran bahagia SDSN? Sila menilai sendiri.
๐๐ถ๐ฐ๐ต๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐บ: “๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ค๐ช๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ ๐ค๐ถ๐ณ๐ฆ๐ด, ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ธ๐ช๐ฏ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ญ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ฑ๐ฑ๐บ.” Alexander Fleming
(27012026)(TUS)