Sabtu, 11 Mei 2024

Sudut Pandang Yohanes 17:6-19, đ——đ—¶đ˜‚đ˜đ˜‚đ˜€ 𝗾đ—Č đ—±đ˜‚đ—»đ—¶đ—ź đ˜†đ—źđ—»đ—Ž đ—șđ—Čđ—ș𝗯đ—Čđ—»đ—°đ—¶



Sudut Pandang Yohanes 17:6-19, đ——đ—¶đ˜‚đ˜đ˜‚đ˜€ 𝗾đ—Č đ—±đ˜‚đ—»đ—¶đ—ź đ˜†đ—źđ—»đ—Ž đ—șđ—Čđ—ș𝗯đ—Čđ—»đ—°đ—¶

Ada perbedaan tegas mengenai episode Doa Yesus dalam Injil sinoptik dan Injil Yohanes. Dalam Injil sinoptik Yesus sangat tercekam di taman (Getsemani) dan Yesus meminta kepada Bapa agar cawan itu berlalu dari-Nya. Isi doa untuk diri Yesus. Dalam Injil Yohanes Doa Yesus bukan untuk diri Yesus, melainkan untuk murid-murid-Nya sebelum menuju taman. Sesudah Ia berdoa, secara gagah dan tanpa ragu Yesus menuju ke taman untuk ditangkap. Injil Yohanes memandang salib bukan untuk digumuli untuk dihindari, melainkan sebagai simbol kemuliaan.

Hari ini adalah Minggu ketujuh masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 17:6-19.

Secara tema besar Injil Yohanes dibagi dua bagian: Kitab Tanda-tanda (pasal 1-12) dan Kitab Kemuliaan (pasal 13-20). Tanda-tanda tidak lagi diceritakan di Kitab Kemuliaan, melainkan memuliakan (đ˜„đ˜°đ˜čđ˜ąđ˜»đ˜°̃) dan kemuliaan (đ˜„đ˜°đ˜č𝘱). Dari kata đ˜„đ˜°đ˜čđ˜ąđ˜»đ˜°̃ kita mengenal istilah doksologi dalam liturgi.

Apabila Kitab Kemuliaan tersebut dikelompokkan lagi, maka menjadi:
🛑 Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
🛑 Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
🛑 Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)

Dengan demikian bacaan Injil Minggu ini masuk ke dalam kelompok 𝘞𝘱𝘮đ˜Șđ˜ąđ˜” đ˜¶đ˜Żđ˜”đ˜¶đ˜Ź đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„, yang tetap berpautan dengan konteks besar pasal 13 – 20. Yohanes 17:6-19 sendiri adalah bagian dari perikop Yohanes 17:1-26 yang oleh LAI diberi judul 𝘋𝘰𝘱 đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž đ˜¶đ˜Żđ˜”đ˜¶đ˜Ź đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-𝘕đ˜ș𝘱. Perikop Yohanes 17:1-26 dapat juga dibagi-bagi menjadi bagian lebih kecil menurut topiknya:

🛑 Permohonan kemuliaan (ay. 1-5)
🛑 Doa Yesus untuk murid-murid-Nya (ay. 6-19)
🛑 Doa Yesus bagi yang percaya akan pemberitaan para murid (ay. 20-23)
🛑 Doa bagi kesatuan dengan Yesus (ay. 24-26)

Bacaan masih berkaitan erat dengan perjamuan malam terakhir. Ini adalah doa terpanjang Yesus di dalam Injil-Injil. Ada juga yang menyebut ini adalah doa imamat. Di sini Yesus dipandang sebagai imam yang berdoa bagi jemaat-Nya. Namun, wacana doa adalah perpisahan.

đ——đ—Œđ—ź 𝗬đ—Č𝘀𝘂𝘀 đ˜‚đ—»đ˜đ˜‚đ—ž đ—șđ˜‚đ—żđ—¶đ—±-đ—șđ˜‚đ—żđ—¶đ—±-𝗡𝘆𝗼 (ay. 6-19)

Dalam bagian ini Yesus memula berdoa untuk para murid. Yang disebut para murid bukanlah 12 murid, melainkan para murid yang diambil dari dunia dan diambil Bapa untuk diberikan kepada Yesus. Mereka milik Bapa, lalu diberikan kepada Yesus. Segala firman yang disampaikan Bapa kepada Yesus sudah disampaikan oleh Yesus kepada mereka. Dengan demikian para murid mengetahui bahwa Yesus datang dari Bapa dan mereka percaya bahwa Bapa mengutus Yesus (ay. 6-8).

Pada ayat 9 disebutkan “đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜„đ˜°đ˜ą đ˜¶đ˜Żđ˜”đ˜¶đ˜Ź 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱 …“ Kata berdoa dari 𝘩𝘳𝘰̄đ˜”đ˜°̄ yang berarti literal meminta. Apabila Yesus tidak berdoa bagi dunia bukan berarti Ia menolak dunia karena Yesus datang untuk menyelamatkan dunia, bukan membinasakannya (Yoh. 3:16). Kalau kita meneruskan membaca perikop 𝘋𝘰𝘱 đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž ini: đ˜„đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱 đ˜”đ˜Šđ˜”đ˜ąđ˜± đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜«đ˜ąđ˜„đ˜Ș 𝘮𝘱𝘮𝘱𝘳𝘱𝘯 đ˜±đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜¶đ˜”đ˜¶đ˜Žđ˜ąđ˜Ż đ˜±đ˜ąđ˜łđ˜ą đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„ (ay. 18), đ˜„đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱 đ˜„đ˜Șđ˜©đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜±đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜¶đ˜Łđ˜ąđ˜© đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜«đ˜ąđ˜„đ˜Ș đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜€đ˜ąđ˜ș𝘱 (ay. 21), đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱 đ˜„đ˜Șđ˜©đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜±đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜«đ˜ąđ˜„đ˜Ș đ˜”đ˜ąđ˜©đ˜¶ đ˜Łđ˜ąđ˜©đ˜žđ˜ą đ˜ˆđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜¶đ˜”đ˜¶đ˜Ž đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜Łđ˜ąđ˜©đ˜žđ˜ą đ˜ˆđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘯𝘹𝘱𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Ș đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„ đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž 𝘮𝘱𝘼𝘱 đ˜Žđ˜Šđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜Ș đ˜ˆđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘯𝘹𝘱𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Ș đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž (ay. 23).

Ayat 10 memula pernyataan bahwa para murid adalah milik Allah đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘮𝘩𝘹𝘱𝘭𝘱 𝘼đ˜Ș𝘭đ˜Ș𝘬-đ˜’đ˜¶ đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼đ˜Ș𝘭đ˜Ș𝘬-đ˜”đ˜¶ đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘼đ˜Ș𝘭đ˜Ș𝘬-đ˜”đ˜¶ đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼đ˜Ș𝘭đ˜Ș𝘬-đ˜’đ˜¶. Doa Yesus untuk murid-murid disebabkan alasan ganda. Mereka adalah milik Bapa yang diberikan kepada Anak. Kini mereka ditinggalkan di dalam dunia karena Anak kelak ditinggikan di tiang salib dan kembali kepada Bapa (ay. 11a).

“𝘠𝘱 đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜¶đ˜„đ˜¶đ˜Ž, đ˜«đ˜ąđ˜šđ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱 đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘯𝘱𝘼𝘱-đ˜”đ˜¶” (ay. 11b) berarti Yesus meminta Bapa untuk memelihara iman mereka untuk tetap teguh dalam penganiayaan sepeninggalan Yesus.  “𝘕𝘱𝘼𝘱-đ˜”đ˜¶ đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜Œđ˜Żđ˜šđ˜Źđ˜ąđ˜¶ 𝘣𝘩𝘳đ˜Ș𝘬𝘱𝘯 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą-đ˜’đ˜¶ …” (masih ay. 11) bukan berarti nama Yahweh diberikan kepada Yesus seperti ditafsirkan oleh kelompok Kristen đ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜Żđ˜¶.  Ada frase awal 𝘠𝘱 đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜¶đ˜„đ˜¶đ˜Ž yang dipersiapkan untuk permohonan kedua Yesus đ˜Źđ˜¶đ˜„đ˜¶đ˜Žđ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱 (ay. 17a). Juga ada frase yang mengikutinya … đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱 đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜«đ˜ąđ˜„đ˜Ș đ˜Žđ˜ąđ˜”đ˜¶ 𝘮𝘱𝘼𝘱 đ˜Žđ˜Šđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜Ș 𝘒đ˜Șđ˜”đ˜ą. Ayat ini hendak mengatakan bahwa persekutuan jemaat Kristen (Komunitas Yohanes) harus kuat karena sumbernya dari persekutuan Bapa dan Anak.

