Sudut ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด Matius 3 :13-17, [๐ ๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ ๐ ๐๐ฒ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐๐ฝ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐ถ, ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐]
๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฝ
PENGANTAR
Di tengah situasi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian yang bisa menumbuhkan ketakutan, lawatan Allah bukanlah sekadar peristiwa spektakuler. Lawatan-Nya ada dalam tindakan kasih yang lembut, namun menggetarkan, menyapu habis
ketakutan umat. Lawatan-Nya mengarahkan kita pada kepercayaan, keberanian, dan partisipasi dalam karya keadilan dan pendamaian Allah.
Baptisan Yesus bukan hanya tanda awal pelayanan-Nya, namun juga pengumuman publik dari surga bahwa Allah hadir dan bekerja. Baptisan ini adalah momen ilahi yang mengonfirmasi: "Inilah
Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan". Dalam
Kristus, Allah melawat dan mengusir ketakutan dengan kasih dan kuasa-Nya. Ada yang menarik dalam bacaan untuk hari raya Epifani hari ini, 6 Januari, yang diambil dari Injil Matius 2:1-12. Petulis Injil Matius menolak pendapat atau nubuat Nabi Mikha.
• Mikha 5:1 “๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ช ๐๐ฆ๐ต๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฎ ๐๐ง๐ณ๐ข๐ต๐ข, ๐ฉ๐ข๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ก ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ๐ฎ-๐ฌ๐ข๐ถ๐ฎ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ฃ๐ข๐จ๐ช-๐๐ถ ๐จ๐๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐ ๐๐ฃ ๐ข๐๐ข๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐๐จ๐ง๐๐๐ก, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ป๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ถ๐ญ๐ถ.”
• Matius 2:6 “๐๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐๐ฆ๐ต๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฎ, ๐ต๐ข๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐๐ฃ๐๐ ๐๐ช ๐จ๐๐ ๐๐ก๐-๐ ๐๐ก๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ๐ก๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ก ๐ฅ๐ช ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ ๐ฆ๐ฉ๐ถ๐ฅ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ, ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐ ๐๐ฃ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ข๐๐๐ก๐๐ ๐๐ฃ ๐ช๐ข๐๐ฉ-๐๐ช ๐๐จ๐ง๐๐๐ก."
Matius menolak pendapat atau nubuat Nabi Mikha bahwa Betlehem adalah ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ sehingga Matius mengubahnya menjadi ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ. Kata ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ tentunya mengubah makna 180 derajat.
PEMAHAMAN
6 Januari, umat Kristen (Gereja Barat) merayakan Hari Epifani, Hari Penampakan Tuhan atau ๐๐ฑ๐ช๐ฑ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ฐ๐ณ๐ฅ, sedang Umat Kristen Mesir atau Gereja Timur merayakan Hari Natal.
Menurut tradisi Gereja Barat Epifani dipahami sebagai saat-saat kunjungan orang-orang majus menjumpai Yesus atau penampakan Tuhan kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi (๐จ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ญ๐ฆ๐ด). Menurut tradisi Gereja Timur Epifani dipahami saat Pembaptisan Yesus (๐๐ข๐ฑ๐ต๐ช๐ด๐ฎ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ฐ๐ณ๐ฅ) yang dimaknai sebagai penampakan Tuhan kepada publik atau penyataan Allah kepada dunia.
Minggu ini adalah Minggu pertama sesudah Epifani,11012026. Kalau anda masih ingat topik Sudut Pandang edisi Minggu II Adven (4 Desember 2022) pembacaan diambil dari Injil Matius 3:1-12. Perikop (๐ฑ๐ข๐ด๐ด๐ข๐จ๐ฆ) itu menampilkan kiprah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea. Bacaan Minggu ini meneruskan perikop itu, yaitu Matius 3:13-17 yang didahului dengan Yesaya 42:1-9, Mazmur 29, dan Kisah Para Rasul
10:34-43.
LAI memberi judul perikop bacaan Minggu ini ๐ ๐ฆ๐ด๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฑ๐ต๐ช๐ด ๐ ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ด. Minggu ini juga dikenal sebagai Minggu Pembaptisan Yesus (๐๐ข๐ฑ๐ต๐ช๐ด๐ฎ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ฐ๐ณ๐ฅ). Kutipan dari Alkitab LAI TB II (1997).
