Ada perbedaan tegas mengenai episode Doa Yesus dalam Injil sinoptik dan Injil Yohanes. Dalam Injil sinoptik Yesus sangat tercekam di taman (Getsemani) dan Yesus meminta kepada Bapa agar cawan itu berlalu dari-Nya. Isi doa untuk diri Yesus. Dalam Injil Yohanes Doa Yesus bukan untuk diri Yesus, melainkan untuk murid-murid-Nya sebelum menuju taman. Sesudah Ia berdoa, secara gagah dan tanpa ragu Yesus menuju ke taman untuk ditangkap. Injil Yohanes memandang salib bukan untuk digumuli untuk dihindari, melainkan sebagai simbol kemuliaan.
Hari ini adalah Minggu ketujuh masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 17:6-19.
Secara tema besar Injil Yohanes dibagi dua bagian: Kitab Tanda-tanda (pasal 1-12) dan Kitab Kemuliaan (pasal 13-20). Tanda-tanda tidak lagi diceritakan di Kitab Kemuliaan, melainkan memuliakan (đ„đ°đčđąđ»đ°̃) dan kemuliaan (đ„đ°đčđą). Dari kata đ„đ°đčđąđ»đ°̃ kita mengenal istilah doksologi dalam liturgi.
Apabila Kitab Kemuliaan tersebut dikelompokkan lagi, maka menjadi:
đ Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
đ Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
đ Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)
Dengan demikian bacaan Injil Minggu ini masuk ke dalam kelompok đđąđŽđȘđąđ” đ¶đŻđ”đ¶đŹ đźđ¶đłđȘđ„-đźđ¶đłđȘđ„, yang tetap berpautan dengan konteks besar pasal 13 – 20. Yohanes 17:6-19 sendiri adalah bagian dari perikop Yohanes 17:1-26 yang oleh LAI diberi judul đđ°đą đ đŠđŽđ¶đŽ đ¶đŻđ”đ¶đŹ đźđ¶đłđȘđ„-đźđ¶đłđȘđ„-đđșđą. Perikop Yohanes 17:1-26 dapat juga dibagi-bagi menjadi bagian lebih kecil menurut topiknya:
đ Permohonan kemuliaan (ay. 1-5)
đ Doa Yesus untuk murid-murid-Nya (ay. 6-19)
đ Doa Yesus bagi yang percaya akan pemberitaan para murid (ay. 20-23)
đ Doa bagi kesatuan dengan Yesus (ay. 24-26)
Bacaan masih berkaitan erat dengan perjamuan malam terakhir. Ini adalah doa terpanjang Yesus di dalam Injil-Injil. Ada juga yang menyebut ini adalah doa imamat. Di sini Yesus dipandang sebagai imam yang berdoa bagi jemaat-Nya. Namun, wacana doa adalah perpisahan.
đđŒđź đŹđČđđđ đđ»đđđž đșđđżđ¶đ±-đșđđżđ¶đ±-đĄđđź (ay. 6-19)
Dalam bagian ini Yesus memula berdoa untuk para murid. Yang disebut para murid bukanlah 12 murid, melainkan para murid yang diambil dari dunia dan diambil Bapa untuk diberikan kepada Yesus. Mereka milik Bapa, lalu diberikan kepada Yesus. Segala firman yang disampaikan Bapa kepada Yesus sudah disampaikan oleh Yesus kepada mereka. Dengan demikian para murid mengetahui bahwa Yesus datang dari Bapa dan mereka percaya bahwa Bapa mengutus Yesus (ay. 6-8).