Ayat 12 hendak menyampaikan pemeliharaan Yesus terhadap murid-murid-Nya. Bagaimana menghubungkan frase “tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa” dengan frase “selain dia yang memang harus binasa”? Kata ganti “dia” di sini merujuk Yudas Iskariot. Pengkhianatan Yudas ditinjau sebagai pemenuhan Kitab Suci. Ungkapan “ditentukan untuk binasa” bukan berarti Yudas sudah ditakdirkan untuk binasa, melainkan juga akibat penggunaan kebebasannya memilih.

Ayat 13 “đ˜•đ˜ąđ˜źđ˜¶đ˜Ż 𝘮𝘩𝘬𝘱𝘳𝘱𝘯𝘹, đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜„đ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą-đ˜”đ˜¶ đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜ąđ˜Źđ˜¶ đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 đ˜Ș𝘯đ˜Ș đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜łđ˜ą đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ 𝘼𝘱𝘮đ˜Șđ˜© đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜„đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱 đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 đ˜±đ˜Šđ˜Żđ˜¶đ˜©đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜Žđ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜€đ˜Șđ˜”đ˜ą-đ˜’đ˜¶ đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜„đ˜Ș𝘳đ˜Ș 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱.” Ungkapan đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 merujuk wejangan-wejangan Yesus dalam pasal 14-16. Kata keterangan tempat đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜„đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱 menampilkan ketegangan antara kedua latar doa, saat terakhir Yesus dan masa penginjilan. Perpisahan dengan Yesus membuat dukacita mendalam bagi jemaat Kristen. Penulis Injil tampaknya hendak menyampaikan, meskipun Yesus secara fisikal tidak bersama dengan jemaat Kristen, sukacita Yesus ada di dalam mereka. Dukacita dialihrupa menjadi sukacita.

Ayat 14-16 dalam konteks waktu penulis Injil. Kebencian dunia terhadap jemaat Kristen adalah realita. Pemberian firman Bapa kepada mereka oleh Yesus mengulangi lagi ayat 6-8 mengenai kasih Allah yang membebaskan. Meskipun dunia membenci jemaat Kristen, Yesus tidak meminta Bapa untuk mengambil mereka dari dunia, melainkan menjaga mereka dari yang jahat.

Ayat 17-18 menampilkan lebih lanjut hubungan para murid dan dunia. Pada ayat 11b dikatakan oleh Yesus, “𝘠𝘱 đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜¶đ˜„đ˜¶đ˜Ž, đ˜«đ˜ąđ˜šđ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱 đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘯𝘱𝘼𝘱-đ˜”đ˜¶” yang menyiapkan Yesus meminta Bapa juga menguduskan para murid (ay. 17). Menguduskan (đ˜©đ˜ąđ˜šđ˜Ș𝘱𝘮𝘰𝘯, đ˜Žđ˜ąđ˜Żđ˜€đ˜”đ˜Ș𝘧đ˜ș) berarti mengasingkan, memisahkan, untuk suatu tugas khusus (bdk. Yer. 1:5; Kel. 28:1, 4; Yoh. 10:36). Mereka dikuduskan untuk diutus. Meskipun dunia membenci para murid, Yesus mengutus mereka ke dalam dunia. 

Dalam  konteks Jemaat Yohanes yang masih di dalam dunia berarti mereka harus menghadapi sikap permusuhan dan hidup dalam tekanan. Mereka diutus sekaligus menghadapi tekanan itu tanpa kehadiran Yesus. Pengutusan ke dalam dunia yang membenci Yesus dan murid-murid-Nya itu dahsyat. Mengapa?

Kita sedikit-banyak tahu gerakan Pietisme pada abad ke-17, yaitu gerakan kesalehan yang menarik diri dari dunia ini karena dunia ini dianggap penuh dosa. Pada zaman sekarang cukup banyak gereja seperti aliran Pietisme yang memandang dunia secara suram sehingga harus dijauhi dengan hidup suci. Mereka lalu menekankan hubungan vertikal dengan Allah saja. Di setiap kebaktian mereka begitu tampak saleh. Meskipun tampaknya baik, cara hidup seperti ini tidak merefleksikan Injil atau tidak injili. Mereka tidak peduli kepada dunia, tidak peduli kepada saudara-saudara mereka yang menderita. Ini bertentangan dengan isi 𝘋𝘰𝘱 đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž.

(12052024)(T)

Kamis, 09 Mei 2024

Sudut Pandang Injil Lukas 24:44-53 đ—đ—źđ—»đ—Žđ—źđ—» đ™—đ™šđ™Łđ™œđ™€đ™Łđ™œ!


Sudut Pandang  Injil Lukas 24:44-53 đ—đ—źđ—»đ—Žđ—źđ—» đ™—đ™šđ™Łđ™œđ™€đ™Łđ™œ!

Jika Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Kis.) tidak ditulis, maka gereja mungkin tidak merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Pentakosta. 

Ada dua pendapat dari kalangan pakar biblika mengenai Injil Lukas dan Kis. Pertama, Injil Lukas dan Kis. sebenarnya satu kitab, tetapi karena terlalu tebal dan mencakup dua tema besar, lalu dipenggal menjadi dua kitab oleh editor. Kedua, Injil Lukas dan Kis. memang dua kitab terpisah karena berkisah tema yang berbeda.

Meskipun demikian para pakar bersepakat bahwa penulis Injil Lukas dan Kis. adalah orang yang sama. Mereka bersetuju bahwa kedua kitab mengusung tema yang berbeda: Injil Lukas mengenai kiprah Yesus, sedang Kis. mengenai kiprah Gereja. Ada kontinuitas.

Bacaan kenaikan Yesus ke surga, hari ini diambil dari Injil Lukas 24:44-53 

Secara kronologi cerita Injil Lukas ditulis lebih dahulu. Cerita dalam bacaan hari ini merupakan rangkaian terakhir dari kebangkitan Kristus dan penampakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Kata Yesus: "𝘐𝘯đ˜Șđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜ąđ˜Ż-đ˜’đ˜¶, đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜’đ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜Źđ˜Šđ˜”đ˜Ș𝘬𝘱 đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ 𝘼𝘱𝘮đ˜Șđ˜© 𝘣𝘩𝘳𝘮𝘱𝘼𝘱-𝘮𝘱𝘼𝘱 đ˜„đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶, đ˜ș𝘱𝘬𝘯đ˜Ș đ˜Łđ˜ąđ˜©đ˜žđ˜ą đ˜©đ˜ąđ˜łđ˜¶đ˜Ž đ˜„đ˜Șđ˜šđ˜Šđ˜Żđ˜ąđ˜±đ˜Ș đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜”đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜¶đ˜­đ˜Ș𝘮 đ˜”đ˜Šđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘬đ˜Șđ˜”đ˜ąđ˜Ł đ˜›đ˜ąđ˜¶đ˜łđ˜ąđ˜” đ˜”đ˜¶đ˜Žđ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘬đ˜Șđ˜”đ˜ąđ˜Ł 𝘯𝘱𝘣đ˜Ș-𝘯𝘱𝘣đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘬đ˜Șđ˜”đ˜ąđ˜Ł đ˜”đ˜ąđ˜»đ˜źđ˜¶đ˜ł. đ˜ˆđ˜„đ˜ą đ˜”đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜¶đ˜­đ˜Ș𝘮 đ˜„đ˜Šđ˜źđ˜Ș𝘬đ˜Ș𝘱𝘯: 𝘔𝘩𝘮đ˜Ș𝘱𝘮 đ˜©đ˜ąđ˜łđ˜¶đ˜Ž đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜„đ˜Šđ˜łđ˜Șđ˜”đ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘣𝘱𝘯𝘹𝘬đ˜Șđ˜” đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜ąđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜łđ˜ą 𝘰𝘳𝘱𝘯𝘹 đ˜źđ˜ąđ˜”đ˜Ș đ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜©đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜Šđ˜”đ˜Ș𝘹𝘱, đ˜„đ˜ąđ˜Ż 𝘭𝘱𝘹đ˜Ș: đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘯𝘱𝘼𝘱-𝘕đ˜ș𝘱 𝘣𝘩𝘳đ˜Șđ˜”đ˜ą đ˜”đ˜Šđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜°đ˜Łđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜±đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜źđ˜±đ˜¶đ˜Żđ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜°đ˜Žđ˜ą đ˜©đ˜ąđ˜łđ˜¶đ˜Ž đ˜„đ˜Șđ˜Žđ˜ąđ˜źđ˜±đ˜ąđ˜Ș𝘬𝘱𝘯 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą 𝘮𝘩𝘹𝘱𝘭𝘱 𝘣𝘱𝘯𝘹𝘮𝘱, đ˜źđ˜¶đ˜­đ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜ đ˜Šđ˜łđ˜¶đ˜Žđ˜ąđ˜­đ˜Šđ˜ź. đ˜’đ˜ąđ˜źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© 𝘮𝘱𝘬𝘮đ˜Ș-𝘮𝘱𝘬𝘮đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 đ˜Ș𝘯đ˜Ș. đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ 𝘱𝘬𝘱𝘯 𝘼𝘩𝘯𝘹đ˜Ș𝘳đ˜Ș𝘼 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜„đ˜Șđ˜«đ˜ąđ˜Żđ˜«đ˜Ș𝘬𝘱𝘯 đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą-đ˜’đ˜¶, đ˜”đ˜Šđ˜”đ˜ąđ˜±đ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜©đ˜ąđ˜łđ˜¶đ˜Ž đ˜”đ˜Ș𝘯𝘹𝘹𝘱𝘭 đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜Źđ˜°đ˜”đ˜ą đ˜Ș𝘯đ˜Ș đ˜Žđ˜ąđ˜źđ˜±đ˜ąđ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜„đ˜Șđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜­đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜Źđ˜ąđ˜±đ˜Ș đ˜„đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜Šđ˜Źđ˜¶đ˜ąđ˜Žđ˜ąđ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜”đ˜Šđ˜źđ˜±đ˜ąđ˜” đ˜”đ˜Ș𝘯𝘹𝘹đ˜Ș." (ay. 44-49).