๐ฏ:๐ญ๐ฏ Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
๐ฏ:๐ญ๐ฐ Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?"
๐ฏ:๐ญ๐ฑ Lalu jawab Yesus kepadanya, "Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Yohanes pun menuruti-Nya.
๐ฏ:๐ญ๐ฒ Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
๐ฏ:๐ญ๐ณ lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Pengarang Injil Matius menulis pasal 1 - 2 menggunakan sumbernya sendiri atau Sumber M, sedang perikop bacaan Minggu ini ia menggunakan Sumber Markus. Di Injil Markus kisah pembaptisan Yesus hanya diceritakan singkat saja (tiga ayat), sedang Matius menambahnya menjadi lima ayat.
Penekanan bukan pada peristiwa pembaptisan itu pada dirinya, melainkan turunnya Roh Allah dan suara Allah dari surga. Kisah pembaptisan Yesus lebih merupakan refleksi teologis ketimbang suatu laporan jurnalistis historis mengenai bagaimana Yesus dibaptis. Dalam bentuk cerita refleksi teologis itu diperikan (๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ฅ) seolah-olah terjadi secara fisik dengan menggunakan dunia bahasa yang dikenal pada masa itu.
Langit atau Surga adalah metafora tempat kediaman Allah sehingga sebelum Roh Allah turun dari Surga, ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข lebih dahulu. Saat turun dari langit atau Surga, Roh Allah itu diperikan seperti ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ข๐ต๐ช yang memiliki sayap untuk terbang. Suara Allah dari Surga juga diperikan seperti suara manusia yang dapat didengar telinga manusia. Metafora ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ sama dengan metafora ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ง๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ karena keduanya memerikan (๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ) Allah seakan-akan bermulut komat-kamit mengeluarkan suara seperti mulut manusia.
Roh Allah turun dan suara Allah terdengar merupakan pemerian (๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ณ๐ช๐ฑ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ) teologis mengenai penyataan (๐ณ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ) Allah atau penampakan Allah (๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ). Kedua pemerian itu tampaknya bersumber dari Septuaginta (lih. Yes. 42:1; 61:1 dan Mzm. 2:7). Roh Allah turun ke atas Yesus dapat dimaknai sebagai pengesahan Allah atas penugasan orang yang sudah dipilih-Nya itu, sebagai pengurapan atas diri Yesus yang adalah Mesias. Turunnya Roh Allah ke atas Yesus juga bisa dimaknai sebagai pengurapan Allah atas diri Yesus. Yesus adalah Mesias, yang diurapi Allah.
Meskipun pengarang Injil Matius banyak merujuk sumber tertentu (Septuaginta dan Injil Markus), belum tentu berarti ia bersetuju dengan sumber rujukannya.
• Pengarang Injil Markus sejalan dengan Mazmur 2:7 bahwa Yesus menjadi Anak Allah ketika dibaptis atau diurapi. “๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐ถ ... ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ...” (Mrk. 1:11). Penyataan Allah ditujukan kepada Yesus bahwa pada saat itulah Yesus disebut Anak Allah.
• Pengarang Injil Matius menolak pandangan pemazmur dan Injil Markus. Yesus sudah menjadi Anak Allah sejak dalam kandungan Maria sebab Yesus dikandung dari Roh Allah (Mat. 1:20) dan dikonfirmasi dengan kutipan Hosea 11:1 di Matius 2:15. Dalam Matius 3:17 “๐๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐๐ถ... ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข-๐๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ...”. Penyataan Allah ditujukan kepada semua yang hadir di pembaptisan Yesus termasuk para pembaca atau pendengar cerita itu di luar dunia cerita. Penyataan Allah sekadar publikasi.
Orang Kristen sejak kanak-kanak tentu sudah mendengar kisah Yesus dibaptis oleh Yohanes. Mengapa Yesus dibaptis? Meskipun ada penjelasan dari penginjil Matius, aneh gak sih?
Matius sudah memberi kesan kepada pembacanya bahwa baptisan Yohanes itu merupakan tanda pertobatan (Mat. 3:1-8). Matius juga menegaskan bahwa Yesus jauh lebih mulia daripada Yohanes. Jangankan membaptis Yesus, menjadi budak Yesus pun Yohanes tidak layak karena Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, sedang Yohanes hanya dengan air (Mat. 9-12).
