Kamis, 18 Mei 2023

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™—๐™š๐™ง๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™š ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฉ? Serial Sudut Pandang (Kenaikan Tuhan Yesus Injil Lukas 24:44-53 dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11)

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™—๐™š๐™ง๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™ ๐™š ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฉ? Serial Sudut Pandang (Kenaikan Tuhan Yesus Injil Lukas 24:44-53 dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11)

Andaikata Injil Yohanes tidak ditulis, maka umat Kristen sangat bolehjadi tidak merayakan Jumat Agung. Jika Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Kis.) tidak ditulis, maka gereja mungkin tidak merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Pentakosta.

Dalam Alkitab kisah Kenaikan Kristus ada di bagian akhir Injil Lukas dan di bagian awal ๐˜’๐˜ช๐˜ด. Menurut para ahli Perjanjian Baru (PB) kedua kitab sebenarnya satu kitab yang ditulis oleh orang yang sama. 

Bacaan ekumenis diambil dari Injil Lukas 24:44-53 lanjut dengan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11 

Secara kronologi cerita Injil Lukas ditulis lebih dahulu. Cerita dalam bacaan hari ini merupakan rangkaian terakhir dari Kebangkitan Kristus dan penampakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Kata Yesus: " ๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜’๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜›๐˜ข๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช-๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜”๐˜ข๐˜ป๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ: ๐™ˆ๐™š๐™จ๐™ž๐™–๐™จ ๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™™๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™ž๐™ฉ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™š๐™ฉ๐™ž๐™œ๐™–, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช: ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ. ๐™†๐™–๐™ข๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž-๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช." (ay. 44-49).

Dalam ayat 50-53 dinarasikan Yesus kemudian membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di sana Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Kata ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต (แผ€ฮฝฮตฯ†ฮญฯฮตฯ„ฮฟ dibaca ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ) di ayat 51 berbentuk pasif. Jadi, Yesus tidak naik sendiri, melainkan diangkat atau dinaikkan oleh Allah.

Satu ciri teologi Injil Lukas adalah ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป, dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi. Pada bagian akhir Injil Lukas kentara ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya keluar dari Yerusalem ke Betania lalu terangkat ke surga. Surga di sini dari kata ฮฟแฝฯฮฑฮฝฯŒฮฝ (baca: ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ) yang juga berarti langit. Dalam dunia cerita Injil Lukas Betania lebih tinggi daripada Yerusalem (Luk. 19:29), sedang Yerusalem lebih tinggi daripada Nazaret (Luk. 2:42). 

Secara umum dalam dunia cerita Injil Lukas tempat atau wilayah pelayanan Yesus sebelum Ia menuju Yerusalem berada di posisi lebih rendah (Luk. 18:31; 19:28). Dari informasi dunia cerita ini dapat diperikan bahwa perjalanan hidup Yesus adalah perjalanan naik atau meninggi; dari Nazaret dan Galilea, naik ke Yerusalem, naik ke Betania di Bukit Zaitun, dan akhirnya terangkat ke surga.

Apabila kita menengok lebih ke belakang lagi Yesus lahir di palungan dan “hanya” dikunjungi oleh gembala-gembala. Ingat, kunjungan orang-orang Majus hanya ada di dalam cerita Injil Matius, tetapi tidak ada kunjungan gembala-gembala. Dalam Injil Lukas Yesus juga lahir di lingkungan keluarga miskin seperti terlihat jenis persembahan saat Maria ditahirkan di Yerusalem (Luk. 2:22-24). Hal itu makin nyata dari pelayanan Yesus yang berbelarasa kepada orang-orang marginal atau mereka yang disisihkan oleh masyarakat yang menganut sistem puritas. Penginjil Lukas tampaknya hendak menyampaikan bahwa orang-orang yang merendahkan diri seperti Yesus akan ditinggikan oleh Allah.

Dalam babak akhir Injil Lukas Yesus hendak menjawab keraguan murid-murid-Nya. Narator menyampaikan kepada pembaca bahwa Yesus memberkati murid-murid-Nya dan kemudian terangkat ke surga. Mereka sekarang percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh sudah bangkit dan naik ke kediaman Bapa-Nya. Mereka juga mengerti bahwa Mesias harus menderita terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kemuliaan-Nya seperti nubuatan para nabi. Yesus yang memula pelayanan-Nya dari tempat yang paling rendah sampai akhirnya tiba di tempat tertinggi. Terus?

Jangan lupa dalam bacaan Yesus berkata, “๐™†๐™–๐™ข๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž-๐™จ๐™–๐™ ๐™จ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž.”. Penginjil Lukas hendak menyampaikan kepada kita, sebagai pembaca masa kini, untuk menjadi saksi dari kisah teologisnya. Kesaksian yang mana? ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ถ! Menjadi saksi Kristus berarti menyaksikan semua karya pelayanan Kristus (dhi. kisah teologis Injil Lukas) dengan merefleksikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari. Orang Kristen bersaksi dengan berperangai laksana Kristus dalam berkarya, berbelarasa terhadap orang-orang marginal atau mereka yang disisihkan oleh masyarakat dengan segala alasannya seperti yang dikisahkan dalam Injil Lukas. Sebagai contoh, bagaimana menjadi orang kaya Kristen yang ideal? Di Injil Lukas ada kisah pertobatan Zakheus, yang tadinya memeras orang kemudian bertobat menjadi peduli kepada masyarakat miskin.

Jadi, kalau ada orang Kristen “bersaksi” bahwa ia menjadi kaya, terhindar dari kecelakaan maut, dan sejenisnya tentang kehidupan pribadinya yang didaku diberkati oleh Allah bukanlah bersaksi menurut Injil. Itu adalah cerita tentang dirinya sendiri yang doyong (๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ) sehingga tidak dapat dijadikan ukuran untuk orang lain karena itu memang bukan maksud bersaksi menurut Injil.

Dalam pada itu di bagian awal ๐˜’๐˜ช๐˜ด. istilah ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ muncul dua kali (Kis. 1:3 dan 6) sehingga tampaknya menjadi tema dasar pada awal cerita. Kerajaan Allah dipandang dari matra ke-๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป-an. Tema Kerajaan Allah didukung dengan rincian lain, yaitu awan yang menyertai Yesus naik ke surga dan yang akan menyertai Yesus turun pada kedatangan-Nya kembali (Kis. 1:9-11). Tema Kerajaan Allah secara tersirat dikuak pada bagian akhir ๐˜’๐˜ช๐˜ด. bahwa Israel mengharapkan pemulihan Kerajaan Allah secara penuh (Kis. 28:20). 

Dengan begitu berita di dalam ๐˜’๐˜ช๐˜ด. apabila dibuat pembabakan:
๐Ÿ”ท Awal: Kerajaan Allah.
๐Ÿ”ท Tengah: Karya dan ajaran para rasul.
๐Ÿ”ท Akhir: Kerajaan Allah.

Dalam narasi awal (Kis. 1:1-3) dikatakan bahwa Yesus selama 40 hari berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka (11 murid) tentang Kerajaan Allah. Pembaca yang sudah berprapaham kalender gerejawi jarak Hari Kebangkitan (Paska) ke Hari Kenaikan adalah 40 hari langsung memahami teks itu dengan Yesus-Paska berada di bumi selama 40 hari. 

Angka 40 harus dipahami simbolik sebagai waktu tercukupkan. Yesus memersiapkan diri secara tercukupkan dengan menyendiri di gurun selama 40 hari. Umat Israel dididik oleh Allah selama 40 tahun di padang gurun. Demikian juga Yesus menyiapkan murid-murid-Nya dengan waktu tercukupkan sebelum Ia naik ke surga. Sebenarnya Lukas juga hendak mengatakan bahwa 40 hari itu simbolik dengan menulis di ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 13:31 bahwa Yesus yang bangkit menampakkan diri selama beberapa hari. Lukas tidak lagi menyebut 40 hari.

Ada empat pokok pikiran berupa ramalan dalam bacaan ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:1-11:
๐Ÿ”ท Para murid yang kemudian disebut rasul-rasul akan dibaptis dengan Roh Kudus.
๐Ÿ”ท Kerajaan Allah akan dipulihkan, tetapi tentang waktunya hanya Allah yang menentukan. 
๐Ÿ”ท Para saksi akan bersaksi di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—บ๐—ถ.
๐Ÿ”ท Yesus yang diangkat ke surga akan datang dengan cara yang sama.

Keempat ramalan itu saling berpautan. Yang pertama tergenapi pada Hari Pentakosta (Kis. 2:3-4). Yang ketiga tergenapi bersaksi sampai  ke ujung bumi, yaitu Roma. Rasul Paulus bersaksi sampai ke Roma dan narasi ๐˜’๐˜ช๐˜ด. berakhir. Yang kedua dan keempat akan terjadi apabila Yesus datang kembali.

Pembaca modern tentu saja menolak Roma adalah ujung bumi. Akan tetapi dari sisi dunia cerita penulis ๐˜’๐˜ช๐˜ด. menyebut ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช di awal kisah mengakhiri ceritanya dengan keberhasilan Rasul Paulus mencapai ujung bumi. Dengan demikian Roma adalah ujung bumi. Apabila kita melihat kerangka cerita ๐˜’๐˜ช๐˜ด., linimasa pengabaran Injil:
๐Ÿ”ท Berawal dari Yerusalem (Kis.1:1-8:3). 
๐Ÿ”ท Berlanjut ke Galilea dan Samaria (Kis. 8:4-11:18). 
๐Ÿ”ท Berakhir di Roma (Kis. 11:19-28:31), ujung bumi.

Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah tidak dijadikan seremonial belaka. Dalam ๐˜’๐˜ช๐˜ด. 1:11 disebutkan sesudah Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah dua orang berpakaian putih menegur para murid, “๐˜๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜Ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ต?” Hari Kenaikan Yesus Kristus hendaklah dijadikan pengingat bahwa kita, gereja, untuk segera memula berkarya nyata, bukan ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ saja.
Narasi kenaikan Yesus hanya ada di Injil Lukas. Injil Markus hanya menyebutkannya saja, tanpa narasi sebaik Lukas — malah lebih bersifat dogmatis ketimbang naratif. Injil Matius dan Injil Yohanes sama sekali tidak menceriterakan Yesus yang naik ke sorga.
Tapi ada satu hal yang dituturkan oleh semua Injil pada penghujung kehidupan Yesus di dunia. Satu hal itu adalah ditegaskannya PERUTUSAN untuk mewartakan pengampunan Allah bagi setiap orang yang mau berbalik (bertobat) dari kehidupan yang sarat dengan ego dan ambisi pribadi.
Itulah semestinya yang jadi "core business" gereja. Mengajak mereka yang berbeban berat untuk merasakan rengkuhan kasih Allah. Hal² lain yang dilakukan atau ditampilkan gereja, itu mah "isu pinggiran". Gedung yang megah, ruang ibadah yang nyaman, ibadah yang seru kekinian, pengkhotbah yang karismatis, manajemen yang modern, organisasi yang rapi, kegiatan yang bejibun, dll, itu urusan sekunder bahkan tersier. Bagi gereja Tuhan Yesus Kristus, YANG PRIMER adalah bergegas merengkuh mereka yang berdosa, terluka, dan telantar, layaknya sang ayah yang segera berlari menyongsong anak bungsunya yang pulang dalam sesal setelah hidup sia-sia. 

"๐˜ ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ'๐˜ต ๐˜ธ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ." Bill Walton

Lapangan Pancasila, 18.05.2023 (T)

Jumat, 12 Mei 2023

๐™†๐™š๐™จ๐™ช๐™ง๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฃ, Serial Sudut Pandang (Minggu Paska 6, Yohanes 14:15-21)

๐™†๐™š๐™จ๐™ช๐™ง๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฃ, Serial Sudut Pandang (Minggu Paska 6, Yohanes 14:15-21)

“๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ง๐˜ข๐˜ค๐˜ต ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ค ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฏ๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ง๐˜ข๐˜ค๐˜ต ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ.” George Bernard Shaw. Banyak orang Kristen, jika disodori perbedaan teks dalam keempat Injil, bersikap defensif. Mereka mencari pembelaan dengan ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฐ-๐˜ด๐˜ค๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ untuk memertahankan bahwa tidak ada perbedaan atau kekeliruan teks demi menjaga ideologi ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฆ. 

Padahal teks memang berbeda. Justru berbeda-beda itu kita patut bersyukur bahwa ada banyak sudut pandang tentang Yesus. Hidup beriman menjadi penuh warna. Ibarat makan disediakan beraneka pilihan sehingga tidak membosankan.

Hari ini adalah Minggu keenam masa raya Paska, Bacaan  Injil Yohanes 14:15-21.

Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) melanjutkan bacaan Injil Minggu lalu (Yoh. 14:1-14). Dengan demikian konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini sama, yaitu Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข๐˜ปe) dan kemuliaan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข). 