Dalam ayat 50-53 dinarasikan Yesus kemudian membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di sana Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Kata terangkat (đ˜ąđ˜Żđ˜Šđ˜±đ˜©đ˜Šđ˜łđ˜Šđ˜”đ˜°) pada ayat 51 berbentuk pasif. Jadi, Yesus tidak naik sendiri, melainkan diangkat atau dinaikkan oleh Allah.

Satu ciri teologi Injil Lukas adalah kenaikan, dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi. Pada bagian akhir Injil Lukas kentara ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya keluar dari Yerusalem ke Betania lalu naik ke surga. Surga di sini dari kata đ˜°đ˜¶đ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜°đ˜Ż yang juga berarti langit. Dalam dunia cerita Injil Lukas Betania lebih tinggi daripada Yerusalem (Luk. 19:29), sedang Yerusalem lebih tinggi daripada Nazaret (Luk. 2:42). 

Secara umum dalam dunia cerita Injil Lukas tempat atau wilayah pelayanan Yesus sebelum Ia menuju Yerusalem berada di posisi lebih rendah (Luk. 18:31; 19:28). Dari informasi dunia cerita ini dapat diperikan bahwa perjalanan hidup Yesus adalah perjalanan naik atau meninggi; dari Nazaret dan Galilea, naik ke Yerusalem, naik ke Betania di Bukit Zaitun, dan akhirnya terangkat ke surga.

Dalam babak akhir Injil Lukas Yesus hendak menjawab keraguan murid-murid-Nya. Narator menyampaikan kepada pembaca bahwa Yesus memberkati murid-murid-Nya dan kemudian terangkat ke surga. Mereka sekarang percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh sudah bangkit dan naik ke kediaman Bapa-Nya. Mereka juga mengerti bahwa Mesias harus menderita terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kemuliaan-Nya seperti nubuatan para nabi. Yesus yang memula pelayanan-Nya dari tempat yang paling rendah sampai akhirnya tiba di tempat tertinggi. Terus?

Jangan lupa dalam bacaan Yesus berkata, “đ˜’đ˜ąđ˜źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© 𝘮𝘱𝘬𝘮đ˜Ș-𝘮𝘱𝘬𝘮đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 đ˜Ș𝘯đ˜Ș.”. Penginjil Lukas hendak menyampaikan kepada kita, sebagai pembaca masa kini, untuk menjadi saksi dari kisah teologisnya. Kesaksian yang mana? Semuanya ini! Menjadi saksi Kristus berarti menyaksikan semua karya pelayanan Kristus (dhi. kisah teologis Injil Lukas) dengan merefleksikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari. Orang Kristen bersaksi dengan berperangai laksana Kristus dalam berkarya, berbelarasa terhadap orang-orang marginal atau mereka yang disisihkan oleh masyarakat dengan segala alasannya seperti yang dikisahkan dalam Injil Lukas. Sebagai contoh, bagaimana menjadi orang kaya Kristen yang ideal? Di Injil Lukas ada kisah pertobatan Zakheus, yang tadinya memeras orang kemudian bertobat menjadi peduli kepada masyarakat miskin.

Jadi, kalau ada orang Kristen “bersaksi” bahwa ia menjadi kaya, terhindar dari kecelakaan maut, dan sejenisnya tentang kehidupan pribadinya yang didaku diberkati oleh Allah bukanlah bersaksi menurut Injil. Itu adalah cerita tentang dirinya sendiri yang doyong (𝘣đ˜Șđ˜ąđ˜Žđ˜Šđ˜„) sehingga tidak dapat dijadikan ukuran untuk orang lain karena itu memang bukan maksud bersaksi menurut Injil.

Dalam pada itu di bagian awal Kis. istilah Kerajaan Allah muncul dua kali (Kis. 1:3 dan 6) sehingga tampaknya menjadi tema dasar pada awal cerita. Kerajaan Allah dipandang dari matra ke-akan-an. Tema Kerajaan Allah didukung dengan rincian lain, yaitu awan yang menyertai Yesus naik ke surga dan yang akan menyertai Yesus turun pada kedatangan-Nya kembali (Kis. 1:9-11). Tema Kerajaan Allah secara tersirat dikuak pada bagian akhir Kis. bahwa Israel mengharapkan pemulihan Kerajaan Allah secara penuh (Kis. 28:20). 

Dengan begitu berita di dalam Kis. apabila dibuat pembabakan:
🛑 Awal: Kerajaan Allah.
🛑 Tengah: Karya dan ajaran para rasul.
🛑 Akhir: Kerajaan Allah.

Dalam narasi awal (Kis. 1:1-3) dikatakan bahwa Yesus selama 40 hari berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka (11 murid) tentang Kerajaan Allah. Pembaca yang sudah berprapaham kalender gerejawi jarak Hari Kebangkitan (Paska) ke Hari Kenaikan adalah 40 hari langsung memahami teks itu dengan Yesus-Paska berada di bumi selama 40 hari. 

Angka 40 harus dipahami simbolik sebagai waktu tercukupkan. Yesus memersiapkan diri secara tercukupkan dengan menyendiri di gurun selama 40 hari. Umat Israel dididik oleh Allah selama 40 tahun di padang gurun. Demikian juga Yesus menyiapkan murid-murid-Nya dengan waktu tercukupkan sebelum Ia naik ke surga. Tafsir angka 40 sebagai simbol waktu tercukupkan diperkuat dengan Kis. 13:31 bahwa Yesus yang bangkit menampakkan diri selama beberapa hari. Lukas tidak lagi menyebut 40 hari.

Ada empat pokok pikiran berupa ramalan dalam bacaan Kis. 1:1-11:
🛑 Para murid yang kemudian disebut rasul-rasul akan dibaptis dengan Roh Kudus.
🛑 Kerajaan Allah akan dipulihkan, tetapi tentang waktunya hanya Allah yang menentukan. 
🛑 Para murid akan bersaksi di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ujung bumi.
🛑 Yesus yang diangkat ke surga akan datang dengan cara yang sama.

Keempat ramalan itu saling berpautan. Yang pertama tergenapi pada Hari Pentakosta (Kis. 2:3-4). Yang ketiga tergenapi bersaksi sampai  ke ujung bumi, yaitu Roma. Rasul Paulus bersaksi sampai ke Roma dan narasi Kis. berakhir. Yang kedua dan keempat akan terjadi apabila Yesus datang kembali.