Pada ayat 9 disebutkan “đđŹđ¶ đŁđŠđłđ„đ°đą đ¶đŻđ”đ¶đŹ đźđŠđłđŠđŹđą …“ Kata berdoa dari đŠđłđ°̄đ”đ°̄ yang berarti literal meminta. Apabila Yesus tidak berdoa bagi dunia bukan berarti Ia menolak dunia karena Yesus datang untuk menyelamatkan dunia, bukan membinasakannya (Yoh. 3:16). Kalau kita meneruskan membaca perikop đđ°đą đ đŠđŽđ¶đŽ ini: đ„đ¶đŻđȘđą đ”đŠđ”đąđ± đźđŠđŻđ«đąđ„đȘ đŽđąđŽđąđłđąđŻ đ±đŠđŻđšđ¶đ”đ¶đŽđąđŻ đ±đąđłđą đźđ¶đłđȘđ„ (ay. 18), đ„đ¶đŻđȘđą đ„đȘđ©đąđłđąđ±đŹđąđŻ đŁđŠđłđ¶đŁđąđ© đźđŠđŻđ«đąđ„đȘ đ±đŠđłđ€đąđșđą (ay. 21), đ„đąđŻ đ„đ¶đŻđȘđą đ„đȘđ©đąđłđąđ±đŹđąđŻ đźđŠđŻđ«đąđ„đȘ đ”đąđ©đ¶ đŁđąđ©đžđą đđđđąđ© đ”đŠđđąđ© đźđŠđŻđšđ¶đ”đ¶đŽ đ đŠđŽđ¶đŽ đ„đąđŻ đŁđąđ©đžđą đđđđąđ© đźđŠđŻđšđąđŽđȘđ©đȘ đźđ¶đłđȘđ„-đźđ¶đłđȘđ„ đ đŠđŽđ¶đŽ đŽđąđźđą đŽđŠđ±đŠđłđ”đȘ đđđđąđ© đźđŠđŻđšđąđŽđȘđ©đȘ đ đŠđŽđ¶đŽ (ay. 23).
Ayat 10 memula pernyataan bahwa para murid adalah milik Allah đ„đąđŻ đŽđŠđšđąđđą đźđȘđđȘđŹ-đđ¶ đąđ„đąđđąđ© đźđȘđđȘđŹ-đđ¶ đ„đąđŻ đźđȘđđȘđŹ-đđ¶ đąđ„đąđđąđ© đźđȘđđȘđŹ-đđ¶. Doa Yesus untuk murid-murid disebabkan alasan ganda. Mereka adalah milik Bapa yang diberikan kepada Anak. Kini mereka ditinggalkan di dalam dunia karena Anak kelak ditinggikan di tiang salib dan kembali kepada Bapa (ay. 11a).
“đ đą đđąđ±đą đșđąđŻđš đŹđ¶đ„đ¶đŽ, đ«đąđšđąđđąđ© đźđŠđłđŠđŹđą đ„đąđđąđź đŻđąđźđą-đđ¶” (ay. 11b) berarti Yesus meminta Bapa untuk memelihara iman mereka untuk tetap teguh dalam penganiayaan sepeninggalan Yesus. “đđąđźđą-đđ¶ đșđąđŻđš đ”đŠđđąđ© đđŻđšđŹđąđ¶ đŁđŠđłđȘđŹđąđŻ đŹđŠđ±đąđ„đą-đđ¶ …” (masih ay. 11) bukan berarti nama Yahweh diberikan kepada Yesus seperti ditafsirkan oleh kelompok Kristen đŻđšđąđŻđ¶. Ada frase awal đ đą đđąđ±đą đșđąđŻđš đŹđ¶đ„đ¶đŽ yang dipersiapkan untuk permohonan kedua Yesus đŹđ¶đ„đ¶đŽđŹđąđŻđđąđ© đźđŠđłđŠđŹđą (ay. 17a). Juga ada frase yang mengikutinya … đŽđ¶đ±đąđșđą đźđŠđłđŠđŹđą đźđŠđŻđ«đąđ„đȘ đŽđąđ”đ¶ đŽđąđźđą đŽđŠđ±đŠđłđ”đȘ đđȘđ”đą. Ayat ini hendak mengatakan bahwa persekutuan jemaat Kristen (Komunitas Yohanes) harus kuat karena sumbernya dari persekutuan Bapa dan Anak.
Ayat 12 hendak menyampaikan pemeliharaan Yesus terhadap murid-murid-Nya. Bagaimana menghubungkan frase “tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa” dengan frase “selain dia yang memang harus binasa”? Kata ganti “dia” di sini merujuk Yudas Iskariot. Pengkhianatan Yudas ditinjau sebagai pemenuhan Kitab Suci. Ungkapan “ditentukan untuk binasa” bukan berarti Yudas sudah ditakdirkan untuk binasa, melainkan juga akibat penggunaan kebebasannya memilih.