Apabila bagian kedua tersebut dikelompokkan lagi, maka menjadi:
๐Ÿ”ท Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
๐Ÿ”ท Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
๐Ÿ”ท Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)

Bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:15-21) merupakan bagian perikop yang diberi judul oleh LAI ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ (ay. 15-31). Kata Yesus, “๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜™๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ.” (ay. 15-17a).

Cukup sulit mencari padanan ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด (Penolong) pada ayat 16 di atas dan beberapa ayat di Injil Yohanes (Yoh. 14:26; 15:26; 16:7). Berikut ini perbandingan beberapa teks Alkitab tentang padanan ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด.

Penolong (LAI TB II 2023, 14:16, 26; 15:26; 16:7) 
๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ (KJV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ (NKJV, NASB, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜Š๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ (NIV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)
๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ท๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ (NRSV, 14:16, 26; 15:26; 16:7)

Istilah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด dipungut dari dunia pengadilan yang berarti perantara atau pembela. Oleh pengarang Injil Yohanes kata ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด dimaknai baru. Pertanyaannya apakah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด itu sama dengan Roh Kudus (๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ)? Untuk menjawab itu mari kita telisik Injil Yohanes dari belakang, dari episode kebangkitan Yesus.

Injil Yohanes tidak mengisahkan kenaikan Yesus ke surga. Namun, ucapan Yesus kepada Maria Magdalena menyiratkan kenaikan-Nya ke surga pada hari yang sama dengan hari kebangkitan. Kata Yesus, “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ." (Yoh. 20:17, TB II 2023). 

Pada hari kebangkitan-Nya Yesus memerintahkan Maria Magdalena bukan untuk memberitakan kebangkitan-Nya, melainkan untuk memberitakan kenaikan-Nya.

Sesudah pergi atau naik kepada Bapa-Nya (Yoh. 20:17), Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pertama, kepada para murid tanpa Tomas (Yoh. 20:19-23). Kedua, kepada para murid termasuk Tomas (Yoh. 20:24-29). Dalam Injil Yohanes Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam beberapa hari sesudah kenaikan-Nya. Bandingkan dengan Injil Lukas, Yesus yang bangkit menampakkan diri sebelum kenaikan-Nya dan kenaikan-Nya pada hari yang sama dengan hari kebangkitan dan penampakan. Dalam pada itu kisah kenaikan Yesus dalam Injil Lukas jilid kedua alias Kisah Para Rasul sesudah 40 hari kebangkitan-Nya.

Dalam Injil Yohanes pada saat bertemu dengan para murid itulah Yesus memberikan Roh Kudus (๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) kepada mereka (Yoh. 20:22). Apakah ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด yang dijanjikan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7 sama dengan Roh Kudus yang diberikan Yesus di Yohanes 20:22? Sama! Pemberian Roh Kudus itu terjadi sesudah Yesus pergi kepada Bapa atau sesudah kenaikan-Nya. Itu sesuai dengan kronologi yang dikatakan Yesus di Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7, yaitu ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด akan diberikan sesudah Yesus pergi kepada Bapa-Nya. Hal itu juga sudah ditegaskan di Yohanes 14:26 bahwa ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด adalah Roh Kudus (๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญe๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜—๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Bandingkan dengan Kisah Para Rasul yang Roh Kudus dicurahkan 10 hari sesudah kenaikan Yesus.

Dalam bacaan Injil Minggu lalu ayat Yohanes 14:6 dikunci menjadi ideologi bahwa percaya Yesus adalah jalan, maka akan selamat. Hal yang sama dengan bacaan Minggu ini dijadikan ideologi oleh banyak orang Kristen bahwa percaya dan mengasihi Yesus, maka akan penuh dengan Roh Kudus.

Padahal dalam Yohanes 14:16-17a diawali dengan perkataan Yesus, “๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ.” (ay. 15). Yesus hendak mengirim Roh Kudus dengan syarat murid-murid-Nya mengasihi-Nya dan menuruti segala perintah-Nya. Dengan demikian mengikut Yesus itu ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜€, harus menuruti segala perintah-Nya. Hal ini ditegaskan lagi dalam ayat  21, “๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ.”

Apa perintah-perintah Yesus? Tentu saja semua ajaran Yesus dalam Injil Yohanes, karena konteksnya Injil Yohanes. Segala perintah itu dipuncaki dengan perintah baru Yesus dalam Yohanes 13:34-35 “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช; ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช." Perintah baru itu dipertajam lagi dalam Yohanes 15:12-13 ”๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜’๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต-๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.”

Jadi, penuh dengan Roh Kudus itu bukan ditunjukkan dengan ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ di dalam kebaktian.

Lapangan Pancasila, 14.05.2023 (T)

Baca juga :
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/09/kesurupan-serial-sudut-pandang.html

Bagaimana pandangan saya soal persembahan perpuluhan? Serial Sudut Pandang

Bagaimana pandangan saya soal persembahan persepuluhan? Serial Sudut Pandang

PENGANTAR

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN MENJADI KELIRU KALAU :
1. Ditekankan sebagai sebuah kewajiban bagi warga jemaat. Sebab, pada prinsipnya setiap persembahan semestinya didasari dengan kesukarelaan dan kesukacitaan, bukan kewajiban yang membebani.
2. Diajarkan sebagai sebuah kepatuhan mutlak pada Firman Tuhan. Sebab, dalam sejarahnya, ketika kekristenan berkembang dengan banyak anggota non-Yahudi, tradisi-tradisi agama Yahudi tidak lagi menjadi kemutlakan bagi semua. Termasuk di dalamnya soal sunat, hari raya, kurban, dan persembahan.
3. Dipaksakan dengan ancaman, baik keras maupun halus, bahwa kalau tidak dilakukan akan menimbulkan malapetaka. Sebab, bahkan Yesus pun nggak pernah mengancam orang karena persembahannya. Malah, Yesus selalu mengaitkan persembahan (apa pun) dengan moralitas dan compassion (welas asih).
4. Diperuntukkan bagi pendeta/pastor/imam di gereja itu. Sebab, meskipun di Perjanjian Lama persembahan perpuluhan memang diperuntukkan bagi anak yatim, janda miskin, dan kaum Lewi (imam), namun yang dimaksud adalah para imam yang miskin dan tidak punya kepemilikan.

PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH (ATAU SEPERBERAPA PUN) DARI PENGHASILAN ITU BAIK KALAU :
1. Diajarkan sebagai sebuah ekspresi syukur karena kehidupan yang indah, bahagia, dan sejahtera, yang diberikan dengan kerelaan dan kesukacitaan. Jadi, persembahan bukanlah beban.
2. Dianjurkan sebagai cara menopang dan men-support kebutuhan kehidupan berjemaat. Sebab, siapa lagi yang mendanai kebutuhan jemaat kalau bukan warganya? Mosok kegiatan-kegiatan gereja mau disponsori Bank BNI, Indosat, Unilever, atau Djarum? ๐Ÿ˜
3. Disertai dengan anjuran untuk tidak lupa juga berbagi kepada sesama di luar gereja yang membutuhkan pertolongan kita. Sebab, kehidupan sehari-hari itulah ibadah yang sejati. Dengan begitu, ibadah kita menjadi bulat dan utuh, nggak ritual thok. 
4. Diperuntukkan, didistribusikan, dan dilaporkan kepada umat secara transparan dan akuntabel secara periodik. Gereja yang sehat adalah yang tidak takut diaudit dan dengan jujur membuka keuangannya bagi warga jemaatnya. 

TELAAH

BUKAN UNTUK IMAM
Persembahan persepuluhan itu kan esensinya sebenernya bagaimana menjamin KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN BAGI KELOMPOK RENTAN di tengah umat. Makanya yang jadi sasaran penerima persembahan persepuluhan adalah kaum Lewi (suku yang nggak punya warisan tanah utk bercocok tanam), orang asing (musafir/nomad yang gak punya rumah), anak yatim, dan janda miskin. Jadi dalam sejarahnya di PL, gak pernah persembahan persepuluhan itu diserahkan semata-mata kepada Imam atau Imam Besar. Ingat, fokusnya adalah selalu untuk menjamin yang lemah bisa tetap makan-minum dan hidup layak! PERSEPULUHAN tidak hanya untuk suku lewi, Ulangan 14:27-28 dan 26:12-13.
Ulangan 14:27-29 (TB)
27 Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau.
28 Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu." 
Ulangan 26:12-13 (TB)
12 "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. 
13 Dan haruslah engkau berkata di hadapan TUHAN, Allahmu: Telah kupindahkan persembahan kudus itu dari rumahku, juga telah kuberikan kepada orang Lewi, dan kepada orang asing, anak yatim dan kepada janda, tepat seperti perintah yang telah Kauberikan kepadaku. Tidak kulangkahi atau kulupakan sesuatu dari perintah-Mu itu.
Persepuluhan kepada suku Lewi adalah bukti Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Tuhan kepada Israel. Suku Lewi yang tidak mendapatkan tanah pusaka sehingga tidak bisa mengolah tanah untuk mendapatkan kebutuhan nafkah hidupnya terpelihara oleh karena perpuluhan yang diberikan. Ingat juga, bahwa Alkitab juga mencatat dalam Ulangan 14:27-28 dan 26:12-13, bahwa Persepuluhan yang dikumpulkan oleh sebelas suku Israel bukan hanya semata-mata untuk suku Lewi, melainkan juga untuk kepada orang asing, anak yatim dan kepada janda. Anak yatim dan janda yang telah ditinggal mati ayah dan suaminya adalah tanggung jawab semua suku pada konteks masa itu, semua suku Israel wajib untuk memelihara mereka, pelayanan ini diadopsi di jaman Kisah Rasul yang dikenal dengan istilah pelayanan meja atau diakonia. Sedangkan orang asing disini adalah mereka yang tinggal bersama-sama dengan bangsa Israel dan menjadi bagian bangsa Israel (proselit) juga bangsa asing yang sekedar lewat di perkampungan atau daerah Israel harus di jamu sampai kenyang melalui perpuluhan. Pemberian persepuluhan untuk anak yatim dan janda pada masa itu pun menunjukkan bentuk Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Tuhan atas mereka oleh karena kepala keluarga yang mencari nafkah telah meninggal dan orang asing yang mendapat "jatah" persepuluhan dari sebelas suku Israel juga memiliki maksud yang sama, yaitu agar mereka bisa melihat bahwa Allah Israel adalah Allah yang Kasih, Allah yang Adil dan Allah yang memelihara semua umat manusia, sebab bagi orang-orang asing (bangsa di luar Israel) konsep Allah mereka adalah Allah mereka kasih hanya untuk mereka (bangsa) mereka sendiri tetapi tidak untuk bangsa atau kaum lain. Melalui persepuluhan yang diberikan sebelas suku Israel, orang asing bisa melihat betapa Allah Israel itu berbeda dengan allah-allah asing.
Dalam konteks Malaekhi pun demikian. Bangsa Israel pada jaman Maleakhi mengalami kemerosotan rohani sampai titik nadir. Mereka tidak mau memberikan Persepuluhan dan melupakan tujuan awal dari persepuluhan. Israel pada masa itu menjadikan uang dan kekayaan sebagai illah mereka. Mereka tidak memberikan persepuluhan dan mereka melupakan rumah Tuhan. Pada masa itu, Israel benar-benar bobrok kerohaniannya, Rumah Tuhan yang merupakan lambang kehadiran Tuhan di tengah-tengah Israel tidak dipedulikan oleh Israel, hal ini menunjukkan bahwa Israel sudah tidak peduli lagi dengan Tuhan dan segala ketetapan-Nya. Ketidakpedulian mereka terhadap rumah Tuhan adalah bentuk ketidak pedulian mereka kepada pribadi Tuhan sendiri yang telah membebaskan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir. Itulah sebabnya Firman Tuhan datang untuk mengingatkan Israel agar kembali menjadikan Allah Yahweh sebagai Allah mereka dan kembali memberikan Persepuluhan dan harus memperhatikan rumah Tuhan. Hal ini dimaksudkan agar Israel bisa kembali menjadi umat Allah dan menjadi saksi kepada bangsa lain bahwa Allah Yahweh adalah Allah yang benar, karena itu dalam Maleakhi Allah mengatakan "ujilah Aku". Jadi memberikan persepuluhan dalam konteks Maleakhi pun sama dengan konteks dalam kitab Ulangan. Belalang Pelahap dalam konteks itu adalah hama belalang yang memang pada masa itu melanda tanah Israel. Membuka tingkap-tingkap langit, maksudnya adalah mencurahkan hujan, karena pada masa itu Israel dilanda kekeringan yang hebat. Jika Israel kembali kepada Tuhan pada masa itu, maka Allah akan menolong mereka sama seperti nenek moyang mereka yang ditolong keluar dari perbudakan di Mesir
Berdasarkan uraian singkat di atas jelas, bahwa konsep Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati atau bertujuan untuk kepentingan pribadi, melainkan persepuluhan diberikan adalah bukti bahwa kita telah diberkati oleh Allah sendiri. Memberikan persepuluhan bukanlah seperti usaha memancing, dengan memberikan sepersepuluh dari penghasilan kita maka kita berharap mendapatkan lebih dari apa yang telah kita beri. Ajaran ini sesat..!!! Sekali lagi Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati melainkan karena kita telah diberkati. Lalu, harus diingat pula, bahwa ketika kita memberikan persepuluhan kita di ajarkan bahwa apa yang telah kita terima dari Tuhan bukanlah milik kita sepenuhnya, ada bagian orang lain di dalamnya, sehingga orang lain bisa merasakan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kasih, Adil dan Pemelihara umat manusia
Orang-orang Kristen dituntut oleh Tuhan bukan hanya memberikan Persepuluhan, melainkan seluruh hidup kita, termasuk di dalamnya adalah harta kita. Kita bukanlah pemilik melainkan hanya pengelola, termasuk harta kekayaan dan uang kita. Namun, harus diakui untuk memiliki gaya hidup yang tidak terikat oleh harta kekayaan atau uang adalah hal yang sulit, karena itu dengan belajar memberikan persepuluhan, kita sedang belajar untuk melatih diri kita untuk tidak terikat oleh kekayaan atau uang (mamon). Namun jika 5 tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun kita memberi hanya sekedar persepuluhan dan merasa berat untuk membantu pekerjaan Tuhan, membantu sesama, dll, maka sama saja bohong. Jika kondisi kita seperti itu, maka persepuluhan yang kita berikan hanyalah sebagai "kewajiban" beragama. Ingat tujuan persepuluhan dalam konteks PL adalah agar bangsa Israel tidak terikat oleh kekayaan dunia dan memiliki kesadaran bahwa harta kekayaan yang mereka miliki di dalamnya juga terdapat "hak" orang lain. Bagaimana orang lain bisa mengenal Allah kita sebagai Allah yang Kasih, Adil dan Pemelihara umat manusia jika kita terikat oleh harta kekayaan dan pelit untuk berbagi. Untuk berbagi kita tidak harus menunggu menjadi orang kaya secara materi terlebih dahulu, tetapi bisa dimulai dari sekarang, dari apa yang kita punya
1. Persepuluhan diberikan bukan supaya kita diberkati, melainkan karena kita telah diberkati oleh Allah melalui hasil usaha yang BENAR.
2. Persepuluhan adalah bentuk Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Allah kepada umat manusia, karena itu Gereja atau Gembala harus menunjukkan Kasih, Keadilan dan Pemeliharaan Allah dalam mengelola Persepuluhan, tidak boleh menjadi hak milik pribadi dan keluarga Gembala.
3. Persepuluhan adalah latihan awal yang melatih kita untuk tidak terikat kepada harta milik atau uang, melainkan terikat kepada Allah.
Inilah perspektif saya mengenai Persepuluhan. Jika ada persepuluhan tidak dimaksudkan untuk kepentingan Tuhan dan Kerajaan-Nya, maka seperti judul di atas "Persepuluhan, 'Upeti' jemaat kepada Pendeta/Gembala."
Marilah mengajarkan konsep persepuluhan yang benar kepada jemaat, jangan ada tedensi kepentingan pribadi atau manipulasi dalam ajaran kita mengenai persepuluhan. Biarlah kebenaran yang terus kita sampaikan. Selamat memberi. Sola Gracia.