Pembaca modern tentu saja menolak Roma adalah ujung bumi. Akan tetapi dari sisi dunia cerita penulis Kis. menyebut đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜ đ˜Šđ˜łđ˜¶đ˜Žđ˜ąđ˜­đ˜Šđ˜ź đ˜Žđ˜ąđ˜źđ˜±đ˜ąđ˜Ș 𝘬𝘩 đ˜¶đ˜«đ˜¶đ˜Żđ˜š đ˜Łđ˜¶đ˜źđ˜Ș di awal kisah mengakhiri ceritanya dengan keberhasilan Rasul Paulus mencapai Roma. 𝘔đ˜Ș𝘮𝘮đ˜Ș𝘰𝘯 đ˜ąđ˜€đ˜€đ˜°đ˜źđ˜±đ˜­đ˜Șđ˜Žđ˜©đ˜Šđ˜„! Dengan demikian Roma adalah ujung bumi. Tafsir ini diperkuat dengan melihat kerangka cerita Kis., linimasa pengabaran Injil:
🛑 Berawal dari Yerusalem (Kis.1:1-8:3). 
🛑 Berlanjut ke Galilea dan Samaria (Kis. 8:4-11:18). 
🛑 Berakhir di Roma (Kis. 11:19-28:31), ujung bumi.

Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah tidak dijadikan seremonial belaka. Dalam Kis. 1:11 disebutkan sesudah Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah dua orang berpakaian putih menegur para murid, “𝘏𝘱đ˜Ș, 𝘰𝘳𝘱𝘯𝘹-𝘰𝘳𝘱𝘯𝘹 𝘎𝘱𝘭đ˜Ș𝘭𝘩𝘱, đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜±đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜© đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜„đ˜Ș𝘳đ˜Ș 𝘼𝘩𝘭đ˜Șđ˜©đ˜ąđ˜” 𝘬𝘩 𝘭𝘱𝘯𝘹đ˜Șđ˜”?” Kalau dalam bahasa sehari-hari, “đ˜•đ˜šđ˜ąđ˜±đ˜ąđ˜Ș𝘯 𝘬𝘱𝘭đ˜Ș𝘱𝘯 𝘣𝘩𝘯𝘹𝘰𝘯𝘹 đ˜ąđ˜«đ˜ą?” Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah dijadikan pengingat bahwa kita, Gereja, untuk segera berkarya nyata, bukan 𝘣𝘩𝘯𝘹𝘰𝘯𝘹 saja.
(09052024)(T)

Sabtu, 04 Mei 2024

Sudut Pandang Yohanes 15:9-17, đ—Šđ—źđ—”đ—źđ—Żđ—źđ˜

Sudut Pandang Yohanes 15:9-17, đ—Šđ—źđ—”đ—źđ—Żđ—źđ˜

Dalam banyak kamus bahasa Indonesia lema teman bersinonim dengan sahabat. Meskipun bersinonim, ada perbedaan maknawi antara teman dan sahabat. Bagaimana Yesus memaknai sahabat?

Hari ini adalah Minggu keenam masa raya Paska. Bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 15:9-17.

Bacaan Injil Minggu ini melanjutkan langsung bacaan Minggu lalu. Ayat 9-11 berpautan dengan metafora pokok anggur yang benar yang mendahuluinya. Ajakan untuk tinggal di dalam Yesus menjadi lebih rinci untuk tinggal di dalam kasih Yesus. Hubungan Bapa dan Yesus menjadi acuan (model). Perintah đ˜”đ˜Șđ˜Żđ˜šđ˜šđ˜ąđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© (ay. 9) sekali lagi mengisyaratkan tanggung jawab orang Kristen (dhi. warga Jemaat Yohanes) dalam pemerian (đ˜„đ˜Šđ˜Žđ˜€đ˜łđ˜Șđ˜±đ˜”đ˜Ș𝘰𝘯) hubungan Bapa dan Yesus.

Yesus menjadikan murid-murid bagian dalam hubungan-Nya dengan Bapa dan mengajak mereka untuk tinggal di dalam kasih-Nya dengan cara yang sama: đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜¶đ˜łđ˜¶đ˜”đ˜Ș đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜©-đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜©-đ˜’đ˜¶ (ay. 10). Tinggal di dalam kasih Yesus itu bukan perasaan sayang, tetapi suatu hubungan intim dalam kesetiaan dan ketepatjanjian (bdk. Yoh. 14:15, 21, 23).

đ˜šđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 đ˜Ș𝘯đ˜Ș đ˜’đ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶ (ay. 11) serupa dengan kalimat yang digunakan pada wejangan pertama (Yoh. 14:25) dan wejangan ketiga (Yoh. 16:1). Ia berfungsi sebagai peralihan dan penghubung antara yang mendahului dan yang akan datang. đ˜šđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 merujuk seluruh uraian tentang hubungan antara Yesus dan kaum beriman. Persekutuan ini membuahkan sukacita yang bercorak eskatologis dan kristologis, karena berasal dari hubungan Bapa dan Yesus.

Pada ayat 10 para murid dinyatakan tinggal di dalam kasih Yesus apabila menuruti perintah-perintah-Nya (jamak) tanpa penjelasan, sedang pada ayat 12 perintah (tunggal) itu dijelaskan. Perintah Yesus bukanlah daftar panjang dengan beraneka kewajiban, melainkan melakukan hal pokok: 𝘮𝘱𝘭đ˜Ș𝘯𝘹 𝘼𝘩𝘯𝘹𝘱𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Ș đ˜Žđ˜Šđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜Ș đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘯𝘹𝘱𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Ș 𝘼𝘩𝘳𝘩𝘬𝘱. Ayat 12 merupakan pengulangan đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜© đ˜Łđ˜ąđ˜łđ˜¶ dari Yohanes 13:34. Hanya saja pada ayat 12 ini hubungan kasih lebih lengkap; Bapa mengasihi Yesus, Yesus mengasihi murid-murid, dan murid-murid saling mengasihi.

Pada ayat 13 dan 14 Yesus memaknai sahabat (đ˜±đ˜©đ˜Ș𝘭𝘰̄𝘯) secara radikal. Kata Yesus, “𝘛đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź đ˜ąđ˜„đ˜ą 𝘬𝘱𝘮đ˜Șđ˜© đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘭𝘩𝘣đ˜Șđ˜© 𝘣𝘩𝘮𝘱𝘳 đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Șđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą 𝘮𝘩𝘮𝘩𝘰𝘳𝘱𝘯𝘹 𝘼𝘩𝘼𝘣𝘩𝘳đ˜Ș𝘬𝘱𝘯 𝘯đ˜ș𝘱𝘾𝘱𝘯đ˜ș𝘱 𝘣𝘱𝘹đ˜Ș đ˜Žđ˜ąđ˜©đ˜ąđ˜Łđ˜ąđ˜”-đ˜Žđ˜ąđ˜©đ˜ąđ˜Łđ˜ąđ˜”đ˜Żđ˜ș𝘱.” (ay, 13). Sahabat dihargai nyawa. Begitu tinggi harkat sahabat. “đ˜’đ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜Žđ˜ąđ˜©đ˜ąđ˜Łđ˜ąđ˜”-đ˜’đ˜¶,” sambung Yesus kepada murid-murid-Nya (ay. 14a). Luar biasa. Meskipun murid-murid menjadi sahabat Yesus, status itu bukanlah gratis. Ada harga yang harus dibayar. Kita menjadi sahabat Yesus hanya jika kita melakukan perintah Yesus (ay. 14b). Apa isi perintah itu? Saling mengasihi (lih. ay. 12). Pada ayat 15 Yesus menegaskan lagi, “đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜”đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź 𝘼𝘩𝘯đ˜șđ˜Šđ˜Łđ˜¶đ˜” đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜©đ˜ąđ˜źđ˜Łđ˜ą, 𝘮𝘩𝘣𝘱𝘣 đ˜©đ˜ąđ˜źđ˜Łđ˜ą đ˜”đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź đ˜”đ˜ąđ˜©đ˜¶ đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜„đ˜Șđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜” đ˜°đ˜­đ˜Šđ˜© đ˜”đ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜Żđ˜ș𝘱. đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ 𝘼𝘩𝘯đ˜șđ˜Šđ˜Łđ˜¶đ˜” đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜Žđ˜ąđ˜©đ˜ąđ˜Łđ˜ąđ˜”, 𝘬𝘱𝘳𝘩𝘯𝘱 đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘼𝘩𝘼𝘣𝘩𝘳đ˜Șđ˜”đ˜ąđ˜©đ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ 𝘮𝘩𝘹𝘱𝘭𝘱 đ˜Žđ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜ąđ˜”đ˜¶ đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜’đ˜¶đ˜„đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜ł đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ąđ˜Źđ˜¶.”