Ayat 13 “đđąđźđ¶đŻ đŽđŠđŹđąđłđąđŻđš, đđŹđ¶ đ„đąđ”đąđŻđš đŹđŠđ±đąđ„đą-đđ¶ đ„đąđŻ đąđŹđ¶ đźđŠđŻđšđąđ”đąđŹđąđŻ đŽđŠđźđ¶đąđŻđșđą đȘđŻđȘ đŽđŠđźđŠđŻđ”đąđłđą đđŹđ¶ đźđąđŽđȘđ© đąđ„đą đ„đȘ đ„đąđđąđź đ„đ¶đŻđȘđą đŽđ¶đ±đąđșđą đ±đŠđŻđ¶đ©đđąđ© đŽđ¶đŹđąđ€đȘđ”đą-đđ¶ đ„đȘ đ„đąđđąđź đ„đȘđłđȘ đźđŠđłđŠđŹđą.” Ungkapan đŽđŠđźđ¶đąđŻđșđą merujuk wejangan-wejangan Yesus dalam pasal 14-16. Kata keterangan tempat đ„đȘ đ„đąđđąđź đ„đ¶đŻđȘđą menampilkan ketegangan antara kedua latar doa, saat terakhir Yesus dan masa penginjilan. Perpisahan dengan Yesus membuat dukacita mendalam bagi jemaat Kristen. Penulis Injil tampaknya hendak menyampaikan, meskipun Yesus secara fisikal tidak bersama dengan jemaat Kristen, sukacita Yesus ada di dalam mereka. Dukacita dialihrupa menjadi sukacita.
Ayat 14-16 dalam konteks waktu penulis Injil. Kebencian dunia terhadap jemaat Kristen adalah realita. Pemberian firman Bapa kepada mereka oleh Yesus mengulangi lagi ayat 6-8 mengenai kasih Allah yang membebaskan. Meskipun dunia membenci jemaat Kristen, Yesus tidak meminta Bapa untuk mengambil mereka dari dunia, melainkan menjaga mereka dari yang jahat.
Ayat 17-18 menampilkan lebih lanjut hubungan para murid dan dunia. Pada ayat 11b dikatakan oleh Yesus, “đ đą đđąđ±đą đșđąđŻđš đŹđ¶đ„đ¶đŽ, đ«đąđšđąđđąđ© đźđŠđłđŠđŹđą đ„đąđđąđź đŻđąđźđą-đđ¶” yang menyiapkan Yesus meminta Bapa juga menguduskan para murid (ay. 17). Menguduskan (đ©đąđšđȘđąđŽđ°đŻ, đŽđąđŻđ€đ”đȘđ§đș) berarti mengasingkan, memisahkan, untuk suatu tugas khusus (bdk. Yer. 1:5; Kel. 28:1, 4; Yoh. 10:36). Mereka dikuduskan untuk diutus. Meskipun dunia membenci para murid, Yesus mengutus mereka ke dalam dunia.
Dalam konteks Jemaat Yohanes yang masih di dalam dunia berarti mereka harus menghadapi sikap permusuhan dan hidup dalam tekanan. Mereka diutus sekaligus menghadapi tekanan itu tanpa kehadiran Yesus. Pengutusan ke dalam dunia yang membenci Yesus dan murid-murid-Nya itu dahsyat. Mengapa?
Kita sedikit-banyak tahu gerakan Pietisme pada abad ke-17, yaitu gerakan kesalehan yang menarik diri dari dunia ini karena dunia ini dianggap penuh dosa. Pada zaman sekarang cukup banyak gereja seperti aliran Pietisme yang memandang dunia secara suram sehingga harus dijauhi dengan hidup suci. Mereka lalu menekankan hubungan vertikal dengan Allah saja. Di setiap kebaktian mereka begitu tampak saleh. Meskipun tampaknya baik, cara hidup seperti ini tidak merefleksikan Injil atau tidak injili. Mereka tidak peduli kepada dunia, tidak peduli kepada saudara-saudara mereka yang menderita. Ini bertentangan dengan isi đđ°đą đ đŠđŽđ¶đŽ.
(12052024)(T)