DARI BUDAYA PADA ZAMAN ITU
Baca ini
http://titusroidanto.blogspot.com/2023/08/persepuluhan-dalam-sejarah-kuno-serial.html

Lapangan Pancasila, 12.05.2023 (T)

Sabtu, 06 Mei 2023

Sudut Pandang ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น Yohanes yang membingungkan,

Sudut Pandang ๐—œ๐—ป๐—ท๐—ถ๐—น Yohanes yang membingungkan

Cukup banyak orang Kristen yang memfavoritkan Injil Yohanes. Mungkin karena ada ayat-ayat yang dianggap eksklusif. Padahal dari gatra cerita Injil Yohanes membosankan, membingungkan. “Saya ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ bingung ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ!” kata mereka. 
Dalih seperti itu sebenarnya justru menunjukkan mereka tidak membaca Injil dengan cermat. Jangankan warga awam, yang pengkhotbah saja dalam berkhotbah cukup banyak yang tidak melihat detil cerita. Empat cerita Injil dianggap sama saja. Kalau berkhotbah dari kitab mana pun, isinya terdengar sama saja. 
Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
Injil Yohanes berisi renungan-renungan yang dibuat narasi dengan menggunakan dialog dan diskusi panjang antara Yesus dan lawan bicara-Nya (murid-murid-Nya dan pihak-pihak lain). Pengarang Injil tampaknya sengaja mengumpan pertanyaan lewat lawan bicara Yesus, kemudian Yesus berbicara menjelaskan panjang-lebar. ๐˜œ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, lawan bicara Yesus tiba-tiba ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. Misal, Nikodemus dalam Yohanes 3.
Peristiwa-peristiwa dalam Injil Yohanes disusun secara tematik sehingga kronologinya sangat berbeda dari Injil sinoptik (Markus, Matius, dan Lukas).
Pengarang Injil Yohanes itu banyak. Antar-ayat, antar-perikop, atau antar-pasal sering tidak bersambung mulus. Selain itu sering terjadi pengulangan tema yang membingungkan pembaca dan sulit ditafsir. 
Dari mana tahu penulis Injil Yohanes banyak? Coba lihat beberapa contoh di bawah.

▶️ Injil Yohanes “yang asli” (dalam arti hasil karangan penulis pertama) secara terang berakhir di Yohanes 20:20-31, kemudian muncul satu pasal lagi (pasal 21). Tampaknya penulis asli, yang mengandaikan dirinya sebagai murid yang dikasihi, mati. Komunitas Yohanes mungkin bingung karena sebelumnya tersebar kabar bahwa murid yang dikasihi itu tidak akan mati, lalu muncul satu pasal lagi untuk menjelaskan status murid yang dikasihi itu. Selain itu penulis asli Injil Yohanes anti-Yahudi sehingga Petrus (yang dianggap mewakili Yahudi) tidak menjadi murid utama. Ini dapat dilihat sejak awal Injil dalam perekrutan murid-murid Yesus. Konon, menurut legenda, Petrus mati syahid di Roma. Penulis generasi kedua kemudian menambah satu pasal lagi untuk memberi panggung kepada Petrus sebagi penghormatan. Di akhir pasal 21 penulis kedua sangat kentara menerangkan sebagai “aku” membedakan dirinya dari penulis pertama “dia” (lih. Yoh. 21:23-24).

▶️ Dalam pada itu Injil Yohanes “yang asli” dimula dari Yohanes 1:19. Pembukaan atau prolog Injil Yohanes 1:1-18 ditambahkan sesudah Injil Yohanes selesai ditulis. Diduga prolog itu adalah madah yang biasa digunakan dalam liturgi Komunitas Yohanes. Madah itu kemudian dijadikan prolog Injil Yohanes dengan mengalihrupakan menjadi prosa dengan menyisipkan ayat 6, 7, 8, dan 15.

▶️ Yohanes 14:31b yang merupakan ayat terakhir pasal 14 ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช seharusnya bersambung langsung ke Yohanes 18:1 ๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜’๐˜ช๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ. Jadi, pasal 15-17 ditambahkan sesudah penulis pertama mati. Mengapa? Embuh. Mungkin konflik dengan orang-orang Yahudi makin meruncing. Hal ini membuat penulis Injil generasi berikutnya memetaforkan Yesus sebagai Pokok Anggur yang menggantikan Israel Lama. Orang-orang Yahudi adalah ranting-ranting yang tak berbuah sehingga diipotong dan dibuang oleh Bapa si Tukang Kebun.

▶️ Yohanes 4:1-3. Ayat 1 -3 adalah satu kalimat. Ayat 1 disebut Yesus membaptis, yang sama dengan ayat sebelumnya di Yohanes 3:22, tetapi ayat 2 (Yoh. 4) menyangkal Yesus membaptis. Ayat 2 adalah sisipan di kemudian hari. Jadi, ayat 1 sebenarnya langsung bersambung ke ayat 3. Mengapa? Tampaknya terjadi konflik dan persaingan antara kelompok murid Yohanes Pembaptis dan Komunitas Yohanes (pengikut Kristus). Mungkin ๐˜ง๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด ๐˜ค๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฃ Yohanes Pembaptis mengolok-olok Komunitas Yohanes bahwa Yesus meniru-niru Yohanes Pembaptis, maka muncullah ayat 2 tersebut untuk menegasi ayat 1. 

▶️ Masih banyak lagi.
Soal perbedaan kronologi saya ambil satu contoh. Dalam Injil sinoptik (Matius, Markus,Lukas) Yesus hanya sekali ke Yerusalem di ujung pelayanan-Nya selama masa pelayanan-Nya. Dalam kesempatan itu Yesus mengusir para pedagang dan mengobrak-abrik dagangan mereka di kompleks Bait Allah yang dikenal dengan episode ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ.
Dalam Injil Yohanes episode ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ di awal pelayanan-Nya (Yoh. 2:13-25) dan Yesus tidak hanya sekali ke Yerusalem, melainkan empat kali. Mengapa episode ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ di ujung kisah dalam Injil sinoptik, sedang dalam Injil Yohanes di awal?
Seperti yang saya katakan di atas penyusunan peristiwa dalam Injil Yohanes secara tematik. Dua tema besar dalam Injil Yohanes adalah tanda-tanda (pasal 1-12) dan kemuliaan (pasal 13-20). Episode ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ dimasukkan ke dalam tema besar tanda-tanda.

Pancasila Salatiga, 07.05.2023 (T)

Jumat, 05 Mei 2023

๐—”๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป, Serial Sudut Pandang (Minggu kelima masa raya Paska. Bacaan diambil dari Injil Yohanes 14:1-14)

๐—”๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป, Serial Sudut Pandang (Minggu kelima masa raya Paska. Bacaan diambil dari Injil Yohanes 14:1-14)

Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Mereka diusir dari sinagog dan didera oleh kelompok Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ) dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.
Minggu kelima masa raya Paska. Bacaan diambil dari Injil Yohanes 14:1-14
Konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini adalah Yohanes 13-14, sedang konteks besarnya adalah pasal 13-20. Pakar biblika menyebut pasal 13-20 adalah bagian kedua Injil Yohanes yang disebut juga kitab kemuliaan, sedang bagian pertama (pasal 1-12) disebut kitab tanda-tanda. Tidak lagi diceritakan tanda-tanda di bagian kedua, melainkan memuliakan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข๐˜ปe) dan kemuliaan (๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜น๐˜ข). Apabila bagian kedua ini dikelompokkan lagi, maka menjadi:
▶️ Wasiat untuk murid-murid Yesus (Yoh. 13-17)
▶️ Pengadilan dan kematian Yesus (Yoh. 18-19)
▶️ Penampakan Yesus sesudah kebangkitan (Yoh. 20)
Bagian kedua dibuka dengan pelayanan Yesus yang sangat menggugah (pasal 13). Yesus membasuh kaki para murid. Tindakan simbolik ini adalah teladan yang mudah dimengerti. Ia menggugah para pembaca dan pendengar Injil melayani dengan kasih. Melayani orang kecil tidaklah mudah dan untuk itulah Yesus memberi teladan.
Dalam pasal 13 Yesus juga memberi ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ. Mengapa disebut ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ? Perintah untuk mengasihi sesama bangsa dan pendatang asing sudah ada dalam Imamat 19. Perintah mengasihi sesama manusia, bahkan musuh, ada di Injil Matius 5:42-47 dan Lukas 10:29-37. Meskipun Komunitas Yohanes tidak membaca, bahkan mungkin tidak tahu keberadaan Injil Matius dan Lukas, ajaran Yesus tentang Hukum Kasih sudah beredar luas di jemaat Kristen. Dalam Injil Yohanes Yesus memberi perintah lain, yaitu kasih persaudaraan di dalam jemaat. Kasih yang bersumber dari kasih Yesus untuk mereka ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. 
Pasal 13 menyiapkan pembaca dan pendengar Injil untuk dapat menerima ketika Yesus akan dikhianati dan dihukum mati sebagai saat-Nya yang mulia. 
Kita sekarang mengulas bacaan Injil Minggu ini (Yoh. 14:1-14). Sesudah Yesus menyampaikan kepergian-Nya (Yoh. 13:33, 36) terbitlah kecemasan dalam diri murid-murid. “๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต-๐˜’๐˜ถ … ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข.” kata Yesus (ay. 1-3).
๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ atau latar aslinya kepergian Yesus dalam ayat di atas adalah penyaliban-Nya. Namun, latar Injil ditulis adalah perasaan ketidakhadiran Yesus dalam Komunitas Yohanes dan keterlambatan kedatangan-Nya kembali (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข). Lebih menyayat hati lagi adalah perasaan jemaat Kristen (d.h.i. Komunitas Yohanes) berpisah atau diusir dari sinagog. Meski mereka terusir, terbuang, Yesus menjamin mereka akan mendapat ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ baru.
๐˜›๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ dalam ayat 2 dari kata ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช yang berarti tempat berteduh (Inggris: ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ). Kata monai sendiri pembendaan dari kata kerja ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏo๐˜ฏ yang berarti tinggal di suatu tempat khusus (Inggris: ๐˜ฅ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ). Dalam ayat selanjutnya (ay. 10, 17) kita akan bertemu yang dimaksud ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ itu lebih berpumpun pada keadaan keakraban dengan Allah yang menanti kaum beriman.
Yesus melanjutkan, “๐˜’๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.” (ay. 4). Ciri khas penulis Injil Yohanes adalah mengumpan pertanyaan kepada lawan bicara Yesus. Ayat 4 itu jelas untuk batu loncatan pertanyaan yang akan diajukan oleh Tomas untuk kemudian Yesus menjelaskannya. Kata Tomas kepada Yesus, “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?” (ay. 5).
Pertanyaan Tomas itu dijawab oleh Yesus, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‹๐˜ช๐˜ข.” (ay. 6-7).
Yohanes 14:6 ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜Œ๐˜จo ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … akhirnya menjadi ayat istimewa oleh banyak orang Kristen. Eksklusif. Injil Yohanes isinya hanya ayat itu. Percaya Yesus, maka selamat karena mendapat akses kepada Bapa. Titik! Ayat itu juga sering dipakai untuk menyerang kepercayaan atau agama lain.
Padahal bacaan Minggu lalu dari Yohanes 10:1-10 dengan topik ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ. Orang yang masuk-keluar tidak melalui pintu adalah pencuri dan perampok. Kalau kita mencuri uang negara, mencuri uang kolekte, meskipun kita gandrung pada Yohanes 14:6, kita tetap tidak selamat, karena kita tidak masuk-keluar lewat pintu. Kita akan dipotong atau dipangkas dan dipisahkan dari ๐˜—๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ oleh Bapa si Tukang Kebun (Yoh. 15:1-8).
Pernyataan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ sebaiknya jangan dilihat sebagai pernyataan universal karena ukuran iman Kristen tidak merujuk ayat ini saja. Ada banyak ukuran di Injil Yohanes yang setara dengan itu (๐˜Œ๐˜จo ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) seperti ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ (Yoh. 6:35, 51), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข (Yoh. 8:12; 9:5), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ (Yoh. 10:7), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ (Yoh. 10:11), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ (Yoh. 11:25), ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ (Yoh. 15:1, 5). Belum lagi ukuran iman Kristen di dalam Injil sinoptis dan kitab-kitab di Alkitab.
๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ … merupakan suatu pengakuan iman Komunitas Yohanes di tengah situasi yang dikucilkan, diusir dari sinagog, didera oleh pemuka dan pemimpin agama Yahudi. Mereka butuh pastoral yang kuat untuk teguh memegang iman. Apabila kita saat ini hidup merdeka, berkecukupan bahkan kaya, dapat beribadah rutin setiap hari Minggu, maka ayat ini tidak relevan bagi kita jika dipahami sama dengan Komunitas Yohanes memahami. Tidak operatif. Lalu bagaimana?
Penulis Injil Yohanes mengandaikan pembaca atau pendengar Injilnya sudah mengenal Kitab Suci Yahudi atau dalam Kristen disebut Perjanjian Lama (PL). Tampaknya ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ itu merujuk Yosua 22:5 “๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜”๐˜ถ๐˜ด๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜• ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜›๐˜œ๐˜๐˜ˆ๐˜•, ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ-๐˜•๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ.” Jadi, “jalan” haruslah dipahami sebagai norma seperti yang Yesus katakan ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ … (๐˜Œ๐˜จo ๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช) dalam ayat-ayat di Injil Yohanes di atas.
Misi Yesus adalah menyatakan kebenaran dan pekerjaan Allah sehingga setiap kehidupan, pengajaran, dan karya Yesus merupakan kebenaran. Sebagai kebenaran Yesus berkata dan mengajarkan apa yang benar serta melakukan dan menegakkan kebenaran.
Dengan demikian Yohanes 14:6 apabila dipahami secara sempit percaya saja kepada Yesus, maka akan selamat, tidaklah cukup, karena barangsiapa percaya kepada Yesus, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan (lih. ay. 12). Makna jalan, kebenaran, dan hidup mestilah dipahami dan diamalkan secara serbacakup agar kita dapat datang kepada Bapa. 
Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus? ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. Bukan urusan kitalah. Kata Yesus kepada perempuan berzina itu, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. “ (Yoh. 8:11).
Sesudah Tomas bertanya tentang jalan dan dijawab oleh Yesus, kemudian giliran Filipus bertanya kepada Yesus. Kata Filipus, ” ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช.” (ay. 8 ). Ini jelas pertanyaan iseng yang diumpankan oleh pengarang Injil Yohanes agar Yesus melanjutkan diskusi. Mengapa saya sebut iseng? Filipus memainkan peran cukup besar selama mengikuti Yesus sejak awal (lih. Yoh. 1:43-46 dan 12:21-22). ๐˜”๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ Filipus tidak mengenal Bapa?
Atas pertanyaan Filipus itu pengarang Injil Yohanes berkesempatan menyajikan kristologinya. Dalam prolog Injil Yohanes disebutkan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang sehakikat dengan Bapa atau Zat, Firman yang nuzul menjadi Manusia. Dalam jawaban Yesus kepada Filipus itu (ay. 9-11) pengarang Injil Yohanes menjelaskan kristologi sebagai satu kesatuan fungsional “ … ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข … ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ … “
Di akhir bacaan (ay. 12-14) Yesus menegaskan bahwa percaya kepada-Nya tidaklah cukup, tetapi ia harus juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar daripada itu. Apa yang dimaksud lebih besar daripada yang dilakukan Yesus? Di sini Yesus memberi amanat agar jemaat atau gereja mengerjakan pekerjaan Yesus lebih luas lagi. Pekerjaan Yesus yang mana? Pekerjaan di dalam kitab tanda-tanda (pasal 1-12) seperti yang saya tulis di atas. Apakah bisa? Bisa. Yesus berpesan, jika kita meminta sesuatu kepada Yesus dalam nama-Nya, Ia akan melakukannya. Di sini penulis Injil sekaligus menegaskan kristologinya.

Salatiga, Lapangan Pancasila, 06.05.2023 (T)

Minggu, 30 April 2023

URUSANNYA PINTU BUKAN GEMBALA, SERIAL SUDUT PANDANG

URUSANNYA PINTU BUKAN GEMBALA, SERIAL SUDUT PANDANG

Dari gatra cerita Injil Yohanes tidak semenarik Injil sinoptik (Markus, Matius, dan Lukas). Secara sastrawi perbedaan antara Injil Yohanes dan Injil sinoptik dapat dilihat dari penggunaan bahasa dan gaya penulisan yang berbeda. Injil Yohanes ditulis dengan bahasa yang lebih rumit, kiasan, dan simbolis sehingga lebih sukar dipahami dibandingkan dengan Injil sinoptik yang menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan naratif yang lebih mudah diikuti.

Injil Yohanes berisi renungan-renungan yang dibuat narasi dengan menggunakan dialog dan diskusi panjang antara Yesus dan lawan bicara-Nya (murid-murid-Nya dan pihak-pihak lain) serta peristiwa-peristiwa yang disusun secara tematik. Penyusunan secara tematik inilah membuat kronologi di Injil Yohanes sangat berbeda dari Injil sinoptik.

Hari ini adalah Minggu keempat masa raya Paska,  Bacaan Injil Yohanes 10:1-10 

Konteks terdekat bacaan Injil Minggu ini adalah Yohanes 7:1 – 10:21 dalam rangka Hari Raya Pondok Daun (๐˜š๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต). ๐˜š๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต merupakan perayaan pengucapan syukur bagi umat Yahudi atas hasilpanen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober. Pada masa perayaan ini umat Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan. Pesta ini dimaknai sebagai festival panen utama bangsa Yahudi (Kel. 23:16; Ul. 16:13-17), festival utama Bait Allah (Bil. 29:12-40), dan sebagai pengenangan pengembaraan bangsa Israel di gurun ketika keluar dari Mesir (Im. 23:33-44).

Pada mulanya Yesus tidak mau pergi ke Yerusalem karena waktunya belum tiba, tetapi akhirnya Yesus menyusul saudara-saudara-Nya ke Yerusalem (Yoh. 7:1-9). Kedatangan Yesus di Yerusalem menciptakan kebigungan; ada yang percaya Ia adalah Mesias, tetapi lebih banyak yang menolak-Nya.

Dalam Hari Raya Pondok Daun itu pada malam hari Bait Allah dan sekitarnya diterangi oleh cahaya obor atau suluh. Empat kaki dian diletakkan di pusat lapangan Bait Allah yang menjadi simbol terang Yerusalem, terang umat Yahudi. Di sini Yesus memandang bukan obor itu yang menerangi, melainkan, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‹๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข. ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ … ” (Yoh. 8:12).

Sudah barangtentu pengajaran dan pelayanan Yesus di Yerusalem dalam suasana ๐˜š๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต ini memancing kegusaran para pemimpin/pemuka agama Yahudi dan banyak orang Yahudi. Bacaan Injil Minggu ini, Yohanes 10:1-10, dalam suasana ini. Yohanes 10:1-10 sendiri adalah bagian dari perikop Yohanes 10:1-21 yang oleh LAI diberi judul ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. Namun, perikop ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ini sebenarnya mencakup dua topik:
▶️ Pintu (ay. 1-10, bacaan Injil Minggu ini)
▶️ Gembala yang baik (ay. 11-21)

Bacaan dibuka dengan perkataan Yesus, “๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ: ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ. ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ." (ay. 1-5).

Persis sebelum ayat di atas Yesus mengecam orang-orang Farisi sebagai orang buta (lih. Yoh. 9:41). Perkataan Yesus (ay. 1-5) ditujukan kepada orang-orang Farisi, tetapi mereka tidak mengerti, karena Yesus mengatakan dengan bahasa kiasan (ay. 6). Penulis Injil Yohanes memang tidak pernah menggunakan perumpamaan (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ́) seperti dalam Injil sinoptik, melainkan ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ข atau peribahasa. Peribahasa dengan kiasan ibarat teka-teki atau kata-kata terselubung sehingga orang-orang yang tidak memiliki nasabah kepercayaan dengan Yesus akan sulit mengerti.

Pengajaran Yesus selalu memancing kemarahan para pemuka agama Yahudi karena, selain radikal, ucapan Yesus juga ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ-gas. Ayat 1 Yesus menyamakan orang-orang Farisi adalah pencuri dan perampok yang masuk ke kandang domba lewat tempat lain, bukan lewat pintu. 

Kandang domba adalah kawasan tertutup sehingga akses masuk hanya lewat pintu yang diawasi oleh penjaga. Kata Yesus, orang yang masuk melewati pintu adalah gembala (ay. 2). Penjaga membukakan pintu bagi gembala dan domba-domba mengenal suara gembala (ay.3).

Pengarang Injil Yohanes berasal dari Komunitas Yohanes yang berada di tengah-tengah konflik dengan kelompok-kelompok lain, terutama kelompok orang Yahudi. Di tengah-tengah suasana konflik itu kelompok penulis Injil Yohanes memiliki misi ganda. Mereka harus menakrifkan dan menegaskan jatidiri mereka sendiri, sekaligus menakrifkan dan menegaskan jatidiri lawan/musuh mereka.

Dari latar belakang ini dapat diduga yang dimaksud dengan pencuri dan perampok dalam ayat 1 – 5 adalah para pemuka agama Yahudi, seperti orang-orang Farisi, yang berusaha memisahkan orang-orang percaya dari Yesus (lih. pasal 9). Dalam konteks Komunitas Yohanes pencuri dan perampok adalah guru-guru palsu yang memecah-belah jemaat Kristen (lih. 2Yoh. 7-9). Ayat 5 merupakan pastoral bagi jemaat Kristen agar tidak mudah diombang-ambing oleh pengajar-pengajar asing. Percayalah kepada gembala atau guru-guru yang sudah mengenal dan dikenal mereka.

Oleh karena ucapan Yesus dalam ayat 1-5 tidak dimengerti oleh lawan-Nya, maka Yesus berkata lagi, "๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ: ๐˜ผ๐™ ๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™ฅ๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™ช ๐™—๐™–๐™œ๐™ž ๐™™๐™ค๐™ข๐™—๐™–-๐™™๐™ค๐™ข๐™—๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข. ๐˜ผ๐™ ๐™ช๐™ก๐™–๐™ ๐™ฅ๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™ช. ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต. ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ.” (ay. 7-10).