Kita sering mendengar banyak pendeta terus-menerus dan berulang-ulang menyebut diri hamba Tuhan sebagai eufemisme pendeta. Orang-orang seperti itu justru diragukan. Pertama, ia orang munafik. Semua orang Kristen tahu kok bahwa pendeta adalah pejabat gerejawi. Tak perlu berpura-pura rendah hati. Kerendahhatian itu sama dengan hening. Jika bersuara, maka ia bukan hening lagi. Kedua, dengan menyebut diri hamba, maka ia sangat jelas tidak tahu yang diperbuat oleh tuannya. Hamba tidak akan berdarah-darah membela domba-domba tuannya. Ia dapat sadis memeras domba-domba tuannya untuk memerkaya diri sendiri.

Mestilah diingat pada bacaan Injil Minggu lalu mengenai metafora pokok anggur. Metafora itu bukan hanya menyampaikan mengenai buah-buah yang dihasilkan oleh para murid karena hubungan intim antara Yesus dan murid-murid-Nya, tetapi memang sejak mula buah-buah itu terjadi oleh pekerjaan Bapa si Tukang Kebun (ay. 1-2). Demikian juga transformasi radikal para murid masuk ke dalam kesatuan dengan Bapa dan Yesus bukan lantaran upaya mereka, melainkan Yesus yang memilih mereka (ay. 16).

Kata kerja memilih (𝘩đ˜č𝘩𝘭𝘩đ˜č𝘱𝘼𝘩̄𝘯) pada ayat 16 diikuti dua anak-kalimat đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱. Pertama, “đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜šđ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜©đ˜ąđ˜Žđ˜Ș𝘭𝘬𝘱𝘯 đ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜© đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜©đ˜źđ˜¶ đ˜Șđ˜”đ˜¶ đ˜”đ˜Šđ˜”đ˜ąđ˜±”. Itu berarti kehidupan iman dan kasih ditujukan keluar kepada dunia (bdk. Yoh. 3:16). Orang beriman harus berbuah bagi dunia, yang dengan begitu memuliakan Bapa. Kedua, “đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ 𝘼đ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ą đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘯𝘱𝘼𝘱-đ˜’đ˜¶ đ˜„đ˜Ș𝘣𝘩𝘳đ˜Ș𝘬𝘱𝘯-𝘕đ˜ș𝘱 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶”. Anak-kalimat kedua ini mengulangi janji Yesus di Yohanes 14:13-14 dan 15:7, tetapi di sini dipautkan dengan misi yang diberikan kepada para murid. Anak-kalimat ini bukan berarti seolah-olah murid-murid menghasilkan buah dengan perhitungan agar setiap permohonan mereka dikabulkan. Buah yang tetap, yakni senantiasa saling mengasihi, bukanlah syarat melainkan tanda đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 𝘯đ˜șđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© bahwa permintaan para murid dalam nama Yesus dikabulkan oleh Bapa.

Itulah status baru yang Yesus berikan kepada kita, suatu hubungan baru sebagai sahabat-sahabat-Nya yang dibebaskan dari perhambaan dan diberi bagian dalam kerahiman Bapa yang Ia singkapkan bagi kita. Kasih memberi ciri kepada hubungan yang baru dan saling mengasihi adalah misi kita, sahabat-sahabat Yesus.

 (05052024)(T)

Sabtu, 27 April 2024

Sudut Pandang Yohanes 15:1-8, đ—Łđ—Œđ—žđ—Œđ—ž đ—źđ—»đ—Žđ—Žđ˜‚đ—ż đ˜†đ—źđ—»đ—Ž 𝗯đ—Čđ—»đ—źđ—ż



Sudut Pandang Yohanes 15:1-8, đ—Łđ—Œđ—žđ—Œđ—ž đ—źđ—»đ—Žđ—Žđ˜‚đ—ż đ˜†đ—źđ—»đ—Ž 𝗯đ—Čđ—»đ—źđ—ż

Injil Yohanes ditulis dengan bahasa yang rumit, sarat kiasan dan simbol, sehingga lebih sukar dipahami dibandingkan dengan Injil sinoptik yang menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan naratif yang lebih mudah diikuti. Injil ini makin pelik dengan penambahan pasal dan ayat sesudah “Injil Yohanes yang asli” dipublikasikan. Contoh penambahan pasal: 1:1-18, 7:3 – 8:1-11, 15 – 17, dan 21. Contoh ayat: 4:2 𝘼𝘩𝘮𝘬đ˜Șđ˜±đ˜¶đ˜Ż đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž đ˜Žđ˜Šđ˜Żđ˜„đ˜Ș𝘳đ˜Ș đ˜”đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź đ˜źđ˜Šđ˜źđ˜Łđ˜ąđ˜±đ˜”đ˜Ș𝘮, 𝘼𝘩𝘭𝘱đ˜Ș𝘯𝘬𝘱𝘯 đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-𝘕đ˜ș𝘱. Penambahan ini diduga untuk menjawab isu-isu baru baik internal maupun eksternal sesudah beberapa tahun “Injil asli” selesai ditulis. “Injil asli” dimula dari Yohanes 1:19 dan berakhir di 20:30-31.

Hari ini adalah Minggu kelima masa raya Paska, Bacaan  Injil diambil dari Injil Yohanes 15:1-8 

Bacaan Injil Minggu ini merupakan bagian dari Yohanes 15:1 – 16:4a yang berisi wejangan terakhir Yesus kepada para murid bagian kedua. Bagian pertama adalah Yohanes 14:1-31 dan bagian ketiga adalah Yohanes 16:4b-33. Pasal 15 – 17 diduga kuat adalah tambahan atau sisipan pasal sesudah “Injil asli” selesai ditulis. Jejaknya dapat dibaca pada ayat yang mendahului pasal 15, yaitu Yohanes 14:31b, “đ˜‰đ˜ąđ˜Żđ˜šđ˜¶đ˜Żđ˜­đ˜ąđ˜©, 𝘼𝘱𝘳đ˜Șđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘬đ˜Șđ˜”đ˜ą đ˜±đ˜Šđ˜łđ˜šđ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș 𝘮đ˜Ș𝘯đ˜Ș.” Sangat tidak 𝘯đ˜șđ˜ąđ˜źđ˜Łđ˜¶đ˜Żđ˜š untuk masuk ke pasal 15. Ayat itu narasinya sangat cocok bersambung dengan Yohanes 18:1, yang berbunyi đ˜šđ˜Šđ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Žđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜ș𝘱 đ˜Șđ˜”đ˜¶ đ˜Źđ˜Šđ˜­đ˜¶đ˜ąđ˜łđ˜­đ˜ąđ˜© 𝘐𝘱 𝘣𝘩𝘳𝘮𝘱𝘼𝘱-𝘮𝘱𝘼𝘱 đ˜„đ˜Šđ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜Ż đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-đ˜źđ˜¶đ˜łđ˜Șđ˜„-𝘕đ˜ș𝘱 𝘬𝘩 𝘮𝘩𝘣𝘩𝘳𝘱𝘯𝘹 đ˜šđ˜¶đ˜Żđ˜šđ˜ąđ˜Ș 𝘒đ˜Șđ˜„đ˜łđ˜°đ˜Ż. 

Dalam pasal 14 dikatakan bahwa Yesus akan tinggal dan bersama-sama dengan para murid-Nya. Kebersamaan yang diperikan oleh Yesus sebagai realitas masa depan. Dalam pasal 15 ihwal tinggal di dalam Yesus ditampilkan sebagai realitas saat ini dan terus berlangsung. Pasal 14 dan 16 berada dalam suasana kepergian Yesus, sedang pasal 15 tidak ada suasana itu.

Dalam Perjanjian Lama kebun anggur atau pokok anggur acap digunakan sebagai kiasan untuk Israel yang sangat diperhatikan oleh Allah. Yesus menggunakan kiasan ini untuk diri-Nya dan menambah kata sifat đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘣𝘩𝘯𝘱𝘳, “đ˜ˆđ˜Źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜±đ˜°đ˜Źđ˜°đ˜Ź đ˜ąđ˜Żđ˜šđ˜šđ˜¶đ˜ł đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘣𝘩𝘯𝘱𝘳 đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą-đ˜’đ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜”đ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Źđ˜Šđ˜Łđ˜¶đ˜Żđ˜Żđ˜ș𝘱.” (ay. 1). Tentu saja ucapan ini bernada polemik. Yesus mengganti Israel dengan diri-Nya. Tambahan kata sifat đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘣𝘩𝘯𝘱𝘳 memertajam polemik dengan orang-orang Yahudi bahwa hanya Yesus yang dipersiapkan oleh Allah yang dikiaskan sebagai tukang kebun (đ˜©đ˜° 𝘹𝘩𝘰̄𝘳𝘹𝘰𝘮).