Di luar dunia cerita jemaat Matius tampaknya menghadapi persoalan dengan murid-murid Yohanes. Ada konflik dan perpecahan di antara kedua kelompok itu. Jemaat Matius menyembah dan mengagungkan Yesus lebih daripada Yohanes. Akan tetapi faktanya Yesus pernah dibaptis Yohanes dan sangat bolehjadi Yesus pernah menjadi murid Yohanes.
Penginjil Matius harus menjernihkan dan meluruskan ini. Matius membuat langkah cerdas dengan membuat dialog antara Yesus dan Yohanes sebelum pembaptisan. Dengan demikian diharapkan jemaat Matius legawa menerima fakta Yesus dibaptis oleh Yohanes sekaligus tetap memuliakan Yesus.
Dalam awal bacaan Injil Minggu ini Matius mengungkapkan bahwa inisiatif pembaptisan datang dari Yesus sendiri, meskipun Yohanes mencegahnya karena Yohanes merasa tak layak. Alasan Yesus adalah pembaptisan itu harus dilakukan karena hal itu menggenapkan seluruh kehendak Allah. Yohanes menuruti Yesus.
Apa itu menggenapkan seluruh kehendak Allah? Tidak ada penjelasan dari Matius. Jemaat Matius bagian terbesar dari kalangan Yahudi yang sudah sangat mengenal kitab suci Yahudi (PL). Tampaknya Matius mencerap mereka sudah tahu sehingga bagi Matius itu sudah cukup. “Yohanes sudah menuruti apa kata Yesus, kamu menuruti juga apa kata Yesus.” begitu kira-kira kata Matius.
Tentu pembaca Indonesia masa kini, yang tulisan Injil bukan ditujukan kepada mereka, boleh-boleh saja menafsir apa yang dimaksud menggenapkan seluruh kehendak Allah selama tafsir itu dapat dipertanggungjawabkan. Satu ciri tafsir yang dapat dipertanggungjawabkan adalah setia pada cerita atau teks, yang dalam hal ini narasi Injil Matius.
Nabi Yesaya sudah menubuatkan Yohanes akan menyiapkan jalan bagi Tuhan (Mat. 3:3). Dengan begitu kehadiran Yohanes memang sudah direncanakan atau dikehendaki Allah. Dalam kronologi rencana yang dikehendaki Allah itu Yohanes datang lebih dahulu untuk menyiapkan Yesus yang datang sesudah Yohanes (Mat. 3:11).
• Yohanes melaksanakan rencana Allah itu pada diri Yesus dengan membaptis Yesus.
• Pembaptisan Yesus adalah persiapan pelayanan atau kiprah Yesus.
• Pembaptisan Yesus menjadi akhir pelayanan Yohanes karena sesudah itu Yohanes ditangkap oleh Herodes (Mat. 4:12).
Bacaan Injil Minggu ini, Matius 3:13-17, merupakan satu episode dari babak persiapan pelayanan Yesus. Apabila kita rincikan menjadi:
• Episode Yohanes Pembaptis (Mat. 3:1-12),
• Episode Yesus dibaptis Yohanes (Mat. 3:13-17),
• Episode Pencobaan di padang gurun (Mat. 4:1-11), dan
• Episode Yesus tampil di Galilea (Mat. 4:12-17).
Yesus memula pelayanan atau berkiprah di Galilea dengan memberitakan "๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ฐ๐ฃ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐จ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต!" (Mat. 4:17).
Dari Natal Hari Pertama sampai Minggu ini kita bisa melihat bahwa Yesus berkarya bukanlah ๐ถ๐ซ๐ถ๐จ-๐ถ๐ซ๐ถ๐จ, kejap, instan, sekonyong-konyong. Ada tahapan-tahapan persiapan yang tak mudah yang harus dilalui-Nya. Untuk itu janganlah mudah terpesona kepada para petobat atau murtadin baru, yang ๐ถ๐ซ๐ถ๐จ-๐ถ๐ซ๐ถ๐จ mengajari kita agama Kristen yang sudah kita anut tahunan.
(08012023)(TUS)