Frase ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ (ay. 8 ) bukan merujuk orang-orang atau nabi-nabi zaman Perjanjian Lama (PL). Frase ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ merujuk keterangan waktu pada malam hari, saat pencuri dan perampok datang, sebelum gembala datang pada pagi hari.
 
Dalam ayat 1-5 Yesus memertentangkan antara gembala dan pencuri/perampok, tetapi dalam ayat itu Yesus tidak menunjuk diri-Nya adalah Gembala. Memang dalam ayat 11 di pasal yang sama ini Yesus menyatakan diri-Nya adalah ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ, tetapi topik ayat 1-10 bukanlah tentang ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. 

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa gembala di sana adalah pengajar-pengajar atau guru-guru yang sudah mengenal dan dikenal umat. Gembala-gembala itu masuk lewat pintu. Nah, dalam ayat 7 Yesus menekankan, “๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.” 

Gembala-gembala yang mengenal dan dikenal oleh domba-domba saja ternyata tidak cukup. Gembala-gembala itu harus lewat pintu. Para guru atau pengajar iman Kristen tidak cukup berbekal terkenal, tetapi ia mutlak melewati Kristus sebagai pintu masuk-keluar bagi para gembala dan domba-domba untuk digembalakan menuju keselamatan dan hidup. Melewati Pintu berarti percaya kepada Kristus seperti Komunitas Yohanes percaya kepada Kristus. Orang yang masuk tidak melalui pintu adalah penyesat untuk keuntungan diri sendiri dan membinasakan umat.

Di sini pendeta atau pengkhotbah harus cermat dalam melihat dua topik dalam satu perikop. Bacaan Injil Minggu ini, Yohanes 10:1-10, topiknya adalah ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐˜๐˜‚, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป gembala yang baik. Di sinilah kerumitan Injil Yohanes, yang jika tidak cermat dalam melihat topik, maka akan mengaburkan pesan teologis penulis Injil.

Lapangan Pancasila Salatiga, 30.04.2023 (T)

Sabtu, 22 April 2023

PENGAJARAN JALAN EMAUS, SERIAL SUDUT PANDANG

PENGAJARAN JALAN EMAUS, SERIAL SUDUT PANDANG

Keempat kitab Injil yang merupakan bagian dari Alkitab, kitab suci umat Kristen, menceritakan penampakan Yesus sesudah kebangkitan. Dari sejumlah cerita di sana kisah penampakan Yesus menyertai dua orang murid dalam perjalanan menuju Emaus di Injil Lukas adalah yang paling kerรจn secara sastrawi dan teologis. 
Hari ini adalah Minggu ketiga dalam masa raya Paska. Bacaan  diambil dari Injil Lukas 24:13-35 yang didahului dengan Kisah Para Rasul 2:14a, 36-41, Mazmur 116:1-4, 12-19, dan 1Petrus 1:17-23.
LAI memberi judul perikop (๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ) bacaan Injil Minggu ini (Lukas 24:13-35) ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ๐˜ด. Konteks terdekat bacaan adalah keseluruhan ayat dalam pasal 24 atau pasal terakhir Injil Lukas. Mengapa kisah ini saya sebut paling kerรจn?
▶️ Kisah ini merupakan penghubung atau jembatan antara cerita tentang kubur kosong (Luk. 24:1-12) dan penampakan Yesus kepada para rasul (Luk. 24:36-53).
▶️ Kisah ini merupakan “ringkasan” aneka cerita yang disatukan oleh pengarang Injil Lukas ke dalam “satu cerpen”.
▶️ Dalam kisah ini Lukas mengulang tema teologi yang diusungnya bahwa Mesias harus menderita untuk dapat masuk ke dalam kemuliaan. Teologi kenaikan. Bandingkan dengan Injil Matius yang pengarangnya sejak awal menyatakan bahwa Yesus adalah Raja Mesianik sejak lahir.
Kisah ini dalam suasana teduh di awal musim semi. Bacaan diawali dengan ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข … yang berarti hari kebangkitan Yesus, hari pertama pekan itu yang sama dengan hari Minggu saat ini. Dua orang murid Yesus, tetapi bukan dari 11 rasul, pergi (atau pulang) ke sebuah kampung yang bernama Emaus. Jaraknya lebih kurang 11 km dari Yerusalem. Mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 
Dalam perjalanan mereka bercakap-cakap dan bertukar pikiran. Itu berarti mereka bukan sedang bercakap-cakap biasa saja, melainkan berbincang tentang Yesus yang baru dihukum mati lewat salib, dikubur, dan mereka tampaknya mencoba memaknainya. Datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu Ia berjalan bersama-sama dengan mereka. Frase ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช (ฮฑแฝฯ„แฝธฯ‚ dibaca ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ด) ditekankan oleh Lukas. Lukas menggunakan nama pribadi Yesus untuk menegaskan bahwa yang mendekati kedua murid itu adalah Yesus, bukan orang lain. Bandingkan dengan Markus 16:12.
Namun, ada sesuatu yang menghalangi pandangan kedua murid ini sehingga mereka tidak mengenal “Orang itu” Yesus. Apa yang menghalangi mereka? Untuk menjawab ini, mari kita berangkat dari “titik nol”. Sila buka Kejadian 2:25 ๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข (Adam dan Hawa) ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. Kita sudah tahu kisah selanjutnya, mereka akhirnya malu karena telanjang. Mengapa? Ada pemicunya. Demikian juga halnya dengan kedua murid itu. Dalam terang Injil Lukas kedua murid itu tidak mengenal Yesus karena Yesus memang tidak dipahami oleh para pengikut-Nya (lih. Luk. 9:45; 18:34).
Selain itu para penulis Injil, termasuk Lukas, menampilkan paradoks. Tubuh Yesus sebelum mati dan Yesus-Paska adalah sama sekaligus berbeda. Sama karena ciri fisikal persis seperti sebelumnya. Ada luka di lambung dan di tangan (serta makan-minum bersama dengan murid-murid-Nya). Berbeda karena Yesus-Paska tidak langsung dikenali oleh para murid dan dapat tiba-tiba hadir dan menghilang dari ruangan terkunci.
Yesus membuka percakapan, “๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?”. Bayangkanlah anda sedang mengalami kecelakaan mobil parah, lalu ada orang datang ke TKP dan bertanya, “๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข?”. Kesal ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ? Tentu. Hal yang sama terjadi pada kedua murid itu. Atas pertanyaan Yesus itu ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—บ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—บ. Seorang dari mereka bernama Kleopas. Namun, Kleopas di sini jangan dicampuradukkan dengan Klopas dalam Yohanes 19:25. 
Mengapa murid satunya tidak disebutkan namanya? Entahlah. Barangkali ini cara Lukas hendak mengajak pembaca kitab Injilnya turut serta di dalam kisah ini dengan memerankan si murid tanpa nama itu?
Kleopas balik bertanya kepada “Orang itu” dengan nada sarkastik, “๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ-๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?” Dengan bahasa masa kini Kleopas hendak mengatakan, “๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ซ๐˜ฆ́?” 
Kekesalan Kleopas wajar-wajar saja. Mereka belum lama berjalan dari Yerusalem dan “Orang itu” bergabung dengan mereka tidak lama dari itu. Mereka berasumsi bahwa “Orang itu” juga dari Yerusalem. ๐˜”๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ tidak tahu apa yang terjadi di Yerusalem beberapa hari belakangan ini? Tampaknya Yesus senang sedang ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ-๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ mereka. Tanya Yesus lagi, “๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ?”
Akhirnya mereka menjelaskan kepada “Orang itu”. Kata mereka, “๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜•๐˜ข๐˜ป๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต. ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช. ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐™ž๐™ข๐™–๐™ข-๐™ž๐™ข๐™–๐™ข ๐™ ๐™š๐™ฅ๐™–๐™ก๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ข๐™ž๐™ข๐™ฅ๐™ž๐™ฃ-๐™ฅ๐™š๐™ข๐™ž๐™ข๐™ฅ๐™ž๐™ฃ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜‹๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข ๐˜๐˜ด๐˜ณ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ญ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช. ๐˜•๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช: ๐˜—๐˜ข๐˜จ๐˜ช-๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ต-๐˜•๐˜บ๐˜ข. ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต." (ay. 19-24)
Di sini Lukas mengulangi lagi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kematian Yesus (lih. Luk. 23:13). Lukas sama sekali tidak menyebut Pontius Pilatus. Kedua murid itu masih mencerap bahwa Yesus datang sebagai Mesias politik sehingga mereka mengharap Yesus membebaskan mereka dari penjajah Romawi. Perempuan-perempuan yang dimaksud di atas adalah Maria dari Magdala, Yohana, Maria ibu Yakobus, dan perempuan lain bersama dengan tiga perempuan itu (lih. Luk. 24:10). Beberapa teman yang dimaksud tampaknya adalah sebelas rasul dan saudara-saudara lain, tetapi yang pergi ke kubur hanya Petrus (lih. Luk. 24:9, 12).
“Orang itu” menanggapi mereka, “๐˜๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ด ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข?” “Orang itu” lalu menjelaskan kepada mereka tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mula dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (ay. 25-27)
Ada yang mengatakan pengarang Injil Lukas adalah seorang tabib, tetapi banyak ahli menolak itu. Namun, para ahli bersepakat pengarang Injil Lukas adalah seorang terpelajar dan warga dunia Grika. Kitab Injil Lukas ditujukan kepada Teofilus sehingga sasaran utama kitabnya itu tampaknya untuk orang Kristen berbudaya Grika. 
Ujaran ๐˜๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ di atas merupakan ungkapan kekecewaan yang biasa diucapkan oleh para filsuf Grika terhadap pendengar yang tidak mampu menangkap penjelasan mereka. Dari sini kita dapat mengira-ngira di dalam narasi kedua orang itu tidak marah ketika disebut orang bodoh. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ mestilah dipahami dalam pemikiran Yahudi bahwa hati (kiasan dari jantung) adalah pusat kecerdasan dan kehendak manusia (bdk. Luk. 1:17, 51, 66; 2:19; 21:14, 34).
Lukas mengusung teologi kenaikan, dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi, dari penderitaan menuju kemuliaan. Dalam Injil Lukas Yesus berulang-ulang mengatakan bahwa Mesias harus menderita terlebih dahulu seperti dalam Lukas 9:22; 17:25; 24:7.
Dalam ayat 27 dikatakan bahwa “Orang itu” menjelaskan kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi merujuk Dia. Di sini Lukas hendak mengatakan kepada jemaatnya untuk menafsir secara baru kitab-kitab yang kita kenal sekarang sebagai Perjanjian Lama (PL). Bangsa Yahudi tidak mengenal Mesias yang menderita, tetapi umat Kristen menafsir secara baru terutama Yesaya 52-53 dari pengalaman para murid akan Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan.
Kedua murid dan “Orang itu” mendekati kampung yang mereka tuju. “Orang itu” seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Namun, mereka sangat mendesak-Nya, “๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ.” (ay. 29).
Sudah menjadi kebiasaan orang-orang di Tanah Palestina mendesak tamu untuk mampir ke rumah mereka. Ini dapat kita baca juga dalam perumpamaan Yesus tentang orang yang mengadakan perjamuan besar dalam Lukas 14:15-24. Ayat 23 “…๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ.”
Ayat 29 ๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช... sangat fenomenal dan menginspirasi. Banyak biarawan pada malam hari berdoa mengambil kata-kata dua murid dari Emaus itu: ๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜บ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต.
Ayat itu juga menjadi inspirasi nyanyian gerejawi. Saya berikan dua versinya.
๐˜’๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‘๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜•๐˜ฐ. 329
Tinggal sertaku; hari t’lah senja. 
G’lap makin turun, Tuhan tinggallah! 
Lain pertolongan tiada kutemu:
Maha Penolong,tinggal sertaku!
๐˜”๐˜•๐˜™2 ๐˜•๐˜ฐ. 111
Tinggal sertaku, Kawanku kudus;
T'lah hampir malam, jangan jalan t'rus.
Tiada tolongan, hanya pada-Mu.
Silakan Tuhan, tinggal sertaku.
“Orang itu” akhirnya mau tinggal bersama-sama dengan kedua murid itu untuk bermalam. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. (ay. 30)
Kata duduk di sini sebenarnya terjemahan dari ฮบฮฑฯ„ฮฑฮบฮปฮนฮธแฟ†ฮฝฮฑฮน (baca: ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ฉe๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช) yang berarti sedikit rebahan (๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ). Pada zaman itu hanya meja makan tanpa bangku atau kursi. Orang makan secara ๐˜ญe๐˜ดe๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ atau duduk di tempat semacam kasur dengan sedikit rebahan.
Pada saat makan “Orang itu” langsung mengambil alih posisi kepala keluarga. Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka seperti yang biasa dilakukan oleh Yesus dalam Lukas 9:16 dan 22:19. Namun, tindakan ini bukanlah mengadakan ekaristi atau perjamuan kudus. Penginjil Lukas hanya hendak menegaskan kebiasaan Yesus sebelum makan.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka mengenal Dia, tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka (ay. 31). Kata mereka seorang kepada yang lain, “๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ ๐˜š๐˜ถ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข?” (ay. 31-32).
๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข mengingatkan kita pada Kejadian 3:7 ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข (Adam dan Hawa) ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. Menurut kaum Gnosis mereka mendapat pencerahan sesudah memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kedua murid itu baru ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฉ, mendapat pencerahan bahwa “Orang itu” adalah Yesus ketika mereka dipicu oleh kebiasaan atau gerakan Yesus sebelum makan. 
Bagaimana bisa gerakan Yesus itu mencerahkan mereka? Ada dua teori. Pertama, kebiasaan makan seperti itu sudah lazim di komunitas pengikut Kristus. Kedua, dari sudut pedagogis jika Yesus mengajar lewat kata-kata belum dapat mencerahkan para pendengar-Nya, maka Ia mencoba dengan cara lain seperti dengan gerakan simbolis. Robert Boehlke mencatat ada delapan cara Yesus mengajar: ceramah, bimbingan, menghafalkan, pewujudan, dialog, studi kasus, perjumpaan, dan perbuatan simbolis.
Dalam frase ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ harus dipahami di sini bahwa bahasa Indonesia menggunakan kata kiasan hati untuk jantung atau ฮบฮฑฯฮดฮฏฮฑ (baca: ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข). Pada zaman itu hati dipahami sebagai pusat kecerdasan dan kehendak manusia (bdk. Luk. 1:17, 51, 66; 2:19; 21:14, 34). 
Hati berkobar-kobar atau ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต seperti semangat membara untuk melakukan tugas sangat penting. Pemerian (๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) hati berkobar-kobar dapat dilihat hasrat Rocky Balboa mengalahkan Ivan Drago dalam ๐˜™๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฌ๐˜บ ๐˜๐˜ yang diiringi lagu apik ๐˜‰๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜๐˜ฆ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต dari ๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜ท๐˜ช๐˜ท๐˜ฐ๐˜ณ. 
Mengapa hati kedua murid itu berkobar-kobar ketika di tengah perjalanan? Kalau kita melihat kata ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ (ay. 31) dan ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ (ay. 32) menggunakan kata turunan yang sama ๐˜ฅ๐˜ชe๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ค๐˜ฉ๐˜ต๐˜ฉe๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ dan ๐˜ฅ๐˜ชe๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ช๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ yang berarti ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ dan ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. Ketika Yesus membukakan (menerangkan) Kitab Suci di tengah perjalanan, hati mereka berkobar-kobar. Dalam konteks kedua murid ini, ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—บ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—บ, ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ untuk mengabarkan tentang Yesus yang bangkit sesuai dengan Kitab Suci. Namun, saat itu mereka belum menyadari bahwa “Orang itu” adalah Yesus. Mereka baru ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฉ “Orang itu” adalah Yesus ketika mereka dipicu oleh kebiasaan atau gerakan Yesus sebelum makan. 
Tidak ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌe lama kedua orang murid itu bergegas kembali ke Yerusalem. Di sana mereka mendapati kesebelas rasul itu dan orang-orang yang ada bersama dengan mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka percaya pada kebangkitan Yesus karena Ia menampakkan diri kepada Simon (Petrus). Kedua murid itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah perjalanan ke Emaus dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu memecah-mecahkan roti. (ay. 33-35)
Kapan Yesus menampakkan diri kepada Petrus? Lukas tidak menceritakan tentang waktu dan tempatnya. Namun, kalau membaca kisah di Injil Lukas ini penampakan Yesus kepada Petrus terjadi di Yerusalem. Penting bagi Lukas untuk menyampaikan penampakan Yesus kepada Petrus. Ini untuk menambah wibawa rasul, yang pada gilirannya Petrus menjadi pemimpin kelompok para rasul (lih. bacaan pendahuluan Kis. 2:14a, 36-41). 