Ayat 1 berpolemik eksternal. Ayat berikutnya berpindah ke internal. Kata Yesus, “đ˜šđ˜Šđ˜”đ˜Șđ˜ąđ˜± đ˜€đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą-đ˜’đ˜¶ đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜”đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜© đ˜„đ˜Șđ˜±đ˜°đ˜”đ˜°đ˜Żđ˜š-𝘕đ˜ș𝘱 đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜Žđ˜Šđ˜”đ˜Șđ˜ąđ˜± đ˜€đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜© đ˜„đ˜Ș𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Źđ˜ąđ˜Ż-𝘕đ˜ș𝘱 đ˜Žđ˜¶đ˜±đ˜ąđ˜ș𝘱 đ˜Ș𝘱 𝘭𝘩𝘣đ˜Șđ˜© 𝘣𝘱𝘯đ˜ș𝘱𝘬 đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜©. đ˜’đ˜ąđ˜źđ˜¶ 𝘼𝘩𝘼𝘱𝘯𝘹 đ˜Žđ˜¶đ˜„đ˜ąđ˜© 𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜© 𝘬𝘱𝘳𝘩𝘯𝘱 𝘧đ˜Ș𝘳𝘼𝘱𝘯 đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜”đ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜’đ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜ąđ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶.” (ay. 2-3) 

Tukang kebun di sini bertindak laksana hakim; ia menentukan ranting yang tak produktif dan produktif. Ranting yang tak berbuah dipotongnya agar hara tanah dialihkan secara penuh ke ranting-ranting yang produktif. Ranting-ranting yang dipotong itu adalah warga jemaat Yohanes yang murtad, yang semangat pemuridannya sudah luntur, tak punya kasih lagi, atau dengan kata lain tidak berbuah lagi. Buah (đ˜Źđ˜ąđ˜łđ˜±đ˜°đ˜Ż) adalah hasil kehidupan iman dan kasih (bdk. ay. 10).

Setiap carang yang berbuah dibersihkan supaya ia lebih banyak berbuah. Ada permainan kata đ˜„đ˜Șđ˜±đ˜°đ˜”đ˜°đ˜Żđ˜š (𝘱đ˜Ș𝘳𝘩đ˜Ș) dan đ˜„đ˜Ș𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Źđ˜ąđ˜Ż (đ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜©đ˜ąđ˜Ș𝘳𝘩đ˜Ș). Keduanya kerap digunakan dengan makna yang tertali dalam konteksnya. 𝘋đ˜Ș𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜©đ˜Źđ˜ąđ˜Ż di sini sebenarnya juga đ˜„đ˜Șđ˜±đ˜°đ˜”đ˜°đ˜Żđ˜š, yaitu mencomot atau memotong pucuk-pucuk anggur yang berlebihan agar buah-buah di ranting menjadi lebih besar. Kata đ˜Źđ˜ąđ˜”đ˜©đ˜ąđ˜Ș𝘳𝘩đ˜Ș digunakan juga untuk 𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜© (dibersihkan) “đ˜’đ˜ąđ˜źđ˜¶ 𝘼𝘩𝘼𝘱𝘯𝘹 đ˜Žđ˜¶đ˜„đ˜ąđ˜© (di)𝘣𝘩𝘳𝘮đ˜Șđ˜©(kan) … “ (ay. 3). Kapan sudah dibersihkan? Lihat Yohanes 13:10. Yesus waktu itu membersihkan lewat pembasuhan kaki dan sekarang lewat firman-Nya. Apabila firman-Nya dipegang (Yoh. 14:23) dan firman-Nya tinggal di dalam mereka, maka mereka tinggal di dalam Yesus (bdk. ay. 7).

Gagasan đ˜”đ˜Ș𝘯𝘹𝘹𝘱𝘭 (𝘼𝘩đ˜Șđ˜Żđ˜ąđ˜”đ˜Š) di ayat 4 berperan penting dalam seluruh alegori pada ayat-ayat sesudahnya (ay. 5, 6, dan 7 ditambah 9 dan 10). Sebelumnya Yesus sudah menyampaikan bahwa ada murid yang akan menyerahkan-Nya dan menyangkal-Nya (lih. Yoh. 13:11, 18, 38) sehingga ajakan untuk tinggal di dalam Yesus sangat ditekankan “𝘛đ˜Șđ˜Żđ˜šđ˜šđ˜ąđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜ˆđ˜Źđ˜¶ đ˜„đ˜Ș đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶”. Sama seperti ranting lepas dari pokok anggur tidak dapat berbuah, demikianlah juga murid-murid tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri. Iman bukanlah pemenuhan diri sendiri (bdk. Yoh. 6:65).

Pada ayat 5 kaum beriman secara eksplisit dikiaskan sebagai ranting-ranting “đ˜ˆđ˜Źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜±đ˜°đ˜Źđ˜°đ˜Ź đ˜ąđ˜Żđ˜šđ˜šđ˜¶đ˜ł đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜€đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜š-đ˜€đ˜ąđ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜šđ˜Żđ˜ș𝘱”. Secara eksplisit pula Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya tidak akan berbuah tanpa diri-Nya, bahkan tidak dapat berbuat apa-apa.

Risiko tidak tinggal di dalam Yesus mencapai klimaks pada ayat 6. Dimula dari ayat 4 murid-murid yang tidak tinggal di dalam Yesus berisiko tidak berbuah. Pada ayat lima meningkat tidak dapat berbuat apa-apa. Pada ayat 6 adalah klimaksnya, yaitu đ˜Ș𝘱 đ˜„đ˜Șđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜Żđ˜š 𝘬𝘩 đ˜­đ˜¶đ˜ąđ˜ł đ˜Žđ˜Šđ˜±đ˜Šđ˜łđ˜”đ˜Ș đ˜łđ˜ąđ˜Żđ˜”đ˜Ș𝘯𝘹 đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜źđ˜Šđ˜Żđ˜«đ˜ąđ˜„đ˜Ș 𝘬𝘩𝘳đ˜Ș𝘯𝘹, đ˜Źđ˜Šđ˜źđ˜¶đ˜„đ˜Ș𝘱𝘯 đ˜„đ˜Șđ˜Źđ˜¶đ˜źđ˜±đ˜¶đ˜­đ˜Źđ˜ąđ˜Ż 𝘰𝘳𝘱𝘯𝘹 đ˜„đ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜Șđ˜€đ˜ąđ˜źđ˜±đ˜ąđ˜Źđ˜Źđ˜ąđ˜Ż 𝘬𝘩 đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜ąđ˜±đ˜Ș đ˜­đ˜ąđ˜­đ˜¶ đ˜„đ˜Ș𝘣𝘱𝘬𝘱𝘳. Ini merupakan gambaran pada Pengadilan Terakhir bagi warga jemaat yang melepaskan diri dari Yesus.

Meskipun demikian Yesus menyampaikan Kabar Baik bagi murid-murid yang tetap tinggal di dalam-Nya (ay. 7-8). Ungkapan đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą-đ˜’đ˜¶, đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜Łđ˜¶đ˜ąđ˜© 𝘣𝘱𝘯đ˜ș𝘱𝘬, dan 𝘧đ˜Ș𝘳𝘼𝘱𝘯-đ˜’đ˜¶ yang sudah tampil pada ayat 1 – 3 muncul lagi pada ayat 7 dan 8 dalam urutan terbalik yang tampaknya untuk membuat cermin bagian ini.

Pada ayat 7 ada frase 𝘼đ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜© đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ đ˜Źđ˜Šđ˜©đ˜Šđ˜Żđ˜„đ˜ąđ˜Źđ˜Ș, 𝘼𝘱𝘬𝘱 𝘱𝘬𝘱𝘯 đ˜„đ˜Ș𝘣𝘩𝘳đ˜Ș𝘬𝘱𝘯 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶. Mengapa para murid menerima apa saja yang mereka kehendaki? Apa yang mereka kehendaki? Sebelum frase itu ada prasyarat jika murid-murid tinggal di dalam Yesus dan firman-Nya tinggal di dalam mereka. Itu berarti yang dikehendaki mereka tidak lain dan tidak bukan adalah agar mereka berbuah banyak (bdk. ay. 16 dan 16:23-24).

Dengan berbuah banyak mereka sekaligus memuliakan Bapa dan menunjukkan bahwa mereka adalah murid Yesus. Metafora pokok anggur bukan hanya menyampaikan mengenai buah-buah yang dihasilkan karena hubungan intim antara Yesus dan murid-murid-Nya, tetapi memang sejak mula buah-buah itu terjadi oleh pekerjaan Bapa si Tukang Kebun (ay. 1-2).

Ayat 7-8 sekaligus menyiapkan bagian berikutnya mengenai kasih Bapa dan Yesus (ay. 9-11), yang memampukan murid-murid untuk saling mengasihi (ay. 12-17), untuk menghasilkan buah (ay. 16). Di sana akan diulang janji Yesus “đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Źđ˜ąđ˜źđ˜¶ 𝘼đ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜ą đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ą đ˜‰đ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź 𝘯𝘱𝘼𝘱-đ˜’đ˜¶ đ˜„đ˜Ș𝘣𝘩𝘳đ˜Ș𝘬𝘱𝘯-𝘕đ˜ș𝘱 đ˜Źđ˜Šđ˜±đ˜ąđ˜„đ˜ąđ˜źđ˜¶”.
 (28042024) (T)

Senin, 22 April 2024

Sebutan hamba Tuhan, Serial sudut pandang

Sebutan hamba Tuhan, Serial sudut pandang

“Aku tidak menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Aku menyebut kamu sahabat.” (Yoh. 15:15)

Sangat jelas ya, jika ada orang menyebut diri hamba Tuhan sebagai eufemisme pendeta, jangan pernah percaya kepadanya. 

Pertama, ia orang munafik. Semua orang Kristen tahu kok bahwa pendeta adalah pejabat gerejawi (ordained minister). Tak perlu berpura-pura rendah hati. Kerendahhatian itu sama dengan hening. Jika bersuara, maka ia bukan hening lagi. 

Kedua, dengan menyebut diri hamba, maka ia sangat jelas tidak tahu yang diperbuat oleh tuannya (dhi. Yesus). Yesus mengatakan bahwa tidak ada kasih lebih besar daripada seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Hamba Tuhan tidak akan nggetih membela domba-domba tuannya. Ia akan sadis memeras domba-domba tuannya untuk memerkaya diri sendiri.

23042024 (T)

nggetih = berdarah-darah

Sabtu, 20 April 2024

Jalan ke surga, Serial Sudut Pandang

Jalan ke surga, Serial Sudut Pandang

Setiap orang beragama meyakini dan mendambakan masuk ke surga sesudah ia mati. Di sini saya tidak menakrifkan kata surga secara ketat. Surga di sini adalah tempat tujuan akhir yang membahagiakan sesuai dengan takrif agama masing-masing. Dengan kemunculan banyak agama terjadilah persaingan untuk merebut umat. Setiap agama menawarkan sebagai satu-satunya jalan menuju surga. Terjadilah perdebatan sehingga memunculkan dua mazhab utama:

🛑 Mazhab yang meyakini hanya ada satu surga dan hanya bisa dicapai dengan satu jalan. Hanya lewat agama tertentu yang bisa masuk ke surga yang satu itu. Mazhab ini sering disebut eksklusif. To exclude, mengeluarkan jalan lain. Orang Kristen sering menggunakan Yohanes 14:6 sebagai ayat eksklusif. Orang dari agama lain gak bisa masuk surga yang satu itu kalau gak lewat Yesus Kristus. Begitu kira-kira.

🛑 Mazhab yang meyakini banyak jalan menuju satu surga itu. Lewat jalan apa pun, mana pun, selama melakoni the golden rules, maka orang bisa mencapai surga yang satu itu. Para penganut agama yang berbeda tetap masuk ke surga yang satu itu, meskipun lewat jalan yang berbeda. Mazhab ini sering disebut inklusif atau pluralis. Belakangan ada yang menyebutnya progresif.

Saya ikut yang mana? Sejak 1998 saya TIDAK ikut satu dari kedua mazhab di atas. Saya menganut BANYAK JALAN menuju BANYAK SURGA. Setiap jalan dari banyak jalan tersebut menuju tempatnya masing-masing. Analogi dalam bahasa matematika sekolah dasar dikenal dengan korespondensi satu-satu. Satu jalan hanya menjalin hubungan dengan satu tujuan saja. 

Jalan A menuju Surga A
Jalan B menuju Surga B
Jalan C menuju Surga C
Jalan D menuju Surga D
Jalan E menuju Surga E
dst.

Musafir di Jalan A tidak relevan mengatakan kepada musafir di Jalan B bahwa Jalan A lebih baik daripada Jalan B. Juga sebaliknya. Mengapa tidak relevan? Musafir di Jalan A menuju Surga A, sedang musafir di Jalan B menuju Surga B. “Meski rumah saya jelek, jalanan terjal dan penuh onak duri, tetaplah saya pulang ke rumah saya sendiri. Ngapain ke rumah mewah tapi bukan rumah saya?” kira-kira begitu kata musafir B ke musafir A.

Anda mau memilih surga mana? Jika anda memilih Surga A, maka anda harus lewat Jalan A, tidak bisa lewat Jalan B, karena Jalan B menuju Surga B. 

Saya memilih surga Kristen, bukan surga yang lain. Untuk masuk ke surga Kristen ya memang tidak ada jalan lain kecuali lewat jalan Yesus Kristus.

(20042024)(T)

Jumat, 19 April 2024

SUDUT PANDANG YOHANES 10 : 11 - 18, 𝗚đ—Čđ—ș𝗯𝗼đ—č𝗼 đ˜†đ—źđ—»đ—Ž đ—Żđ—źđ—¶đ—ž

SUDUT PANDANG YOHANES 10 : 11 - 18, 𝗚đ—Čđ—ș𝗯𝗼đ—č𝗼 đ˜†đ—źđ—»đ—Ž đ—Żđ—źđ—¶đ—ž

Berbeda dari Injil sinoptik, Injil Yohanes berisi renungan-renungan yang dibuat narasi dengan menggunakan dialog dan diskusi panjang antara Yesus dan lawan bicara-Nya (murid-murid-Nya dan pihak-pihak lain) serta peristiwa-peristiwa yang disusun secara tematik. Penyusunan secara tematik inilah membuat kronologi di Injil Yohanes sangat berbeda dari Injil sinoptik. Misal, episode đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž 𝘼𝘩𝘯đ˜șđ˜¶đ˜€đ˜Ș𝘬𝘱𝘯 𝘉𝘱đ˜Șđ˜” đ˜ˆđ˜­đ˜­đ˜ąđ˜© ditempatkan di awal Injil Yohanes (pasal 2!), sedang di Injil sinoptik di bagian akhir menjelang penyaliban. 

Secara sastrawi perbedaan antara Injil Yohanes dan Injil sinoptik dapat dilihat dari penggunaan bahasa dan gaya penulisan yang berbeda. Injil Yohanes ditulis dengan bahasa yang rumit, kiasan, dan simbolis sehingga lebih sukar dipahami dibandingkan dengan Injil sinoptik yang menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan naratif yang lebih mudah diikuti.

Hari ini adalah Minggu keempat masa raya Paska. Bacaan Injil Yohanes 10:11-18 

Bacaan Injil Minggu ini, Yohanes 10:11-18, adalah bagian dari perikop Yohanes 10:1-21 yang oleh LAI diberi judul 𝘎𝘩𝘼𝘣𝘱𝘭𝘱 đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘣𝘱đ˜Ș𝘬. Namun, perikop ini sebenarnya mencakup dua topik:
🛑 Akulah Pintu (ay. 1-10, bacaan Injil Minggu IV Paska Tahun A)
🛑 Akulah Gembala yang baik (ay. 11-21, RCL menyarankan membaca sampai ayat 18 untuk bacaan Minggu ini)

Konteks terdekat adalah Yohanes 7:1 – 10:21 dalam rangka Hari Raya Pondok Daun (đ˜šđ˜¶đ˜Źđ˜Źđ˜°đ˜”). đ˜šđ˜¶đ˜Źđ˜Źđ˜°đ˜” merupakan perayaan pengucapan syukur bagi umat Yahudi atas hasilpanen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober. Pada masa perayaan ini umat Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan. Pesta ini dimaknai sebagai festival panen utama bangsa Israel (Kel. 23:16; Ul. 16:13-17), festival utama Bait Allah (Bil. 29:12-40), dan sebagai pengenangan pengembaraan nenek moyang bangsa Israel di gurun ketika keluar dari Mesir (Im. 23:33-44).