Libur Lebaran, Lapangan Pancasila, 22.04.2023 (T)






Kamis, 06 April 2023

JELANG PASKAH, YESUS DI TENGAH POLITIK YERUSALEM, SERIAL SUDUT PANDANG, Serial Paska

JELANG PASKAH, YESUS DI TENGAH POLITIK YERUSALEM, SERIAL SUDUT PANDANG, Serial Paska

Jelang Paskah, ada baiknya kita juga melihat sisi-sisi lain dari sebuah cerita Paskah, Paskah sebenarnya memiliki banyak sisi untuk diungkap lebih dari cerita yang biasanya kita dengar saat Paskah. Cukup banyak buku tentang Yesus dan politik, apalagi dalam bahasa asing.Cukup representatif dalam bahasa asing, seperti bahasa Jerman ialah Christlicher Glaube und politische Vernunft, karya Herwig Buechele (Wien-Zurich-Duesseeledorf, 1987) atau bahasa Inggris karya Jim Wallis berjudul  The Great Awakening: Reviving Faith & Politics in A Post-Religious Right America (New York: HarperCollins, 2008).
YESUS TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS 
Umumnya memang ada benang merah yang memunculkan kesamaan dari berbagai buku tentang Yesus dan politik. Rata-rata semua punya pemahaman senada bahwa Yesus itu bukan politikus. Meski demikian, Yesus harus hidup dalam sikon yang kental dengan nuansa politis.      Bahkan, Yesus pernah diharapkan masyarakat Yahudi 2000 tahun silam sebagai tokoh politik yang akan membebaskan Israel dari penjajahan Romawi. Itu terjadi pada Minggu Palma, lima hari sebelum penyaliban-Nya pada Jumat, ketika Yesus dielu-elukan orang banyak saat dia memasuki kota Jerusalem.Orang-orang Yahudi memang sudah sejak lama punya harapan akan datangnya Mesias sang Pembebas. Orang-orang yang mengelu-elukan Yesus itu punya harapan mesianik bahwa Yesuslah sang Mesias itu.Namun, betapa kecewanya orang-orang itu karena Yesus menolak untuk dijadikan raja atau tokoh yang sesuai dengan harapan mereka. Yesus ternyata tidak mau berpolitik praktis Dengan demikian, Yesus jelas bukan sosok politikus atau bermain dalam tataran politik praktis. Ketika dibawa kepada Gubernur Pontius Pilatus, saat ditanya wakil pemerintah Romawi, “Apakah Engkau seorang raja?”, Yesus menjawab bahwa kerajaan-Nya tidak berasal dari dunia ini.Meski demikian, dunia tempat Yesus hidup ketika itu sudah menyeret-Nya ke dalam permasalahan politik. Bahkan oleh para ahli agama Yahudi yang tidak suka dengan sepak terjang Yesus yang selalu memihak orang kecil, disebarkan tuduhan atau fitnah bernada politis bahwa Yesus punya agenda memberontak melawan pemerintah Romawi.Ajaran-ajarannya yang memuji orang miskin dan teraniaya, Yesus dituduh sebagai provokator. Tuduhan itu membawa konsekuensi berat. Sampai akhirnya Yesus dihukum mati lewat digantung disalib, sebuah hukuman ala Romawi yang biasanya dilakukan untuk para kriminal.Ketika Yesus mati disalib, sebagian pengikut Yesus yang sejak semula mengelus-elus-Nya sebagai Mesias atau tokoh politik yang membebaskan langsung terpuruk dalam rasa putus asa yang besar. Yesus dianggap telah gagal dan keok oleh hukuman salib, sebagaimana ditulis sejarawan sekuler, Tacitus.
POLITIK ETIS
Meski tidak mendirikan partai politik atau menjadi politikus dari aliran tertentu, Yesus sebenarnya berpolitik juga, yakni politik etis. Dengan kata lain, lewat ajaran-ajaran-Nya seperti bisa kita baca dalam Injil, Yesus ialah inspirator bagi gerakan moral untuk memperjuangkan kaum lemah yang kala itu amat menderita.Politik Yesus ialah politik memihak kaum lemah. Dalam buku A Marginal Jew: Rethinking the Historical Jesus: The Roots of the Problem and the Person oleh John P Meier, kita bisa melihat betapa selama hidupnya, Yesus terlibat dan menyatu dengan kaum miskin.Dari kandang Betlehem hingga puncak Kalvari ialah saksinya. Orang buta, pelacur, pengemis, hingga penyamun ialah sosok-sosok miskin yang akrab dengan Yesus. Yesus bukan politikus yang suka menjual isu orang miskin, melainkan benar-benar solider dengan kaum miskin. Bahkan di awal karya-Nya, kata pujian pertama yang keluar dari mulut-Nya ialah ‘berbahagialah orang-orang miskin’ (Matius 5:2). Tidak sekadar memuji kaum miskin, Yesus juga lantang mengecam kolusi antara pejabat agama dan penguasa yang berpusat di Bait Allah di Jerusalem.Bait Allah pada waktu itu menjadi tempat atau kantor Imam Besar (eksekutif), kantor Sanhedrin (legislatif), pusat peradilan (yudikatif) sekaligus tempat bagi Bank Sentral.Yesus marah Bait Allah telah dijadikan ‘sarang para maling atau penyamun’. Yesus mengusir para pedagang dan penukar uang dari halaman Bait Allah. Dia berani menyerang jantung kekuasaan yang ada waktu itu.Dengan demikian, Yesus ialah pejuang bagi tegaknya politik etis atau politik moral yang berani mengkritik persekongkolan antara pejabat agama dan birokrat pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan di atas penderitaan orang-orang lemah. Semua itu akhirnya membawa konsekuensi, Yesus dihukum mati lewat tiang salib.Sayangnya, dalam perjalanan sejarah kekristenan selama 2000 tahun, kolusi antara pejabat agama dan penguasa yang dulu dikecam Yesus, justru sering dilakukan sendiri oleh mereka yang mengklaim mengikuti ajaran Yesus. Malah ironis, kadang nama Yesus diperalat sebagai tunggangan politik untuk meneror, bahkan membunuh, seperti ditulis dalam buku Jesus Before Chritianity, buah karya pastor Albert Nolan OP dari Afrika Selatan.Kezaliman kapitalisme yang justru marak dipraktikkan di negara-negara maju dan notabene mayoritas warganya Kristen, bahkan di negara-negara maju masih ada parpol berlabel Kristen hingga sekarang, justru sering terjadi praktik tak terpuji, martabat luhur manusia dijadikan komoditas belaka.Karena itu, bagi para politikus Kristiani yang menang pemilu legislatif dan lolos ke Senayan, perjuangkan kaum lemah seperti sudah dilakukan Yesus. Jadikan sejarah sebagai pelajaran, ketika agamawan atau politisi berbendera agama mengambil alih kekuasaan negara dalam pemerintahan teokrasi, justru banyak bencana kemanusiaan sebagaimana terjadi di era Yesus.Gereja di Eropa pernah terjebak dalam hal ini sehingga perang dan penindasan atas orang-orang yang tak sealiran (seagama) pernah menjadi noda hitam dalam sejarah gereja. Bayangkan perang agama antara katolik melawan protestan pascareformasi Martin Luther menyebabkan jutaan orang mati sia-sia.Maka dari itu, mari berjuang bersama Yesus memperjuangkan politik moral, berupa politik kenabian. Kita harus menjauhi politik partisan yang tidak lain ialah politisasi agama yang menjadikan agama sebagai kendaraan politik untuk merebut kekuasaan politik, meski hal demikian baru saja terjadi dalam pemilu di negeri ini.Jadi, bagi politisi kristiani yang sungguh berhasil mendapatkan kursi kekuasaan, berusahalah agar dalam 5 tahun mendatang jangan sampai menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya lewat praksis politik tak terpuji.
POLITIK YERUSALEM
Sebetulnya sejak masuk Yerusalem, Yesus memasuki kancah poliktik Yerusalem dalam hal ini dalam peristiwa minggu palmarum, 3 injil sinoptik seakan menggambarkan Yesus masuk Yerusalem sebagai puncak dari galilea, yudea, kemudian yerusalem, tapi injil Yohanes mengkisahkan beberapa kali Yesus masuk ke Yerusalem. Penggambaran Yesus dengan daun palem yang dilambaikan dan hamparan palem dan jubah, itu sebetulnya mirip dengan ketika Alexander Agung setiap masuk kota dan menang, atau saat makabe memenangkan Yerusalem dan membangun bait suci, yang membedakan hanyalah Yesus naik keledai, dan ini dianggap sebagai lambang perdamaian, kalau Yesus masuk dengan kuda, pesannya jelas perang dan kekerasan. Ini tentunya, sudah merupakan semacam pertunjukan politik, karena menampakan Yesus sebagai pemenang, apalagi ditambah orang saat itu menganggap Yesus sebagai Mesias, tentunya hal ini menampar para tokoh agama saat itu. Menimbulkan kebencian di mata para tokoh agama, para pemimpin kaum Yahudi. Menjadi menakutkan bagi para tokoh agama saat itu, Yesus disambut oleh massa dan bergerak bersama massa memasuki Yerusalem Di sisi yang lain, para tokoh agama saat itu, tentunya cemburu thp Yesus Doa dan pernyataan-pernyataan yang tercatat dalam alkitab dari massa tsb yang menganggap Yesus adalah raja, tentunya mengkhawatirkan para tokoh agama yang berkuasa saat itu Lukas 19 ayat 37, memperlihatkan bagaimana mukjizat Yesus membuat orang banyak mengikutinya, tentunya para imam atau tokoh agama saat itu mengikuti perkembangan Yesus yang tentunya membuat mereka ketakutan, takut kehilangan kedudukannya. Sebetulnya, bukan hanya masalah mukjizat tapi terlebih ajaran-ajaran Yesus yang mendobrak tradisi-tradisi saat itu yg membelenggu masyarakat pada waktu itu, ajaran Yesus menjungkir balikan apa yang dibuat oleh para tokoh agama saat itu untuk kepentingan mereka, kalau Lukas menulis bahwa kerumunan massa tsb adalah para murid, tetapi Markus, Matius, dan Yohanes menulis bahwa massa tsb orang banyak. Dengan massa mengelukan Yesus sebagai raja, tentunya ini sudah seharusnya memancing reaksi dari penjajah Roma, kenapa Yesus tak langsung ditangkap? dihukum? Yah.. sangat dimungkinkan karena mendekati hari raya besar bangsa Yahudi, paskah, tentunya penangkapan bisa menimbulkan kericuhan dan perlawanan massa. Sejarah mencatat, bahwa banyak pemberontakan kaum Yahudi sebelum masa itu, terjadi pada saat hari-hari raya seperti saat itu. Disadari terjadi ekshalasi politik di Yerusalem saat itu, suhu politiknya meningkat. Sebetulnya memanasnya suhu politik, dimulai dari ajaran Yesus sejak dari galilea meluas ke Yudea kemudian memuncak secara simbolik ke Yerusalem, karena visi inklusif dari ajaran Yesus yang akan memperbarui umat perjanjian bertabrakan langsung dengan visi ekslusif kaum agamawan saat itu. Kalau kita membaca kitab-kitab makabe akan tampak jelas bagaimana reaksi kaum agaman terhadap orang asing dalam hal ini penjajah Roma, ketakutan akan tercemarnya kekudusan umat perjanjian membuat kaum agamawan membuat batasan-batasan keras yang itu malah membelenggu umat, dan batasan-batasan keras tersebut dijaga dengan taruhan nyawa oleh kaum agamawan. Sehingga, batasan - batasan tsb sudah tidak memanusiakan manusia lagi. Pelanggaran terhadap batasan-batasan kekudusan tsb dianggap pelanggaran terhadap perjanjian umat dengan Allah.  Celakanya, Yesus mendobrak batasan-batasan tsb, Yesus lebih memanusiakan manusia, shg ketika masuk ke Yerusalem dan massa  mendukung Yesus bahkan menyebut Yesus adalah raja, ini menyodok ketakutan terbesar kaum agamawan, tapi sebutan raja itu juga merupakan alat dari kaum agamawan untuk menarik penjajah Roma juga berseberangan dengan Yesus. Puncak dari batasan yang dianggap mengarah kekudusan adalah Bait Suci. Batasan-batasan yang membelenggu umat itu, menjadi semacam obsesi bagi kaum agamawan.Dobrakan Yesus akan batasan-batasan tsb, membuat kemarahan dan ketakutan kaum agamawan. Bagi kaum agamawan utamanya Farisi, kekudusan harus anti kenajisan dan anti dosa, kekudusan harus berjauhan atau membelakangi kenajisan dan dosa, kekudusan harus tidak bersentuhan dengan kenajisan dan dosa, kenajisan dan keberdosaan itu menular bahkan bisa mencemari kekudusan tapi bagi Yesus, kekudusan adalah penyembuhan dari kenajisan dan dosa, kekudusan harus bersentuhan dengan kenajisan dan dosa, agar kenajisan dan dosa itu sembuh bahkan menjadi kudus. Kekudusan adalah obat atau pentahiran bagi kenajisan dan dosa shg kekudusan harus berinteraksi dengan kenajisan dan dosa, bukan kekudusannya yang tercemari oleh kenajisan dan dosa, tapi kekudusan yang mencemari kenajisan dan dosa sehingga kenajisan dan dosa menjadi sembuh/tahir atau kudus. Inilah yang sering disebut Yesus sebagai agenda kerajaan Allah. Hal, inilah yang menohok para kaum agamawan, utamanya kaum Farisi. Telah terjadi benturan paradigma di sini antara pemahaman Yesus dan kaum agamawan utamanya Farisi.Konflik puncaknya terjadi di Bait Suci, ketiga injil sinopsis menulis peristiwa penyucian bait suci oleh Yesus terjadi stlh Yesus masuk ke Yerusalem, terkecuali injil Yohanes malah mencatatnya lebih awal. Kaum agamawan yang beranggapan Bait Suci hanya untuk kekudusan bukan untuk orang najis atau berdosa, pengertian orang najis dan berdosa juga ditujukan untuk bangsa lain selain Yahudi (goyim) tapi Yesus malah bicara Bait Suci untuk segala bangsa, wa......ini seperti menabuh genderang perang, maka suhu politik memanas.Jadi bisa dipahami kenapa injil Yohanes menuliskan ini di awal berbeda dengan 3 injil sinoptik yang menuliskan stlh Yesus masuk Yerusalem, karena konteks injil Yohanes adalah komunitas yang sedang berlainan dengan kaum Yahudi pada masanya, shg penulis injil Yohanes sejak dari awal ingin mengungkapkan bahwa Yesus pun sejak dari awal berseberangan dengan kaum Yahudi, yang pada akhirnya mengakibatkan Yesus di salib. Ini semua sebetulnya berkaitan dengan politik Bait Suci, karena pada masa itu secara politis Bait Suci bukan hanya tempat beribadah. "Politik" Bait Suci, Kajian sosial terhadap fenomena Bait Suci dalam relasi dengan penguasa memberi pencerahan mengenai situasi sosio-politis di balik institusi religius yang dipandang sakral: Sejak era imperium Persia, Bait Alah telah menjad tempat pengumpulan upeti bagi penjajah dan menjadi sumber penghasilan bagipara kolaboratornya, jadi Israel dibolehkan kembali ke tanah asal dan membangun Bait Suci tapi dengan aturan main tetap kirim upeti melalui pengumpulan persembahan di Bait Suci. Dalam era PB, 10 tahun setelah kematian Herodes Agung, gubernur Romawi memilh empat keluarga dan menyimpan persembahan  imam: Imam Agung adalah perpanjangan tangan Romawi, jelas sudah apa yang dilakukan oleh Yesus dalam menyucikan Bait Suci tsb pastilah menyentuh kemarahan pula penjajah Roma tidak hanya kaum agamawan pemimpin Yahudi. Sehingga, ajaran-ajaran Yesus tentunya tidak hanya bertabrakan dengan kepentingan kaum agamawan pemimpin Yahudi tapi juga terlebih bertabrakan dengan kaum penjajah Roma,, ketakutan meningkat, suhu politik memanas ketika ternyata masuk Yerusalem, Yesus bisa menarik sedemikiannya massa. Yesus sudah mengganggu politk Bait Suci, sehingga Yesus harus disingkirkan. Jadi kita bisa melihat di sini peristiwa sejak minggu palmarum sampai paskah, sangat dipengaruhi oleh perpektif sosial politik pada jamannya.