Pada mulanya Yesus tidak mau pergi ke Yerusalem karena waktunya belum tiba, tetapi akhirnya Yesus menyusul saudara-saudara-Nya ke Yerusalem (Yoh. 7:1-9). Kedatangan Yesus di Yerusalem menciptakan kebingungan; ada yang percaya Ia adalah Mesias, tetapi lebih banyak orang yang menolak-Nya.

Dalam đ˜šđ˜¶đ˜Źđ˜Źđ˜°đ˜” itu pada malam hari Bait Allah dan sekitarnya diterangi oleh cahaya obor atau suluh. Empat kaki dian diletakkan di pusat lapangan Bait Allah yang menjadi simbol terang Yerusalem, terang umat Yahudi. Di sini Yesus memandang bukan obor itu yang menerangi, melainkan, “đ˜ˆđ˜Źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© 𝘛𝘩𝘳𝘱𝘯𝘹 đ˜‹đ˜¶đ˜Żđ˜Ș𝘱. 𝘚đ˜Șđ˜ąđ˜±đ˜ą đ˜ș𝘱𝘯𝘹 𝘼𝘩𝘯𝘹đ˜Șđ˜Źđ˜¶đ˜” đ˜ˆđ˜Źđ˜¶, đ˜Ș𝘱 đ˜”đ˜Șđ˜„đ˜ąđ˜Ź 𝘱𝘬𝘱𝘯 đ˜Łđ˜Šđ˜łđ˜«đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜­đ˜ąđ˜ź đ˜Źđ˜Šđ˜šđ˜Šđ˜­đ˜ąđ˜±đ˜ąđ˜Ż … ” (Yoh. 8:12).

Sudah barangtentu pengajaran dan pelayanan Yesus di Yerusalem dalam suasana Sukkot ini memancing kegusaran para pemimpin/pemuka agama Yahudi dan banyak orang Yahudi. Apalagi  sebelum masuk ke pasal 10, Yesus mengecam orang-orang Farisi sebagai orang buta (lih. Yoh. 9:41). Masuk ke pasal 10 (ay. 1-10) Yesus makin nge-gas dengan mengatakan bahwa orang-orang Farisi itu adalah pencuri dan perampok alias guru-guru palsu yang memecah-belah umat karena mereka memasuki kandang tidak melalui pintu. Untuk itu Yesus menyatakan, “… đ˜ˆđ˜Źđ˜¶đ˜­đ˜ąđ˜© đ˜±đ˜Șđ˜Żđ˜”đ˜¶ 𝘣𝘱𝘹đ˜Ș đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą-đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą đ˜Șđ˜”đ˜¶ … “

Dalam bacaan Minggu ini Yesus kembali hendak mengontraskan diri-Nya sebagai Gembala yang baik dengan orang-orang Farisi yang dikiaskan sebagai orang upahan (ay. 11-13). Kata 𝘣𝘱đ˜Ș𝘬 di sini diterjemahkan dari Îșαλ᜞ς (𝘬𝘱𝘭𝘰𝘮) yang dapat bermakna yang ideal, penuh dedikasi, yang layak diteladani. Kata 𝘬𝘱𝘭𝘰𝘮 hendak mengontraskan dengan karakter orang upahan (𝘼đ˜Șđ˜Žđ˜”đ˜©đ˜°̄đ˜”đ˜°đ˜Ž).

Pengiasan gembala banyak digunakan di Perjanjian Lama (PL) untuk Allah (misal, Mzm. 23) dan pemimpin Israel (misal, 2Sam. 5:2). Pengiasan itu diterapkan juga untuk tokoh mesianik. Rujukan utamanya adalah Yehezkiel 34 yang mengontraskan para pemimpin Israel sebagai gembala-gembala yang buruk, lalai, dan serakah (ay. 2-10) dengan Allah dan Mesias sebagai gembala yang baik. Yesus pun menyatakan diri sebagai Gembala yang baik (ay. 11-16, 23). Kekhasan Gembala yang baik di Perjanjian Baru ialah Ia mau memberikan nyawa-Nya untuk melindungi domba-domba-Nya (Yoh. 10:11, 15, 17-18). Bukan siap diambil nyawa-Nya, melainkan siap menyerahkan nyawa-Nya. Inilah gatra baru yang tidak ada di PL. 

Gatra baru Gembala yang baik ini dikontraskan dengan orang upahan sehingga bertambah tajam. Saya sering mendengar pengkhotbah-pengkhotbah laris, kaya, dan memiliki ribuan pengikut berkata bahwa mereka sangat tidak menyarankan para pengikut untuk berpindah keanggotaan gereja. Ada juga yang mengatakan bahwa ia didorong-dorong untuk membuat gereja, tetapi menolak. Ia mengaku sudah puas memiliki kanal YouTube yang diikuti oleh ribuan orang. Ucapan mereka terdengar manis, tetapi sesungguhnya mereka tidak mau dibebani penggembalaan. Seperti yang Yesus katakan bahwa mereka adalah orang-orang upahan (ay. 12-13). Apabila bahaya datang, mereka lari terbirit-birit meninggalkan kawanan domba.

Gatra baru Gembala yang baik juga dipertajam dengan hubungan salingtindak antara gembala dan domba-dombanya. Mereka saling mengenal. Dalam topik sebelumnya dikatakan bahwa gembala dan domba saling mengenal (ay. 3-4). Ayat 14-15 menegaskan lagi keakraban itu dengan membandingkan hubungan Yesus dengan Bapa-Nya.

Pada ayat 16 tiba-tiba Yesus mengatakan bahwa Ia masih memiliki đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą-đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą 𝘭𝘱đ˜Ș𝘯 đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Łđ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜„đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Ș𝘯đ˜Ș. Itu berarti ada dua macam asal domba: dari kandang ini dan bukan dari kandang ini. Para ahli bersepakat bahwa đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜„đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Ș𝘯đ˜Ș merujuk umat Kristen dari kalangan Yahudi. Namun, siapakah đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą-đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą 𝘭𝘱đ˜Ș𝘯 đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Łđ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜„đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Ș𝘯đ˜Ș? Sebagian ahli menyebut bahwa mereka adalah umat Kristen dari kalangan bukan-Yahudi. Tafsir ini diperkuat dengan teks di Yohanes 12:20-22 ketika orang-orang Helenis hendak berjumpa dengan Yesus. Sebagian ahli lagi menafsir mereka adalah orang-orang Kristen di luar Jemaat atau Komunitas Yohanes dan diharapkan agar domba-domba itu mendengarkan suara Yesus. Penafsiran ini didukung oleh 𝘋𝘰𝘱 đ˜ đ˜Šđ˜Žđ˜¶đ˜Ž di Yohanes 17. Saya mengambil pendapat pertama dengan tambahan rujukan misi Yesus ke Samaria (Yoh. 4) dan perkataan Imam Besar Kayafas (Yoh. 11:52).

Untuk mengambil kembali đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą-đ˜„đ˜°đ˜źđ˜Łđ˜ą 𝘭𝘱đ˜Ș𝘯 đ˜ș𝘱𝘯𝘹 đ˜Łđ˜¶đ˜Źđ˜ąđ˜Ż đ˜„đ˜ąđ˜łđ˜Ș đ˜Źđ˜ąđ˜Żđ˜„đ˜ąđ˜Żđ˜š đ˜Ș𝘯đ˜Ș Yesus menyerahkan nyawa-Nya. Yesus akan mati bukan karena diambil nyawa-Nya, bukan karena dikalahkan oleh lawan-Nya, melainkan Ia sendiri yang berkuasa menyerahkan nyawa-Nya untuk mendapatkan kembali domba-domba itu. Yesus berkuasa mengambil (domba-domba) dan menyerahkan nyawa-Nya (ay. 17-18).

Pada ayat 17-18 di atas Injil Yohanes kembali menampilkan penolakan terhadap salib sebagai simbol kehinaan dan penderitaan. Penulis Injil harus menanggapi tuduhan bahwa kematian Yesus menunjukkan ketidakmampuan dan membuktikan pendakuan kemesiasan-Nya adalah palsu. Pengarang Injil Yohanes mengajukan kristologi radikal kesatuan fungsional Bapa dan Anak. Kematian-Nya dalam genggaman kuasa-Nya sendiri sekaligus dalam ketaatan-Nya kepada Bapa.

(21042024)(T)

Sudut Pandang Yehezkiel 18:1-4, Filipi 2:1-13, dan Matius 21:23-32

Sudut Pandang Yehezkiel 18:1-4, Filipi 2:1-13, dan Matius 21:23-32 PENGANTAR Allah menghendaki pertobatan nyata. Gereja dipanggi...