Lapangan Pancasila, 07.04.2023 (T)

Baca juga

https://titusroidanto.blogspot.com/2024/03/hari-rabu-pengkhianatan-sebelum-tri.html










Selasa, 04 April 2023

SUDUT PANDANG IDEALISME BUTA, MENYOAL ISRAEL PALESTINA, FIFA U-20,

SUDUT PANDANG IDEALISME BUTA, MENYOAL ISRAEL PALESTINA, FIFA U-20, 

Beberapa politisi bersuara keras menolak partisipasi kesebelasan U-20 Israel. Alasannya? Karena menentang keras penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah Israel terhadap bangsa Palestina. Penolakan itu sesuai dengan amanat Konstitusi. Memang, bangsa kita bersikap tegas menentang semua bentuk penjajahan dan penindasan terhadap bangsa mana pun. Ini jelas! Jadi, penentangan kehadiran kesebelasan Israel menyuarakan idealisme yang ada dalam Konstitusi kita. Tetapi tunggu dulu, idealisme tanpa memperhitungkan strategi dan konteks sosial-politik yang ada adalah ilusi. Oleh karena itu idealisme politik itu harusnya diimplementasikan secara realistis dan kontekstual. Indonesia mendukung lahirnya negara Palestina, tetapi juga mendukung eksistensi negara Israel. Posisi Indonesia jelas: two state solution. Indonesia tidak berat sebelah dalam memihak mana pun.  Sikap “Two State Solution” menunjukkan Indonesia berupaya merangkul keduanya. Indonesia memihak keadilan dan perdamaian bagi kedua bangsa. Idealisme politik diimplementasikan secara realistis-kontekstual. Indonesia kokoh memperjuangkan sikap ini dalam event bilateral maupun multilateral. Mantap sekali!  Sayangnya beberapa politisi mengacaukan posisi politik ini. Sikap mereka yang menentang partisipasi kesebelasan Israel dalam event Piala Dunia U-20 bertentangan dengan politik Indonesia yang realistis dan kontekstual tadi. Penolakan ini sangat emosional. Sikap ini merupakan pemaksaan idealisme politik yang tidak realistis dan tidak kontekstual. Lebih lagi, politik didesakkan ke ranah olahraga. Padahal spirit olahraga sportivitas dan solidaritas. Segala urusan olahraga pun jadi kacau balau. Bila sikap beberapa politisi dengan idealisme yang rigid tadi mau sungguh diterapkan inilah yang akan terjadi. Indonesia pasti memutuskan hubungan bilateral dengan Rusia karena negara ini menyerang Ukraina. Indonesia pasti akan melarang delegasi dan olahragawan Amerika Serikat datang sini karena Amerika Serikat menyerang dan menghancurkan Irak. Seharusnya Indonesia memutuskan hubungan bilateral dengan Burma karena negara ini menindas etnik Rohingya. Indonesia juga harus memutuskan hubungannya dengan Arab Saudi karena negara ini menyerang negara Yaman Utara. Daftar ini masih bisa diperpanjang lagi…Berita terakhir, FIFA telah memutuskan untuk memindahkan event Piala Dunia U-20 dari Indonesia. Politik ‘rabun mata’ dan rigid telah merusak dunia olahraga. Lebih lagi penolakan terhadap partisipasi kesebelasan Israel ini telah mempermalukan negara kita sendiri di dunia internasional. 
 mengamati sikap Indonesia terhadap Israel  itu sudah lama Orang Indonesia itu tidak banyak mengetahui secara detail tentang Israel,  jadi yang sesungguhnya sikap kita itu lebih Palestina ketimbang Palestina sendiri kenapa? karena dubes Palestina sendiri sudah memberikan statemen bahwa kehadiran team bola Israel itu tidak merugikan apapun dari Palestina dan pada bulan Maret Tahun 2022 itu ketika diselenggarakan yang namanya Inter parlementeri dunia yang ke 144 di Nusa Dua Bali,  Israel juga hadir tapi kita tidak menolak Israel,  tidak ada hak mestinya bagi Indonesia sebagai tuan rumah untuk mencampuri penyelenggara dari perhelatan besar olahraga ini untuk menolak atau menerima kehadiran suatu negara Jadi kita mesti memisahkan antara persoalan politik  dan persoalan olahraga ini, seperti saya katakan tadi Palestina aja tidak merasa dirugikan,  jadi ini lebih Palestina ketimbang Palestina. kita sepakati dulu bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa termasuk bangsa Palestina tetapi dalam kasus Israel Palestina itu memang cukup rumit ya Jadi pertama sekarang kita melihat dulu sejarahnya Kenapa banyak negara-negara berkembang itu mendukung perjuangan Palestina, melihat geopolitik dari tahun-tahun itu tahun 1940-an bahkan sebelumnya karena begini posisinya ya ketika itu kan perang dunia pertama perang dunia pertama itu Inggris berhadapan dengan Jerman jadi Inggris dan sekutunya Inggris Amerika dan sekutunya berhadapan dengan Jerman, Jerman itu dibantu sekutunya termasuk adalah Turki akhirnya perang dunia pertama itu kan dimenangkan oleh Inggris dan sekutunya, otomatis Turki sebagai pihak yang kalah, Jerman sebagai pihak yang kalah, dia harus menyerahkan wilayahnya,  wilayah yang dimaksud di sini antara lain adalah Palestina dan Palestina itu termasuk wilayah jajahan Turki, pada saat perjuangan perang dunia pertama itu,  sebetulnya baik orang-orang Arab yang tinggal di wilayah tanah suci atau Palestina itu mendukung perjuangan Inggris, begitu juga orang-orang Yahudi, sejak awal abad 19 munculnya gerakan zionisme Theodore yang sangat menginspirasi perjuangan orang-orang Yahudi untuk kembali ke tanah suci yang disebut Aliyah dan itu juga sama-sama mendukung Inggris, karena baik orang Israel melalui gerakan zionisme maupun orang Arab yang tinggal di Palestina itu sama-sama mendukung Inggris, semangat ketika Inggris menang, ya otomatis dia mendapatkan kompensasi ketika kemenangan itu, maka tahun 1917 Inggris mengeluarkan yang namanya deklarasi, itu di sepakati bahwa ada disetujui negara yang ini di holyland atau di tanah suci,  nah kemudian banyak dari negara-negara Arab waktu itu,  menolak  tentang eksistensi negara Yahudi di tanah suci.  Kemudian pada tahun 1937 itu Komisi lotville menyetujui tentang adanya dua negara dalam satu wilayah dalam koe eksistensi damai yaitu di wilayah tanah suci,  lalu dibagilah holyland itu menjadi mana yang wilayah Palestina 50% Mana yang wilayah Yahudi 50%,  yahudinya setuju, tapi orang-orang Arab itu memprovokasi Palestina, mereka tidak setuju dengan hadirnya negara Yahudi di tanah suci. Kemudian pada tahun 1947 yaitu PBB mengeluarkan resolusi 188 yang mengulang lagi  solusi dua negara dalam koe eksistensi damai di wilayah tanah suci. nah sekali lagi negara-negara Arab juga menolak, tetapi kemudian Israel mencuri start,  dia memproklamirkan kemerdekaannya sendiri setahun setelah itu 1948,  akhirnya terjadi perang kemerdekaan itu dan ketidakpuasan berlanjut terus sampai munculnya perang tahun 67, kemudian perang  tahun 73, dan konstalasinya terus berubah, akibat kekalahan perang tadi maka wilayah yang dulu 50% Palestina 50% Israel itu kemudian dikuasai  Israel, karena Israel pemenang perang, nah tetapi perkembangan selanjutnya itu kan menarik ya, Misalnya wilayah ini,  akhirnya dikembalikan ke Mesir, setelah itu damai. Nah sekarang itulah perkembangannya jadi konstansi politik pada waktu itu memang berbeda dengan sekarang,  jadi geopolitiknya sudah berubah,  Indonesia saat itu mendukung Palestina, Ya jelas karena sama,  Indonesia ya melihat bahwa Inggris dan sekutunya itu adalah imperialis, tapi persoalannya kan gini, persoalannya yang namanya negara Palestina itu tidak pernah eksis sebelum itu,  jadi Palestina itu adalah wilayah Turki, yang Kesultanan Turki sebagai wilayah jajahan juga dan ketika Turki kalah perang itu kemudian diserahkan kepada Inggris. nah ini cukup menarik, bahwa Israel masa kini, tidak sama atau bukan Israel yg ditulis dalam Alkitab, coba tadi amati perjalanan sejarah Israel masa kini. Tapi memang bangsa ini perlu belajar bahwa eksistensi Israel itu sudah dikenal di dalam prasasti Firaun meren peta atau menernepta tahun 1265 sebelum masehi,  itu artinya sumber-sumber sejarah di luar tanah itu memang eksis,  kemudian muncullah peristiwa eksodus Nabi Musa dengan Harun dan itu dicatat dalam kitab-kitab Suci baik itu tanakh yang oleh orang Kristen diterima sepenuhnya sebagai perjanjian lama maupun kitab suci Alquran, Israel itu Eksis artinya pernah sebagai kerajaan yang berjaya di tanah suci selama monarki Israel Raya kira-kira tahun 1000 sebelum masehi dari zaman Raja Saul, Raja Daud dan Raja Salomo,  kemudian Dua kerajaan ini kan terpecah menjadi dua, pasca kematian Raja Salomo yaitu kerajaan Utara yang didirikan oleh yerubiam sebetulnya itu memisahkan diri dari Kerajaan induknya yaitu kerajaan Israel raya yang pusatnya di Yerusalem, lalu kerajaan Israel ini yang berpusat di Tirsa kemudian nanti di Samaria,  itu didukung oleh 10 suku,  sementara yang di sebelah Selatan yang induknya itunya didukung oleh dua suku yaitu Yehuda dan Benyamin, rajanya putranya Salomo yaitu rahabean kerajaan di utara ini bertahan sampai tahun 722, sebelum mereka ditawan ke ashur, bangsa asur, sementara kerajaan yang di Selatan yang pusatnya di Yerusalem itu bertahan sampai tahun 586 sebelum masehi, lalu dibuang ke Babel,  melalui dekrit dari Kores Agung tahun 539 (Persia), oleh Yesaya, Koresh ini disebut sbg Mesias, Krn menyelamatkan Israel (jadi ada Mesias lain selain Yesus),  mereka kembali ke tanah suci karena berdasarkan catatan kitab suci, Alkitab dalam hal ini, maupun prasasti-prasasti yang sejaman misalnya silinder Polres Agung yang memuat tentang putusan atau Katakanlah deklarasi HAM yang pertama ini dari koresh agung raja Persia, itu sampai kemudian bangsa-bangsa yang dulu ditawan Babel itu kembali ke negara masing-masing bahkan diberikan hak untuk mendirikan rumah ibadah bagi Agama masing-masing, termasuk Israel maka didirikanlah Bait Suci di Yerusalem, masuklah kemudian zaman Persia, ya Ada Ratu ester, mordhekai menghadapi kejahatan Haman misalnya, kemudian setelah itu berada di dalam dua kekuasaan Yunani yang pertama pasca Alexander Agung menaklukkan Timur Tengah,  di Alexandria Mesir ada penguasa selogia seloukid yang ada di Syria,  nah dulunya hubungan antara Israel dan bangsa lain termasuk Yunani baik-baik saja sampai kemudian muncul zamannya antiokus 4 evipanese dimana Bait Suci bangsa Yahudi itu dilecehkan dengan memasang namanya patung sius dan diberikan persembahan babi persembahan yang menurut hukum Yahudi yang disebut hukum Imamat pasal 11 itu bukan binatang yang layak. Nah itulah akhirnya, maka Sejak saat itu mulai terjadi orang peningkatan  alergi terhadap babi.  Padahal yang yang dilarang dalam tradisi Yahudi Bukan hanya babi, unta juga dilarang,  cumi-cumi juga dilarang, semua ikan yang  tidak bersisik juga dilarang,  termasuk ya ikan patin yang enak itu, ikan lele yg enak juga, semua dilarang itu.  Sampai kemudian kerajaan ini menang,  raja yang berkuasa pada dinasti khas munaim itu,  yang pertama kali Yudas makabe,  di zaman interprestamental ini, kemudian masa itu muncul sektor Yahudi antara lain yang disebut klan  saduki, klan  parisi, dsb sampai kemudian kerajaannya kembali ditundukkan oleh Roma, kemudian Herodes Agung sebagai turunan orang Edom (trah Esau),  ibunya orang nabatian(Arab) keturunan Ismail Putra Abraham,  itu kemudian masuk agama Yahudi dan dijadikan Raja Yahudi,  Israel berada dalam penindasan,  muncullah zaman Yesus setelah zaman Yesus,  kemudian muncul perang Yahudi pertama antara tahun 66 masehi sampai tahun 70, akhirnya dihancurkan oleh Jenderal Titus,  perang Yahudi pertama berlalu, kemudian orang-orang selot ya kelompok garis-garis keras Parisi  ini Memulai pemberontakan lagi pada tahun 132 sampai tahun 135, mereka sempat punya kerajaan dan menang perang bersama melawan Romawi,  itu nah hanya antara sekitar 4 tahun saja 132 sampai 135, kemudian Kaisar Adrianus meluluh lantakkan Yerusalem kembali, maka barkoba yang diproklamirkan sebagai Mesias Yahudi oleh rabia Kiba itu terbunuh, akhirnya bangsa Yahudi terserak- serak di seluruh dunia. lalu ini kebijakan yang penting nama eret/Israel/tanah Israel atau Midadh Israel/ negara Israel harus diganti, Selama ada kata Israel itu akan membangkitkan pemberontakan, nama Israel kemudian digantikan dengan Syria Palestina. Mengapa? karena tahu psikologinya orang Israel, filistin Palestina lama bukan Palestina sekarang ini, itu musuh bebuyutannya Israel. Makanya, dengan dinamakan nama musuhnya itu kan menimbulkan sakit hati yang luar biasa, provinsi Yehuda digabungkan dengan provinsi siria namanya Syria Palestina, sementara nama Yerusalem itu diganti dengan Alia kapitulina dan kota Yerusalem itu, di persembahkan kepada dewa Yupiter.  nah saat itu kemudian Israel diganti dengan nama Palestina dan tulisan-tulisan seperti Unus kemudian dan banyak sejarawan Romawi dan Yunani tidak lagi akrab dengan kata Israel tapi kata Palestina yang kemudian menjadi entitas. wilayah yang kemudian pada zaman Islam dihuni suku-suku Arab atau orang-orang Arab sampai zaman sekarang, kemudian tidak ada satu bangsa di muka bumi ini yang kehilangan tanah air selama 2000 tahun tapi tidak pernah terputus Harapan itu, selama 2000 tahun,  ya orang Israel  ini beragama Yahudi,  setiap kali perayaan Paskah, mereka selalu mengatakan tahun ini kita di sini,  masih di Irak, di London, di Rusia,  tapi dia punya keyakinan bahwa  tahun depan, kita di Yerusalem,  itu bergema selama 2000 tahun,  makanya dalam lagu kebangsaan Israel yang namanya hatifah itu kan digemakan "dia rindu Sion selama 2000 tahun,  dia selalu memandang ke timur,  dia ingin punya tanah air di negeri sendiri di Sion dan di Yerusalem". sementara nama Palestina itu tidak pernah eksis sebagai sebuah negeri, sebuah negara, tidak benar kalau  nama Palestina itu diberikan oleh kaisar hadrianus, nah pertanyaan berikutnya adalah Apakah Palestina yang sekarang ini sama dengan filistin dalam kitab suci? tentu tidak sama karena nama Palestina itu sejak tahun 135 itu hanya menunjuk wilayah teritorial dan wilayah yudea yang dipersatukan,  akhirnya disebut Syria Palestina, ketika kemudian orang-orang Arab setelah zaman Islam itu menghuni tempat yang sama itu, maka mereka menyebut diri "kami ini bangsa Palestina" artinya bukan filistin yang lama itu, maka kita orang Kristen juga tidak boleh mengutuk Palestina karena banyak sekali rakyat Palestina juga beragama Kristen begitu juga di negara Israel ada banyak orang Arab ya 18% penduduk Israel itu beragama Islam.  Jadi, artinya ini bukan konflik agama sama sekali, maka harapan saya, tentu Indonesia tidak usah terlalu jauh masuk dalam konflik negara lain tetapi bahwa seperti di awal bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa dan untuk itu kita sepakat hanya artinya jangan kontra produktif, seharusnya Palestina berusaha dengan cara yang lebih, apa ya .... kayak Indonesia gitu yang lebih sistematis,  yang lebih terukur, seperti dulu Indonesia itu, kan saat Konferensi Meja Bundar,  Perjanjian Renville itu kan wilayahnya berubah-ubah,  bahkan Kita pernah hanya punya wilayah Jawa dan Sumatera saja, tapi karena kejujuran diplomasi maka kita bisa akhirnya meraih wilayah seluruh Indonesia sekarang ini.  kalau Indonesia benar-benar menjadi negara non-blok,  ya suaranya untuk dua-duanya dong, baik Israel maupun Palestina, geopolitik kita sudah berubah,  dahulu negara-negara Arab itu kan musuhnya Zionis/Israel tapi sekarang ini, negara Arab bermasalah dengan Iran. Makanya, sekarang malah negara Arab bersahabat dengan Israel, sekarang ini Arab Saudi bergandengan tangan dg Israel, sementara Kita orang Indonesia tidak mengikuti perkembangan geopolitik yang baru, saya kira itu yang saya prihatinkan, jangan sampai ini jadi alat politik karena menjelang tahun 2024  Bagaimana bangsa kita bisa bersikap supaya agar Citra Bangsa juga tidak tercoreng di mata dunia internasional Terima kasih Tuhan Yesus memberkati

04.04.2023, Cepogo (TUS)

Sudut Pandang Yehezkiel 18:1-4, Filipi 2:1-13, dan Matius 21:23-32

Sudut Pandang Yehezkiel 18:1-4, Filipi 2:1-13, dan Matius 21:23-32 PENGANTAR Allah menghendaki pertobatan nyata. Gereja dipanggil untuk memi...